NovelToon NovelToon
Istriku Anak Kecil

Istriku Anak Kecil

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Perjodohan / Nikahmuda / Tamat
Popularitas:4M
Nilai: 4.7
Nama Author: Hamiya Muminah

CERITANYA DIJAMIN SERU, LUCU, ROMANTIS, UWU, N BIKIN BAPER!


Nadira Khansa Salsabila. Atau biasa dipanggil Dira.
Tidak pernah terpikir di benaknya harus menuruti kemauan kedua orang tuanya untuk menikah di usianya yang masih 18 tahun!
Ya, di saat sedang antusias-antusiasnya karena memasuki bangku kuliah, tiba-tiba saja dia dipaksa menuruti kemauan orang tua nya untuk menikah dengan Muhammad Fahri.
Fahri merupakan sahabat sang kakak di waktu kuliah.
Dira tidak sadar, kalau sebenarnya awal perkenalannya dengan Fahri adalah sebuah skenario kedua orang tua nya dan sang kakak, Adit. Yang sudah sejak lama memang merencanakan menjodohkan Dira dan sahabat kakak nya itu.
Tidak sulit untuk Fahri jatuh cinta pada Dira yang cantik, supel, dan ceria.
Namun kebalikannya, Dira justru merasa perjodohannya dengan Fahri merupakan awal malapetaka baginya. Dia yang baru saja memasuki bangku kuliah, dan ingin merasakan kebebasan menjadi mahasiwi. Masih ingin menikmati jalan-jalan bareng teman-temannya, berlama-lama di salon, shopping, atau sekedar flirthing cowok-cowok keren di kampusnya. Malah harus terikat dengan sebuah pernikahan dengan lelaki yang tidak dicintainya, dan itu artinya, masa-masa mudanya akan terenggut oleh belenggu pernikahan yang sama sekali tak diinginkannya! OMG!
Karena sesungguhnya, dibalik semua itu, ada suatu alasan sehingga kedua orang tua nya menikahkan Dira di usianya yang masih sangat belia.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hamiya Muminah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 17

Dira baru saja usai mengikuti semua mata kuliah. Tangannya dengan lincah mengetik sesuatu di hp-nya. Ya, dia baru saja memesan jasa taksi online. Karena hari ini tidak ada yang bisa menjemputnya, dan Sisi pun sedang libur, alias tidak ada jadwal kuliah.

Dia mempercepat langkahnya menuju halte depan kampus. Tak lama kemudian, hp-nya berdering...

"Halo, assalamu'alaikum Ma..."

"Wa'alaikumsalam," jawab Mama di seberang sana, sambil terisak.

"Mama nangis...?? Ada apa Ma...??" tanya Dira penuh kecemasan.

"Dira... Papa kamu..." ucap Mama terbata.

"Papa kenapa Maa...??"

"Papa kamu siang tadi jatuh di kamar mandi kantornya. Lalu segera dibawa ke Rumah Sakit Pelita Harapan... Dignosa dokter, Papa kamu terkena serangan jantung mendadak. Papa sempat koma dan dirawat di ICU..." lanjut Mama sambil terisak.

"Terus gimana keadaan Papa sekarang, Ma...??" tanya Dira penuh kekhawatiran, dan dia juga mulai menangis.

"Sekarang kondisi Papa mulai membaik. Dan sudah dipindahkan ke ruang rawat..."

Isakan Dira semakin keras. "Kasih tau aku di ruang mana Papa dirawat?"

Mama-pun segera memberitahu lantai dan kamar tempat Papa dirawat.

*****

Rumah Sakit Pelita Harapan.

"Pa, Papa...!" Dira menerobos masuk ke dalam sebuah ruangan bernomor 408.

Dilihatnya Papa berbaring di atas ranjang rumah sakit dengan wajah pucat dan lemah. Selang infus terpasang di tangannya. Setengah berlari Dira menghampiri papanya.

"Papa... Dira mohon... Papa jangan kenapa-kenapa ya... Papa harus sembuh..." dia sesenggukan sambil memeluk papanya.

"Maafin Dira Pa..., karena udah jadi anak yang durhaka..." tangis Dira semakin kencang.

"Mulai sekarang, Dira akan nurutin semua ucapan Papa... Dira akan patuh sama Papa... Asal Papa sembuh...!" tangis Dira semakin menjadi-jadi.

Papa membelai rambut Dira dengan lemah.

Dira berusaha berhenti menangis, diusapnya air matanya. Lalu dia menarik napas dalam-dalam, "Dira mau menerima perjodohan itu...!"

Papa, serta Mama yang sedang berdiri di samping Dira, tampak begitu terkejut.

"Kamu... yakin, Sayang...?" tanya Papa lemah.

Dira mengangguk mantap, "Selama ini, Dira belum pernah membahagiakan Mama dan Papa. Kalau perjodohan ini bisa membuat Mama dan Papa bahagia, Dira akan lakukan itu. Asal... Papa harus sembuh...,"

Mata Papa dan Mama tampak berkaca-kaca, menahan haru.

"Terima kasih banyak ya Sayang...," ucap Papa lembut.

***

Seminggu kemudian.

Pagi itu, seperti biasa Papa sedang bersiap-siap untuk ke kantor.

"Pa..." gumam Mama sambil memasangkan dasi di kemeja suaminya itu.

"Mama... Jadi merasa bersalah..." lanjutnya sambil menarik tangannya. Dasi Papa sudah terpasang dengan rapi.

"Mama lagi ngomongin apa sih...?"

"Ya tentu aja tentang kebohongan kita Pa. Sandiwara kita waktu itu, kalau Papa kena serangan jantung. Mama jadi kasian sama Dira, karena kita udah membohonginya...,"

"Apa boleh buat Ma. Itu satu-satunya cara. Agar dia mau menerima perjodohan ini. Sstt, sudah. Kita jangan bahas ini lagi. Ini hanya rahasia kita, dan juga Adit. Kalau Dira tau, bisa-bisa dia semakin marah sama kita,"

Nyonya Amanda tidak dapat berkata apa-apa lagi.

*****

Hari Minggu, sebuah kafe.

"Ada apa sih, Sayang? Tumben, kamu minta ketemuan mendadak gini," tanya Alif lembut.

Dira terdiam sesaat, berusaha mengumpulkan keberanian. Kemudian, digenggamnya tangan Alif dengan perlahan.

"Lif, maafin aku ya..."

Alif mengernyitkan dahi, tiba-tiba perasaannya menjadi tidak enak.

"Sebaiknya... Mulai sekarang... kita... Putus."

Alif tercekat luar biasa. Seolah ada sebuah palu besar yang menghantam dadanya.

"Kamu... bercanda kan...?" balasnya sambil menarik tangannya dengan cepat.

"Aku serius," lanjut Dira sambil berusaha mengalihkan pandangannya dari Alif.

"Tapi kenapa...? Aku punya salah sama kamu...? Coba, kamu bilang. Apa salah aku. Biar aku bisa perbaikin...!"

Dira menggeleng lemah, "Kamu nggak salah apa-apa kok Lif,"

"Terus kenapaa...??" tanya Alif hampir frustasi.

"Aku... mau dijodohin,"

"Terus kamu mau!??" sentak Alif cepat.

"Aku nggak ada pilihan lain, Lif. Aku gak mau jadi anak durhaka. Apalagi Papa habis kena serangan jantung. Aku gak mau terjadi apa-apa sama Papa,"

Alif melengos.

"Maafin aku, Lif..." air mata Dira mulai merebak.

Alif membuang napas kasar, kemudian dengan perlahan dia menggenggam kedua tangan Dira dengan erat. "Kamu sayang aku kan...? Kamu cinta kan... sama aku...?"

"Iya, aku emang sayang dan cinta sama kamu. Tapi aku juga gak mau membantah keinginan Papa dan Mama..."

Alif menarik napas lagi, berusaha mengontrol dirinya yang mulai kacau, "Kita kawin lari aja!"

Kedua mata Dira membulat hebat, cepat-cepat ditariknya tangannya, "Itu gak mungkin! Bisa-bisa penyakit jantung Papa kumat lagi. Kalau sampai terjadi apa-apa sama Papa, aku gak akan bisa maafin diri aku sendiri..."

Alif mengacak rambutnya dengan frustasi. "Tapi aku cinta banget sama kamu...!"

Dira mulai terisak pelan, "Maafin aku, Lif..." lirihnya. Kemudian dia bergegas bangkit dari duduk, "Sory, aku nggak bisa lama-lama..." sambung Dira sambil berlalu dari hadapan Alif dengan cepat.

"Diraaa...! Tungguuuu...! Jangan tinggalin akuu...! Aku cinta banget sama kamuuuu...!!" teriak Alif kencang, seperti orang frustasi. Tak dihiraukannya pandangan para pengunjung kafe yang lain, yang menatapnya dengan heran.

1
Wirda Wati
kasihan alif
Wirda Wati
lanjuut...
penasaran
Wirda Wati
kayaknya Fahri suka dg dira
Wirda Wati
visualnya thort...
penasaran
Wirda Wati
😂😂
Wirda Wati
masa paling indah masa sma
Wirda Wati
keluarga cemara
Wirda Wati
mampir thort
Panta Jhoni Panta Wsl
next
Riskiya ahmad
dasar pelakor keganjenan ga tau suami org main embat aja,dasar jahat
Ipti Rokhah
wah si fahri calonnya dira ni💗💗
Ipti Rokhah
senangnya puny kurarga bahagia
Ipti Rokhah
mengimak dulu
Ipti Rokhah
mengimak dulu ya thorr
Eni Trisnawati Mmhe Winvan
waduuuuh lama banget MP nya berhasil belah duren 😁😁😁😁
Eni Trisnawati Mmhe Winvan
iiih gak papa xaliiiii di ajak makan siang
Eni Trisnawati Mmhe Winvan
👍🏼👍🏼👍🏼👍🏼👍🏼👍🏼
Eni Trisnawati Mmhe Winvan
semangat author 💪💪🏼
Eni Trisnawati Mmhe Winvan
aku hadiiiiiirrrr thor
ririn
ulhgkglhkglvkhlv
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!