Hai readers sekalian, ini novel author yang selanjutnya.
Season 1
Novel ini mengisahkan seorang gadis desa yang merantau ke kota mencari kehidupan yang lebih baik, tapi naas sebelum sampai ke kota dia beserta adiknya mengalami kecelakaan sayangnya pula dia meninggal di tempat sedang sang adik tak sadarkan diri.
Beralih ke tempat lain yaitu di tengah hutan terdapat dua orang pria sedang membawa satu jasad yang sudah tak bernyawa.
Kembali ke tempat kecelakaan sang gadis desa yang mulanya tak bernafas perahan membuka matanya.
Terdapat juga sebuah sistem transparan dan hanya terlihat oleh si pemilik.
Dea yang di wajibkan untuk menjalankan misi-misi yang semakin sulit membuat Dea merasakan sedih, senang bercampur aduk.
Ayo ayo penasaran...
Baca ya...
Gambar cover bersumber dari Pinterest
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nor Laila Rahmah Wati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
1.16
Dea dengan senang hati menyambut Zio dan merentangkan tangannya dengan berjongkok.
"Hari ini kita jadi main?" tanya Zio setelah melepas pelukannya dan menatap mata Dea dengan penuh harap.
"Ahhh Zio ku yang imut," gemas Dea dalam hati. "Tentu, kan udah janji malam tadi," ucap Dea tenang, berbeda dengan di hatinya yang ingin sekali mencubit pipi cuby nya Zio. Perkataan Dea juga membuat Zio melompat-lompat kegirangan.
"Ekhem," deheman Kenzo mengalihkan fokus Zio dan Dea. Serempak mereka menatap Kenzo.
"Zio papa perlu bicara dulu sama mama mu sebentar, nanti setelah selesai kalian boleh puas-puas main," ucap Kenzo.
"Tidak akan lama kan?" tanya Zio yang sebenarnya tidak senang.
"Ya ya sebentar aja kok," sahut Kenzo.
Kenzo dan Dea pun keluar dari kamar Zio setelah di angguki oleh Zio yang terlihat tak rela melepas Dea.
Sekarang Dea dan Kenzo berada di ruang kerja Kenzo, baru ingin mengeluarkan kata-kata, Yosi masuk tanpa permisi.
"A ah maaf ku kira gak ada orang," ucap gagap Yosi karena di tatap tajam Kenzo.
"Untuk apa kau masuk ruang kerjaku?" tanya Kenzo.
"Itu Mike bilang berkas yang kakak tanda tangani di perlukan di kantor, karena di telpon kakak gak ngangkat-ngangkat, jadiny dia nelpon aku nyuruh ngambilin," jelas Yosi.
"Oh, ambil aja tuh di meja," ucap Kenzo sambil menatap ke meja kerjanya.
Yosi pun mengambil yang di carinya. Setelah menemukan berkas yang di cari dapat, dia langsung pergi, tapi tiba-tiba berhenti dan kembali ke dalam kemudian langsung di sofa samping Kenzo.
Kenzo dan Dea menatap aneh pada Yosi.
"Kenapa?" tanya Yosi yang di tatap aneh.
"Kenapa tidak pergi? Bukankah Mike memerlukn berkas itu secepatnya?" tanya Kenzo.
"Tidak juga," ucap acuh Yosi sambil menatap Dea.
"Tapi tadi..., Ah sudahlah," kesal Kenzo dengan adiknya itu. "Mari kita lanjutkan pembicaraan kita yang tertunda tadi," lanjutnya pada Dea.
Dea mengangguk saja dan mendengarkan setiap perkataan dan prnjelasan Kenzo mengenai kontrak kerja yang di sepakati oleh kedua pihak, yang mana Dea akan mengasuh Zio paling lama 2 bulan dan paling sebentar 1 bulan. Sebenarnya Kenzo keberatan, tapi kesepakatan bisa di ubah di ujung waktu kontrak pikirnya. Kenzi juga berterimakasih dengan dua kali menyelamatkan Zio yang mana membuat Dea bingung.
"Hah dua kali? Ku rasa aku hanya satu kali bertemu Zio?" ucap Dea.
"Apakah kau ingat saat menolong anak kecil di sebuah pusat perbelanjaan?" tanya Kenzo. Dea mencoba mengingat-ingat. "Oh ya aku ingat," ucap Dea.
"Anak itu adalah Zio," jelas Kenzo.
"Oh benarkah, aku tidak tahu dan tidak ingat wajah anak itu, karena saat itu saya langsung pergi," jelas Dea.
"Dari saat itu lah Zio selalu memanggilmu mama dan selalu mencarimu. Aku sudah menyuruh Yosi dan sekretarisku untuk mencarimu, tapi tak ada kabar tentang keberadaanmu sampai aku dan Yosi melihatmu di rumah keluarga Prayoga," jelas Kenzo.
"A ahh hahaha," tawa canggung Dea. "Oh jadi kalian melihatnya haha, aneh ya?" lanjut Dea sambil mengusap tengkuknya yang terasa gatal gak, gak gatal gak.
"Ya begitu lah," kali ini Yosi yang menjawab sambil tersenyum yang sedari tadi hanya menyimak percakapan Kenzo dan Dea.
"Kalau tidak ada lagi yang di bicarakan, bisakah saya memulai peran saya?" ucap Dea kembali datar.
"Silahkan," jawab Kenzo.
Dea mulai beranjak pergi dan sampai ke depan pintu Zio, Dea merasabsangat risih, karena Yosi yang sedari keluar dari ruang kerja Kenzo selalu membuntuti Dea.
"Ekhem, maaf apakah ada yang ingin di tanyakan?" ucap Dea tanpa berpaling.
"A ah tidak ada, hanya ingin melihat Zio hehe," ucap nya cengengesan.
Dea membuka pintu kamar Zio dan di sambut Zio dengan semangat.
Yosi? Dia jadi obat nyamuk, berdiri di ambang pintu, tak dihiraukan, tak diperhatikan, diabaikan.
"Om Yosi kenapa di situ?" tanya Zio dengan polosnya.
"Om?" tunjuk pada dirinya sendiri. Zio mengangguk. "Hanya ingin," ucapnya asal karena terlalu kesal diabaikan.
Zio ber 'oh' saja tanpa minat membuat Yosi tambah kesal. "Enak dulu, saat Zio yang selalu nurut tanpa kata, sekarang bikin kesal," batin Yosi.
"Yos, kenapa gak balik ke kantor? Katanya berkasnya perlu cepat, tadi Mike telpon lagi nanyain tu berkas," ucap Kenzo yang datang tanpa di ketahui seperti hantu.
"Eh kapan kakak berada di belakangku? Aku tak merasakan kehadiran kakak?" ucap Yosi.
"Jangan alasan lagi, cepat pergi, aku juga akan ke kantor," ucap Kenzo yang sudah rapi dengan setelan jaz berwarna silver. "Zio jangan nakal ya, papa pergi kerja dulu," ucap Kenzo pada Zio.
"Heeh," dengan anggukan ala anak-anak yang gemesin Zio mengiyakan.
"Dadah Zio, om pergi dulu ya, nanti kita main," ucap Yosi seraya sambil di seret Kenzo, karena dia tak mau beranjak dari sana.
Dengan isyarat meminta jawaban kenapa om dan papa Zio seperti itu, Dea menatap Zio. Zio menggedikkan bahunya tidak tahu.
Tak mau memperpanjang masalah yang tak penting Dea segera mengecek kesehatan tubuh Zio di bantu Zon yang sambil mengarahkan.
...
Tak terasa waktu telah berlalu satu minggu, Dea masih merawat kesehatan Zio dan sekarang tubuh Zio semakin membaik, itu juga di percepat karena kesehatan mentalnya yang merindukan seorang ibu.
Hari ini merupakan hari di mana keluarga Kioto berkumpul untuk mendiskusikan kelanjutan dari pertunangan Yosi. Tapi karena dua hari yang lalu ada kejadian yang mengakibatkan batalnya pertunangan Yosi dengan Maria, maka hari ini akan di rencanakan kembali pertunangan dengan perempuan lainnya.
Maria ada wanita cantik yang bertemu dengan Dea saat pertama kali masuk ke rumah besar Kenzo. Akibat perilaku buruknya yang di ketahui Kenzo saat sedang di sebuah club malam, pertunangan pun di batalkan akibat perselungkuhan yang Maria lakukan dengan pria lain.
Sekarang Yosi akan di tunangkan dengan Meyla. Meyla merupakan anak ke dua dari keluarga Robert yang juga keluarga terkaya nomor 6.
Di dalam keluarga Robert memiliki 5 anak anak pertama dan kedua merupakan anak perempuan kembar, sedangkan ketiga, sampai kelima merupakan laki-laki.
Meskipun kembar Meysha dan Meyla memiliki kepribadian yang berbeda. Meysha merasa dirinya yang selalu dibanggakan dan mendapat semua yang dia mau, menjadi egois dan tak mau kalah. Sedangkan Meyla merupakan gadis lemah lembut, ramah, dan sederhana, meskipun dia tak pintar, tapi dia selalu berusaha melakukan yang terbaik.
Dan sekarang Meyla telah di tetapkan menjadi tunangan Yosi. Meskipun Yosi bertunangan dengan Meyla dalam hal politik bisnis, tapi dia tahu pasti kalau kepribadian Meyla itu baik, jadi dia menghormatinya.
...
Pada suatu malam keluarga Kioto mengundang semua anggota keluarga Robert untuk makan malam. Tak lupa Meysha juga datang. Penampilan mereka sangat bertolak belakang meskipun mereka kembar. Meysha yang nampak seksi dan Meyla tertutup, tapi tak menutup keanggunannya.
Dalam makan malam tersebut Dea juga ikut dan dia mendapat notifikasi dari Zon bahwa perempuan yang harus di tolongnya ada di antara salah satu keluarga Robert yang mana dapat di ketahui kalau perempuan tersebut adalah...
^
^
^
Happy Reading