NovelToon NovelToon
Dijodohkan Dengan Pewaris Berbahaya

Dijodohkan Dengan Pewaris Berbahaya

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / Nikahmuda / CEO
Popularitas:993
Nilai: 5
Nama Author: Reyanza Rayyan Fahlevy

Pernikahan Yang Rumit, Cinta yang Rumit dan Hati yang juga ikut Rumit!!!!!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Reyanza Rayyan Fahlevy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 16

Malam pertama setelah perhelatan pernikahan megah abad ini ditutup bukan dengan kehangatan atau obrolan intim sepasang pengantin baru, melainkan dengan ketegasan garis batas yang ditarik tanpa kompromi.

Setelah Bi Marta undur diri dari hadapannya, Alyssa sempat mengira bahwa ia akan diberikan waktu untuk bernapas di dalam kamar barunya. Namun, suara ketukan pelan namun sarat ketegasan di pintu ganda kamarnya membuat Alyssa urung melepaskan sepatu hak tingginya.

Ketika ia membuka pintu, sosok Alvaro sudah berdiri di sana. Pria berumur 28 tahun itu kini hanya mengenakan kemeja hitam yang kancing atasnya sengaja dibuka, menampilkan kesan santai namun tetap memancarkan aura intimidasi yang pekat.

"Ikut aku," ucap Alvaro pendek. Tanpa menunggu jawaban, ia membalikkan badan dan melangkah menyusuri selasar lantai dua.

Alyssa mengerutkan keningnya, namun sifat taktisnya membuat ia memilih untuk melangkah mengikuti punggung tegap sang suami. Mereka berjalan melewati pembatas selasar tengah yang megah, melintasi aula, hingga akhirnya melangkah masuk ke koridor sayap kiri wilayah yang beberapa menit lalu disebut Alvaro sebagai area terlarang.

Alvaro berhenti di depan sebuah pintu kayu ek hitam besar di ujung koridor. Ia membukanya, menampilkan interior kamar utama yang luar biasa luas dengan dominasi warna abu-abu arang, hitam marmer, dan aksen maskulin yang kaku. Di tengah ruangan, sebuah ranjang besar berlapis beludru hitam tampak kosong dan rapi.

"Ini adalah kamar utamaku," ujar Alvaro, suaranya bariton datar, terdengar begitu asing di dalam keheningan malam. Ia berbalik, menatap Alyssa dengan sepasang mata elang yang sedingin es. "Dan kamar yang ditunjukkan Bi Marta tadi adalah kamarmu. Mulai malam ini, dan seterusnya selama kontrak ini berjalan, kita akan tidur di kamar yang terpisah."

Alyssa tertegun selama satu ketukan. Di bawah pendar lampu koridor yang temaram, ia mencerna ucapan pria di hadapannya. Ternyata mereka tidak tidur bersama. Tidak ada malam pengantin, tidak ada keharusan untuk berbagi ruang paling privat di dalam rumah ini.

Detik itu juga, sebuah badai emosi yang rumit bergolak di dalam dada Alyssa.

Di satu sisi, Alyssa merasa sangat lega. Setidaknya, ia tidak perlu membagi ruang tidurnya dengan pria asing yang sedingin es ini, tidak perlu berpura-pura ramah di saat energinya sudah terkuras habis oleh sandiwara publik tadi siang. Benteng pertahanan fisiknya tetap aman di bawah kendalinya sendiri.

Namun, di sisi lain, ada sudut ego di dalam dirinya yang merasa teramat tersinggung. Cara Alvaro menyampaikan keputusan itu begitu mutlak, seolah-olah sedang mengumumkan pemisahan divisi kerja di dalam perusahaan membuat Alyssa merasa direndahkan. Alvaro memperlakukannya seolah-olah Alyssa hanyalah sebuah barang inventaris yang cukup diletakkan di gudang sayap kanan agar tidak mengganggu ketenangan sang pemilik kuasa di sayap kiri.

Alyssa mengepalkan tangannya di balik lipatan gaun beludrunya, menatap lurus ke dalam manik mata hitam Alvaro yang kosong. Ia tidak tahu mana yang sebenarnya lebih menyakitkan bagi harga dirinya saat ini.

Dipaksa menikah demi menyelamatkan utang korporasi keluarganya? Atau dianggap sama sekali tidak penting dan tidak memiliki pengaruh apa pun oleh suaminya sendiri hingga harus diasingkan ke kamar yang berbeda pada malam pertama mereka?

"Kenapa? Kamu kecewa?" tanya Alvaro sinis, menyadari perubahan sorot mata Alyssa yang menajam. Sudut bibirnya terangkat tipis, membentuk segaris senyuman merendahkan yang sangat menyebalkan. "Jangan bilang kamu mengharapkan romansa pernikahan yang sesungguhnya dari pernikahan kontrak ini, Alyssa."

Sifat berani Alyssa seketika membakar habis rasa tersinggungnya. Ia melangkah maju satu tapak, membalas tatapan mengintimidasi Alvaro dengan kilat mata yang tak kalah mematikan.

"Mengharapkan romansa dari Anda?" Alyssa tertawa renyah, sebuah tawa hambar yang sarat akan nada sarkasme. "Jangan terlalu tinggi menilai diri Anda sendiri, Tuan Alvaro. Saya justru sangat bersyukur karena saya tidak perlu berbagi udara di dalam satu ruangan yang sama dengan pria arogan seperti Anda. Kamar terpisah adalah poin terbaik dari seluruh skenario konyol yang Anda buat."

Alvaro menipiskan bibirnya, rahangnya mengeras mendengar balasan menohok yang keluar dari bibir manis Alyssa. Wanita ini selalu punya cara untuk memutarbalikkan serangannya.

"Bagus kalau begitu," desis Alvaro dingin, melangkah mundur ke dalam kamarnya sendiri. "Pertahankan batasan itu. Selamat malam, Nyonya Maheswara."

Pintu kayu ek hitam itu ditutup dengan ketukan yang tegas tepat di hadapan wajah Alyssa, menyisakan keheningan koridor sayap kiri yang kembali membeku. Alyssa berdiri mematung selama beberapa saat di depan pintu yang tertutup rapat itu. Sembari membalikkan badan untuk berjalan kembali menuju kamar asingnya di sayap kanan, ia berjanji pada dirinya sendiri bahwa ia akan membuat Alvaro membayar mahal untuk setiap rasa tersinggung yang pria itu ciptakan malam ini. Perang dingin di bawah atap istana baru ini telah resmi menarik garis pembatas yang mutlak.

...****************...

Langkah kaki Alyssa bergema pelan di atas lantai marmer saat ia berjalan kembali melintasi selasar tengah. Gaun beludru biru dongker yang ia kenakan terasa semakin dingin menempel di kulitnya. Ketika ia sampai di kamarnya sendiri di sayap kanan, ia langsung mengunci pintu ganda tersebut dari dalam, menyandarkan punggungnya pada permukaan kayu yang kokoh.

Keheningan malam di kamar yang luar biasa luas itu mendadak terasa begitu mencekam. Alyssa melangkah menuju cermin besar di sudut ruangan, menatap pantulan dirinya yang tampak asing di bawah temaram lampu dinding.

Ia meraih jemari tangan kanannya, menatap cincin berlian potong zamrud yang berkilau hambar. Logam mulia itu kini terasa seperti sebuah borgol tak kasat mata. Alvaro baru saja menegaskan dengan sangat gamblang bahwa posisi Alyssa di rumah ini tidak lebih dari sekadar pajangan yang diletakkan di tempat terpisah agar tidak mengganggu wilayah kekuasaannya.

"Kau menganggapku tidak penting, Alvaro?" bisik Alyssa pada pantulan dirinya di cermin, sepasang mata jelinya menyipit tajam penuh tekad. "Kita lihat saja seberapa lama kau bisa mengabaikan keberadaanku di dalam rumah ini."

Sifat taktisnya mulai mengesampingkan rasa tersinggung yang sempat mengusik egonya tadi. Jika Alvaro menginginkan batas yang jelas, maka Alyssa akan menggunakan batasan itu sebagai ruang privatnya untuk menyusun strategi. Kamar yang terpisah ini berarti ia memiliki kebebasan penuh dari pengawasan langsung pria itu selama jam-jam istirahat. Ia bisa bergerak, berkomunikasi dengan Clarissa, dan memantau pergerakan pasar tanpa perlu khawatir Alvaro akan berdiri di belakang punggungnya.

Alyssa berjalan ke arah tempat tidur, melepaskan sepatu hak tingginya dengan sentakan kasar, lalu merebahkan tubuhnya di atas kasur yang terlalu luas untuk ia tempati sendirian. Matanya menatap langit-langit kamar yang dihiasi ukiran khas Eropa klasik.

Di sayap kiri bangunan ini, Alvaro mungkin sedang merasa menang karena berhasil mendikte aturan main. Namun, Alyssa tahu betul bahwa dalam sebuah permainan catur, pion yang paling diremehkan sekalipun bisa melangkah maju dan menjatuhkan raja jika sang pemain lengah.

Dengan napas yang berembus lebih tenang, Alyssa memejamkan mata, membiarkan kelelahan fisik dan mental dari pernikahan abad ini akhirnya mengambil alih kesadarannya. Malam pertama di mansion Maheswara berlalu dalam pembagian wilayah yang tegas sebuah gencatan senjata sementara di balik dinding-dinding kamar yang terpisah, sebelum badai yang sesungguhnya pecah di pagi hari.

1
THE GIRL COOL😑
peransaran gue sama foto nya
THE GIRL COOL😑
wkwkwk! pas di meja makan gue sampe mau ketawa untuk ke tahan😭
THE GIRL COOL😑
gue baca nya ngakak banget!!! bagus thor kau berbakat👍👍👍😍
reyanzarayyanfahlevy_: hehehhe bisa aja😍, masih pemula kakak😭😍
total 1 replies
THE GIRL COOL😑
🤣🤣🤣
THE GIRL COOL😑
gue kadang heran... Alvaro sama cewek nya Alyssa sama "AL" depan nya😍
reyanzarayyanfahlevy_: iyaaaapppp🤭
total 1 replies
THE GIRL COOL😑
brak² aja🤣 sabar²👍
reyanzarayyanfahlevy_: wkwkwk🤣🤣
total 1 replies
THE GIRL COOL😑
gue baca peraturannya kesel cok
THE GIRL COOL😑
Berarti si Al Siapa namanya Si ceweknya itu nggak usah membuat makanan buat dia nggak boleh nyiapin apalah Pokoknya nggak boleh gituan dilarang sekalian gitu biar Alvaro nya tuh gua kesel
THE GIRL COOL😑
wow sok kali ini alvaro🤣🤣🤣
THE GIRL COOL😑
seangkuh itukah seangkuh itukah Alvaro
reyanzarayyanfahlevy_
Aku Bangga dengan Karya Ku...........
THE GIRL COOL😑
gue yg baca aja sakit cok🤣
THE GIRL COOL😑: yg alvaro bilang kalau apa gitu ada lah😭😭🤣🤣🤣
total 2 replies
THE GIRL COOL😑
kejambah woiii😭😭😭
reyanzarayyanfahlevy_: wekduyyy
total 1 replies
THE GIRL COOL😑
jjangan di kasihani al!!!
reyanzarayyanfahlevy_: 😭🤭🤭 wkwkwkwk🤣🤣
total 1 replies
THE GIRL COOL😑
jijik
THE GIRL COOL😑
terharu wehhh😭
THE GIRL COOL😑
di jodohi emang gak enak, bukti nya kk aku
THE GIRL COOL😑: serius!!!
total 2 replies
THE GIRL COOL😑
isss sombong
THE GIRL COOL😑
bagusss menunjukan ke dewasaan yg kuat💪💪
THE GIRL COOL😑: hehehe🤭
total 9 replies
THE GIRL COOL😑
aduhhhh alvaro
reyanzarayyanfahlevy_: wkwk😭😭😭
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!