NovelToon NovelToon
SAHABATKU KEKASIHKU

SAHABATKU KEKASIHKU

Status: tamat
Genre:Romantis / Fantasi / Cintamanis / Perjodohan / Tamat
Popularitas:2.9M
Nilai: 4.9
Nama Author: Sinho

Kisah seru sepasang sahabat dari Masa Sekolah, Kuliah, hingga bekerja saat ini, Tidak ada yang tau jodoh seseorang, hingga akhirnya mereka di satukan dalam ikatan perjodohan oleh kedua orang tuanya

Munculah kisah-kisah seru dan kocak di perjalanan hidup keduanya, setelah liku-liku percintaan yang kandas di tengah jalan, Teman dan sahabat yang saling mendukung dengan semua kehebohanya hingga akhirnya keduanya bersatu dalam sebuah ikatan

Percikan Asmara dan cinta akhirnya tumbuh diantara keduanya, namun mampukah mereka menghadapi badai ujian yang datang menghantam hubungan yang di jalaninya sampai ke pelaminan?

Yuk ikuti Cerita selanjutnya

Kisah ini merupakan lanjutan dari karya Author yang pertama yaitu "POWER OF WOMAN"

Salam dari Sinho

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sinho, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 17 (Keraguan)

Setelah saling adu mulut dan pukulan, kini keduanya duduk terdiam di kursi sofa sambil selonjoran

"Kamu gak pulang Sat?"

"Ngusir?"

"Nggak, tanya doang, aku capek nih, mau merem bentar, mumpung belum magrib"

"Merem aja, aku nunggu di sini"

"Mau ngapain?"

"Ngeloni kamu, biar cepet tidur"

"Ish, dasar!, Ngeres mulu pikirannya"

Ira cuek dan membenarkan posisi tidurnya di sofa, tak butuh waktu lama Satria melihat Ira tertidur pulas, Satria segera beranjak mengambil selimut yang ada di dalam kamar dan meletakkannya diatas tubuh Ira

Sejenak Satria memandang wajah Ira yang tampak sangat kelelahan, di usapnya rambut Ira lembut kemudian kembali duduk di sofa sebelah Ira untuk mengecek pekerjaannya lewat handphone miliknya

Saat adzan Magrib, Satria segera membangunkan Ira dan menyuruhnya segera Sholat, setelah melakukan ibadah nya, Ira beranjak keluar kamar dan mendapati Satria sedang masak sesuatu di dapur

"Lagi apa Sat?"

"Masak, buat makan malam, lapar kan kamu, tadi aku lihat ada spageti sama daging cincang di kulkas"

"Wah, enak nih kelihatannya"

"Apa yang gak enak buat kamu, semua yang aku masak pasti kamu habisin juga kan?"

"Hehehe, habis kamu selalu masak disaat yang tepat"

Ira segera membantu Satria menyiapkan meja makan dan meletakkan makanan yang sudah matang, siap untuk di santap

"Hem, enak Sat, beneran, lezatos"

"Iya, tentu saja, aku masak spesial buat kamu, sekalian ucapan maaf karena buat kamu gak enak hati waktu ketemu sama Imelda"

Ira terdiam sejenak dan melanjutkan kembali makannya, ada rasa senang dalam hatinya saat Satria mengucapakan kata maaf karena telah membuat hatinya gak enak

"Dimaafin nggak?" Tanya Satria lagi

"Emm, berhubung masakan kamu sangat enak, aku maafin dah"

"Dasar, jangan ngambek lagi, balas pesan ku, kalau di telpon diangkat ya"

"Iya Sat, aku juga minta maaf, beneran deh, aku sama pak Ronald gak ada apa-apa, cuman rekan bisnis doang"

"Iya, aku percaya, kamu masih pegang komitmen kita kan, selama masa menuju pernikahan jangan dekat dengan laki-laki lain"

"Kamu juga, jangan dekat-dekat sama cewek lain, komitmen harus di pegang kuat tu, kalau enggak bisa ya kita Buyar saja, gak usah ada pernikahan"

"Iya, aku kan sudah minta maaf, kemaren aku kaget lihat Imelda yang tiba-tiba muncul gitu, mangkanya aku masih sedikit shock"

"Memang Imelda gak ngasih penjelasan kenapa ninggalin kamu gitu aja dulu?"

"jelasin sih, tapi sudah gak penting lagi, kita sudah bubar dari dulu kok, di bahas juga percuma, gak akan mengembalikan keadaan"

"Kalau kamu mau kembali ke Imelda juga gak apa-apa loh Sat, mumpung masih ada waktu, aku gak mau terkesan memaksa kamu di pernikahan ini"

"Maksudmu apa, kamu kira aku lemah, gak mau berjuang untuk membahagiakan keluarga dan juga sahabat ku, gitu?"

"Bukan begitu, kamu berhak mendapatkan kebahagiaanmu tanpa harus mengorbankan nya untuk kebahagiaan orang lain"

"Kamu dan keluarga kita sudah bukan orang lain bagiku, kalian sudah menjadi hal yang sangat penting di kehidupanku"

DEG

Ira terdiam mendengar perkataan Satria yang mengalir begitu saja

Keduanya kini menikmati makanan sambil terdiam, Ira tersenyum saat mendapatkan ide untuk membalas kehangatan sikap Satria

"Sat, aku gak habis ini"

"Heh, gak bisa, kebiasaan kamu itu, harus dihabiskan, mubazdir tau nggak, jangan buang-buang makanan"

"Bantu aku menghabiskan ya"

"Maksudnya?"

"Buka mulut kamu, haa?!"

Satria membuka mulutnya dan Ira menyuapkan makanan ke dalam mulut Satria dengan lembut, hingga akhirnya Ira menyuapi Satria sampai habis

"Aku buatkan minuman kesukaanmu ya Sat, kamu diam disini"

Satria tersenyum dan memperhatikan Ira sibuk membuatkan wedang madu jahe kesukaan Satria

"Taraa, sudah siap minumannya, cobain deh, enak gak?"

Satria langsung meminumnya dan tersenyum

"Sip, pinter sekali calon nyonya satria"

"Hehehe, makasih pujiannya ya"

Saat keduanya sedang membereskan meja makan, terdengar suara pesan masuk dari handphone Satria, diambilnya handphone oleh Satria dan buka, ternyata pesan dari Imelda yang meminta bantuan kepada Satria untuk mengantarnya ke suatu tempat di hari minggu besok, Satria berpikir sejenak kemudian membalas pesannya agar Imelda menunggu kabarnya lagi, masih di carikan waktu oleh Satria

"Dari siapa?"

"Oh, ini Imelda"

"Ngapain?"

"Besok minta tolong mengantarkan ke tempat pembiakan bunga anggrek di pinggiran kota"

"Emang kamu tau tempatnya?"

"Tau Ir, aku kebetulan pernah main kesana, waktu nyari pesanan anggrek dari mama dulu"

"Oh, ya sudah"

"Boleh nggak aku ngantar kan Imelda?"

"Antar aja, kalau menurut kamu pantas"

"Ya sudah, gak jadi, biar diantar ma sekretaris ku aja besok"

Ira hanya diam sambil menghidupkan Televisi, sementara Satria menarik nafas panjang dan mengikuti langkah Ira duduk di sebelahnya, Satria masih terdiam sambil membalas pesan dari Imelda, sesaat kemudian Satria terkejut saat Imelda mengirim sebuah foto kenangannya dulu waktu masih berpacaran, hati Satria tersentak, ada rasa aneh yang menyelimuti hatinya, sementara Ira masih cuek walaupun dia tau apa yang sebenarnya sedang di alami oleh Satria

"Kamu besok antar Imelda saja Sat, kasian dia, butuh bantuan mu, lagian kamu juga besok gak ada acara kemana-mana kan?"

"Hah, bener Ir, kamu gak keberatan?"

"Enggak, memang kenapa harus keberatan, aku nyantai saja, asal kamu masih pegang komitmen kamu"

"Tentu saja, makasih kamu sudah mengerti Ir"

Ira hanya tersenyum kemudian masuk ke dalam kamarnya untuk beristirahat, Satria masih membalas pesan Imelda dan memberi tahu kalau besok bisa mengantarnya, Imelda sangat senang dan mengirim kan pesan bergambar hati untuk Satria, tanpa sadar Satria tersenyum melihat balasan pesan dari Imelda

Satria terkejut ketika melihat ke sekeliling dan mendapati dirinya sudah sendirian di tempat itu, di lihatnya pintu kamar Ira yang sudah tertutup rapat, satria menghela nafas kemudian beranjak dari tempatnya untuk pamit pulang ke Ira, diketuknya pintu kamar Ira perlahan

"Ir, kamu sudah tidur?"

Tidak terdengar jawaban apapun dari kamar Ira

"Ya sudah, aku pulang dulu" teriak Satria lagi dan masih tidak ada jawaban dari dalam kamar Ira

Satria berusaha membuka pintu kamar Ira tapi ternyata sudah dikunci dari dalam oleh pemiliknya, akhirnya Satria keluar dari Apartemen Ira dan meluncur pulang, sampai di Apartemen nya Ira membersihkan diri kemudian merebahkan tubuhnya di kasur, saat memejamkan mata terdengar dering suara handphone nya, segera Satria angkat yang ternyata itu dari Imelda

"Halo Sat?"

"Iya Mel, ada apa?"

"Kamu dah tidur?"

"Belum, ini sudah siap-siap, kenapa?"

"Gak ada, cuma pengen dengar suara kamu aja"

"Oh, sudah dengar kan, aku tutup ya, sebaiknya kamu juga segera istirahat, besok kita jalan ke puncak Lo, lumayan butuh energi ekstra"

"Baiklah, sampai ketemu besok ya Sat, Miss you"

"Iya, sampai ketemu besok" jawab Satria

*

Sementara itu Ira masih tidak bisa memejamkan matanya, bayangan Satria yang sedang tersenyum saat berbagi pesan dengan Imelda membuat hatinya terasa tidak nyaman, Ada rasa yang tidak bisa dia terima melihat Satri melakukan hal itu, tapi di sisi lain, dia juga tidak ingin memaksakan kehendaknya ke Satria, Ira ingin rasa cinta akan tumbuh tanpa harus dipaksakan, dan sampai saat ini dia belum bisa melihat rasa cinta yang tulus untuk dirinya dari Satria

"Hemh, semua aku pasrahkan padamu ya Alloh, kalau memang dia jodohku dekatkanlah, tapi kalau tidak, segera jauhkanlah dan sadarkan lah aku" batin Ira dan kemudian tertidur pulas di jam 12 malam

Bersambung

Kisah ini kelanjutan dari Karya Author yang pertama "POWER OF WOMAN"

Masih bisa Up sekali sehari 1 Episode

Jangan lupa berikan dukungan Author

LIKE LIKE LIKE LIKE

KOMEN KOMEN KOMEN

FAVORIT FAVORIT FAVORIT

HADIAH HADIAH HADIAH

1
Novita Sari
Luar biasa
ayu cantik
suka
Qaisaa Nazarudin
Konsisten Thor,Bukan Komitmen 🤭🤭🤭😃😃
Qaisaa Nazarudin
Lebih baik dari mu.katanya?? Siapa juga yg mau ganggu hubungan kalian?? Yang ada ntar loe ntar yg kayak orang gila Talak minta BALIKAN lagi sama Ira saat tau kalo selingkuhan loe itu juga main dengan pria lain di belakang loe..
Qaisaa Nazarudin
Wkwkwkwk emang ya BUAH ITU JATOH GAK JAUH DARI POHON NYA . RAKAM dan Poto in Ra,biar jadi Bukti juga, Bisa kamu jadiin SENJATA biar urusan kamu dan Tama cepat selesai..
Qaisaa Nazarudin
Ternyata gak seperti di novel2 yg lain,Udah tau anaknya disakiti dan di selingkuhin,Eh malah marahin anak sendiri dan menutup sebelah mata tentang kelakuan bejat Mantunya, Mentang2 mantunya orang kaya,..
Qaisaa Nazarudin
Ternyata pasangan kalian sama,Baik CEWEK maupun COWOK,sama aja kekakuannya,Tukang selingkuh..
Leonel Messi
suka sm critanya sat set masalhe cpt kelar,gk molor2 👍👍
Prabowo Arief
Luar biasa
fajar Rokman.
hadir thor ..g bosen baca ceritanya..
Samsul Ono
lebih ciamik dilengpai deskripsi.
💟노르 아스마💟
aaaakkkkhhhhhhhhhh
💟노르 아스마💟
mantan...bang*at
💟노르 아스마💟
Luar biasa
Eko Nur Yanto
Lumayan
Ida Sriwidodo
Halaah Satria.. 'ngga akan pernah melakukan itu..' tapi hampiir ajaa kolaps klo ngga karena kilau cincin nikahnya
Imanmu setipis kulit bawang di belah 1000 bang Sat.. 🤦🏻‍♀️🤦🏻‍♀️
Ida Sriwidodo
Satria, Andre, Rio.. 3 laki2 yang punya sikap tegas!
Pantes mereka cocok karena karakternya sama!
Sama2 ngga bisa tegas ke perempuan!
Satria yang paling fatal!
Ntar klo sampe kehilangan perusahaan n Ira baru nyesel..

Makanya jadi laki2 kudu punya sikap!
Katanya pemilik perusahaan tapi ngga ada bijak2nya! 🤦🏻‍♀️
Ida Sriwidodo
Setelah baca bab2 lalu akhirnya tegelitik pen' komen disini..
Menurutku Satria ini kurang tegas sebagai laki2 apalagi laki2 yg sudah punya istri
Tapi dari awal sebelum nikah pun Satria ini terlalu baik hingga lupaa batasan dg mantan
Bahkan setelah nikah pun masih ajaa ngga tegas.. seolah masih ngasu harapan dan mauu ajaa di bego2in sama Imelda

Harusnya sebagai laki2 yg sudah punya istri bisa ngasi batasan tegas sama Imelda 😤🤦🏻‍♀️
Nuraini Nuraini
Luar biasa
Fitria Yusroh
Thor,g da kisah dari Ethan dan Evan kah?!!,q penasaran perjalanan ceritanya Ethan dan Evan Thor,
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!