NovelToon NovelToon
(Bukan) Sang Pengganti

(Bukan) Sang Pengganti

Status: tamat
Genre:Perjodohan / Nikahmuda / Tamat
Popularitas:14.3M
Nilai: 5
Nama Author: SkySal

Bagaimana rasanya jika tiba tiba-tiba kamu harus menikah dengan pria yang 10 tahun lebih tua darimu?
Seharusnya tidak masalah, bukan?
Tapi bagaimana jika pria itu adalah kakak sepupumu sendiri yang tumbuh bersama denganmu?
Seharusnya itu juga tidak masalah.
Tapi, bagaimana jika dia adalah tunangan kakakmu yg telah menjalin kasih dengan kakakmu selama 8 tahun?
Masih mau?
Elnaz Mikayla tidak punya pilihan selain harus menerima pernikahan dengan sepupunya sekilagus tunangan kakaknya sendiri.
Bagaiamana bisa?
Apa yang terjadi?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon SkySal, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Eps 17 - Kasih Sayang Kak Arfan

Elnaz menatap langit langit kamar nya dengan tatapan yg kosong, ia tidur terlentang dan melipat kedua tangan nya di atas perut yg sejak tadi siang terasa nyeri. Sementara di samping nya, Arfan sudah tertidur pulas karena terdengar dengkuran halus dari nya. Arfan tidur miring menghadap Elnaz dan kali ini jarak mereka tidak terlalu jauh, tidak ada yg tidur di tepi ranjang.

Arfan mengajak nya pergi, memulai hidup baru, menata masa depan, menggapai kebahagiaan yg masih tidak Elnaz percayai bisa ia dapatkan. Elnaz lagi dan lagi memikirkan hal itu. Bisakah ia melakukan nya? Bisakah ia menata kebahagiaan bersama Arfan di atas kehancuran kakak kandung nya.

"Tapi ini salah dia, bukan? Dia yg pergi, dia yg menghancurkan cinta nya sendiri" ia menggumam sendirian. Bukan hanya Elsa, ia dan Arfan juga hancur. Jadi apa salah nya jika kedua hati dan hidup yg hancur itu di satu kan dan mencoba meraih kebahagiaan. Fikiran fikiran itu terus bekecamuk dalam benak Elnaz, hingga ia semakin merasakan sakit dan nyeri di bagian perut bawah nya.

Elnaz merasakan ada sesuatu yg berbeda pada dirinya, ia pun segera melompat turun dari ranjang dan bergegas ke kamar mandi. Di sana, Elnaz menghela nafas panjang. Elnaz mendapatkan tamu bulanan nya dan karena itulah ia merasakan nyeri di bagian bawah perut nya sejak tadi.

"Bagaiamana ini? Tidak ada pembalut, sudah malam juga" ia kebingungan sendiri di kamar mandi. Sempat terfikir dalam benak Elnaz untuk pulang kerumah nya karena ia punya pembalut di kamar nya, tapi ini bahkan sudah tengah malam dan semua orang sudah tertidur. Selain itu, Elnaz semakin tidak berani jika harus bertemu dengan Elsa atau ia akan kembali mendapatkan tamparan.

"Terus gimana dong? Masak sampai pagi aku diemin? Apa tidur di lantai saja jadi tidak tembus ke ranjang?" ia menggerutu kesal sendirian "Lagian kenapa harus tengah malam begini sih datang nya? Ish..."

Elnaz mencuci pakaian dalam nya yg terkena darah, setelah itu ia keluar dan mengambil ****** ***** yg baru. Elnaz kembali masuk ke kamar mandi dan memakai nya.

Kemudian Elnaz keluar, mengambil seprei yg ada di dalam lemari Arfan dan menghamparkan nya di lantai.

Arfan yg terganggu karena aktifitas Elnaz pun langsung terbangun, dan ia sangat terkejut karena melihat Elnaz yg sedang menata bantal di lantai.

"Dek..." seru Arfan yg sedikit mengejutkan Elnaz "Kamu kenapa tidur di lantai? Kamu tidak mau kalau satu ranjang sama kakak ya?" tanya Arfan dengan mimik yg sangat serius dan Elnaz menggeleng pelan, Arfan bisa melihat wajah Elnaz yg sedikit pucat karena lampu kamar mereka yg tidak di matikan.

Ia pun segera menghampiri Elnaz yg masih duduk di atas seprei yg terhampar di lantai.

"Kamu sakit?" tanya Arfan sembari meletakkan punggung tangan nya di kening Elnaz dan ia merasakan suhu tubuh Elnaz yg normal "Pindah ke ranjang ya, El" ucap nya lembut namun Elnaz tetep menggeleng sembari memegang perut nya yg terasa sakit.

"Kamu sakit perut, Princess? Hm?" tanya Arfan dan Elnaz mengangguk "Diare?" tanya Arfan lagi dan Elnaz menggeleng membuat Arfan mengernyit bingung. Seketika ia melirik kalender dan ia pun mengangguk anggukan kepalanya seolah ia sudah tahu apa yg terjadi.

"Datang bulan?" tanya Arfan dan Elnaz mengangguk samar namun Arfan mengerti itu. Ia pun terkekeh geli.

Sejak tadi ia sudah sangat panik dan kebingungan karena Elnaz yg tak bersuara dan ia tampak pucat, Arfan sudah khawatir setengah mati namun rupa nya adik kecilnya yg sekarang menjadi istri kecil nya itu hanya datang bulan.

"Ya udah, tidur di ranjang gih. Nanti kamu makin sakit perut kalau tidur di lantai, kan dingin, El" seru nya sembari menarik tangan Elnaz berdiri namun Elnaz tak bergeming "Ayo lah, El..." bujuk Arfan.

"Nanti ranjang nya kotor" Elnaz berkata dengan setengah berbisik namun Arfan memiliki pendengaran yg sangat baik.

"Hm, jadi kamu tidak punya pembalut?" tanya Arfan kemudian.

"Di rumah" jawab Elnaz masih setengah berbisik.

"Begini saja, kakak pergi belikan sebentar di apotek 24 jam yg ada di seberang itu. Pasti perut mu nyeri juga kan? Sekalian kakak belikan obat" ucap nya sembari ia mengambil jaket yg tergantung di belakang pintu, mengambil kunci mobil nya di atas nakas.

"Kamu tunggu sebentar dan sebaiknya pindah ke ranjang, kalaupun kotor, nanti kakak bisa mencuci seprei nya" ujar Arfan dan Elnaz hanya bisa mengangguk kecil.

Arfan pun segera pergi setelah ia mengambil dompet nya. Setelah Arfan pergi, Elnaz duduk duduk di sofa dengan menduduki seprei yg tadi. Ia menatap foto Arfan yg terpajang di kamar nya. Bibir Elnaz tertarik, membentuk senyum samar.

Lihatlah sekarang, hanya demi pembalut buat Elnaz, Arfan rela keluar tengah malam. Arfan bahkan tahu kapan Elnaz biasa mendapatkan tamu bulanan nya, ia juga bisa melihat ciri ciri itu pada Elnaz. Arfan juga tahu bagaimana cara merawat Elnaz di saat seperti ini, ia tahu semuanya tentang Elnaz. Elnaz seperti sebuah buku terbuka di hadapan Arfan, begitu mudah terbaca karena memang Arfan lah yg merawat nya dan menyayangi nya sejak kecil, bahkan sejak ia baru lahir ke dunia ini. Arfan juga pasti tahu merk pembalut apa yg biasa Elnaz pakai.

Dan benar saja, tak lama kemudian Arfan kembali dengan membawa pembalut yg biasa Elnaz pakai, lengkap dengan obat penahan nyeri haid nya yg juga Arfan selalu belikan setiap bulan nya.

"Ini..." Arfan menyerah kan pembalut itu, Elnaz dengan cepat mengambil nya dan ia segera bergegas ke kamar mandi.

Setelah selesai, ia segera keluar dan tak mendapati Arfan di sana. Namun kemudian Arfan kembali muncul dengan membawa segelas air hangat.

"Minum obat nya dengan air hangat, jadi perut mu bisa sedikit enakan" ujar nya dan Elnaz segera melakukan itu.

"Sekarang kembali ke ranjang dan istirahat" titah Arfan dan Elnaz pun mengangguk dan segera kembali ke ranjang. Arfan pun juga naik ke ranjang setelah ia mematikan lampu.

Elnaz menarik guling dan memeluk nya, ia menyembunyikan senyum yg mengembang di bibir nya.

Arfan tak berubah, tetap sama seperti dulu. Penuh kasih pada Elnaz, sangat sayang pada Elnaz, begitu lembut perlakuan nya. Membuat Elnaz mulai percaya, bahwa ia dan Arfan bisa menggapai kebahagiaan mereka. Dan mungkin Arfan benar, mungkin itu memang takdir mereka. Arfan dan Elnaz hanya perlu menerima nya. Dan seperti kata Dr. Liam, jika Elnaz bisa menerima Arfan sebagai suami nya, maka sisa nya akan mengalir apa ada nya seperti sungai yg mengalir.

1
Sulati Cus
penuh bawang
It's me💓💓
Robin thor
Dewa Nara
bed cover Thor
Dewa Nara
kasian elnaz
Dewa Nara
di tanah atau di aspal lebih tepat Thor, masak di lantai
Puspa Rumaisha
Elsa, maksdunya
Puspa Rumaisha
lebayy kali pak dokter /Grin/
Puspa Rumaisha
itu mulu fan yg dibahas, kesanya kamu gagal move on, ungkapan cintamu ke hanya dusta belaka
Puspa Rumaisha
bela teroooosssss, najisss bettt sama enak modelan isna ini
Puspa Rumaisha
tak hanya
Puspa Rumaisha
ini Elnaz pake baju apa? maksudnya kan waktu dia pergi dari rumah dia ga pake hijab cuma pake kaos dan celana rumahan
Puspa Rumaisha
atas nama profesional dampe mau2nya berfose2 menjijaykan /Puke/
Puspa Rumaisha
maksudnya belum siap
Puspa Rumaisha
lah bukanya udah ya waktu itu pas Elnaz abis mandi selese dri haid.
Puspa Rumaisha
harusnya dijelaskan detil kegiatanya tor, biar lebih ngena dan berasa nyampe gitu ceritanya, masa iya habis masak nguprek di dapur langsung cap gasss berangkat, mandi dulu gitu, besolek, detil pakaiannya gmna.
Puspa Rumaisha
padahal baca novel ini sdh kesekian tapi tiap baca ulang ttep aja nangiss nyesekkk
It's me💓💓: sama,jdi kgn karya k sky
total 1 replies
Vien Habib
Luar biasa
ayu cantik
bagus
santy susanty
jalan ceritanya seru, duka banget....
Entin
Luar biasa
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!