Cerita bawang disisipi comedy
Kisah gadis muda dengan cinta pertama
Pernikahan yang diinginkannya berakhir bahagia, ternyata membawa penderitaan bagi Anaya. Laki-laki yang menikahinya, meninggalkan dengan benih yang sudah bersemi dirahimnya.
Apakah kesalahan yang sudah dilakukan Anaya, sehingga Raditya meninggalkannya. Dan mengirimkan pesan yang membuat Anaya kecewa.
Setelah dia mencoba melupakan, masa lalunya kembali. Menuntut sesuatu, apa yang harus dilakukannya.
Kembali ke masa lalu untuk mencari kebenaran?"
Inilah kisah ku, Anaya ayusita. Wanita yang jatuh cinta, tetapi mendapatkan derita.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon sery, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
part 17 frustasi
stay at home ya teman..teman,jaga jarak agar penyebaran covid-19 terputus.
Sayangi saudara anda,teman,tetangga dan diri anda sendiri agar tidak terpapar covid-19.
happy reading..
Karena kesibukan dari pagi sampai senja menghampiri,Anaya lupa sesaat beban masalah yang mendera dirinya.
Tapi tidak jika malam menjelang,orang-orang sudah terbuai dalam mimpi.Perasaan Anaya mulai berkecamuk,pesan..pesan dari Raditya terus berseliweran dalam otaknya.
Anaya bangkit dari pembaringan dan duduk di depan kaca meja riasnya.Anaya menatap dirinya melalaui cermin,dilihatnya pipinya yang tirus dan mata cekungnya.
" kenapa...kenapa..ini terjadi..." suara lirih Anaya terdengar di malam yang hening.
Tiba tiba Anaya melihat sosok Raditya di dalam kaca dengan kalimat yang merendahkannya dan menertawakannya.
Banyangan Raditya didalam cermin juga berkata👇
" perkawinan ini sebuah kesalahan."
" aku tidak mencintaimu"
" aku bayar kesucian mu."
Kalimat itu di dengar Anaya terus berulang dari mulut Raditya,membuat pikiran Anaya semakin kalut dan berat.
brak.......
Anaya mengambil botol parfum yang terletak di atas meja riasnya ,dan melemparkan botol tersebut ke arah sosok yang seakan-akan mengejeknya didalam cermin dan menertawakannya.
" Diam.....!" teriak Anaya keheningan malam.
Anaya menutup telinganya agar tidak mendengar sosok didalam cermin, Yang terus mengejeknya dengan mengeluarkan kalimat - kalimat yang merendahkannya.
Tiba..tiba Anaya mengambil pecahan kaca,tanpa berpikir panjang Anaya mengesekkan pecahan kaca tersebut di lengannya.Sehingga darah segar muncrat dari urat nadinya.
Nesum yang baru tidur belum pulas sekali ,Loncat dari tempatnya tidurnya.Kemudian dia lari ke kamar Martin dan lihatnya Martin berusaha untuk bangkit.
" Anaya bu,cepat kamar Anaya bu..!" teriak papa histris dengan berusaha untuk bangun tapi belum mampu.
Nesum berlari cepat kekamar Anaya,dan dia mendorong pintu kamar tersebut dengan keras,Dan ditemukannya Anaya sudah tergeletak dengan tangan yang darah.
" Anaya....!" jerit Nesum histeris,dengan singap Nesum mengambil selendang dan mengikat lengan Anaya untuk menghentikan pendarahan.
" Bu..Anaya....Nay..!" panggil papa dari kamar sebelah,tetapi tidak ada yang membalas panggilannya.
" Aku tidak berguna...aku tidak bisa berbuat apapun..," sesal papanya.
Nesum berlari keluar rumah menuju rumah Togar yang terletak di depan rumah Anaya.
" Tolong...tolong...!" teriakkan histeris Nesum,membangunkan tetangga dan menyebabkan para tetangga keluar.
Pintu rumah Togar terbuka dan Togar kaget melihat Nesum histeris.
" Apa Nesum... om sakit lagi ?" tanya Togar yang kaget mendengar teriakan Nesum.
" Bukan ,Anaya motong urat nadinya..!" teriak Nesum sambil menangis.
Togar kaget ,begitu juga dengan tetangganya yang mendengar Anaya berusaha bunuh diri.
Begitu mendengar Anaya berusaha bunuh diri,Togar dan pada tetangga berlari ke rumah Anaya dan masuk ke dalam kamar Anaya ,untuk membawanya kerumah sakit.
Togar melihat Anaya yang pucat tergeletak dilantai,dan disekitar lengannya terdapat banyak darah.
" Angkat Togar,kita bawa kerumah sakit !" perintah tetangga Anaya.
" Zul,kau hidupkan si kodok..." perintah Togar pada tetangganya yang bernama Zul.
" Oke...." jawab Zul yang langsung berlari keluar rumah.
"Bu.....bu...." Papa memanggil ibu terus,tetapi Nesum ngak mendengar suara panggilan papa.
"Nesum... ayo kita bawa Anaya.. ." kata Togar yang langsung mengangkat Anaya.
Sebelum mengikuti Togar yang membawa Anaya,Nesum minta tolong pada tetangga untuk menjaga papa.
" Pak,tolong jagain papa Anaya sebentar ya ." pinta Nesum pada tetangga yang bernama pak Juki.
" Ya bik,pergilah..." jawab pak juki.
Dengan kencang Si kodok memecah malam menuju Rumah sakit.
" Hebat kau kodok,kencang larimu malam ini ." ucap Zul sembari mengemudikan si kodok dengan kencangnya.
Nesum dan Togar ngak menanggapi ucapan si zul,pikiran mereka dipenuhi tentang Anaya,Mereka takut keadaan Anaya memburuk dengan banyaknya darah keluar dari lukanya.
" Togar...,masih adakan napas Nay..?" tanya Nesum yang merasa takut kehilangan Anaya.
" Nesum,jangan khawatir..." Togar berusaha menenangkan Nesum yang ketakutan.
Setiba dirumah sakit,Togar keluar dari mobil dengan masih menggendong Anaya.
" Suster...suster....tolong adek saya...!" teriak Togar dengan suara yang keras.( banyangin aja suara Togar dengan dialek sumatera memanggil suster ya teman😀).
" Letakkan sini pak..." ucap Suster jaga.
Togar meletakkan Anaya diatas brankar yang diperintahkan suster tadi.
" Sakit apa adeknya pak..?" tanya suster tersebut.
" Suster ngak kau lihat tangan adekku dibalut kain,cepat kau panggil dokter.Dan jangan kau panggil aku bapak,aku belum kawin. Togar namaku,... panggil aku bang Togar...." kata bang Togar.
" Togar....Togar.. dalam keadaan genting gini,masih sempat kau protes..," kata Zul yang mendengar protes Togar.
" keluar dulu semua,biar kami tangani dulu pasien.." usir suster yang di protes bang Togar tadi.
" kami tunggu diluar ya..kau bikin bagus adek aku ya..." kata Togar sebelum Keluar IGD.
"Iya bang tenang saja." kata suster tersebut.
Tak lama mereka sampai dirumah sakit, berselang kemudian beberapa tetangga datang ke Rumah sakit.
" Bagaimana keadaan Anaya,bik..?" tanya tante Ana yang datang bersama suaminya.
" Belum tahu,dokter belum ada keluar..." kata Nesum.
" Lama kali dokter ini,apa yang dikerjakannya didalam." ujar Togar yang terus berjalan mondar mandir.
" Togar sabar,duduk aja kau dah mirip gosokan pula kau ini..mondar- mandir..." gerutu Zul.
" khawatir aku kawan,mana bisa aku duduk manis." balas si Togar.
" Ngak usah duduk manis Togar tapi cukup diam aja di tempat,kau mondar- mandir kami jadi ikutan gugup ." kata tante Ana kepada Togar juga.
Tiba- tiba Togar diam berdiri seperti patung didepan pintu IGD,membuat yang menunggu didepan pintu IGD berkata kembali.
" Tadi mondar- mandir,sekarang seperti tiang listrik pula si Togar..." celetuk Zul.
Para tetangga yang mendengar celetukan Zul tersenyum.
Ketika pintu IGD terbuka keluar suster.
" Maaf kami butuh darah golongan B tapi dirumah sakit tinggal satu kantung,karena pasien banyak mengeluarkan darah kami butuh satu kantung lagi ." beritahukan suster tersebut.
" Saya B suster,ambil aja sesuka suster ." kata Togar dengan cepat.
" Cukup satu kantung saja pak." kata suster tersebut,dan mengajak Togar untuk di ambil darahnya.
" Suster panggil saya Bang Togar ya..,jangan bapak ." sekali lagi Togar memprotes karena dia di panggil bapak terus.
" Ya pak..he..salah,bang..." kata suster tersebut membetulkan panggilannya pada bang Togar sambil tersenyum.
Setelah pengambilan darah selesai,bang Togar kembali ke IGD.Walaupun suster tersebut menyuruh bang Togar untuk beristirahat sejenak tapi Togar tak mengindahkannya dia kembali ketempat di mana mereka menunggu Anaya tadi.
" Bagaimana Togar ada kabar tentang Anaya ?" tanya Nesum yang sedari tadi berdoa dalam hati.
" Belum Nesum..." sahut Togar.
" Togar duduk sini,minum ini untuk memulihkan tenaga mu.." kata om Seno,suami dari tante Ana.
" Pak Ahmad balik aja dulu,bapak besok pagi kerjakan." kata Togar pada orang yang dipanggilnya pak ahmad tadi.
" Pulang juga ngak tenang Togar..." kata pak Ahmad.
☘️Next ☘️
Singgahkan jempolnya tuk mijit like ya teman,atau comment ***trims
Happy reading***