Embun tidak pernah menyangka, jika dia akan berhubungan dengan seorang Bos Mafia yang kejam.
Menjadi pemuas dan juga pelampiasan amarah, Embun berusaha bertahan demi keamanan keluarganya.
Joshua Bram, membalas dendam pada cinta pertamanya yang sudah membuatnya terluka. Namun dia malah terjebak pada cinta yang kembali membara.
Penasaran...
Yuk, lanjut baca...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Gusti Sekar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
DIMANA WENDY?
Asap rokok mengebul dari mulutnya, dengan hanya menggunakan celana hitam selutut. Joshua tengah bersantai di balkon kamarnya, walau begitu pikirannya tetap melayang memikirkan tawanannya sudah menghilang.
Sepasang tangan tiba-tiba memeluknya dari belakang. Tanpa menoleh pun ia tau siapa pemilik tangan tersebut, Joshua menoleh kearahnya. Gadis cantik itu tersenyum manis.
"Josh, kamu sedang apa? kenapa gak juga tidur? Udah malam lo"
"Aku cuma bersantai, kamu sendiri kenapa tidak pergi tidur?"
Rachel memeluk erat tubuh Joshua dari belakang, ia menempelkan pipinya ke punggung Joshua dengan sangat manja. Ia mengusap pelan perban yang ada di bahu kiri Joshua.
"Apa masih sakit?"
Joshua menggeleng pelan. "Sudah tidak"
Mendengarnya, Rachel tersenyum lega. Entah kenapa ia merasa khawatir dengan Joshua. Ia sangat terkejut saat melihat Joshua ditembak oleh gadis asing itu.
"Apa aku boleh tanya?"
"Hm? kamu mau tanya apa?"
Gadis itu mulai sedikit ragu, tapi ia penasaran dengan sosok gadis yang kemarin menembaknya. Ia ingin tau siapa gadis berani itu.
"Yang kemarin menembak mu, dia siapa?"
Tangan Joshua spontan berhenti, ia terdiam. Kemudian ia menurunkan rokoknya dan mematikannya, pria itu kembali menoleh.
"Kenapa? kamu cemburu?"
Rachel menggeleng pelan. "Bukannya gitu, kalau kamu gak keberatan. Aku bakal minta bantuan Papa buat nyariin cewek itu"
"Tidak usah, kamu gak perlu ikut campur tentang dia" balas Joshua cepat.
"Kenapa? kamu punya hubungan sama dia? kenapa kamu seolah melindungi dia sih?"
Joshua yang mendengarnya tidak suka, ia menjadi murka dan segera mencekik Rachel karena emosi. Matanya berkilat karena tidak suka Rachel ikut campur urusannya.
"Jangan pernah sekalipun, kamu berani usik gadis itu. Kalau kamu berani menganggu, aku sendiri yang bakal habisi kamu"
“Kenapa? Apa dia orang yang kamu suka? Apa bagusnya cewek itu?!”
Joshua geram mendengar ocehan Rachel yang terdengar sangat menyebalkan itu, tanpa memperdulikan jika Rachel seorang perempuan, Joshua menamparnya dengan sangat keras.
Plakkk
"Kamu bisa diam tidak?!"
Tak sampai itu, ia juga mendorong dengan keras Rachel hingga tersungkur ke lantai, gadis itu menangis karena sikap Joshua yang mengerikan. Ia sangat takut sekarang, gadis itu berdiri dan berlari pergi dari hadapan Joshua.
Joshua mengamuk karena kesal, ia Kembali teringat saat Embun atau yang di ketahuinya adalah Wendy sudah berani menembaknya. Pria itu membanting semua barang-barang yang ada di kamarnya.
Sedangkan Rachel sudah menuruni tangga, dibawah terlihat Lucas yang tidak sengaja keluar dari sebuah ruangan. Dengan cepat Rachel mengadu kepadanya.
“LUCAS! TOLONG”
Lucas yang melihat Rachel berlari ketakutan segera menghampirinya. “Kamu kenapa ?”
“Joshua mengamuk, dia pengen bunuh aku.”
“Dia mengamuk?”
Bukannya membantu Rachel yang ketakutan, Lucas malah bergegas naik ke lantai atas untuk menemui Joshua. Pria itu masuk kedalam kamar yang sudah dalam keadaan terbuka.
Matanya tercengang melihat hal yang ingin dilakukan Joshua, dengan cepat ia menghampiri Joshua dan menahan kedua tangannya.
“Jangan bodoh Josh, kamu mau ngapain?!” pekik Lucas yang panik.
Dengan sekuat tenaga Lucas berusaha menjatuhkan pistol yang dibawa oleh Joshua, seperti tengah kesurupan. Joshua hendak menyakiti dirinya sendiri dengan cara menembak pistol kearah kakinya, namun Lucas berhasil menghentikannya.
“Josh, tolong tenang. Apa yang mau kamu lakukan? Jangan bodoh!"
Lucas merebut paksa pistol dari tangan Joshua, lalu membuangnya ke ranjang. Joshua terlihat kacau, ia bahkan langsung menunduk dalam untuk menutupi tangisnya.
Selama ini hanya Lucas dan Ryan lah yang mengetahui kondisi tempramental Joshua. Pemuda itu memiliki emosi yang buruk, ia bisa menyakiti dirinya sendiri jika dalam keadaan marah.
Karena itu, Joshua selalu berupaya untuk bersikap dingin dan ditakuti semua orang. Karena itu akan membuatnya tidak mudah marah, jika tidak ada yang berani terhadapnya.
Lucas menghela napas pelan, untuk sekian kalinya ia melihat sendiri Joshua yang berupaya untuk membunuh dirinya sendiri.
"Ini bukan mutlak kesalahan kamu, dia pun juga harus bertanggung jawab" lirih Lucas.
Ia mengambil sebuah obat kapsul dalam laci Joshua, lalu memberikannya pada Joshua. Pria itu pun langsung meneguknya tanpa minuman.
Lucas terduduk di samping pria yang lebih muda 2 tahun darinya tersebut. Mengusap pelan punggungnya, mencoba menenangkan Joshua yang tertekan dengan semua masa lalunya.
"Kita pasti akan menemukan Wendy lagi, ingat! kita masih punya Danu, kita bisa pancing Wendy lagi dengannya."
Joshua yang mulai tenang menoleh kearahnya. "Bagaimana keadaan anak itu?"
"Dia memiliki masalah di kepalanya, karena pukulan anak buah kita. Otaknya mengalami pendarahan, mungkin waktu hidupnya gak lama lagi"
"Berarti kita harus bergerak cepat, kita harus mendapatkan Wendy. Aku sudah tidak sabar lagi"
...***...
Di dalam Rumah Sakit, Danu tengah terbaring dengan keadaan koma. Kepalanya terlilit perban yang menandakan luka nya cukup serius.
Seorang pria telah menjaga Danu disebelahnya selama 1 minggu, tiba-tiba suara dering ponselnya berbunyi. Ia mengangkat panggilan tersebut.
"Hallo Lucas, bagaimana?" tanya pria tersebut.
"Ryan, apa Danu masih belum sadar? Besok siang aku dan Joshua akan ke Rumah Sakit untuk memeriksanya" ujar Lucas memberi tau.
Pria yang ternyata Ryan, salah satu tangan kepercayaan Joshua itulah yang ditugaskan untuk menjaga dan mengawasi Danu.
"Oke, aku akan memastikan dia tidak kemana-mana. Karena dia masih koma"
"Baiklah, lakukan tugasmu!"
Panggilan berakhir, Ryan mengamati wajah Danu yang masih lebam karena dipukuli oleh Anak buah Joshua. Para Dokter dan Suster yang merawat Danu sebenarnya tau, kenapa Danu mengalami hal tersebut.
Namun mereka memilih tutup mulut karena Ryan mengancam akan membunuh mereka jika sampai publik tau tentang hal ini. Tapi disisi lain, ia merasa kasihan kepada Danu. Anak muda ini hanyalah korban dari dendam Joshua, ia dipaksa dan dijebak.
"Kuharap kamu segera sadar nak, kamu gak boleh mati hanya karena permainan ini" ujar Ryan sembari beranjak pergi.
Untuk menghilangkan rasa jenuhnya, Ryan memilih untuk keluar ruangan rawat untuk merokok. Ia berjalan menuju ke halaman taman yang berada di belakang Rumah Sakit.
Langkahnya terhenti seketika saat tidak sengaja melihat sosok yang seperti dikenalnya, Ryan segera bersembunyi ketika orang itu akan berjalan melewatinya.
"Udah malam, kamu harus istirahat" ujar seorang pemuda yang tengah memapah seorang gadis.
"Padahal tamannya bagus banget loh, aku pengen lama-lama di sana" balas sang gadis.
"Kamu mau tidur di sana aja? Kalau iya, nanti aku bawain bantal sama selimutnya"
"Hahaha, ih apaan sih Ndo? Nggak lah, dingin banget pasti kalau tidur di sana"
"Ya nanti kan aku temenin, aku bisa meluk kamu biar gak kedinginan"
Gadis itu tertawa renyah mendengarnya. "Ih, dasar mesum kamu ya. Nyari kesempatan itu namanya"
Ryan terpaku ditempatnya, ia tidak menyangka jika sosok yang tengah dicari Bos nya selama sepuluh hari ini ternyata berada di Rumah Sakit yang sama dengannya.
"Wendy, kamu disini rupanya"
To Be Continued..
Jangan lupa Klik Favorit.
Tinggalkan Like, Komen dan Subscribe ya. Terima kasih ❤️
Salam dari
- Janji Palsu Tuan Muda -