NovelToon NovelToon
Menikahi Ipar

Menikahi Ipar

Status: tamat
Genre:Romantis / Perjodohan / Duda / Tamat
Popularitas:4.5M
Nilai: 4.7
Nama Author: harsupi fakihudin

Disarankan untuk membaca novel sebelumnya "Jodoh Sang Dokter Duda" karena disana ada silsilah seluruh keluarga ini

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon harsupi fakihudin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 17

"Pih, bik Lis. Saranku, beli tes pack dulu. Jika hasilnya positif, kalian harus terima. Kalian kan pasangan suami istri, bukan pasangan mesum" Hanan melihat raut wajah Anand, seakan gelisah "Kenapa kalian terlihat takut ?"

"Maaf, sebenarnya saya pribadi tidak merasa takut" Lis menunduk sambil mainan kuku tangannya seakan takut, kehamilannya menjadi beban untuk sang suami

"Lalu??" Hanan mendadak menjadi hakim untuk mereka berdua

Lis mengumpulkan keberanian untuk menjelaskan yang mengganggu fikirannya akhir akhir ini "Mungkin karena papi sudah tua mas Hanan" Lis sedikit kikuk cara panggil keponakannya ini. Lis mulai mengusap tangan Anand "Maaf ya pih. Usiaku juga kan sudah tidak muda, paling punya anak satu atau dua, terus sudah nggak bisa. Aku juga pingin mendapatkan keturunan" Ada jedah "Dari papi" Lis melepaskan tangannya yang tadi memberikan kekuatan untuk Anand. Tapi sekarang, dialah yang ternyata rapuh

Anand menoleh kearah Lis "Tapi papi sudah tua begini, apa anak kita nggak malu ya nduk" Wajah Anand benar benar terlihat frustrasi

Seakan Lis tau ketakutan Anand bukan itu, tapi ada yang lain "Maaf, apa papi yang sebenarnya malu mempunyai anak dariku pih?" Lis mulai punya nyali karena ada orang lain.. Setidaknya, Hanan bisa memecahkan masalah mereka berdua

"Oh tidak sayang tidak, bukan begitu" Anand langsung bereaksi

Hati Lis langsung dingin bagai disiram air es ditengah gurun pasir yang kepanasan "Sejuk"

Seumur umur baru sekali, ada seseorang yang mengucapkan kata sayang padanya.

Tapi Lis jangan terlalu girang dulu, karena belum ada titik terang untuk masalah mereka berdua

"Nggak apa apa pih. Jika papi tidak menginginkan anak ini, saya tetap akan menjaganya. Jika papi ingin aku keluar dari rumah papi, akan aku lakukan juga. Papi yang pertama. Dan papi orang yang tulus membantu dan berusaha menyayangiku. Papi tidak salah, papi suamiku. Jika nafkah itu tidak papi berikan padaku, papi juga berdosa. Papi yang menjadikanku wanita yang sesungguhnya, aku bisa hamil karena papi" Lis berdiri "Dulu, semua pria mengejekku, orang miskin, mana ada yang akan mau menikahi wanita miskin sepertiku. Hutangnya banyak, dan yang paling mereka benci memandangku, aku dikira simpanan majikanku. Aku seperti barang bekas" Lis menunduk

Anand mengusap lengan Lis, dan sedikit menarik, agar Lis terduduk

Lis sudah duduk kembali disamping Anand.

Anand memiringkan kakinya, agar mereka saling tatap "Nduk, jangan kamu ungkit. Yang penting papi tidak pernah mengatakan itu. Bagi papi, kau wanita baik baik, dan dari keluarga yang baik. Kau bukan perebut suami orang. Status kita sama sama sendiri. Kau tetap wanita yang suci, papi beruntung memilikimu. Tidak bisa di pungkiri, papi memang butuh seseorang. Dan kaulah orangnya. Papi tidak tau apa jadinya jika tidak ada kau yang masuk kekehidupan papi. Bisa bisa, papi menjadi benalu dikeluarga Fariz. Dan ternyata, kau yang mampu memecahkan masalah ini"

"Jadi, apa berarti papi tidak mempermasalahkan aku hamil pih? setahuku, papi tidak ingin memiliki anak dariku"

"Nduk jangan begitu. Ada satu hal yang papi takutkan. Yaitu usia papi. Jatah hidup papi tambah berkurang, berarti hidup bersamamu dan anak kita hanya sedikit. Papi takut membebanimu"

"Pih, jangan bilang begitu. Jika aku tidak diberi keturunan dari papi, lalu aku mau dapat darimana. Usia seseorang sudah diatur, aku menyayangi papi. Satu saja, biar aku mempunyai keturunan yaitu dari papi"

"Terima kasih" Anand berkaca kaca

"Jangan bersedih pih, rezeki pasti ada, mudah mudahan, papi bisa hidup lama lagi bersama kita"

"Terima kasih.. Maafkan papi ya, membuatmu cemas"

Lis memeluk Anand, Anandpun menyambut. Rasanya damai sekali didekap sang suami

Hanan yang menjadi penonton, mulai mencerna omongan mereka yang kurang singkron. Yang satu ingin punya anak karena ingin punya keturunan, yang satu takut mempunyai keturunan karena usia yang tidak muda lagi alias uzur.

"Eh hem"

Hanan berdehem agar mereka mengurai peluk.

Akhirnya, mereka juga saling mengurai

"Begini saja, dulu yang ngotot menjodohkan papi dengan bik Lis kan kak Xander. Saya rasa, kakak punya keinginan lain. Contoh, selama papi menduda, kemana mana ikut Fariz, karena papi kesepian. Badan yang tadinya bugar, selagi maaf, ada istri yang mengurus, berlahan papi layu karena selama hidup mami, papi selalu diurus mami seperti bayi. Bagitu mami tidak ada, papi terlihat lesuh dan sangat kehilangan, itu manusiawi. Bik Lis, bibi nggak boleh cemburu dan marah oke?" Hanan sedikit memberi pengertian pada Lis jangan cemburu pada orang yang sudah meninggal, dan Lispun mengangguk

"Nah, alasan kak Xander menjodohkan papi dengan bik Lis, ada benarnya. Hawa dan Fariz memang kemana mana bawa papi. Tapi untuk menemani tidur papi, apa mungkin, mereka juga ngelonin papi. Kan nggak bisa"

"Satu lagi masalah usia. Papi terlihat berat karena papi takut membebankan bik Lis. Yaitu, anak dari papi mau dikemanain, jika papi telah tiada. Maksudnya begitukan pih?"

"Em iya, terlepas dari tanggung jawab, itu yang papi takutkan"

Hanan sedikit pusing

"Begini saja. Papi jangan pernah merasa paling bersalah disini. Pernah aku dengar, kak Xander bilang, jika papi dengan bibi memiliki keturunan, dan keberatan mengasuh karena suatu hal. Misal, papi sudah tua banget, kan nggak mungkin menggendong anak. Bisa bisa jatuh bareng"

Anand mau protes

"Bentar pih belum selesai. Kak Xander bersedia mengasuhnya. Bagaimanapun, anak papi adalah adiknya kakak. Atau jika papi ragu, kita telpon kak Xander, gimana?"

"Hm hm hm" Hanan mengabsen keduanya

"Papi belum siap"

"Yah papi, papi kayak anak abege" Ejek Hanan

"Sikah, nanti papi ngomong sendiri deh. Mau diketawain ya bodo amat"

"Nggak ada yang akan ngetawain pih. Namanya ada ikan, ya kucing mau"

"Entahlah Han, papi bingung " Anand berdiri

"Yang dibingungkan apalagi papi... Papi mempunyai penghasilan, butuh teman ngobrol. Daripada jajan diluaran. Aku malah tidak suka pih"

"Ealah ini anak lagi, sampai kesitu pikirannya. Waktu masih muda saja, papi tidak berani mendekati itu, apalagi tua" Hanan menggandeng Lis "Ayo nduk, kita pulang"

"Eh eh pih, ini kreseknya" Hanan mengangkat kresek yang isinya terlihat berat

"Buatmu" Anand sudah berjalan keluar menghampiri mobilnya

"Eh, malah papi yang ngirim"

Sejauh mata memandang. Hanan melihat punggung papinya, sebenarnya kasihan. Jika papi resah, itu manusiawi.

Papi menggauli Lis, bukankah itu kewajibannya memberikan nafkah batin. Padahal nafkah lahir, selalu ia berikan jauh sebelum memberikan nafkah bathin

Sebaliknya, jika papi diam tidak menggauli istrinya, papi justru menyiksa bathin bik Lis

Buah simalakama

Ditelan susah, dibiarkan menggoda

Padahal, jika dulu papi tidak dipaksa menikah lagi oleh kak Xander, papi sebenarnya sanggup, asal ada Fariz dan Hawa disampingnya

Dengan berdalih kasihan Hawa dan Fariz, akhirnya, papi yang harus menerima kenyataan ini. Kasihan....

BERSAMBUNG.....

1
ika krisdianti
alur ceritanya bagus, tidak vulgar saat ada adegan dewasa.
cerita dan penokohannya bagus2, ceritanya penuh dengan ilmu baru, terutama ttg kesehatan
ika krisdianti
nangis kejer
ika krisdianti
/Sob/mewek lagi, padahal sudah beberapa kali membaca sampai tamat, dan diulang kembali, tapi tetap mewek saja /Sob//Sob/
ika krisdianti
di bab ini mulai deh, kisah sedihnya /Sob/bikin mewek
Safa Almira
bagus
indah
Luar biasa
Suratmi Michele
Biasa
Suratmi Michele
😂😂mamanya lucu.... mana bapak Budi mana ibu Budi...?😂😂😂
Elizabeth Zulfa
gak jdi Ena-ena nya
꧁𓊈𒆜🅰🆁🅸🅴🆂𒆜𓊉꧂
👍👍
Saekhul Game
Aku sukka ceritamu thorrrrrrrr
Saekhul Game
/Grin//Grin//Grin//Grin//Grin//Grin//Grin/
Saekhul Game
hhhhhh
Saekhul Game
part ini bikin ngakak
Saekhul Game
Nggak tauuuuuuuu hhhhhhhh
Saekhul Game
😂😂😂😂😂😂😂 apanya yg dijembreng thorrrrr
Saekhul Game
😁😁😁😁 pasiennya jujur. Tp jwbn Hanan okelah sdkt kesal
Saekhul Game
😆😆😆😆😆😆😆😆😆
ika krisdianti
tambah ilmu,
saya suka saya suka saya suka
ika krisdianti
lucu dan seru jika keluarga besar kumpul, papi anand gercep dan mantul, bi Lis sudah hamil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!