Alya Safitri gadis berusia 18 tahun itu kini harus menikah dengan laki-laki bernama Ardi Wijaya, laki-laki pilihan sang ibunda yang di gadang-gadang baik dan lemah lembut tutur katanya, mampu mengasihi dan menjaga Alya dengan sepenuh hati.
Alya menyangkal, namun rasa sakit yang ia terima dari ibu orang tercinta nya mendorong nuraninya untuk menerima tawaran ibunda nya. Meski tak ada rasa ia terpaksa mengambil langkah.
Dia mempertaruhkan hidup, cinta dan masa depan nya demi menjujung harga diri yang telah porak poranda.
Tak ayal bahwa terkadang sebuah ucapan memang lebih menyakitkan dari bilahan pisau tajam. Mampukah Alya menerima Ardi dalam kehidupan dan cinta nya? Atau Ardi hanya akan menjadi tameng balas dendam sakit hati nya?
Ini adalah novel pertama ngothor nganu 👑
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ntaamelia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 16
Ardi masih punya rasa perikemanusiaan terhadap istrinya. Jadi malam itu ia tak melancarkan serangan-serangan yang dapat mengakibatkan terjadinya peperangan besar diatas ranjang. Tapi jangan lupa, bukan Ardi namanya kalau ia tak menjahili istri kecil besar itunya.
Hari ini Alya kembali beraktivitas seperti biasa, karena rasa sakit pada inti tubuhnya sudah berangsur membaik seperti semula.
Alya membangunkan suaminya yang tertidur kembali selepas subuh tadi, bahkan seperti nya sangat pulas sekali. Bagaikan orang yang kelelahan setelah perjalanan panjang.
Cih dasar! Anu nya kapan, capenya sekarang.
"Mas Ar, bangun. " sambil menarik selimut lalu menggoyangkan tubuh suaminya pelan.
Ardi yang mendapat guncangan ditubuhnya mencoba membuka mata tanpa berniat mengubah posisinya.
"Mas ayo bangun, udah siang tahu. "
"Pukis dulu. " Ucap Ardi dengan suara parau.
" Hih! Tidak mau, nanti kamu mengerjaiku. " tolak Alya.
"Kali ini tidak sayang. " merayu Alya, agar mau melakukan pukis ditubuhnya.
"Yaudah, tapi abis itu bangun ya." pinta istrinya.
Ardi mengangguk ditempatnya. Lalu.. Tuk tuk...
Ardi mengetuk bagian tubuhnya, memberi titah agar Alya melakukan pukis disana.
Puk.. Puk
CUP
" Sudah. "
Tuk.. Tuk lagi berpindah ke bagian yang lainnya.
Puk.. Puk
Cup
"Sudah."
Lalu tuk.. tuk ... Ardi mengarahkan kembali Alya dengan senyum merekah .
" Terakhir. " ucapnya manja.
Mata Alya mengikuti kemana arah yang dituju suaminya.
Lihat, bilangnya tidak, tapi mengarah kesana juga.
"Oh disitu yaaa. "
Ardi mengangguk so imut.
"Baiklah suamiku, di puk-puk dulukan ya?"
Ardi mengangguk kembali, dan menambah keimutannya lagi.
Dan.. PLAK!!
"HAHAHA."
" Aww Dek Alya. " pekik Ardi, saat Alya menggeplak cacing miliknya.
Sedangkan Alya langsung kabur sambil sesekali menjulurkan lidahnya dan tertawa ke arah suaminya .
Sudah berani kamu yaa, awas saja kamu Dek, tak ku beri ampun kamu nanti, meskipun kamu merintih dan meminta berhenti. gumam Ardi.
Ia tersenyum sejenak, lalu kembali meringis karena merasakan mules yang luar biasa diasetnya yang berharga.
Tangannya kecil, tapi kalo nabok kerasa juga ya sakitnya.
🌻🌻🌻🌻🌻
Alya mengantar suaminya yang hendak bekerja hingga di depan teras rumah. Mereka hanya berdua, karena Hayrul dan Bu Ratih sudah berangkat lebih dulu sedari pagi.
"Mas berangkat ya sayang. " pamitnya.
"He'eum, ati ati ya dan semangat. " sambil mengacungkan tangannya ke udara.
"Siap istri kecilku, biar lebih semangat lagi cipika-cipiki dulu. "
"Idih liat banyak tetangga yang lewat, emang mas ga mal—"
"Engga. " sergahnya.
"Dih kaya gak punya ********. " cibir Alya.
"Yeh kalo mas gak punya, gak mungkin kemarin Mas buat Adek ngga berdaya. " sambil menoel hidung istrinya .
Cih, bawa-bawa nya kesana.
"Lagian gak ada salahnya lah Dek, kan yang nyium istri Mas, bukan istri orang. " sambungnya.
"Dih awas aja kalo ada yang berani cium-cium Mas selain aku. " mulai terpancing api asmara permisahhh.
"Cie Adek cemburu, ciee. "
" Idih, tidak jadi, terserah Mas saja sana. Mau dicium-cium siapa. " sungutnya, yang membuat ardi makin gemes aja.
"Cie tuhkan ngambek ." sambil menusuk nusuk pipi chuby istrinya.
Sedangkan ditempatnya berdiri, Arya memandang sendu cinta nya, cinta yang selalu ia yakini akan hadir kembali dan berakhir menjadi cinta sejati.
"Apa benar sekarang kamu sudah bahagia bersamanya, dan secepat itukah kamu melupakan aku, yang lebih dulu hadir dalam hidup dan cintamu. " tanya nya pada diri sendiri.
"Ku rasa tidak, kau masih membohongi hatimu Alya, aku yakin namaku masih tersimpan dengan indah disana. "
Arya terlalu percaya diri untuk itu, ia masih sangat yakin Alya tak mampu menggeser dirinya dengan orang lain.
Arya melangkah kan kakinya mendekati sepasang suami istri ya g terlihat sedang memadu kasih. Ia tak goyah, dan terus melangkah, ia juga membawa beberapa bingkisan yang sepertinya itu adalah kesukaan Alya semua.
"Assalamualaikum Dek. " ucapnya mengarah pada pujaan hatinya.
"Waalaikumussalam. " balas mereka berdua berbarengan.
"Ada perlu apa ? Jika anda ingin menjemput mertua saya, beliau sudah berangkat bekerja, apa anda tidak bertemu dengannya dirumah? " sindir Ardi.
"Aku tidak ada urusan denganmu, aku hanya ingin bertemu Alyaku. " balas Arya .
"Cih sungguh tidak tahu malu! Masih bisa kamu menemui perempuan yang sudah berstatus menjadi istri orang?" cibir Ardi pada rivalnya.
"Heuh, dia istrimu, tapi hatinya milikku. " dengan senyum meremehkan.
"Percaya diri sekali kamu!"
Arya tak menggubris ucapan Ardi, ia malah kembali menatap Alya yang ada di depannya.
"Dek, ini bunga kesukaan mu. Dan lihat, ini boneka Spongeboob yang kamu inginkan waktu itu, Mas udah janji kan ingin membelikan ini untukmu. "
"Adek masuk." titah Ardi dengan nada suara yang tak biasa didengar oleh Alya, Alya sempat ragu tapi akhirnya demi menjaga hati Ardi dan juga hatinya, Alya menuruti perintah suaminya, untuk masuk ke dalam rumah.
"Dek. " panggil Arya, sebelum Alya melangkahkan kakinya. Reflek Alya berhenti.
"Adek masuk." titah Ardi lagi, karena ia melihat alya berhenti.
Dan kali ini gadis itu benar-benar menghilang dari pandangan mata mereka berdua.
Arya memicingkan matanya .
"Anda lihat! Dia lebih memilih untuk menuruti perintah siapa diantara kita berdua, sekarang buka matamu lebar-lebar Ar-ya. " ucap Ardi dengan penuh penekanan.
"Heuh, itu tidak berpengaruh apa-apa, karena aku percaya masih ada aku dihatinya, memangnya kamu bisa memberi apa untuknya? Kendaraan yang layak saja kamu tak punya, hanya cinta? Bahkan aku yakin, denganmu Alya tak benar-benar bahagia. " Ucap Arya meremahkan.
"Jika begitu kenapa dia tak memilih mu? Kenapa dia malah memilih aku sebagai suaminya?"
"Karena dia terpaksa. "
"Tapi apa kamu tahu, kini dia sedang mengandung benihku ."
Ya walaupun masih proses si. ucapnya dalam hati.
Arya sedikit menggeram mendengar penuturan Ardi.
Secepat itukah?
"Kau tak percaya? Baiklah, Dek Alya. " panggil Ardi pada istrinya.
Orang yang dipanggil namanya lantas berjalan kembali keluar rumah.
"Ada ap-a Mas? " balas Alya sedikit terbata karena kaget masih ada Arya disana.
"Kemari sayang. " Ardi meraih tangan Alya untuk mendekat ke arah nya, lalu Ardi memeluknya dari belakang. Dan 'Cup' Ardi mengecup pipi kanan Alya.
"Kita beri tahu dia, bahwa diperutmu kini sudah ada benihku yang berkembang biak disana. " seraya menyunggingkan senyum ke arah Arya, lalu Ardi juga mengelus-elus pelan perut Alya yang ada dalam dekapan nya seakan ada bayi mereka.
Memangnya anu satu kali bisa langsung jadi? gumam Alya yang tidak mengerti apa-apa.
Sedangkan Arya mematung ditempat nya, melihat beberapa adegan yang membuat darah nya naik hingga ke ubun-ubun, mendidih bersama kobaran api di dada nya. Apa yang Ardi ucapkan adalah pukulan telak baginya, harusnya Arya memahami ini bahwa dia itu sudah tak memiliki kesempatan lagi . Tapi virus ego selalu ingin menguasai, ia tepis semua kenyataan bahwa sang pujaan hati kini sudah memiliki seorang suami, ia terlalu percaya diri bahwa cinta itu tak mungkin pudar, bahkan tergantikan.
🔥🔥🔥🔥🔥
Waktu sudah menunjukan pukul satu siang, Beberapa orang mungkin memilih untuk beristirahat karena tak memiliki pekerjaan dan sebagian nya lagi masih dengan tekun mengais nafkah untuk keluarga mereka. Di suatu rumah terlihat ada seorang wanita yang sedang marah-marah, ia menangis histeris seperti tak terima pada takdir yang menimpanya.
"Apasih kurang nya aku Mas? Selama ini aku selalu baik, aku selalu setia, aku setia menemani dari proses hingga sukses, Anak kita sudah dua, dan aku malah di dua kan, kurangnya aku ini apa Mas? hiks hiks... Aku selalu sabar, aku selalu ikhlas dengan nafkah yang aku terima, aku tidak pernah menuntut apa-apa dari dulu hingga sekarang tapi apakah ini balasan yang aku dapat?" ucap wanita itu sambil menangis tersedu sedu ditempat nya.
"Iya tapi jangan seperti ini Kal." ucap Ardi menenangkan.
"Aku harus bagaimana? Mendapati suami ku menikah lagi dengan wanita lain apa aku harus diam? Apa harus merasa senang, apa benar begitu? Apa karena maduku masih terlihat segar bugar, hingga akhirnya aku yang disingkirkan, huhuhu... Aku harus bersikap seperti apa memangnya, hatiku sakit Mas. "
"Iya tapi ku mohon, tenangkan dirimu dulu Kalisa. " Ardi mencoba menenangkan wanita yang menangis di depannya, yang ia panggil dengan nama Kalisa.
"Aku tak sanggup, hatiku tak sanggup menerima ini semua, rasanya sakit begitu sakit, sampai aku tak bisa menggambar kan bagaimana luka dihatiku sudah separah apa sekarang, huhuhuhu. Dan kamu menyuruhku tenang? "
😬😬😬😬😬
Alya sudah berbaring diatas tempat tidur nya, sedangkan Ardi masih dikamar mandi sedang gosok gigi setelah makan malam tadi .
Setelah selesai ia juga merebahkan tubuh nya disamping Alya, lalu memeluknya dari belakang karena Alya sedang memunggungi nya. Dan ternyata Alya belum terlelap juga.
Menyadari itu, akhirnya bibir Ardi mencoba menelusuri tengkuk leher Alya, agar istrinya tergoda.
"Ih mas geli. " ucap Alya.
Ah ampuh pikirnya.
Tak peduli dengan ucapan Alya, Ardi kembali melancarkan aksinya, tangan laki-laki itu mulai masuk ke dalam piyama yang istrinya pakai, lalu menjelajah ke beberapa tempat dan berakhir di area favorit nya .
"Eungh.. Mas geli. " desah Alya, karena Ardi sedang bermain main diarea sensitif nya.
"Kamu udah geplak dia tadi pagi, jadi rasakan pembalasan nya malam ini. " Ucap Ardi sambil menyeringai ke arah sang istri.
"Akhhh haha ampun paduka Raja. " Alya tergelak kecil mengingat kesalahan nya pada sang suami tadi pagi .
Tanpa aba-aba Ardi langsung mengungkung Alya dibawahnya. Ardi kembali menyeringai nakal, karena soal ini pasti dia yang akan menang.
Ardi mulai menyusuri leher putih istrinya, mencoba membuat kembali maha karya nya yang dahsyat disana. Geli bercampur nikmat yang Alya rasakan membuat ia tak mampu untuk melawan.
Ia serahkan permainan ini pada sang suami yang kemarin sudah membuatnya tak berdaya dan hampir mati .
Ardi meraih bibir merah merekah itu, meng**lumnya dalam, lalu menuntut minta balasan, lidahnya bermain dilangit-langit mulut imut Alya yang berada dalam kendalinya.
Telinga dan leher Alya pun sudah nampak basah oleh lidah Ardi yang menjelajah kemana mana .
Dan...
Bratttttt...
Terdengar suara robekan, karena Ardi yang sudah tak sabaran .
"Ya ampun Mas, kan bisa dibuka, ngapain dirobek segala. "
"Hehehe... Lama. "
" Cih! Dasar ngga sabaran! "
Ardi hanya terkekeh pelan, lalu kembali pada permainan panas yang sudah ia mulai, ia takan membiarkan istrinya terlelap malam ini, pokoknya ia ingin bermain sampai pagi.
Alya meremat lengan kokoh suaminya tatkala Ardi merasuki tubuh mungilnya.
Suara keduanya begitu menggema, dilangit langit kamar mereka. Hingga sudah tak terhitung berapa kali Ardi melakukan nya malam ini.
Ditemani suara angin yang menyambut pagi, basah embun yang menyentuh dedaunan di pagi hari, Ardi dan Alya mengerang bersama dipenghujung permainan mereka berdua.
🔥🔥🔥🔥🔥
Mas arya emang ganteng dan kaya.
Tapi maap hati dedek udah ada isinya 💃