Anindya Yasmin tak pernah mengira akan jatuh cinta pada sosok pria bernama Daniello Lucas Dathan sang ketua OSIS yang sangat tampan.
Daniel dengan segala kelembutan dan perhatiannya membuat Yasmin benar benar jatuh cinta.
Tapi cinta mereka tidak bisa berjalan mulus, karena berbeda keyakinan. Walau Daniel sangat menghormati Yasmin dengan keyakinannya dan begitu juga dengan Yasmin.
Tapi orang tua merekalah yang tak bisa menerima semua perbedaan itu.
Apakah pada akhirnya Yasmin dan Daniel menyerah pada keadaan. Dan memilih berpisah.
Kisah ini terinspirasi dari kisah nyata seorang sahabat. Selamat membaca, semoga menghibur.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mama reni, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab Enam Belas
Sudah seminggu Daniel berada di kota Pekanbaru. Karena Yasmin harus mengikuti ujian selama seminggu berada di kota ini , Daniel hanya berkunjung ke rumah Yasmin buat mengajarinya pelajaran yang kurang Yasmin mengerti.
Hari ini ujian terakhir Yasmin. Sabtu malam , Daniel meminta izin membawa Yasmin jalan. Ibu mengizinkan karena melihat selama satu minggu ini Daniel yang terus membantu Yasmin belajar.
Di salah satu kafe yang cukup terkenal di kota inilah, Daniel dan Yasmin berada.
Setelah memesan makanannya, Daniel meminta izin pada Yasmin untuk menyanyikan sebuah lagu.
"Kakak mau menyumbangkan suara kakak buat hadiah kamu yang telah capek belajar satu minggu ini. Boleh ya..."
"Emang kakak mau ke panggung itu"
"Kenapa nggak mau..."
"Nggak malu kakak, kafe ini pengunjungnya lagi rame banget..."
"Mengapa harus malu, dengar baik baik lagu yang kakak bawakan nanti ya. Itu khusus buat kamu"
Daniel maju kedepan panggung dan mengutarakan niatnya ingin membawakan sebuah lagu buat seseorang yang spesial.
Vokalis band itu menyerahkan mic pada Daniel. Daniel meminjam gitar dengan salah satu personil band itu. Ia duduk di kursi.
Yasmin dapat melihat banyak remaja putri yang terang terangan memuji ketampanan Daniel. Ada rombongan remaja putri yang duduknya berhadapan dengan Daniel tampak antusias melihat Daniel mulai memetik gitarnya. Mereka berteriak histeris, membuat Yasmin sedikit cemburu.
"Aku akan menyumbangkan sebuah lagu buat gadis yang paling aku cintai...Yasmin" ucap Daniel menunjuk ke arah Yasmin duduk.
Para gadis remaja yang tadi mengagumi Daniel memandangi Yasmin dengan tatapan tajam, seolah tidak rela jika pria pujaan mereka telah ada yang memiliki.
"Lagu Kesayanganku buat Yasmin ...gadis yang paling aku sayangi" ucap Daniel lagi dan mulai bernyanyi.
Dengarlah cinta, hatiku remuk redam
Jika tak ada kamu
Menemani aku
Dengarlah cinta, ku memanggil namamu
Di setiap malamku
Ku memikirkan kamu
Aku sepi, sepi, sepi, sepi
Jika tak ada kamu
Aku mati, mati, mati, mati
Jika engkau pergi
Dengarlah kesayanganku (kesayanganku)
Jangan tinggalkan aku
Tak mampu jika ku tanpamu, hu
Dengarlah kesayanganku
Hidup matiku untukmu
Kumohon pertahankan aku
Dengarlah cinta, hatiku remuk redam
Jika tak ada kamu
Menemani aku
Dengarlah cinta, ku memanggil namamu (namamu)
Di setiap malamku (di setiap malamku)
Ku memikirkan kamu
Aku sepi, sepi, sepi, sepi
Jika tak ada kamu
Aku mati, mati, mati, mati
Jika engkau pergi
Dengarlah kesayanganku (kesayanganku)
Jangan tinggalkan aku…
Setelah membawakan lagu itu Daniel mengambil setangkai bunga yang tadi diberikan salah seorang remaja putri dan menyerahkan buat Yasmin.
"I love you..." ucap Daniel, membuat wajah Yasmin memerah karena malu. Banyak pengunjung kafe memberikan tepuk tangannya setelah Daniel mengucapkan kata cinta itu.
"Love you too" lirih Yasmin.
Daniel kembali duduk di samping Yasmin dan menyuapi es krim yang sudah mulai meleleh.
"Kakak ...biar aku suap sendiri, lihat pengagum kakak pada melototkan mata padaku" ujar Yasmin.
"Biar semua tahu, jika gadis yang paling cantik ini milik kakak"
"Gombal banget..."
"Nggak percaya dengan ucapan kakak, apa perlu bukti. Akan kakak lakukan di depan orang yang rame ini"
"Emang kakak mau lakuin apa..."
"Mau mengecup pipi kamu, biar tak ada pria manapun yang berani mendekati kamu karena kakak telah mengumumkan jika kamu milik Daniel seorang"
"Awas kalau berani lakuin itu, aku nggak mau bertemu kakak lagi"
"Iya janji deh nggak lakuin sekarang, tapi nggak janji ya kalau besok besok"
"Mesum banget sih" gumam Yasmin
"Siapa yang mesum sayang, cuma kecup pipi aja. Tapi jika kamu mau lebih dari itu, kakak sih mau aja..."
"Jangan ngomong gitu ah, malu" ucap Yasmin mencubit pinggang Daniel.
"Jangan memancing kakak , Yasmin"
"Memancing apa..."
"Itu kamu mulai genit. Cubit cubit pinggang kakak"
"Ih...dikira apa"
"Habisin sayang makanannya, habis ini kita kemana"
"Terserah kakak aja..."
"Kita urus surat nikah aja ya"
"Apaan sih kak..."
"Katanya tadi terserah kakak..."
"Nggak lucu ah..."
"Kakak juga nggak bercanda"
"Udah ah, kakak nggak pernah serius ngomongnya"
"Kakak serius loh, pengin nikah sama kamu"
Yasmin diam mendengar ucapan Daniel , ia menyuapi makanan perlahan kemulutnya.
"Aku juga pengin nikah sama kamu kak. Aku sangat menyayangi kamu. Setiap kali aku mencoba menepis rasa ini, semakin besar rasa sayangku. Tapi aku tak bisa juga memungkiri jika jurang diantara kita terlalu besar untuk dilewati..."
Setelah makanan mereka habis, Daniel mengajak Yasmin ke taman kota. Mereka duduk sambil mengobrol dan bercanda.
Sampai sekitar pukul setengah sepuluh, Daniel mengantar Yasmin pulang.
"Sayang, besok pagi ikut kakak ke gereja ya. Habis dari sana kita langsung ke mall"
"Ke gereja...." ucap Yasmin kaget
"Jangan salah paham, kakak bukan mengajak kamu masuk gereja. Kamu menunggu di taman samping gereja aja"
Yasmin nggak langsung menjawab, ia berpikir.
"Kalau kamu keberatan , nggak usah. Nanti pulang dari gereja aja kakak jemput buat ke mall nya"
"Selama ini kak Daniel selalu menemani aku ke tempat ibadah aku, kenapa aku tak mau juga menemaninya. Bukankah aku hanya menunggu di samping gereja ...tepatnya di taman. Aku tidak ingin egois, selama ini kak Daniel selalu saja mengikuti mauku..."
"Baiklah kak, jam berapa kakak jemput besok"
"Jam delapan pagi besok kakak jemput.."
"Oke...aku akan menunggu kedatanganmu tuanku" canda Yasmin
"Kamu, sudah pintar ya becandanya" ucap Daniel dan mengacak rambut Yasmin.
Yasmin memandangi wajah Daniel dari samping, karena ia sedang berkonsentrasi membawa mobilnya.
"Jangan dipandangi terus, sayang. Nanti makin cinta. Kakak tahu , wajah kakak memang sangat tampan"
"Narsis banget"
"Kamu nggak lihat tadi di kafe, banyak gadis gadis yang mengagumi kakak"
"Senang banget ya, banyak yang memandangi" ucap Yasmin sambil nyengir
Daniel yang melihat itu jadi tertawa. Ia kembali mengacak rambut Yasmin dan mencubit hidung mancung Yasmin dengan gemes.
"Kamu pakai pelet apa sih, kok buat kakak begini. Kakak tak bisa sedetikpun tanpa memikirkan kamu"
"Ngapain pakai pelet, tanpa pelet aja kakak udah klepek klepek begini" ujar Yasmin sambil memajukan bibirnya. Daniel mencubit pelan bibir Yasmin.
"Ih kakak, senang banget cubit cubit aku"
"Siapa suruh jadi gadis gemesin begini. Kamu tuh kapan jeleknya"
"Kalau lagi marah..."
"Oh ya....jadi pengen lihat kamu marah"
"Udah ah...dah sampai"
Daniel mengikuti Yasmin turun dari mobilnya. Ia meminta izin buat mengajak Yasmin besok jalan jalan kembali dengan ibu Yasmin.
Setelah mendapat izin, Daniel mengendarai mobilnya dengan hati yang gembira. Ia selalu menyunggingkan senyuman dibibirnya.
"Yasmin aku sangat mencintaimu, makin hari cintaku padamu makin tumbuh. Aku ingin selamanya memiliki kamu.Semoga kita dapat bersatu dalam ikatan pernikahan"
*****************
Terima kasih
keren banget ceritanya mam.. 💞💞💞
akhirnya, setelah melewati segala rintangan, Yasmin dan Daniel bisa bersatu jg..
alhamdulillah Daniel mau masuk Islam..
luar biasa emang cinta Daniel ke Yasmin..
tapi tetap ya, yg pertama dan utama harus cinta kepada Allah..
selain Allah, cintai sewajarnya saja jgn berlebihan..
karena Allah itu pencemburu, dan biasanya kita akan diuji dg apa yg kita cintai..
buat Akhtar, emang gak ada manusia yg sempurna..
manusia tempat salah dan lupa..
yg penting selalu bertaubat dan sebisa mungkin untuk tidak mengulang kesalahan yg sama..
semoga sehat selalu ya mam..
tetap semangat dalam berkarya dan semoga sukses selalu..
😘🥰😍🤩💪🏻🙏🏻💞
.smpai maut memisahkan nenek kakek q
🤗🤗 nenek q iklas anak2 nya ikut agama islam smw..
.
dan untuk Akhtar semoga bahagia dengan Siska segera mendapatkan momongan
biarkan Rachel diasuh sama Daniel dan Yasmin mereka lebih berhak membesarkan Rachel cukup kalian saling menyayangi buka untuk merebutkan kasihanlah anak kecil tidak tau apa² harus dipisahkan oleh orang yang telah merawat dari kecil...
dan terakhir kisah arneta mengingatkan aku dengan masa lalu ku beruntungnya aku dulu tidak sampai hamil setelah berpisah emang benar pacaran hanya membawa penyesalan dan dosa 😭😠🤧
untung Daniel itu baik hati mengurus arneta dan merawat Rachel Seperi anak sendiri.. apa gk mikir si Siska itu kok egois banget padahal dia tau betul gimana Daniel menyayangi nya
miris Sekali Siska ini
tidak tau rasa balas Budi
untungnya Akhtar sadar diri dengan posisinya 😠
apa kabar dulu arneta saat hamil dan melahirkan. merasa sendiri tidak ada suami yang menemani 😭