Update setiap : Rabu, Sabtu, dan Minggu.
Agatha Rosseta terlahir kembali tepat pada saat malam pertama dia menikah dengan Duke Coldine. Di kehidupan keduanya itu dia berniat untuk menjalani kehidupan dengan baik dan dapat bercerai dengan Duke Coldine secara baik-baik.
Namun, semuanya sedikit melenceng dan ada beberapa fakta yang Agatha dapatkan. Bagaimana akhir dari kehidupan kedua Agatha Rosseta?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Anana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
[16] Pasar
Agatha dan Duke Coldine memulai perjalanan mereka tepat pada pukul 10.45 dari kediaman. Jarak antara kediaman dengan pasar tidaklah jauh, tapi biasanya jika seseorang dari kediaman Duke Coldine ingin keluar hanya sebatas membeli suatu, kereta yang menjadi alat transportasi diwajibkan melewati pintu belakang. Sekitar 10 menit, Agatha dan Duke Coldine sampai di pasar.
"Apa yang ingin Anda cari?" tanya Duke Coldine sembari membantu Agatha turun dari kereta kuda.
"Saya ingin pergi ke toko pakaian," jawab Agatha. Ramai. Agatha memandangi lautan orang-orang yang berada di pasar. Makanan, pernak pernik, dan segala macam. Ada juga beberapa orang penggembara.
Duke Coldine menatap wajah Agatha yang berada di sebelahnya sebentar, matanya sedikit berbinar, tapi juga ada rasa ketidaksukaan. Duke Coldine menggenggam tangan Agatha, sehingga membuat si pemilik tangan terkejut. "Kita akan mulai mencari toko pakaian. Di sini terlalu banyak orang, tolong simpan uang Anda baik-baik," ujar Duke Coldine.
Kedua orang itu mulai menyusuri jalanan yang sangat padat. Beberapa kali kereta kuda milik bangsawan melewati jalan itu. Anak-anak kecil yang berlarian kesana kemari. Dan juga beberapa pencopet yang mengambil kantung uang. Agatha sangat terpukau sekaligus tidak suka. Terpukau atas pengalaman barunya dan tidak suka dengan keadaan ramai pasar serta terik matahari yang panas.
Agatha sempat mampir ke salah satu penjual yang menjual satai dan membeli beberapa tusuk untuknya dan Duke Coldine. Setelah memakan semuanya, Agatha dan Duke Coldine mulai berjalan lagi.
Mereka berhenti di depan toko pakaian yang paling terkenal di kerajaan. "Tu-tunggu Tuan Duke, a-apa tidak apa-apa kalau kita masuk? Ba-bagaimana kalau pemilik toko ini mengenali Anda?" tanya Agatha gelagapan. Pasalnya ini adalah kali pertama untuknya pergi dengan pimpinan wilayah Coldine.
"Mereka tidak akan mengenali saya," jawab Duke Coldine, kemudian mengajak Agatha untuk masuk. Ketika pintu terbuka, suara lonceng terdengar dan tiba-tiba seorang wanita yang cukup tua dan beberapa pelayan berada di depan Agatha dan Duke Coldine.
"Selamat datang Tuan ...." sebelum wanita tua itu selesai mengucapkan selamat datang, Agatha menarik Duke Coldine keluar dari toko cukup jauh dengan tergesa-gesa.
Masih dengan napasnya yang tersenggal-senggal, Agatha pun bertanya, "Ba-bagaimana mereka dapat tahu kalau Anda adalah Duke Coldine? Bukannya Anda mengatakan kalau mereka tidak akan tahu siapa Anda sebenarnya?"
Duke Coldine berdeham dan menjawab, "Mereka tidak mengenali saya, tapi mereka tahu kalau saya adalah Duke. Maaf, tadi saya tidak menyelesaikan kalimat yang saya ucapkan," Agatha menghela napasnya. Sekarang dia tidak bisa kembali lagi ke toko pakaian itu, tidak untuk kali ini. Dia harus mencari toko pakaian lainnya.
"Baiklah, ayo cari toko pakaian yang lain," ajak Agatha.
Tatapan mata Duke Coldine tidak pernah terlepas dari tangannya, ya, tangannya yang menggenggam tangan kecil Agatha. Pria itu mengalihkan pandangan untuk kesekian kalinya, tapi genggaman tangannya adalah objek yang paling menarik perhatian.
Agatha berhenti di depan sebuah toko pakaian yang sepi. Lily. Agatha teringat akan Shanon, toko pakaian Lily adalah toko langganan gadis itu. Tanpa rasa ragu, Agatha menarik Duke Coldine untuk ikut ke dalam toko Lily.
Lonceng berbunyi, tapi sang pemilik tidak terpengaruh oleh bunyi lonceng itu. Sang pemilik sedang melayani pelanggannya yang mengkritik dia habis-habisan, Agatha sedih melihat itu. Pelanggan itu melempar baju pesanannya ke lantai dengan kasar dan meninggalkan toko.
Suasana di dalam toko terasa sedikit canggung. Sang pemilik toko segera mengambil baju yang tadi sempat dilempar oleh pelanggannya, dia bergegas mendekati Agatha dan Duke Coldine. "Selamat datang, maafkan saya karena membuat Anda berdua melihat peristiwa yang tidak bagus .... A-ada yang bisa saya bantu?" ujarnya dengan senyuman.
"Nona ini ingin membeli ...."
"Tolong buatkan kemeja untuk tuan ini," potong Agatha sebelum Duke Coldine menyelesaikan perkataannya.
"Bukannya Anda ingin membeli gaun?"
"Tidak, siapa yang bilang. Saya mengajak Anda untuk memesan kemeja,"
Sang pemilik toko pun mulai mengukur tubuh Duke Coldine, sedangkan Agatha melihat-lihat baju yang dibuat oleh sang pemilik toko. Ketika Agatha memperhatikan baju yang dilempar oleh pelanggan tadi, dia mulai merasa tertarik. Gaun, ya, sebuah gaun yang sangat simple, ringan, dan juga lembut. Sangat cocok dipakai ketika melakukan kegiatan atau menghadiri acara tertentu seperti festival.
"Anda menyukai gaun itu?"
"Ya, saya menyukainya," Agatha mengambil gaun itu. "Bahannya ringan dan lembut, modelnya juga sangat sederhana. Bukankah sangat cocok ketika datang ke acara festival?"
"Ya, Nyonya Lily ingin membahas sesuatu," balas Duke Coldine.
Mereka pun menghampiri sang pemilik toko yang bernama Lily itu. Lily mempersilahkan Agatha dan Duke Coldine untuk duduk. "Saya sudah mengukur semuanya. Lalu ada beberapa model, Anda ingin saya membuat model yang mana?" tanya Lily.
"Ini," Agatha menunjuk salah satu model kemeja. "Tolong buatkan dua belas kemeja yang berwarna putih dan empat kemeja dengan dua warna lainnya. Kemudian tolong hias bagian tepi gaun ini dan buat motif bunga mawar," tambah Agatha.
Lily sangat terkejut, permintaan Agatha bisa dibilang permintaan yang sangat luar biasa. "Per-permintaan Anda terlalu berlebihan bukan? Sa-saya rasa saya tidak akan bisa menyelesaikannya dalam lima hari," kata Lily.
"Lima hari? Saya tidak berkata demikian, katakan kapan kira-kira semuanya selesai. Dan saya akan datang kembali ke toko ini,"
"Tu-tunggu, berarti Anda tidak memesan untuk menghadiri acara di kerajaan?" Agatha menggeleng untuk menjawab pertanyaan Lily. "Em, jika saya tidak punya pesanan, saya mungkin bisa menyelesaikannya dalam lima belas hari. Tapi, sekarang saya punya beberapa pesanan. Anda tahu? Baju untuk festival musim gugur. Mungkin saya bisa mengerjakannya selama dua puluh sampai tiga puluh hari jika lembur,"
"Tidak apa-apa, oh dan bahannya bisa yang seperti ini?" Agatha menunjuk baju yang dipakai oleh Duke Coldine dan Lily juga tanpa aba-aba langsung menyentuh baju pria itu.
"Baiklah, saya akan bekerja semaksimal mungkin," dengan begitu, Agatha dan Duke Coldine pamit dari toko Lily.
Karena hari semakin siang, Agatha pun mengajak Duke Coldine untuk mampir ke sebuah kedai. Gadis itu membeli makan siang, roti, ayam panggang, dan satu gelas air putih. Agatha sangat menikmatinya, keresahan yang sempat muncul, hilang entah ke mana bagai ditelan bumi.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Yups! Terima kasih sudah kembali membaca novel ini. Terima kasih sudah membaca bab 16. Nantikan kelanjutannya di bab selanjutnya ya. Jangan lupa untuk support aku😚
Beri :
▪Like
▪Komentar
▪Vote
▪Rating
▪Follow (jika berminat ya hehe🤣🤣)
▪Dan share juga jika menurut kalian cerita ini bagus.
Okay, sampai jumpa di bab selanjutnya. Danke