NovelToon NovelToon
GALACTIC PARCEL SERVICE

GALACTIC PARCEL SERVICE

Status: sedang berlangsung
Genre:Sci-Fi / Komedi / Slice of Life
Popularitas:2.5k
Nilai: 5
Nama Author: MOEROUL

GPS: Galactic Parcel Service
Di galaksi tempat ribuan peradaban saling berdagang, berperang, dan jatuh cinta, selalu ada satu kapal yang tetap terbang mengantarkan paket.

Arka Orion Saputra adalah kapten kapal kargo GPS. Bersama Null, makhluk materi gelap yang namanya nyaris mustahil diucapkan, dan Pi'Pi'Pi'Kra'Va'Tul, kepala keamanan mungil dari planet bergravitasi dua ratus kali Bumi, mereka menghubungkan dunia demi dunia melalui pengiriman antarbintang.

Bagi mereka, paket hanyalah pekerjaan. Yang membuat setiap perjalanan berkesan justru para pelanggannya: pasangan beda spesies yang bertengkar, kerajaan alien dengan permintaan aneh, hingga paket-paket yang seharusnya tidak pernah dikirim.

Di balik semua itu, mereka hanya ingin hidup yang layak, diakui, dan... mungkin menemukan seseorang yang bisa mereka sebut sebagai rumah.

Sebab pada akhirnya, setiap paket selalu memiliki tujuan. Mungkin... begitu pula dengan mereka.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon MOEROUL, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 16: Triseracat, Istri Berumur Panjang, dan Celah Logika

Di dalam Fasilitas Medis Utama GPS Andromeda yang bernuansa serba putih dan steril, dengungan halus dari alat-alat pemindai biologis menciptakan suasana yang menenangkan.

Di tengah ruangan, Dr. Tale sedang memeriksa kondisi Kahlia dengan teliti. Dokter wanita dari ras Nebula Elf itu tampak anggun dalam balutan jas putihnya. Kulit berbintangnya kembali memancarkan cahaya lembut saat ia menggerakkan alat pemindai medis di atas tubuh sang putri.

Sementara itu, Kahlia duduk tenang di atas ranjang periksa. Di seberangnya, Jin sang pengawal setia duduk bersandar di sofa ruang tunggu dengan postur tegap. Keduanya kini sudah tidak lagi mengenakan pakaian kerajaan yang compang-camping dan berlumuran darah. Sebagai gantinya, mereka berdua mengenakan kaus oblong berwarna oranye terang dengan tulisan tebal berbunyi GPS GUEST di dadanya.

Di sudut lain ruangan yang sama, pemandangan yang jauh lebih konyol sedang berlangsung.

Harry si kurir botak sedang duduk sambil memangku seekor hewan peliharaan alien yang bentuknya luar biasa absurd. Hewan itu adalah ras Triseracat, perpaduan mutasi kosmik antara kucing orange dengan kepala setengah Triceratops. Bulunya berwarna oranye bergaris-garis khas kucing kampung, namun ia memiliki cangkang leher dan tiga tanduk kecil di wajahnya. Belum cukup aneh sampai di situ, hewan bernama Oren ini memiliki enam buah ekor yang masing-masing ujungnya dilengkapi dengan kristal hijau bercahaya.

"Maooooong!" erang Oren, mengeluarkan suara perpaduan antara meongan kucing yang manja dan geraman kecil dinosaurus.

Dr. Ismail, yang baru saja selesai memeriksa luka Jin beberapa waktu lalu, kini beralih profesi menjadi dokter hewan dadakan. Ia sedang menempelkan alat regenerasi sel ke salah satu tanduk Oren yang patah setengah.

"Kok bisa sih, Har, sampai patah begini tanduknya?" tanya Dr. Ismail keheranan.

Harry meringis sambil mengelus-elus leher bersisik Oren. "Dia tadi main ke area kargo sama Bu Maya, Dok. Bu Maya kan lagi nyari-nyari paket sayur dendro super aloy buat menu makan malam nanti. Nah, mumpung kita lagi sibuk-sibuknya bongkaran terakhir di planet Ninovia Industri ini, si Oren kegirangan. Kayak biasanya, semua kotak sama dia diseruduk-seruduk. Akhirnya kena batunya deh, dia ketimpa tumpukan kotak lain."

Dr. Ismail menggeleng-gelengkan kepala sambil memutar tuas alat medisnya. "Si Oren ini emang sering banget ngikutin Kepala Koki kantin, ya?"

"Yah, Dokter tahu sendiri kan tabiat dasar Triseracat," jawab Harry pasrah. "Di mana ada makanan, di situlah dia nongkrong. Apalagi Bu Maya yang paling sering ngasih dia makan. Makanya dia ngintil terus ke mana-mana sama Bu Maya."

Sinar biru dari alat medis itu meredup. Dalam hitungan detik, sel-sel kalsium di tanduk Oren merajut diri dengan cepat, dan tanduk mungilnya kembali tumbuh utuh.

"Nah, dah nih. Dah selesai," ucap Dr. Ismail puas sambil menepuk pelan kepala hewan itu.

Menyadari tanduknya sudah tidak sakit lagi, Oren langsung melompat lincah dari pangkuan Harry. Kucing dinosaurus itu berlari kecil melintasi lantai putih menuju ke arah Dr. Tale yang masih memeriksa Kahlia. Oren langsung menggosok-gosokkan cangkang kepalanya dan melilitkan keenam ekor kristalnya dengan manja ke kaki dokter elf cantik tersebut.

Harry memperhatikan interaksi itu, matanya tak sengaja terpaku pada sosok Dr. Tale yang anggun bercahaya. Otak kurirnya tiba-tiba mengingat sebuah fakta biologi tentang ras Nebula Elf yang memiliki umur luar biasa panjang. Tanpa pikir panjang, Harry menyeletuk.

"Ngomong-ngomong, Dok," sapa Harry pada Dr. Ismail. "Kira-kira... kayak apa rasanya punya istri yang umurnya beratus-ratus tahun lebih panjang?"

Dr. Ismail yang sedang membersihkan alat medisnya menoleh ke arah istrinya yang sedang sibuk. Pria manusia berusia empat puluh lima tahun itu membalas dengan wajah datar tanpa dosa.

"Biasa saja. Dia tetap ngambek berhari-hari kalau saya lupa hari jadinya."

Mendengar itu, Dr. Tale yang masih fokus membaca data di layar scanner-nya, langsung menyahut tajam tanpa menoleh sedikit pun.

"Itu karena kelupaanmu sudah yang keempat kalinya, Mas."

Harry refleks menutup mulutnya menahan tawa, sementara Jin di sofa hanya berkedip pelan melihat dinamika suami istri beda spesies tersebut.

Dr. Tale menurunkan alat scanner-nya, lalu melirik ke arah Jin sebelum kembali menatap Kahlia dengan senyum hangat. "Yah, ini sudah sembuh total secara biologis. Genetik regenerasi ras Mizura memang luar biasa. Memang tinggal dimasukkan ke ruangan akuatik saja tubuh kalian sudah kembali normal."

"Terima kasih banyak, Dok," ucap Kahlia lega, mengelus lengannya yang kini mulus tanpa bekas luka tembak sedikit pun.

Ssssh.

Pintu otomatis ruang medis mendadak berdesis terbuka. Arka melangkah masuk dengan gaya berjalannya yang terkesan lelah, diikuti oleh Pipi yang berjalan melompat-lompat kecil dan YUI yang melangkah santai menyusul di belakang.

"Udah sembuh, Yang Mulia?" sapa Arka langsung pada intinya.

Kahlia mengangguk sopan. "Sudah, Kapten."

"Baguslah kalau gitu. Langsung ikut saya ke ruangan saya sekarang ya, sama pengawalnya sekalian." Arka baru saja akan berbalik ketika ekor matanya menangkap sosok plontos Harry di sudut ruangan. Kapten itu mengerutkan kening. "Loh? Kok kamu ada di sini, Har? Abis perawatan juga?"

"Oh, nggak, Pak," Harry buru-buru berdiri. "Itu tadi habis bawa Oren ke sini, tanduknya patah pas main seruduk-serudukan di dek kargo."

Arka membuang napas panjang. "Oh, kirain. Ya sudah, yuk mari, Yang Mulia."

Rombongan kecil itu pun beranjak keluar dari ruang medis. Di persimpangan lorong, mereka berpisah arah; Harry berjalan kembali ke dek logistik sambil memeluk Oren erat-erat, sementara Arka, Pipi, YUI, Kahlia, dan Jin berjalan menyusuri lift utama menuju dek atas, tepatnya ke ruang kantor pribadi Kapten.

Kantor Kapten Andromeda adalah ruangan yang cukup luas, didominasi warna abu-abu metalik dengan sebuah jendela kaca raksasa yang menampilkan pemandangan stasiun orbit Ninovia Industri.

Di depan meja kerja Arka, terdapat sebuah sofa tamu yang empuk. Kahlia dan Jin duduk berdampingan di sofa tersebut, membelakangi meja kerja sang Kapten. Sementara itu, Arka duduk menyandar di kursi kebesarannya di seberang mereka, dengan YUI dan Pipi berdiri bersiaga di belakang kursinya.

Suasana di ruangan itu terasa cukup tegang.

Kahlia menatap Arka. Ia akhirnya menceritakan runtutan kejadian yang memaksanya berakhir menjadi buronan berdarah-darah di Planet Gun'Mar.

"Semuanya bermula dari sebuah lamaran politik," ucap Kahlia pelan. "Saya dilamar oleh seorang pria bernama Nereon Val Hyperson. Dia adalah Direktur Eksekutif sekaligus putra sulung dari pemilik Perusahaan Multinasional Hyperson."

Arka menyimak dalam diam, wajahnya tidak menunjukkan banyak ekspresi meski nama perusahaan itu sudah sempat didengarnya dari YUI saat baku tembak kemarin.

"Pada awalnya," lanjut Kahlia, "saya berniat menerima perjodohan itu. Seluruh keluarga inti kekaisaran sangat percaya pada Nereon. Perusahaannya memiliki pengaruh dan jaringan politik yang sangat kuat dengan para bangsawan elit di seluruh Galaksi Triangulum. Hubungan ini dinilai akan memperkuat kedaulatan Fontain."

Kahlia menarik napas panjang yang terdengar gemetar. Jin yang duduk di sebelahnya menatap lurus ke depan dengan rahang mengeras.

"Sampai akhirnya... secara tidak sengaja, saya menemukan sebuah rahasia gelap yang sangat mengerikan tentang niat asli Hyperson terhadap genetik ras kami. Begitu saya menyadari bahaya besar yang mengancam, saya tidak punya pilihan lain selain memutuskan untuk kabur malam itu juga, hanya dengan bantuan Jin sebagai pengawal pribadi saya."

Keheningan melanda ruangan itu sejenak setelah Kahlia menyelesaikan ceritanya.

Dari belakang kursi Arka, Pipi tiba-tiba mencondongkan kepalanya ke depan, berbisik cukup keras hingga terdengar oleh semua orang.

"Nereon itu... Bos tau orangnya?"

Arka mendadak memijat pangkal hidungnya keras-keras. "Ya nggaklah! Ngapain juga aku nginget-nginget nama orang kaya?"

Pipi mendengus tak percaya. "Gimana sih. Kemarin pas disebut perusahaannya Hyperson, Bos sok tahu. Sekarang pas disebut nama Nereon, Bos malah nggak tahu."

"Yah ngapain juga aku harus ingat semua nama direktur perusaha..." Arka memejamkan mata, menarik napas dalam-dalam, menahannya, lalu mengembuskannya perlahan dari mulut untuk meredam emosinya yang siap meledak menghadapi kelakuan anak buahnya. "Intinya aku nggak tahu! Titik!"

Di tengah perdebatan receh itu, YUI yang sedari tadi diam mengamati, tiba-tiba memiringkan kepalanya. Mata ungu menyalanya menatap Kahlia dengan pancaran logika analitis murni ala Artificial Intelligence.

"Sebentar," potong YUI datar. "Kalau memang dia calon suamimu dan dia ingin menutupi rahasianya, harusnya tujuan utama mereka kan menemukan dan menangkap Nona Kahlia utuh-utuh untuk dibawa pulang."

YUI menggeser posisinya, menumpukan sebelah tangannya di sandaran kursi Arka. "Kenapa kemarin kalian berdua malah berakhir dikejar pakai senjata?"

Pipi mengetukkan telunjuknya ke dagu, matanya seketika ikut berbinar menyadari celah fatal dalam cerita tersebut. "Eh, bener juga kalau dipikir-pikir pakai logika... bukannya lebih baik kau tetap hidup dan tidak bolong ditembak kalau dia memang niat mau menikahimu?"

1
Feburizu
Mirip Guardian galaksi ya
helena (Hiatus 12/8/26- idk)
ilustrasinya remind me film the guardians of the galaxy 😍
Sarah
Lyra ini yang muncul di bab berapa yah Thor? Hehehe aku lupa. Soalnya tokoh cerita ini emang banyak banget. 😅😆
Maya: Bab 3 & 14, Lyra itu pilot yang tangannya ada 6 😁
total 1 replies
Sarah
Iyeyyyy lanjut!
Eka
wkwkkw🤣
Eka
pasti di suri nyari putri itu
Eka
apakah ini villain pertama?
MayAyunda
mampir kak
Eka
apa itu berarti bu Maya lebih kuat dari pipi? secara dia kan authornya 👀b🤣
Eka
wkwkkw
Eka
bagus sih ini
Eka
tapi kasian GK sih? nanti suaminya pasti kan berpulang duluan kalo kek gitu🥲
Eka
yak authornya nongol
Eka
maksa banget namanya Thor? 🤣
Eka
Hajar mbak zer!! 🤭
Eka
ini yui tuh robot kan ya? apa settingannya emang gitu?
Eka
Author sering sekali pake Kyaaaaa kenapa Thor ? 🤣
Eka
ternyata di masa depan kita tidak financial freedom ya 🤣
Eka
alasan pembully emang always klasik
Eka
pijat apa ne 👀
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!