NovelToon NovelToon
Unexpected Love

Unexpected Love

Status: tamat
Genre:Teen / Romantis / Tamat
Popularitas:2.1M
Nilai: 4.8
Nama Author: Yes.im'emil

Natasya Callissa Atmadja seorang mahasiswi cantik semester enam berusia dua puluh tahun berpacaran dengan Richo Sbastian, mahasiswa tampan dan sangat populer tapi sayang Richo malah mengkhianatinya. Pengkhianatan yang dilakukan Richo membuat Callissa trauma untuk berpacaran dengan lelaki yang populer.

"Ca tampan banget sumpah, katanya dia itu cowok paling tampan dan populer di Universitas Tunas Bangsa" ucap Olivia sahabat Callissa.

"Ga perduli, udah jangan mau sama yang terkenal. Pacarnya dimana-dimana" ucap Callissa pergi.

Tapi tanpa diduga Callissa telah kembali jatuh hati pada sosok pria tampan dan juga populer yang tak lain adalah sahabat kakaknya sendiri. Akankah Callissa kembali menjalin asmara dengan sosok laki-laki yang selalu ingin dia hindari?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yes.im'emil, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

UNEXPTDL BAB 17

Richo jauh-jauh datang ke Bogor hanya untuk menjalankan niat jahatnya kepada Reynan. Richo menyuruh temannya yang ada di Universitas Tunas Bangsa untuk memasukkan sesuatu ke dalam minuman Reynan. Bukan hanya kepada Reynan tapi juga kepada Tasya.

Tasya waktu itu sempat menolak diajak kerja sama untuk menjebak Reynan. Hingga akhirnya dengan terpaksa Richo melakukan ini kepadanya. Richo menyuruh orang memasukkan sesuatu kepada minuman Tasya, hingga akhirnya Tasya merasakan ngantuk yang sangat berat dan tak lama dia tidak sadarkan diri.

Richo dan temannya itu membawa Tasya ke dalam kamar yang ditempati Reynan. Niatnya Richo ingin menjebak Reynan agar tidur bersama Tasya, lalu memberitahunya kepada Callissa bagaimana kelakuan buruk Reynan.

Namun sayang, Reynan tidak masuk ke dalam kamarnya. Dia malah bertemu Callissa yang saat itu hendak keluar dari kamar. Hingga akhirnya Reynan melakukan hal fatal kepada Callissa, yaitu merenggut kesuciannya.

Tasya terbangun dari tidurnya, dia merasakan kepalanya sangat berat dan pusing. Dia pandangi ruangan yang sekarang dia tempati, rasanya ini bukan kamarnya.

"Gue ada dimana?." gumam Tasya.

Kemudian dia teringat sesuatu, menyadari jika dia tak sadarkan diri setelah meminum jus tadi. Pikiran buruk sudah berada di kepala Tasya, dia melihat tubuhnya dan ternyata masih utuh menggunakan baju. "Gue yakin ini jebakan Richo." gumam Tasya.

Dengan cepat dia keluar dari kamar itu dan saat akan pergi ke kamarnya, ada sebuah tangan yang memegangnya. "Gimana loe seneng?." tanya Richo tersenyum puas.

"Jadi bener dugaan gue? Ini semua ulah loe? Hah tapi sayang, keberuntungan ada di pihak gue." jawab Tasya tersenyum dan menghempaskan tangan Richo.

"Apa maksud loe?." tanya Richo bingung.

"Gue ga melakukan itu sama Reynan, bahkan dia ga ada di kamarnya. Dan loe liat, gue baik-baik aja." ucap Tasya puas dan berlalu pergi.

"Apa maksudnya? Kemana Reynan?." gumam Richo.

Richo pun langsung pergi ke kamar Reynan dan melihat kamera yang telah dia sembunyikan disana. Ternyata benar apa yang di ucapkan Tasya, Reynan sama sekali tidak terlihat datang ke kamar itu.

Richo keluar dari kamar itu dan menunggu dilorong yang dekat kamar Reynan, maksud dan tujuannya adalah agar dia melihat datangnya Reynan.

***

Malam ini menunjukkan pukul setengah dua belas, Callissa hanya bisa menangis, dia sudah berusaha mati-matian untuk menolak Reynan tapi apalah daya Reynan sudah kehilangan kesadarannya. Bukan hanya ucapan, makian yang Callissa berikan, tapi pukulan pun dia berikan kepada Reynan.

"Ca, sorry. Gue beneran ga bermaksud buat merusak loe, Ca." ucap Reynan yang sekarang tersadar dan memegang bahu Callissa. Saat ini gadis itu tengah menangis dan tertidur membelakangi Reynan. Ralat, bukan seorang gadis lagi tapi wanita.

Callissa menepis tangan Reynan yang ada di bahunya, dia semakin terisak mengingat kembali bagaimana Reynan merenggut hal yang dia jaga selama ini. "Ca, sumpah gue ga tau kenapa gue bisa ginih. Gue ga sadar, Ca. Gue ga bisa nahan nafsu gue." ucap Reynan frustasi.

Semakin banyak Reynan berbicara kepadanya, tangisnya semakin kencang dan tidak berhenti, membuat Reynan semakin bingung dan frustasi.

Reynan hanya bisa menarik rambutnnya dan memijat keningnya yang masih terasa pusing, dia terus berpikir bagaimana menghadapi ini semua. Terutama menghadapi sahabatnya Dava, bagaimana jika sahabatnya itu tau kalau adik satu-satunya telah dia rusak?.

Membayangkan itu malah membuat Reynan semakin pusing saja. "Ca, please dong loe ngomong ke gue jangan nangis aja. Gue harus gimana, Ca?." ucapnya dengan nada yang sedikit tinggi karena frustasi tidak tau harus berbuat apa.

Callissa mendudukan dirinya menatap Reynan dengan sorot mata tajam. "Kak Reynan masih nanya harus ngapain? Kak sadar ga sih? Loe udah buat masa depan anak orang hancur." ucap Callissa emosi dan masih menangis.

"Gue tau, Ca. Gue udah ngerusak loe, gue udah bikin masa depan loe jadi hancur, gue brengsek udah ngelakuin hal itu sama loe. Tapi gue ga sadar, Ca. Kalau sadar mana mungkin gue melakukan itu." bela Reynan.

"Gue akan tanggung jawab, Ca. Gue bakalan tanggung jawab kalau loe hamil." ucap Reynan yang malah membuat Callissa menaikan salah satu sudut bibirnya.

"Apa tadi dia bilang? Dia bakalan tanggung jawab kalau gue hamil? Jadi kalau gue ga hamil dia ga akan tanggung jawab? Enak banget sih loe Kak, setelah melakukan hal keji itu loe bisa ngomong kaya gituh." ucapnya dalam hati.

"Udah sekarang aku minta Kak Rey, pergi. Please Kak pergi." ucap Callissa dengan teriak.

"Tapi Ca." tolak Reynan.

"Kak aku mohon pergi, aku mau sendiri."

Reynan menggenggam tangan Callissa lalu menundukkan kepalanya. "Ca, gue mohon sama loe. Loe jangan bilang masalah ini sama Dava, please Ca. Gue mohon." ucap Reynan.

Mendengar itu Callissa tersenyum getir bertanya-tanya apa maksud dari Reynan. "Gue cuman belum siap Ca, nerima amukan dari Kakak loe. Gue ga mau persahabatan gue sama dia hancur. Gue janji, gue sendiri yang bakalan ngakuin semua kebejatan gue sama kakak loe kalau loe hamil." ucap Reynan.

Lagi-lagi Callissa mendengar kata "Kalau loe hamil". Sudah dapat Callissa simpulkan jika Reynan tidak akan mempertanggung jawabkan perbuatannya, dia hanya akan bertanggung jawab padanya jika Callissa mengandung anaknya saja.

"Udah loe tenang aja, gue ga bakalan bilang sama Kak Dava." kesal Callissa kepada Reynan, bahkan dia sudah tidak pake kata aku- kamu tapi loe- gue karena rasa kesalnya.

"Jadi sekarang, gue mohon loe pergi." usir Callissa dengan nada tinggi.

Reynan pun pergi meninggalkan Callissa sendirian di kamarnya. Callissa masuk ke dalam kamar mandi, dia menangis di atas guyuran air shower yang membasahinya.

"Mah, Pah maafin aku, aku bukan anak yang baik. Aku udah bikin Mamah sama Papah kecewa. Aku ga bisa jaga kehormatan aku sebagai perempuan, aku benci diri aku yang sekarang." ucap Callissa menangis sambil menggosok kasar tubuhnya dengan sabun.

Callissa benar-benar merasa marah kepada dirinya sendiri dan juga Reynan. Dia memang sudah jatuh cinta pada laki-laki itu, tapi tetap dia tidak akan rela memberikan harta berharganya pada Reynan yang bukan siapa-siapanya.

Bahkan Callissa belum mengatakan cintanya malah sudah dibuat terluka seperti ini oleh dia. Terlebih lagi Callissa merasa sakit hati ketika dirinya mendengar ucapan Reynan yang hanya akan bertanggung jawab jika dirinya hamil.

**

Richo begitu terkejut ketika Reynan keluar dari kamar yang berada di sebelah kamarnya. "Kamar siapa itu? Shit, jadi dia salah masuk?." gumamnya.

***

Jangan lupa ya kasih komentar, like, vote dan kasih rate bintang lima.

Baca juga ceritaku satu lagi judulnya I LOVE YOU MY BOSS.

Terimakasih💚💚💚

1
Rina Rina
aq suka bgt crita ini udah smpe Tah brapA x aq baca ini gk ada bosan nya makasih ya Thor
Sunny Kwok
yah ending nya kok gini ga enakin knp ga sampe calissa melahirkan
zee_
jangan2 endingnya adekaka jadian
Cica Kosmetik
Luar biasa
Cica Kosmetik
mamtap💓💓💓💓
Cica Kosmetik
perfect
bagus thor😀😀😀
Cica Kosmetik
seneng banget baca novel nya..tiap episode ada hiburannya..visual nya bikin mata enak😀😀😀🙂
cemNgat thoorrrr😀😀
Cica Kosmetik
Luar biasa
Betty Nurbaini
istri aneh menurutku...
Rosa Rosiana
hadir
Deli Momoidea Pelangiran
pon nawach
Dedew
lah Richo nya ganteng,,mana yg jadi selingkuhan nya diraba
Tuk Marul
cantikan kysanya
Mami Vanya Kaban
ini dah ending ya thor...
Mami Vanya Kaban
suka sama sifat calista yg dewasa dlm memikirkan sesuatu, masa suaminya kalah sama istrinya
Sherly Chandra
nggak seru udah berhenti
lilik
lanjut
Siti Bintang
Sinta skg memprihatinkan setelah dipecat dr kantor raynan yah
Siti Bintang
JD bener Kesya dendam ke Dava terus melampiaskan nya ke calissa
Siti Bintang
ya hapi lah ms Hanymoon sedih sih ray
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!