ketika keluarga belum dikaruniai keturunan dan memilih poligami sebagai solusi, bagaimana kisah keluarganya? Bagaimana sekitar bisa memahami kondisinya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon BundaDM, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
#chapter 16, Atikah in love
Anak remaja sekarang ini, sangat-sangat terbuka terhadap arus informasi, tidak memandang tinggal di desa atau di kota, semua sama aja. Demikian pula sama Atikah, dia benar-benar mempersiapkan malam pertamanya dengan sempurna.
Atikah mengganti bajunya dengan baju tidur seksi dari bahan satin berwarna merah menyala. Menyalakan aromaterapi yang dibelinya secara online. Dia ingin sekali Maulana menyentuhnya malam ini, memagut cinta dan menghabiskan waktu hanya berdua. Dia ingin seperti teman-teman sepantarannya yang sudah menikah dan menceritakan tentang malam pertamanya.
"Gimana ya caranya biar Aa' mau diajak ML? Aa' tau ga sih kalo gw tuh emang suka sama dia. Kok kayanya dingin banget deh sikapnya. Dari ngelamar sampe sekarang, baru ngobrol berdua ya kali ini. Apa dia ga mau ya nikah ama gw?" ucap Atikah dalam hatinya.
Langkah awal menyusun strategi sudah dilakukan, kini kondisi penerangan kamar hanya dari lampu duduk disamping tempat tidur, pakaiannya pun sudah cukup menantang untuk mengundang hasratnya Maulana.
Sebenarnya tanpa bicara apapun, laki-laki mana yang tidak akan tergoda jika disajikan didepan mata pemandangan seperti ini, wanita yang mengenakan pakaian tidur tipis nan menerawang, tanpa menggunakan pakaian dalam. Seperti yang kita tau jika radar visual laki-laki itu lebih kuat dibandingkan audionya, jadi ajakan sedahsyat apapun bisa ditolak, tapi pemandangan yang menggairahkan sulit untuk ditolak.
Rupanya Maulana sedang menelpon Nayara, menanyakan kondisinya dan mengingatkan untuk makan dan istirahat yang cukup. Maulana berjanji besok akan datang ke rumah Abah untuk menemui Nayara.
"A' ... udah jam sepuluh malam, istirahatlah .. cape kan banyak nerima tamu hari ini" saran Nayara.
"Iya .." jawab Maulana pelan.
"Jangan lupa baca do'a ya ... Atikah masih muda, jangan dipaksa kalo dia ga mau melakukannya malam ini. Maklumlah dia kan gadis desa yang belum pernah pacaran. Nay do'akan kalian bisa cepet punya momongan" kata Nayara tulus.
.
Memang banyak yang menduga kalo Atikah ini gadis polos, tidak ada yang akan menyangka jika ternyata Atikah juga gadis kekinian yang bisa tau hal-hal tabu dari dunia internet. Apalagi memang dia udah jatuh cinta sama Maulana, jadi pastinya dia ingin membuat Maulana merasakan hal serupa yang dilihat terhadap dirinya.
Sebelum menikah, Atikah banyak mendapatkan masukan positif dan negatif dari keluarga besarnya. Karena masih minim pemahaman dan pergaulan, semua omongan dia tampung tanpa disaring. Positifnya yaitu dia sudah menutup auratnya dan rencananya akan melanjutkan kuliah agar bisa setara pendidikannya dengan suami. Tapi negatifnya yaitu dia harus bisa memenangkan Maulana dibanding madunya.
Sebagai salah satu istri juragan perkebunan disini, Atikah harus bisa menjerat dan menaklukkan Maulana hingga bisa dia kendalikan. Gambaran hidup mewah berlebihan sudah terpampang nyata dalam benaknya. Kini dia hanya tinggal memberikan buah hati, hal yang tidak bisa Nayara berikan untuk Maulana.
Maulana masuk kedalam kamar, kaget juga melihat penampilan istri mudanya. Walaupun terbiasa tidur dalam kondisi gelap ataupun remang-remang, tapi kali ini beda. Pemandangan didepannya membuat dia menelan ludah berkali-kali.
"Kenapa A'?" tanya Atikah sambil meletakkan HP terbarunya yang merupakan salah satu barang seserahan.
"Kirain udah tidur" jawab Maulana sambil naik keatas ranjang dan memasukkan tubuhnya dalam selimut.
Ketika sudah meletakkan badannya di ranjang, Atikah langsung memegangnya dengan manja dan mengurut bahunya Maulana. Tentu aja Maulana kaget, tapi beliau mencoba tetap mengendalikan dirinya.
"A' ... kenapa kaya orang bingung sih, kita kan suami istri. Boleh dong bersentuhan" ucap Atikah.
"Ya ... tapi bisa ga kita istirahat dulu malam ini" pinta Maulana ga berani memandang Atikah.
"A' ...Tikah sayang sama Aa' mau ya Tikah peluk. Aa' tuh cinta pertamanya Tikah, bersyukur akhirnya kita bisa menikah" ujar Atikah bahagia.
Atikah langsung memeluk Maulana dari samping. Dada Maulana tampak naik turun, nafasnya mulai ga teratur.
"A '.... Aa' sakit?" kata Atikah sambil duduk disebelah Maulana dan memegang dahinya.
Maulana mencoba menampik tangan Atikah yang sudah sangat dekat dengan tubuhnya, tapi malah mereka saling berpegangan tangan. Atikah memberikan senyuman yang manis sekali, rambutnya yang terurai, sebahu dan lurus, tampak melengkapi kecantikannya. Maulana benar-benar tertegun dengan Makhluk ciptaan Allah yang ada didepannya.
"Ya Allah .... dia halal bagiku, tapi kenapa didekatnya ... Hamba ngerasa telah mengkhianati Nay" ucap Maulana dalam hatinya.
Memang sejak ijab kabul tadi pagi, Atikah berkali-kali mencoba bermanja dengannya tapi terus dicoba untuk menghindar. Maulana memang bukan sosok pria romantis, sama seperti Nay, makanya keduanya tidak bisa menciptakan suasana romantis ala-ala drama-drama yang banyak tersaji di Televisi ataupun media sosial.
Atikah makin mendekatkan wajahnya ke wajah Maulana, tanpa terkendali akhirnya mereka berciuman bibir untuk pertama kalinya, dengan posisi tubuh Atikah berada diatas tubuh Maulana. Dalam suasana yang memanas ditambah cakung (cuaca mendukung), jadilah keduanya larut dalam suasana malam pertama yang selayaknya kebanyakan pasangan pengantin baru lainnya.
Maulana mulai tergoda dan kembali memberi ciuman panas dengan tangan yang ikut ambil bagian. Saling membelai satu sama lainnya .
Setelah menciumi wajah suaminya, Atikah pun membalas dengan menggunakan tangan untuk meraba seluruh tubuh Maulana, mulai dari wajah dan turun ke leher sambil sekilas dikecupnya leher Maulana. Selanjutnya meraba bagian dada kemudian menyandarkan kepala diatas dadanya Maulana.
Inilah kali pertama Maulana merasakan sensasi hubungan intim yang sangat sensual dengan tingkat kepuasan yang luar biasa. Saat dulu pertama kali melakukannya dengan Nayara tidak seliar ini. Mereka hanya memakai gaya konservatif.
Banyak yang bilang jika laki-laki itu terkenal ada istilah life begins at fourty (hidup dimulai saat usia empat puluh tahun). Karena pada usia empat puluh tahun, biasanya seseorang berada dalam kondisi yang matang dan mulai stabil secara finansial. Usia empat puluh tahun juga menjadi usia dimana terjadi perubahan sikap. Biasanya disebut sebagai puber kedua.
Dulu tidak terbayang dibenak Maulana untuk jatuh cinta lagi pada usia empat puluh tahun. Tapi believe it or not, setelah dia menjalankan kewajibannya sebagai suami ke Atikah sebanyak dua ronde, Maulana kembali merasakan jatuh cinta kembali, rasa yang sama saat beliau jatuh cinta sama Nay dulu.
"Sayang ... mau mandi bareng?" tawar Atikah sambil memakai kembali baju tidurnya.
"Udah jam dua belas malam, nanti asam urat Aa' bisa kambuh. Besok subuh aja ya" kata Maulana sambil memakai piyamanya.
"Aa' mau nambah serangan fajar ya, biar mandinya sekalian" goda Atikah sambil memeluk Maulana lagi.
"Ga nyangka deh, kamu yang keliatannya polos bisa kaya begini, tadinya Aa' sempet kepikiran kamu pro banget, tapi ternyata masih orisinil, berarti belum melakukan dengan laki lain. Cuma kayanya kamu rajin belajar dari internet" goda Maulana.
"Awalnya tuh gara-gara nonton film-film luar yang adegannya vulgar, terus boominglah drama Korea yang makin membuat kita penasaran, selain para pemainnya yang bening-bening, adegan percintaannya tuh disorot banget A' .. ya namanya juga kita abege, pasti dong makin penasaran. Tapi Tikah tau batasannya, lagipula ga punya pacar juga. Banyak kok di Kampung ini yang pacarannya udah ikut-ikutan adegan kaya di drama Korea itu, walaupun sekedar ciuman dan pelukan ya .. katanya sih ga sampe berhubungan badan, tapi ya ga tau juga deh A', ga mau ikut campur urusan orang. Tapi ya A', banyak loh orang yang bilang ke Tikah kalo Aa' tuh orangnya kaku dan serius, kayanya mereka salah ya, Aa' bisa kok diajak romantis tapi harus dipancing dulu .. Tikah sampe hampir kewalahan nih ngelayaninnya" ujar Atikah yang langsung dicium kembali oleh Maulana.
membuka wawasan, tau gimana kita harus mengerti orang lain gak berkutat pada diri sendiri.
keluar dari zona nyaman itu berat
Alhamdulillah Zay banyak anak jadi penerus nya juga ada
mbokya sekali kali selesaikan masalah sendiri gitu