NovelToon NovelToon
Fazila Titipan Dari Surga

Fazila Titipan Dari Surga

Status: tamat
Genre:Romantis / Contest / Cintapertama / Cintamanis / Patahhati / Lari Saat Hamil / Anak Genius / Tamat
Popularitas:891.1k
Nilai: 4.7
Nama Author: Hasma mahmud

Fatimah Azzahra berubah menjadi sosok yang sangat tertutup sejak tragedi delapan tahun silam, tragedi yang merenggut kesuciannya. Ia hidup berdua bersama putri semata wayangnya yang ia namai Meyda Noviana Fazila.

Walau tidak mengetahui siapa ayahnya, Fazila tumbuh menjadi anak yang periang. Setiap hari ibunya selalu membiasakannya mendengar Murottal Al-Quran. Dan di usianya yang ketujuh tahun Fazila berhasil menghafal 30 juz Al-Quran.

Mampukah cahaya Al-Quran mempertemukan Fazila dengan Ayah biologisnya?

Sanggupkah Fazila menyatukan ayah dan ibunya dalam ikatan rumah tangga?

Kisah manis Fazila Sang penghafal Al-Quran cilik di tulis mengalir dalam novel ini. Pesan-pesan iman yang menggugah akan hadir dalam setiap episodenya.

IG Author: @Hasma_mahmud

Selamat membaca...❤❤❤

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hasma mahmud, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bahagia (Araf)

Aku akan menunggumu di Restauran biasa, ayo kita bicara...!

Berkali-kali aku membaca pesan singkat yang ku kirimkan untuk Seren, entah kenapa wanita itu tidak muncul juga. Apa dia masih marah padaku? Apa dia sedang membalasku karena memutuskan hubungan sepihak? Entahlah. Aku tidak perduli.

Lima menit ku berakhir sia-sia.

Hal yang paling ku benci adalah menyia-nyiakan waktu untuk kegiatan tidak berguna, termasuk menunggu Seren. Sudah cukup aku menunggunya, sekarang aku tidak ingin menunggu siapa pun lagi.

Aku bersiap akan pergi ketika pintu terbuka lebar. Wajah anggun Seren muncul dari balik daun pintu. Wanita itu, ia tetap terlihat cantik. Gaun putih selutut menjadi pilihannya, menampak kan kaki putihnya. Aku tidak ingin melihat apapun darinya, karena itu aku buru-buru mengalihkan pandangan ku.

Seren duduk tepat di depan ku. Meskipun begitu aku masih mengalihkan pandangan ku dari wajah cantiknya.

"Apa aku seburuk itu sampai kau tidak mau melihat wajah ku lagi?" Seren membuka suara di antara senyapnya udara. Aku masih diam tidak bergeming.

"Aku tidak tahu kesalahan apa yang sudah ku buat sampai kau membenci ku sedalam itu! Katakan padaku, setidaknya aku bisa memperbaiki diriku!" Ucap Seren lagi. Kali ini aku berusaha memandang wajah cantik itu, matanya nampak berair. Namun aku tidak perduli itu lagi.

Kemarahan ku ternyata jauh lebih besar dari rasa cinta yang pernah ku rasakan. Aku tidak bisa lagi mengukir namanya di hati ku.

"Alan, aku mencintai mu. Tidak bisakah kita menjalin hubungan seperti dulu? Bukankah kita akan menikah? Setan mana yang telah mempengaruhi mu sampai kau begitu tega pada ku? Hikh. Hiks. Hiks." Tumpah sudah air mata dari sudut mata wanita cantik di depanku. Aku seperti batu yang tidak bisa lagi bergerak. Bukannya kasihan melihatnya menangis, aku malah melempar puluhan foto di depannya.

"Apa ini?" Ucap Seren ketus.

Buru-buru Seren meraih satu per satu potret yang ada di depannya. Ia menghentikan tangisnya sambil memandang ke arahku dengan tatapan berusaha menjelaskan kalau ia tidak bersalah.

"Aku tahu apa yang sudah kau lakukan selama sepekan ini! Jangan lakukan itu lagi, aku sangat benci orang yang berani menguntit ku. Ini peringatan pertama dan terakhir. Aku tidak ingin terlibat dengan mu lagi. Kau sudah banyak keliling dunia, aku berharap kau akan menemukan salah satu peria yang jauh lebih baik dariku." Ucap ku sambil beranjak bangun meninggalkan Seren yang masih duduk mematung.

"Kenapa sulit sekali mencintai mu?" Seren berteriak keras sampai-sampai aku merasa dinding-dinding di sisi kiri dan kanan ku bergetar.

"Apa kau sebaik itu? Kenapa hanya aku yang terluka? Apa yang sudah ku lakukan sampai kau sejahat itu pada ku?" Seren mencecarku dengan pertanyaan konyol yang tidak ingin ku jawab, tanpa berucap sepatah kata pun aku langsung meninggalkan wanita cantik itu dengan tangisnya yang mulai pecah.

Ya Tuhan. Kenapa aku berubah sedingin ini? Rasanya aku sudah mati rasa, tidak ada lagi hal yang membuat ku tergoda selain amarah yang terus menerus membuat ku ingin melampiaskan kekesalan ku pada setiap orang yang ku temui. Lirih ku pelan sembari terus melangkah meninggalkan Seren yang masih menangis.

Aku merasa tidak tenang bahkan setelah mengeluarkan racun yang ada dalam hati ku pada wanita yang pernah membuat hari-hari ku

menjadi indah.

...***...

Hahahah...!

"Dasar payah. Kau menyukai Fazila, langkahi dulu kami. Kami bertiga adalah sahabatnya." Ledek Amir pada seorang anak lelaki yang susia dengannya.

"Hai gendut! Turunkan dulu berat badan mu baru kita bisa duel. Kau adalah karung beras lima puluh kilo, aku tidak akan bisa melawan mu." Balas anak laki-laki itu.

Mendengar dirinya di ledek Amir mulai kesal, hampir saja ia menjambak kepala anak lelaki itu namun Fazila segera menarik lengannya.

"Apa ini?" Fazila bertanya sambil menunjuk ke arah kotak yang di pegang Lisa.

"Beros cantik untuk anak cantik." Balas anak itu cepat.

"Siapa nama mu?" Tanya Fazila lagi.

"Abas." Jawabnya singkat.

"Di rumah ku hanya ada wanita. Aku dan ibuku. Aku membutuhkan lelaki yang punya otot untuk menjaga kami. Apa kau punya otot?" Ucap Fazila sambil tersenyum tipis.

Abas menunjukkan lengannya, tidak ada apa pun disana selain tangan kecilnya.

"Apa yang kau lakukan? Apa kau ingin dia jadi pegulat? Untuk apa bertanya?"Dena menarik ketiga lengan temannya sambil berbisik pelan.

"Tenang saja. Aku akan mengusirnya tanpa membuat dia putus asa." Balas Fazila pelan.

"Ibu ku punya usaha warung makan jadi kau tidak perlu repot soal makanan." Ucap Abas lagi.

"Apa kau punya otot di perut mu?" Fazila bertanya lagi. Abas langsung menyingkap bajunya, lagi-lagi perut rata dengan sedikit bekas luka di sebelah kanan perutnya.

"Lihatlah, kau tidak sekuat yang ku harapkan. Aku tidak bisa bersama mu. Ambil ini." Ucap Fazila sambil menyodorkan kado berisi beros.

Amir, Dena dan Lisa hanya bisa menggeleng salut pada Fazila. Sementara itu sebuah mobil putih tepat melintas di dekat mereka.

Tit.Tit.Tit.

Suara klakson mobil itu terasa bergema di telinga keempat anak itu. Meskipun begitu mereka tetap melangkah tanpa menoleh ke depan.

"Hai anak-anak, apa yang kalian lakukan disini?"

"Paman Dokter, anda sedang apa disini?" Balas Fazila dengan pertanyaan.

"Aku dari kampung sebelah. Memeriksa pasien demam berdarah. Kalian sedang apa disini? Bukankah kalian harus mengaji di pesantren Kiai Hasan?"

"Tidak. Kami akan mengaji nanti selesai magrib." Jawab Amir si bocah gembul itu.

"Masuklah! Aku akan mengantar kalian pulang." Ucap Araf lagi, keempat anak itu langsung menghambur kedalam mobil. Araf sengaja memutar surah Al-baqarah untuk mepertajam ingatan anak-anak yang duduk santai di dalam mobilnya.

"Fazila, di mana ayahmu? Aku ingin bertemu dengannya. Dia pasti orang yang baik sampai kau bisa menghafal tiga puluh juz Al-quran." Mendengar ucapan Araf, Fazila hanya bisa diam. Anak malang itu bahkan merunduk, air matanya hampir tumpah.

"Paman dokter. Kau tidak boleh bertanya hal itu pada Fazila, dia akan sedih. Tidak ada yang tahu ayah Fazila dimana, bahkan Umminya juga." Jawab Dena yang duduk di bangku depan bersebelahan dengan Araf.

Araf hanya bisa diam, tidak ada lagi yang bisa ia tanyakan. Araf benar-benar menyesal menanyakan pertanyaan konyol itu.

Hemmm! Pantas saja terakhir kali aku bertanya soal ayahnya ia terlihat sedih. Ternyata ibunya hanya ibu tunggal. Haruskan aku bahagia? Atau aku harus sedih? Ini berita besar untuk ku. Aku punya kesempatan untuk mendekati ibunya. Hahahh... Araf tertawa bahagia di dalam hatinya. Rasanya ia ingin menyanyi dan menari untuk menunjukan kebahagiaannya. Sayangnya ia tidak bisa melakukan itu.

...***...

1
Three Nanny
bagian akhir mengandung banyak Bombay
Rahma Dania
kesalahan Alan Krn tdk mau jujur sama ibunya mengenai mantannya
Sweet Girl
betul Mam....
ada satu penyusup
Sweet Girl
tangisan membawa berkah
Sweet Girl
nah Khan...
pasti dia menyusup
Sweet Girl
Ruan...???
Khan dia pacarnya Seren..?
adakah maksud?
Sweet Girl
bwahahahaha gagal maning... gagal maning...
Sweet Girl
apa Ruan pria yg tidur sama Serem?
Sweet Girl
emang yg laki laki kurang ajar itu siapa?
Sweet Girl
Alan alay...
Sweet Girl
nyebut sendiri... Paman Ganteng...
Sweet Girl
Alhamdulillah akur lagi.
Sweet Girl
waaoouuu
Sweet Girl
Aamiin.
Sweet Girl
siapakah laki laki itu?
Sweet Girl
rindu putrinya apa rindu Umminya...???
Sweet Girl
Khan ya Ndak boleh...
Ummu Fazila Khan sudah sangat paham agama.
jadi sangat tau dong... kewajiban istri melayani suami...
Sweet Girl
cieee sekarang manggilnya Fatimah
Sweet Girl
klo pletak itu apa bukan bunyi sentilan dikening ya...🤔
Sweet Girl
kadang kadang bingung, JD loding dulu ini siapa yg bicara.
Alan kah... Araf kah... Fatimah kah...
🤦🤦🤦🤦
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!