Kisah tentang bagaimana Lia dan Ali membesarkan si kembar. Juga Lia yang harus menghadapi masalah dari Franda yang mulai berulah.
"Kak ali mau apa? mau kita pisah? ya udah. Lia juga gak butuh cowok kayak kak ali, gak bisa milih antara istri sama anaknya? lebih milih wanita lain?" Lia kesal.
"Apaan sih Lia, siapa yang mau minta pisah. Aku bukannya ngebelain Franda."
"Terus apa, Franda itu jahat kak, dia pura-pura, mau celakain Si kembar dan mau misahin kita."
"buat apa Lia, dia itu gak tau apa-apa."
"Buat dapetin kakak. Dia pernah cinta kan sama kakak." kata Lia.
Ali terdiam. Franda didepan Ali sangat polos, tapi dibelakang Ali ingin melakukan apapun untuk memisahkan Lia dan Ali.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon karmela, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 16
"Maksudnya?"
Alex terkejut mendengar cerita oma. Oma menceritakan yang sebnarnya, karena oma tidak mau memulai sebuah hubungan dengan kebohongan. Dan kalau sudah seperti itu kan nanti nathan juga tetap harus tanggung.
"Ali kamu keterlaluan." Alex geram. Alex langsung menghampiri ali, menarik lia dari sisi ali. Bahkan alex tak segang untuk memukul ali dan menghajarnya.
"Papa... jangan. Papa, jangan pukuli kak ali." Kata lia mencoba menahan alex yang tak henti memukuli nathan. Nathan sendiri juga pasrah.
"Li, kita pulang ke singapur. Gak usah berurusan sama ali dan angel. Kamu sudah berubah ali."
Alex langsung menarik lia. Lio membantu lia untuk duduk di kursi rodanya. Mereka kembali ke kamar lia, ara membantu lia mengepak barang-barangnya. Lio pun mengepak barang-barangnya. Alex langsung mencari penerbangan kembali ke singapur.
***
"Nathan, apa maksudnya ali?" Tanya oma.
"Ituu..." Nathan tergagap menjawabnya.
"Itu oma, maaf karena kita sudah bohong. Jadi alex itu mantan suami angel oma, angel sudah mendapat ingatan angel beberapa tahun lalu dan ara merebut alex dari angel oma. Angel yang sengaja minta ali undang lia." jelas angel, penuh kebohongan.
"Trus, ali anak alex? saudara sedarah sama lia?" tanya oma. Mereka masih di ruang makan.
"Enggak, jujur ali dari jebakan teman angel, sampai ada ali."
Nathan hanya diam, dia juga tau dia bukan anak kandung alex. Nathan tak memikirkan itu, tapi lianya. Bagaimana rencananya lagi, mama.
Nathan melirik angel. Angel memberi isyarat untuk mengejar Lia. Nathan langsung pamit mengejar lia.
Lia, Ara, alex dan Lio sudah ada diluar hotel. Mereka akan naik taxi ke bandara.
"Liaaa... aku beneran sayang sama kamu, maafin aku udah ngelakuin itu."
Nathan berlari mengejar taxi yang lia tumpangi. Lia lega, dia bisa lepas dari kak ali yang mau balas dendam, tapi jujur juga takut, takut kalau dia hamil, anaknya gak punya ayah nanti dan dia memang udah sayang dengan nathan, kak alinya. Hanya dalam beberapa hari bersama. Lia hanya bisa menatap nathan dari dalam taxi. Membiarkan nathan berlari mengejar taxinya.
'bodoh banget sih kak, katanya ceo perusahaan oma, pemilik hotel. Masak kejar taxi pakaia lari, pakai mobil kak harusnya.' batin lia tersenyum pedih.
"Lia, kenapa lia gak cerita itu dari awal." ara memeluk lia yang melamun sepanjang perjalanan.
"Maafin lia mama." lia hanya bisa menangis memeluk mamanya.
Mereka langsung ke bandara untuk kembali ke singapur. Sepanjang perjalanan, lia hanya diam dan bersandar dipundak mamanya.
"Ali keterlaluan." Alex masih tak habis pikir dengan perbuatan ali. Lio hanya diam takut, ini belum semuanya. Lio gak tau akan terjadi seperti apa lagi, soal vidip sur lia.
Arghh..
Otak lio rasanya mau pecah kalau membayangkan vidionya tersebar. Lio mau cerita ke papa dan mamanya? mama dan papanya masih marah.
***
"Saya bertengkar dengan suami saya dulu juga karena pelakor. Kamu harus kasih pelajaran ke ara, angel." kata oma mendukung angel.
Nathan hanya diam mendengar pembicaraan oma dan mamanya.
"Saya benci sekali dengan pelakor." imbuh oma, membayangkan bagaimana rumah tangganya dulu hancur karena pelakor.
"Iya oma, angel mau kasih pelajaran ke ara. Awalnya angel takut oma marah ke angel, jadi angel sembunyikan ini. Tapi setelah dapat dukungan dari oma, angel makin yakin, angel akan rebut alex lagi, menjadikan alex disamping angel lagi."
"oma dukung kamu, ngel. Lakuin apapun untuk mendapatkan alex lagi, oh iya tapi soal lia keliatannya dia gak kayak mamanya, jangan sentuh lia ya, ngel."
"Tapu oma, kita boleh gunain lia kan buat dapetin alex lagi, biar oma dapet lia dan angel dapet alex."
"boleh, asal jangan kekerasan fisik ya."
"Iya oma."
Oma pergi ke kamarnya. Angel meminta nathan untuk ikut ke kamar angel.
"Ma, sekarang gimana?"
Nathan datang ke kamar angel, mamanya. Angel berdiri dipinggir jendela kamarnya yang ada dilantai lima. Angel masih memikirkan semuanya.
"gampang, ancem pakai vidionya nath. Kita udah menang sejak awal." Kata angel tersenyum licik..
"Biar mereka nafas dulu nath. Baru kita keluarin vidionya." angel menepuk pundak nathan.
"Kerja kamu udah bagus kok nath. Mama sayang sama kamu, makasih ya." Angel memeluk nathannya dan menyuruh nathan pergi.
Nathan ingat dia masih punya handycam ara dan alex, nathan minta vidionya beberapa, tapi masih dipindah ke laptopnya, dan itu masih ada di kamar nathan. Nathan kembali masuk ke kamarnya dan melihat vidio itu.
"Ma, nanti kalau mereka udah lahir, ali mau gendong mereka berdua."
Nathan menatap layar handicamnya. Dimana terlihat ali kecil, dengan poni batok yang sedang duduk disamping ara, mengusap perut besar ara.
"Emang bisa gendong dua sekaligus?" Tanya ara di vidip itu.
"Bisalah. Kan harus adil jadi kakak, mama. Nanti kalau ali cuma gendong satu, adek ali yang satunya iri, nangis. Kalau benci sama ali gimana?" kata ali menatap ara.
"Iya dehh, kak ali emang kakak terbaikk seduniaa." Ara langsung mencium pipi ali dengan gemas.
Nathan kembali melihat vidio-vidio yang lain. Kali ini vidio dengan papanya, alex.
"li, mau kasih kejutan mama apa." tanga alex disebuah toko kue. Hari itu ulang tahun ara.
"kue yang enak, dua ya pa? atau tiga, kan sama mama, trus adek diperut mama dua, biar mama gak kelaperan, kan mama suka makan banyakk. Sampek gendut." Ali kecil tertawa.
"Jangan bilang gitu didepan mama, nanti mama bisa nangis loh." Kata alex pada Ali. Ali kembali tertawa.
"Mamakan cengeng ya pa." Tambah ali kecil pada alex didalam handycam itu.
Nathan menangis melihatnya. Nathan gak tau kenapa melihat itu bukannya makin marah tapi dia rasa ada yang tidak beres dengan semua cerita yang mamanya, angel, yang selalu dikatakan padanya.
"Ma, nanti kasih nama adeknya, lia dan lio ya ma, biar samaan, ali, lia sama lio."
Nathan masih melihat-lihat vidio yang lain. Nathan menangis didalam kamar. Dia ingin membahagiakan mamanya, mama angel, tapi lia, mama ara. Haruskah Nathan melanjutkan rencana balas dendam mereka.
***
"Lia, mama boleh tanya sesuatu?" Kata ara masih didalam pesawat menuju singapur.
"iya mama."
"Ada yang masih lia belum ceritain ke mama sama papa, atau lio mau cerita sesuatu?" Ara melirik lio.
"Gak ada mama. Cumq karena itu," Lia membisikan sesuatu ke ara. Punya lia sakit ma, tapi udah mendingan. Terus nanti lia gak akan hamil kan mama?
Ara hanya bisa memeluk lianya. Membiarkan lia tidur dalam pelukannya sepanjang perjalanan.
"Apa kaki lia, ali yang melukainya?" tanya alex pada lio yang masih terjaga.
"Enggak pa, setelah oma tau sikap kak ali ke lia, kak ali jadi baik ke lia, karena sih kayak ya kak ali gak mau bikin oma sedih. Itu kena mangkuk, tapi tepatnya gak tau pa. Lio gak disitu waktu kejadian." kata lio.
Lio beralasan ngantuk, mau tidur, dari pada ditanya-tanya terus. Ara dan alex hanya saling menatap.
"Kasian lia." kata ara masih mengusap kepala lia dibahunya.
"aku gak akan pernah biarin lia keluar tanpa pengawasan lagi." kata alex meraih tangan ara, seakan alex berjanji pada ara.
"Lia takut kalau nanti dia hamil, mas." kata ara pada alex.
"Kalau kita jodohin lia aja, gimana? aku cariin lia lelaki yang baik kenalan aku?" jawab alex.
***
kalu author
maunya sih lia sama nathan aja
sama ali aja
tapi ya terserah orang tua lia