Sebuah kejadian membuat Haris yang merupakan seorang pemimpi perusahaan besar langsung hancur.
Dia kehilangan segalanya dalam satu hari dan memilih untuk mengakhiri hidupnya tapi setelah mati, dia justru menemukan kenyataan kalau orang yang selama ini dia sembunyikan mengandung anaknya.
Hamka Haris Stuart, seorang anak buta warna yang lahir dari rahim adik angkat Haris yang terus di sakiti karena hanya seorang anak dari istri kedua.
Bagaimanakah Hamka bisa menemukan warna dalam hidupnya setelah dia tahu kalau ayah yang selama ini dia panggil Daddy bukanlah ayah kandungnya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ridwan01, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Haris kembali
"Iya iya silahkan tuan suami tua" jawab Samuel
"Kaya papi nggak tua saja, papi juga kan dulu nikah tua sama mami" gerutu Zaki
"Papi Memang menikah tua tapi bukan tua banget" jawab Samuel meledek
"Astagfirullah Pi, ada perjaka tua di Dark Dragon juga, masih banyak, Ilham, Zayd dan Narya" balas Zaki
"Ilham saja Zayd dan Narya masih terbilang muda, belum kepala tiga" ucap Kamila
"Sama saja mi" jawab Zaki
"Mi, Alda mau makan nasi kuning" ucap Esmeralda
"Mami nggak buat sayang, tapi Safira kayanya buat deh, tadi ada kirim pesan nawarin" jawab Kamila
"Biar Zaki minta mi, mumpung belum berangkat" ucap Zaki segera berlari ke arah bawah dan ke rumah Sagara.
"Sigap sekali suami siaga itu, Alda mau apa lagi?" Tanya Samuel
"Mau kerupuk Pi, di cocol bumbu rujak kayanya enak" jawab Esmeralda
"Ini mungkin efek ngidam Aurora menyebar lagi ya, kemarin masa si Kalain minta di buatkan rujak sama si Hendra" ungkap Samuel
"Mungkin saja pa, kehamilan pertama juga kan begitu, semua orang di perumahan ikut ngidam saat Aurora hamil" jawab Kamila
"Alda makan bumbu rujaknya nanti siang saja ya, sekarang masih pagi takutnya sakit perut, nanti siang mami antarkan ke kampus di titip Viko" bujuk Kamila
"Iya deh, tapi pakai buah apel ya mi" jawab Esmeralda
"Iya sayangnya mami, jadi berasa punya anak bungsu" ucap Kamila gemas
Selesai sarapan, Zaki langsung mengantar Esmeralda ke kampus, dia juga meminta Brata untuk selalu mengawasi istrinya itu selama di kampus dan juga para mahasiswa yang mungkin mengganggu Esmeralda.
"Siap Om?" Tanya Zaki begitu dia dan Brandon sudah sampai di perusahaan Stuart konstruksi
"Siap tak siap kita harus siap kan" jawab Brandon
Mereka mulai turun dari mobil, di depan pintu masuk Zack orang kepercayaan Haris sudah berdiri menunggu mereka, para karyawan di perusahaan itu juga menyambut Brandon dan Zaki dengan baik dan hormat. Zack mengajak mereka berkeliling ke setiap divisi yang ada di perusahaan itu, bahkan Zack juga menyebutkan apa saja dan proyek apa saja yang sedang di pegang perusahaan itu pada Brandon.
"Selama hampir delapan belas tahun ini saya menunggu pak Haris datang, dan tetap menjalankan amanah beliau untuk tetap menjalankan perusahaan" ungkap Zack
"Saya salut dengan pak Zack, bisa saja pak Zack menjadikan perusahaan ini milik anda dalam kurun waktu belasan tahun ini, tapi anda orang yang amanah, pantas saja Om Haris begitu mempercayai anda" ucap Zaki
"Pak Haris adalah orang yang sudah menyekolahkan saya dan juga adik saya Lucy pak, saat itu dia tidak sengaja menabrak adik saya yang masih usia lima belas tahun dan terluka karena hampir di perkosa saudaranya, saya juga saat itu hampir putus kuliah karena orang tua saya meninggal, tapi beliau membantu kami dan menjadikan saya asisten pribadi nya setelah saya lulus kuliah" jawab Zack
"Alhamdulillah Haris bertemu dengan orang orang baik" ungkap Brandon
"Lalu bagaimana dengan perkembangan kasus penggugatan hak kepemilikan perusahaan ini?" Tanya Brandon
"Hari ini Bu Jessi akan datang, beliau merasa berhak atas perusahaan ini karena dia tidak mendapatkan warisan apapun dari pak Patrick katanya" jawab Zack
"Tapi kan perusahaan ini di dirikan Haris setelah pak Patrick meninggal, saat dia sudah mengalihkan semua nama aset milik Patrick pada Haris?" Tanya Brandon
"Bapak tahu semua itu?" Tanya Zack terkejut
"Tentu saja, saya juga temannya, lebih tepatnya sosok yang dia anggap kakak" jawab Brandon berpura pura tenang.
"Iya, perusahaan ini didirikan pak Haris dua puluh tahun yang lalu, tepatnya saat beliau tahu kalau beliau punya warisan dari mendiang pak Patrick, warisan itu Memang berupa aset perusahaan, apartemen, lapangan golf, tabungan dan sebuah rumah yang dulu di beli pak Patrick sebelum beliau meninggal, tapi semua itu di hibahkan semuanya kepada pak Haris selaku anak tunggal pak Patrick dengan alasan kalau Bu Jessi sudah berselingkuh sebelumnya jadi pak Patrick tidak mau memberikan sepeserpun uangnya untuk Bu Jessi" jawab Zack
"Siapa pengacara pak Patrick sebelumnya? Kita butuh dia untuk melakukan kesaksian" Tanya Zaki
"Itu masalahnya, beliau meninggal beberapa hari yang lalu dan tidak tahu karena apa, di temukan di rumahnya sudah tidak bernyawa" jawab Zack
"Innalilahi wa Inna ilaihi Raji'un" ucap Brandon dan Zaki
"Tapi surat surat hibah itu masih ada kan? kita akan menguatkan surat surat itu secepatnya" Tanya Zaki
"Semuanya di simpan pak Haris pak, saya tidak tahu di simpan dimana" jawab Zack
"Mungkin di dalam brankas itu, Hamka nanti yang akan mencarinya" ucap Brandon
"Bagaimana kabar Hamka?" Tanya Zack
"Dia baik baik saja, do'akan saja semoga Haris juga bisa kembali secepatnya" jawab Brandon membuat Zack tersenyum bahagia karena dia juga sangat ingin bertemu dengan Haris lagi.
#####
Di rumah Brandon.
"Haris, namaku Lucas, ini Ivanka masa kamu lupa" ucap Lucas
Haris Memang sadar malam tadi ketika Hamka menginap di tempat Brandon, dia tiba tiba bangun dan memeluk Hamka dengan erat sambil mengatakan kalau dirinya takut karena hampir di cium ular naga yang tak lain adalah Samen, Adrian mengirim Samen untuk membawa jiwa Haris pulang ke tempatnya karena terus di tarik oleh sesuatu yang sepertinya berniat untuk membuang Haris ke tempat yang jauh.
Dan saat sadar itu, Haris tidak mengingat siapapun kecuali Hamka adalah anaknya.
"Aku tidak ingat, jangan memaksaku untuk ingat apapun, aku mau begini saja, mana anakku!" Ketus Haris yang sebenarnya sudah ingat semuanya tadi pagi dan memilih untuk pura pura lupa ingatan
"Dia kuliah kak" jawab Ivanka tersenyum lembut membuat Haris merasa tenang karena ternyata Ivanka tidak membencinya
"Kalau kamu ibunya Hamka, kenapa kamu menikah dengannya bukan denganku?" Tanya Haris
"Karena dia jodohku, jangan tanya lagi, bukannya kamu tidak mau ingat apapun" sekarang Lucas yang bersikap ketus pada Haris.
"Cih.. dasar pengganggu" gerutu Haris berbaring kembali di atas kasurnya.
"Ini mukjizat, pasien mati otak itu sangat jarang sekali bisa pulih, bahkan Haris sehat dan semua organnya berfungsi dengan baik" ungkap Harlan yang terus memantau kondisi Haris
"Iya, hanya ingatannya saja yang bermasalah" ungkap Sagara
"Itu wajar terjadi, tapi Haris tidak punya cidera kepala, jadi pasti akan segera mengingat semuanya meski pelan pelan" jawab Harlan
"Om, mau makan sesuatu tidak?" Tanya Langit
"Langit kamu sudah bolos kerja dua hari, kerja sana!" Bentak Sagara
"Ada Miqdad dad" rengek Langit membuat semuanya terkekeh.
"Lama lama Daddy akan ganti jabatan kamu dengan Miqdad, karena dia yang paling rajin bekerja sekarang" gerutu Sagara
"Ganti saja dad, nggak apa apa, biar Langit gantikan papa Hendra di pasar" malas Langit
"Itu sih maunya kamu" ucap Lucas meledek
"Langit kasihan sama papa yang Harus tetap ke pasar di usianya sekarang, biar Langit gantikan Om, kalau dengan Langit kan orang orang di pasar nggak akan berani lawan" ungkap Langit
"Iya lah kan sekarang kamu ketua Dark Dragon yang baru" balas Sagara
"Tapi Langit belum menang lawan Daddy, Langit nggak berani" sahut Langit
"Kalau kamu berani lawan Daddy, itu artinya kamu menantu kurang ajar dan wajib di pecat jadi suaminya Aurora" jawab Sagara melotot
"Jangan dad, ampun! Langit nggak akan berani lawan Daddy sampai kapanpun" ungkap Langit memelas
"Hahaha... Ternyata ketua sebenarnya adalah Sagara karena Langit kalah dari Sagara" ucap Lucas
"Jangan bilang siapa siapa Om, ini rahasia kita saja" ucap Langit memeluk Sagara
"Masih saja manja" ledek Harlan
"Bungsu kan harus di manja" jawab Langit cuek
"Haris.. apa kamu kuat untuk belajar berjalan besok atau lusa?" Tanya Harlan
"Aku harus kuat, anakku butuh aku" jawab Haris yakin.
"Semangat ya kak, kakak harus segera pulih" ungkap Ivanka
"Pasti, aku akan pulih secepatnya" jawab Haris tersenyum lembut.