NovelToon NovelToon
Allura

Allura

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Komedi / Cintamanis / CEO / Tamat
Popularitas:13.5M
Nilai: 4.9
Nama Author: duwi sukema

Ini kisah season 2 dari nikah kontrak dengan om ceo tampan.

Mia Allura Atmaja putra pertama dari Alex Atmaja dan Rara Artnia, ia terpaksa kabur dari rumah orangtuanya untuk menghindari perjodohan dengan rival sang papa hingga akhirnya ia terjebak cinta segitiga dengan pengusaha muda bernama William.

Akankah ia menyerah atau memperjuangkan cintanya?

Nb : Untuk melihat visual mereka bisa cek di ig ; Duwi Sukema

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon duwi sukema, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Saling bertautan

Di rumah Atmaja kini Rara dan Daffin hanya diam menatap makanan yang ada di hadapannya yang tertata rapi di atas meja makan tanpa tersentuh hanya Alex yang bisa makan dengan lahap tanpa memikirkan Lura.

Bisa-bisanya kamu makan dengan lahap saat putrimu sampai saat ini belum ditemukan mas tatap Rara kesal dengan suaminya. Rara segera berdiri memilih untuk pergi ke kamar putrinya yang sangat ia rindukan satu bulan lebih Lura pergi dari rumah hingga saat ini belum menemukan titik terang.

"Mau kemana kamu mam?" tanya Alex yang melihat istrinya berdiri.

"Tidur, aku ngak selera makan. Aku mau ke kamar Lura."

"Aku ikut mah, aku juga mau ke kamar Lura. Aku kangen sama si biang kerok, kapan rumah ini rame kayak dulu ya, mah," sanggah Daffin yang juga ikut berdiri.

"Duduk kalian!" hardik Alex menatap istri juga putranya secara bergantian. "Jangan tambah masalah mah, cepat makan! Kalau mama tidak makan sakit, papa tambah pusing. Mikirin Lura belum ketemu ditambah kalian sakit bagaimana papa mengurusinya. Lihat badan mama kurus sekali, apa perlu papa suapin?" kata Alex.

Ini semua salahku jika aku tidak merencanakan perjodohan pasti keluargaku baik-baik saja dan kita hidup bahagia bersama berkumpul seperti hari-hari dengan penuh canda tawa tidak sepi sunyi seperti saat ini yang ada hanya suasana mencengkeram penuh hawa emosi batin Alex.

"Ini semua salah papa?!" hardik Rara menyilangkan kedua tangannya di dada dengan ekspresi penuh dengan amarah.

"Papa salah mah, papa menyesal. Sekarang papa sedang mengerahkan semua anak buah papa untuk mencari Lura. Kalian berdoa saja semoga Lura cepat ditemukan," lirih Alex menyesal.

Daffin setelah makan malam segera berpamitan untuk pergi ke basecamp menemui sahabatnya Arsen juga yang lainnya untuk meminta tolong agar dapat membantu mencari tahu keberadaan Lura walaupun sebenarnya banyak sekali koneksi yang punya.

"Fin kamu mau kemana?" tanya Rara melihat putranya tengah malam keluar.

"Mam, aku pergi sebentar ke basecamp menemui Arsen, Yuno sama Hendra. Biasa mam, anak muda mau ngopilah," jelas Daffin yang tidak menyampaikan apa yang sebenarnya ingin ia lakukan.

Rara hanya manggut-manggut, ia paham anak muda juga butuh nongkrong tidak di rumah saja apalagi Daffin kuliah sambil mengurus perusahaan pasti dia mengalami kejenuhan maka dia butuh hiburan bersama teman-temannya. Ia tidak pernah melarang putra putrinya bergaul dengan siapa saja yang terpenting dia tidak urakan memilik etika baik.

"Sayang pulangnya jangan malam-malam ya," ucap Rara mengingatkan putranya.

Beres mam," jawah Daffin sambil mencium dahi Rara. "Aku ngak akan pulang malam tapi pulang subuh," tawa Daffin.

Rara memukul bahu putranya, "Awas saja kamu berani pulang subuh mama tidak akan memberi kamu ampun!"

"Ok mama yang cantik, jangan marah-marah nanti cepat tua! Lihatlah, lingkar mata mama sudah mulai kelihatan itu, aku pulang sore ya, bye-bye," kata Daffin sambil melambaikan tangannya.

Dasar Daffin umpat Rara mendumel sendiri melihat tingkah Daffin.

Alex mendekati istrinya yang duduk di sofa ruang keluarga ia sangat merindukan istrinya itu sudah lama ia tidak mendapatkan jatahnya.

"Honey, sudah malam kita tidur yuk, nanti kamu masuk angin," ajak Alex dengan merangkul pundak Rara.

Rara menoleh menatap suaminya sekilas lalu ia memilih mengambil remote televisi untuk menganti saluran chanel yang ia sukai.

Alex paham jika istrinya saat ini sedang marah dengannya, sudah hampir dua bulan istrinya itu selalu uring-uringan dan satu bulan terakhir mereka pisah kamar. Istrinya memilih tidur di kamar putrinya dan terkadang tidur bersama putranya. Ia segera mengambil kotak kecil dalam sakunya, ia ingin memberi kejutan pada istrinya sekaligus untuk memperbaiki hubungannya yang sedikit renggang.

Sayang aku tahu aku salah, maafkan aku ya," mohon Alex meminta maaf ke sekian kalinya. "Aku sudah berusaha untuk mencari Lura tapi tim kita belum menemukannya, aku akan berusaha lagi. Ini untuk kamu," ucap Alex menyodorkan kotak kecil berisi cincin berlian pengeluaran terbaru.

Rara mengambilnya, ia sebenarnya juga tidak tega berbuat kejam seperti ini tapi ia sudah terlanjur ingin berbaikkan malu karena ia sudah sering bilang jika ia akan kembali ke kamarnya jika Lura kembali ke rumah ini.

Alex yang sudah sangat merindukan istrinya itu, langsung mencium rakus istrinya. Melihat tidak ada penolakan dari Rara ia melanjutkan aksinya hingga membopong Rara menuju kamar dengan bibir yang masih saling terpaut. Sensor.

****

Di tempat lain, Lura yang telah menghabiskan dua porsi bebek goreng merasa kenyang bersendawa.

"Alhamdulilah kenyang juga ini perut," lirih Lura mengusap sekitar mulutnya dengan tangan kanannya.

Ia segera membersihkan sisa makan yang ada di atas meja lalu mencuci piring bekas makanannya. Saat ia mencuci piring ia teringat sesuatu lalu ia berinisiatif membuatkan kopi William.

Lura membawa nampan berisi kopi dan camilan menuju ruang kerja William.

"Wil, aku buatin kamu kopi. Boleh masuk ngak?" teriak Lura dibalik pintu.

"Hemm, masuk aja."

Lura dengan hati-hati meletakkan secangkir kopi di samping laptop William.

"Ini kopinya, buat teman kamu lembur," canda Lura. "Pintunya sudah aku kunci, aku mau tidur dulu. Ingat itu kopi sama roti kamu makan! Kamu tadikan belum sempat makan malam gara-gara bebekmu aku makan," nyengir Lura pergi meninggalkan William menuju kamarnya.

Di dalam kamar Lura segera menarik selimutnya kembali melanjutkan mimpi indahnya yang tertunda. Saat ingin memejamkan mata lampu kamarnya tiba-tiba padam hingga ia berteriak ketakutan.

"William tolong, aku takut," teriak Lura beberapa kali.

Ia segera mencari ponselnya yang ia letakkan disamping nangkas untuk menyalakan senter dalam ponselnya namum baterai ponselnya habis hingga tidak bisa menyala.

William yang melihat lampu padam segera memeriksa, ternyata pemadaman dari pusat. Ia mencari stock lilin di dapur kosong, mencari senter juga padam tidak dapat menyala. Akhirnya ia menuju kamar Lura hanya mengandalkan senter dalam ponselnya berharap penerangan dari ponselnya dapat membantu walaupun baterinya hanya tersisa dua puluh persen saja.

Pemadaman listrik yang di iringi hujan deras dengan suara petir yang saling bersahutan membuat malam semakin mencengkeram. Teriak Lura memenuhi ke diaman William yang membuat sang pendengarnya akan kebisingan mendengar suara cempreng Lura.

William datang menuju kamar Lura dengan mengandalkan senter dalam ponselnya.

"William, aku takut gelap juga petir, tolong aku!" teriak Lura sambil meringkuk di sudut ranjangnya.

"Sudah jangan berteriak lagi, aku sudah datang," ucap William duduk disamping Lura.

Lura yang ketakutan segera memeluk William tanpa aba-aba dengan menyembuhkan wajahnya di dada bidang William.

"Wil, aku takut kamu jangan pergi ya!"

"Iya aku disini, maaf aku lupa menyiapkan lilin, tidak ada penerangan malam ini. Ponsel kamu mana?"

"Itu di meja, baterinya habis."

"Sudah lepaskan pelukan kamu, kalau begini terus aku bisa encok," tutur William yang sebenarnya tidak ingin Lura lama-lama memeluknya karena ia laki-laki normal yang masih memiliki hasrat jika terus begitu maka bisa berbahaya.

Lura melepas pelukannya lalu ia menyadarkan tubuhnya di kepala ranjang dengan menarik selimutnya untuk menutupi bagian bawah tubuhnya. Tidak lama kemudian ponsel milik William mati, alhasil Lura kembali menjerit ketakutan.

"Wil, kamu dimana?" tanya Lura.

Lura berteriak sambil tanganya meraba-raba tanpa sengaja ia menyentuh barang berharga milik William ia terus meraba hingga akhirnya ia menemukan tangan yang cari tanpa menunggu lama ia menariknya. Kini William telah ada dalam dekapan Lura.

"Aku takut, jangan tinggalkan aku!" tangis Lura sambil memeluk erat William.

"Iya aku disini."

Kalau seperti ini aku akan khilaf Lura, aku ini normal batin William.

"Ra, jangan peluk begini dong! Aku takut khilaf," lirih William.

"Aku takut Wil, nanti kamu meninggalkan aku," jelas Lura dengan mempererat pelukkannya.

William dapat merasakan ketakutan Lura, kini tubuh gadis yang ada dalam dekapannya sangat terasa panas dingin bercucuran keringat dalam tubuhnya.

William membantu merebahkan tubuh Lura untuk berbaring, ia juga ikut berbaring disampingnya. Ia tidak mau dibilang cari kesempatan dalam kesempitan ia tergolong laki-laki yang sangat menghargai wanita. Tapi jika keadaan yang memaksa ia juga tidak tahu lagi dia juga tidak memungkirinya ia normal.

Lura yang sudah berbaring, melihat tidak ada tanda-tanda William disampingnya meraba-raba hingga ia menarik tubuh William yang akhirnya menindih tubuhnya dengan tanpa sengaja bibir mereka saling bertemu.

Deg blus.

Pipi Lura memerah bagaikan kepiting rebus, kini jantungnya merasa memompa begitu cepat. Sedangkan William mencoba menetrakan jantungnya yang juga berdetak cepat ia sadar jika kini hatinya mulai terisi oleh Lura. Tanpa ia sadari bibirnya telah mencium rakus wanita di depannya yang masih menutup rapat mulutnya tanpa sedikit saja memberi cela. Ia sengaja mengigit bibir bawa Lura agar sedikit terbuka untuk memudahkan ia mengekspos setiap inci milik wanita di depannya.

bersambung

1
bundanya Fa
gusmandora ganti nama ya.... bener2 penulisnya nama aslinya ini?
Dahliah Park
Luar biasa
Istiani Ani
rasa soto ayam
王贝瑞: Mampir juga kak ke Biru si ketos bad boy dan Love My Stepbrother 😄
total 1 replies
Nina kristiani
menarik, apalagi kalou, memperlihat Poto pemeran utama nya.😊
Fida Bundae Fathul
Biasa
Les Tary
segitunya lex
Sartini Sos
lura
Nina Exo
Luar biasa
kyany hamidun tuh
gue yakin bukan william tp Cwo lain si murahan itu
Noor hidayati
thor,aku bingung deh,kalau wiliam anaknya leon sama zahra,apa ga salah tuh umurnya?keon sama zahra kan seumuran raka suaminya aira,seumuran sama nia dan daniel,sedangkan alura saja cucunya nia yang sudah besar,seharunya anaknya leon kan seumuran sama anaknya raka aira,nia daniel,apa leon sama zahra punya anaknya setelah 20th menikah?
Hariani Yusuf
♥️♥️♥️👍👍👍🙏🙏🙏
Hariani Yusuf
iya kayak deh anak angkat om daniel
Meryskhah Badarwin
ceritanya good,i like,,!
Hariani Yusuf
upx d sini ajah thor
Syarwan Hermawan Sarwan
0




😍😍
Rahmawati
iya
Ainia
bagus
Rafanda 2018
tahu istilah muhrim tp tnggl satu atap pinter sekali
Ana Yuliana Malewa
mampir 🥰 aku langsung faforit loh
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!