Disini hanya cerita ringan penghibur disaat hati yang sedang lelah saja ya genks...
Vio gadis berpipi Chubby dan body sedikit berisi yang berhasil mencuri pikiran Tuan Muda yang sudah tidak muda lagi.
Pertemuan tiba-tiba yang sering dengan Vio membuat Elan Moza CEO perusahaan Moza Company dan Petarung di salah satu kejuaraan bela diri itu penasaran dan timbul getaran aneh dalam dirinya tapi enggan mengakuinya
Akankan Vio punya rasa yang sama dengan El ?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon zeezaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Vio Kurus
Hanya berjalan kaki sebentar tanpa keluar area Ruko,sudah sampai di restoran Mozle milik Elan.
Terlihat Arsyad sedang berada di salah satu meja dan tersenyum ke arah Vio dan Sila adiknya.
" udah lama kak? " Tanya Vio
" Baru koq ,sini duduk " ujar Arsyad.
Vio dan Sila pun duduk, dipanggilnya Manager resto tersebut bernama Agan.
" Gan, sini kenalin ini Vio yang akan bertanggung jawab disini saat Elan pergi " ujar Arsyad.
" Selamat siang nona Vio ,saya Agan dan saya yang akan membantu dan melaporkan segala bentuk laporan serta kendala di resto ini " Agan memperkenalkan dirinya
" Saya Vio, mohon bantuanya ya kak " ujar Vio sopan sambil mengangguk.
Agan pun menjelaskan semua hal tentang resto tersebut dari A-Z.
Dan Arsyad pun menjelaskan bagaimana dan apa yang harus dilakukan oleh Vio selama Elan tidak ada.
Vio mengangguk tanda mengerti. Setelah itu mereka makan siang bersama.
Setelah makan siang selesai Arsyad ,Vio dan Sila pergi ke Tempat latihan.
***
Hari berlalu
Minggu berlalu.
Hingga satu bulan sudah Vio menjalankan aktivitas nya mengurus, online shop nya yang Alhamdulillah sudah ramai kembali. dan Restoran Mozle yang makin meningkat omsetnya sejak di pegang oleh Vio
Selama satu bulan itu Elan dan Lea tak berkabar.
Vio pun tak mempermasalahkan nya karena Vio siapa ,hanya orang yang menumpang dan bekerja saja . tidak ada hubungan lebih antara mereka.
Vio semakin dekat dengan Arsyad karena memang saat latihan program dietnya Arsyad yang selalu menemani.
Disaat latihan pagi ini " Vi, " panggil Arsyad
" Iya kak " jawab Vio.
" Keluarga kamu udh ga ganggu kamu lagi kan "
" Udah ngga kak " ucap Vio tersenyum sambil melap keringatnya.
" Berat kamu sekarang berapa Vi, " Arsyad menatap Vio yang sudah sangat sempurna tubuh nya sekarang ini.
" Belum nimbang lagi kak, pengen nimbang tapi takut ga sesuai target huhuhu " Ujar Vio pura-pura sendu.
" Hari ini target kamu 60kg kan?? " Tanya Arsyad.
Vio mengangguk.
" Ayok kita timbang beratmu " ajak Arsyad
" Ga mau kakak " Vio berlari menjauh dari Arsyad.
Karena tubuh Vio ringan ia sekarang mudah berlari kesana kesini dengan lincahnya.
" Hey jangan kabur gadis nakal " kejar Arsyad lalu Arsyad berhasil menangkap nya dan menggendong tubuh Vio dengan cara dipanggul.
Vio berteriak " Arghh aku seperti beras kakak jahaaaaattt "
Arsyad tertawa mendengar teriakkan Vio.
" kalau mau gendong yang romantis kek ini mah apa " gerutu Vio setelah diturunkan oleh Arsyad.
" Ayok nimbang...Nanti aku ajak jalan-jalan kamu mau kemana aku janji aku turutin " janji Arsyad.
" Tapi kalau berat aku belum 60 kg gmana kak?"
" Ya tgl latihan lagi,tapi aku rasa sih kamu kurang dari 60 deh Vi " ucap Arsyad.
" Hah ga yakin aku kak. " ucap Vio
" mau taruhan ? " tawar Arsyad sambil mengangkat alis nya naik turun
" Taruhan nya apa? " tanya Vio
" Kalau tebakan kamu benar aku janji akan turuti semua mau kamu untuk jalan-jalan liburan sesuai tempat pilihan kamu " ujar Arsyad.
" Tapi kalau kakak yang benar ? "
" Ya gantian kamu turutin aku " ucap Arsyad santai
" Tapi jangan aneh-aneh dan mahal-mahal ya kak " dengus Vio kesal.
" Tergantung mood aku nanti hahaha " Arsyad tertawa.
" Isshh ga usah ketawa jelek tau ga " kesal Vio.
" Mentang-mentang udah kurus jutek banget " Cibir Arsyad.
" hah " Vio melongo.
" Bagaimana deal? " tanya Arsyad
" Hmm baiklah " Vio menarik napas lalu menganggukkan kepalanya.
Denga malas ia naik ke timbangan yang ada d hadapannya.
Karena kelamaan Arsyad pun menggendong Vio.
" Ah udah enteng begini juga yakin ini mah aku yang menang hahaha " Arsyad tertawa.
Didirikan nya Vio di Timbangan badan itu dan Vio membelalakkan matanya
Angka ditimbangan menunjukkan angka 59kg.
" aaarrrrkkkhhh aku kurus kak aku kurus lalala yeyeye " Vio pun memeluk Arsyad senang
Tiba-tiba Dev muncul di depan pintu.
Vio menghambur kearah Dev dan memegang tangan Dev." Kak Dev aku kurus kak beratku 59. Akkkhh i'm happy kak " Vio berjingkrak-jingkrak memegang tangan Dev .
" Duuh untung aja ga ada El bisa habis aku " Ujar Dev yang berdebar hatinya karena tangannya dipegang oleh Vio.
Angga dan Roby datang juga dihampiri oleh Vio .
" arkhh kakak sini,sini lihat berat aku " tangan Angga dan Roby ditarik Vio ke arah timbangan.
Dengan sombongnya dia naik ke atas timbangan lalu matanya membulat sendiri . karena tiba-tiba beratnya jadi 69 kilo lagi.
" Tadi 59 kilo ya Kak " ujar Vio ke Arsyad bingung apa ia tadi salah lihat.
Vio turun lagi dari timbangan, dia meminta Arsyad mencoba menimbang berat badannya .
Berat badan Arsyad normal.
Pas Vio nimbang lagi koq beratnya malah berubah lagi sekarang.
Ternyata Angga menaruh kakinya ditimbangan sehingga beratnya jadi berubah-ubah
" Hissh Kak Angga jahat, nih sini kak Dev sini Kak Roby, lihat nih berat aku .. tuh 59 kan..yeayy senangnya ,makasih ya Kakak-kakak semuanya udah bantu program diet aku " Vio memeluk satu-satu semuanya.
Semua senang dan yang paling menegang adalah Dev. Ya dia takut sekali kalau sampai Elan tau tangannya dipegang dan di peluk hiks. semoga nasibku tidak tragism Bathin Dev.
****
Up dikit dulu ya
jangan lupa dukungannya ya 🤗😘
klo ud gk biar d unfavorite aj ne
semangat ya thor, jangan lama2 lg up nya