Felisha di tinggal oleh suaminya karena tak bisa memberikan keturunan, Felisha di tuduh mandul...
malam itu malam yang menjadikan kehidupan nya berubah 180% dia bertemu lelaki dan tidur bersama dalam keadaan mabuk...
Felisha di nyatakan hamil, bagaimana tanggapan Rey,lelaki yang menghamili Felisha sedangkan dia sedang menunggu kepulangan kekasihnya dari Paris
apakah Rey mau bertanggung jawab??
baca cerita lengkap nya di novelku yang berjudul broken heart...
tinggalkan jejak dan Vote nya...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Zian hafiz, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
meminta Feli pada Rey
" tidak mungkin" ucap Tama membanting berkas di tangan nya, laporan yang berisi kalau Felisha sudah menikah dengan pebisnis muda Reyhan Wijaya bahkan saat ini menjadi rekan kerja Tama...
" apa saat kami bersama mereka sudah memiliki hubungan, Felisha hamil anak Reyhan" gumam Tama meremas kepalanya
Tidak mungkin dia bisa merebut Feli,karena Rey lebih segalanya dari nya...
" cari tau tentang Reyhan Wijaya,,,kenapa dia bisa menikah dengan Felisha" ucap Tama pada orang kepercayaan nya
Tama ingin tau mengapa mereka bisa menikah,dan kenapa pernikahan nya tak di publikasikan...
tak butuh waktu lama Tama mendapatkan laporan kalau Reyhan memiliki kekasih yang sangat dia cintai dan saat ini sedang berada di Paris menjalankan kontak kerja nya,,Reyhan menikahi Felisha karena Felisha hamil anak Reyhan.
" kenapa bisa hamil? apa mereka berselingkuh dari ku sewaktu Felisha masih menjadi istriku,
Reyhan sudah memiliki kekasih yang dia cintai kalau ini hanya kesalahan pahaman berarti aku bisa mengambil Felisha ku kembali" gumam Tama tersenyum
Tama memberanikan diri menemui Reyhan di kantor nya...
" maaf apa anda sudah ada janji sebelum nya?" tanya Bara menghentikan langkah kaki Tama
" bilang saja pada bos mu aku Pratama ingin bertemu" ucap Tama
Bara masuk kedalam dan memberi tau pada Rey kalau Tama ingin bertemu..
" silahkan masuk,anda di tunggu pak Rey di dalam" ucap Bara mempersilahkan Tama masuk
" apa kabar tuan Tama? kenapa anda menemui ku tanpa janji?" ucap Rey menyambut Tama
" aku tak ingin berbasa-basi lagi,aku yakin kau sudah menyelidiki tentang ku, kembalikan Feli pada ku Rey" ucap Tama tegas
Rey menarik sudut bibirnya seolah-olah mengejek Tama
" aku tau kau sudah memiliki kekasih,,kau tak mencintai Felisha kembalikan dia padaku,dia tak kan bahagia dengan mu..!!"
" dari mana kau tau aku tak mencintai Felisha,dia sedang hamil anak ku,dan Felisha sangat bahagia saat ini" ucap Rey menatap tajam Tama
" aku akan bertanggung jawab atas anak itu"
" itu anak ku,tak akan aku biarkan satu orang pun menyentuh nya..."
" ambil anak mu, kembali kan Feli ku" ucap Tama
" kau yang meninggal kan nya hanya karena seorang anak dan sekarang kau meminta nya kembali,istriku bukan barang yang bisa di buang bila bosan,dan di pungut kembali saat butuh" ujar Rey tegas
" lagi pula aku tak yakin Felisha akan mau kembali pada mu" lanjut Rey
Tama mengeram kesal dengan ucapan Rey, seperti nya jalan baik-baik meminta Feli pada Rey tidak berhasil,Tama lalu meninggalkan ruangan Rey,dia harus mencari jalan agar Rey memberikan Feli padanya..
Rey pulang kerumah,hatinya sedikit kesal karena Tama masih menginginkan Feli dan terang-terangan meminta Feli pada nya, tidak kah Tama tau kalau Feli sudah menghantui dirinya saat ini...
" mana Feli bik?" tanya nya pada pelayan yang tiap hari mengikuti Feli
" di taman belakang sedang berkebun" jawab pelayan tersebut
Rey segera melangkahkan kaki nya kebelakang untuk mencari Feli
Rey memeluk Feli dari belakang, perempuan cantik itu tengah merangkai bunga mawar nya..
"aawww....." Feli meringis saat duri bunga mawar tersebut melukai jari tangan nya,Feli tersentak karena pelukan mendadak dari Rey
" maaf kan aku" ucap Rey mengambil tangan Feli lalu mengisap nya...
" kenapa pulang tiba-tiba" tanya Felisha memperhatikan Rey yang sedang mengisap tangan nya
" merindukan mu" jawab Rey
wajah Felisha merona seketika jantung nya saat ini seakan sedang berdisko
" temani aku tidur" pinta Rey yang tidak biasanya minta di temani oleh Feli
" kau sakit?" tanya Feli,Rey menggelengkan kepalanya
Felisha mengikuti langkah kaki Rey masuk kedalam kamar mereka..
" apa aku bisa melepaskan mu" batin Rey memeluk Felisha dari belakang
saat ini perut Felisha sudah membesar,dia tak bisa tidur telentang...
Felisha menitikkan air matanya,,"aku mencintaimu Rey,,aku kalah.... bagaimana aku bisa melepaskan mu dengan perempuan lain" batin Feli
Rey memejamkan mata nya menghirup aroma tubuh Feli yang membuatnya tenang dan Candu...
***
" Mas...kenapa kau memblokir kartu ku" ucap Tari marah saat Tama pulang kerumah
" masih ingat pulang kau" sindir Tama
" mas.... aku ini istri mu,bukan pembantu mu, kembali kartu ku" pekik Tari
" justru karna kau istri ku seharusnya kau berlaku sebagai seorang istri,bukan nya seperti seorang jalang yang membutuhkan ku karna uang" marah Tama
" apa kau selama ini memperlakukan ku sebagai seorang istri,tidak sadarkah kau saat bercinta dengan ku menyebut nama siapa,itu yang di namakan seorang suami "ucap Tari karena beberapa kali saat mereka bercinta Tama menyebut nama Feli
" tapi saat ini istriku hanya kamu Tari"
" sudah lah,aku sudah muak dengan rumah tangga ini,jika kau menginginkan Bella ambil saja, ceraikan aku..bukan kah selama ini kau hanya menginginkan anak saja" pekik Tari
" jika itu yang kau ingin kan baiklah aku akan menceraikan mu,,, kembali kan semua yang sudah aku berikan pada mu,jangan ada satu pun yang kau bawa dari rumah ini" tegas Tama
Tari menyusun beberapa pakaian nya lalu pergi dari rumah Tama...