NovelToon NovelToon
HIDUPKU

HIDUPKU

Status: tamat
Genre:Bad Boy / Persahabatan / Diam-Diam Cinta / Tamat
Popularitas:688.2k
Nilai: 4.8
Nama Author: ina corlet

Novel ini adalah karya pertama yang saya yakini bikin kepala pusing disebabkan typo, alur membagongkan, hal hal diluar nurul, dan cerita klise yang freak. saya sangat ingin merevisi karya ini tetapi rasa malas ini menguasai tubuh tanpa ampun. jadi maafkan cerita yang memusingkan ini rakyat ku!!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ina corlet, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Wawancara

Kiara telah selesai berdandan dengan gaun biru dongker berkerah V, dipadukan dengan belt emas yang menonjolkan siluet tubuhnya.

Ia tampak memukau malam itu.

Rambutnya dikuncir kuda rapi, dengan satu helai poni menyamping yang jatuh lembut di wajahnya—memberi kesan dewasa yang anggun.

Di luar, para wartawan sudah berkumpul, menanti kedatangan Tuan Yas dan Kiara untuk perbincangan singkat dengan pengusaha muda yang akan mengakhiri masa lajangnya.

Sorot mata mereka penuh antusiasme, seolah menunggu penampilan dua insan yang mereka yakini sedang diliputi kebahagiaan.

Hans berdiri di depan pintu, siap membukanya.

Yas melangkah lebih dulu, sikapnya gagah dan penuh percaya diri. Kiara mengikuti di belakang, diam tanpa sepatah kata.

“Hans," suara Yas terdengar ketus, "apa kau tidak mengajari wanita ini, bagaimana cara berjalan bersamaku saat banyak mata melihat? jika seperti ini, bukankah dia terlihat seperti pelayan alih alih calon pengantin?.”

Kiara langsung mengerti sindiran itu.

Ia tak ingin Hans terkena masalah karena dirinya. Dengan cepat, ia meraih lengan Yas—gerakan yang seharusnya terlihat manis, namun terasa begitu dipaksakan.

Yas tersenyum miring.

“Dasar wanita jalang. Apa kau sadar? kau tampak seperti sampah jika tidak berada tepat di sampingku.”

Kata-kata itu sungguh menusuk.

Kiara menunduk, menahan napas yang terasa berat di dadanya. Dalam hati ia berbisik,

Mungkin benar aku tak seharusnya berada di sini. Mungkin aku harus pergi… menemukan cinta yang benar-benar aku harapkan.

“Silakan, Tuan,” ucap Hans memecah ketegangan, lalu sigap membuka pintu.

Kiara dan Yas masuk ke ruang wawancara, tampil seperti pasangan sempurna.

Kilatan kamera menyambut mereka—bagai bintang yang sedang ditinggikan ke langit.

Mereka duduk berdampingan. Wartawan memotret dari berbagai sudut, mencari gambar terbaik dari dua sosok yang tampak serasi itu.

MC mulai membuka acara dengan pujian melimpah kepada Yas, yang dianggap semakin sempurna karena akan melangsungkan pernikahan.

Di akhir perbincangan MC mengatakan, “Tuan Yas, silakan sampaikan sesuatu pada mereka.”

“Baiklah,” Yas tersenyum, lalu berbicara lantang.

“Semoga kalian semua dalam keadaan baik. Aku berterima kasih karena kalian sudah menungguku.

Aku tidak ingin menyembunyikan kabar bahagia ini.

Hari ini aku sangat senang, kami benar benar akan menjadi keluarga.

Semoga kalian tetap mendukungku baik secara personal, maupun saat kehidupanku mulai berubah karena seseorang.

Sekali lagi, terimakasih semuanya.”

Ia melirik Kiara—lirikan tajam yang terasa seperti belati. Kiara menggigit bibir, mencoba menjaga senyum tipis agar tidak pecah menjadi tangis.

“Bagaimana dengan Nyonya?” tanya salah satu wartawan.

"Aku... tentu bahagia" sambung kiara ragu ragu.

Tak lama orang lain menyela dengan cepat, tanpa peduli bagaimana perasaan Kiara di sana, “Kapan tepatnya, pernikahan ini akan dilangsungkan?”

Yas menjawab cepat, mengambil alih sebelum Kiara membuat masalah, sebab ia tak tahu menahu akan pernikahan ini.

“Acaranya akan dilangsungkan lima hari lagi. Semua sudah kupersiapkan dengan sempurna. Aku tidak ingin kekasihku kelelahan memikirkan hal-hal kecil.

Karena itu, kuharap kalian tidak akan kecewa. Lagipula, aku juga tidak akan menerima pendapat darinya.

Selera­ku jauh lebih baik.”

Beberapa wartawan tertawa kecil, menganggap itu sebuah candaan sepasang kekasih.

Hanya Kiara yang tahu kalimat itu bukan lelucon. Itu sebuah penekanan: ia tak punya suara sama sekali.

Pertanyaan demi pertanyaan menghujani mereka, tapi Yas lah yang selalu menjawabnya. Kiara hanya duduk diam, merasa asing di dunia yang kini memeluk hidupnya tanpa izin.

Di dalam hatinya, Kiara memanggil bayangan lamanya—pernikahan sederhana yang ia idamkan: hangat, tertutup, hanya bersama keluarga inti dan sahabat. Namun semuanya musnah sejak hadirnya Ilyas Gunawan. Ia merasakan sesuatu dalam dirinya hancur perlahan.

Wawancara pun berakhir.

Yas dan Kiara kembali ke ruangan megah di gedung itu. Kiara duduk di sudut sofa, menatap lantai, mencoba menahan air mata.

Beberapa kata Yas sebelumnya terngiang jelas—sindiran, penekanan, penghinaan yang ia ucapkan seolah tanpa beban.

Mengapa semuanya berubah menjadi begini? batin Kiara bergetar.

Pintu diketuk, lalu Hans masuk.

“Tuan, semuanya sudah siap. Kita akan berangkat sekitar lima belas menit lagi.”

“Baik, Hans. Siapkan teh hijau. Aku ingin mendinginkan kepala,” jawab Yas tanpa menatap Kiara sama sekali.

Hans mengangguk dan pergi.

Keheningan menyelimuti ruangan. Hanya suara napas Kiara yang terdengar goyah. Ia merasa dirinya tak diperhatikan, tak dianggap, seolah keberadaannya hanya bayangan samar di balik kejayaan Yas.

Dukanya terasa dalam. Terlalu dalam.

Mungkinkah ini duka yang tak berujung?

Bersambung…

1
Aulia Hayalan
satu kata untukmu Tiara" bodoh"
Yusria Mumba
bagus kiara pergi yng jauh, daripada, dsiksa,
Yusria Mumba
ceritanya sedih banget,
Yusria Mumba
puny suami tapi hidup kagura sensarah
Yusria Mumba
kasiang kiara tertekan terus,
Yusria Mumba
semangat kiara,
Yusria Mumba
kasiang kita, ny
Yusria Mumba
yang sabar kiara,
Yusria Mumba
kasiang kiana,
Yusria Mumba
kasiang,
Masri Masri
paling yas termakan oleh kebucinanya sendiri
samara
Luar biasa
Jeankoeh Tuuk
apakah itu Kiara
apa Kiara hilang ingatan
Jeankoeh Tuuk
penasaran....
apa
kelakuan deff
Jeankoeh Tuuk
cinta Yas mulai tumbuh
Jeankoeh Tuuk
Yas mulai sadar ....
Jeankoeh Tuuk
luluhnya suatu kebencian
Jeankoeh Tuuk
begitu cemburunya yas
Jeankoeh Tuuk
ada kemajuan
Jeankoeh Tuuk
hati Yas tersentuh melihat kesedihan Kiara istrinya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!