NovelToon NovelToon
MENANTU IBU 2

MENANTU IBU 2

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta setelah menikah / Aliansi Pernikahan / Keluarga & Kasih Sayang
Popularitas:308.5k
Nilai: 5
Nama Author: Me Nia

Setelah menjadi istri Ardiaz Kavian, Tya semakin tahu karakter orang-orang di keluarga besar Kavian. Sebagai seorang insan yang biasa hidup tenang meski ekonomi pas-pasan, kini dirinya harus terbiasa dengan pasang surut permasalahan di keluarga suami yang tidak kekurangan harta tapi miskin ilmu agama.

"Yang penting suami dan mertua baik, yang sirik biarkan saja berisik."

MENANTU IBU 2

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Me Nia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

16. Diminta Datang

Sebuah pesan diterima Diaz di pagi hari. Pesan dari Jordan yang menyatakan telah selesai menjalankan eksekusi. Semalam ia meralat perintahnya setelah mendapat masukan dari Tya tentang efek kejut yang diterima Ayah Hilman di malam hari bisa membuatnya tidak bisa tidur. Khawatir terkena serangan jantung mengingat yang diserang adalah anak perempuan kesayangan. Jadilah ia setu menggeser waktu ke pukul enam pagi. Bagaimanapun juga Hilman Kavian adalah ayah kandungannya. Yang diharapkan suatu saat nanti bertobat setelah menerima fakta-fakta mengejutkan.

Apa yang akan terjadi selanjutnya, Diaz akan menunggu kabar reaksi sang ayah. Untuk saat ini masih aman. Bisa jadi ayahnya itu belum membaca, mungkin masih tidur. Atau mungkin sedang berolah raga.

Dua perempuan kesayangan sedang pergi bersama ke car free day. Ibu yang mengajak Tya dengan semangat. Padahal waktu lalu sang ibu enggan pergi dengan alasan masih masa iddah yang diucapkan dengan nada canda. Jika minggu lalu Diaz yang mengajak, kali ini Diaz yang malas ikut. Ada beberapa berkas laporan yang harus diperiksanya. Setelah olahraga ringan setengah jam lamanya, ia masuk ke ruang kerja ditemani secangkir kopi.

Telepon dari Tya memecah hening. Ada bagusnya sang istri menelepon karena konsentrasinya sudah tenggelam lama ke dalam layar laptop—membaca beberapa lembar laporan tentang masalah yang terjadi di tambang emas yang berada di Kalimantan. Ternyata sudah pukul sepuluh.

"Ya, sayang."

"Abey, nggak apa-apa kalau pulangnya siang? Ibu ketemu Pak Husain, jadinya mau ke cafe dulu. Katanya Ibu mau traktir Pak Husain dulu mumpung ketemu."

Sepasang alis Diaz bertaut. Kebetulan kah?

"Oke, nggak apa-apa."

"Makasih, sayangnya aku. Nanti pengen dibawain apa?"

"Pengen susu gantung dua."

"Heh! Udah ah."

Diaz tergelak. Tetapi tawa renyahnya itu tak mungkin terdengar oleh Tya karena sudah lebih dulu memutus sambungan.

Kenapa sepulang dari Bandung lidah gue jadi fasih ngomong mesum ya.

Diaz menyeruput kopi hitam tegukan terakhir. Lalu beranjak dari kursinya. Kandung kemihnya mulai terasa penuh. Ia keluar ruangan menuju kamar mandi.

Sebelum sampai kembali ke ruang kerja, Diaz mendengar ponselnya berdering panjang. Tetapi belum sempat diangkat, nada dering lebih dulu berhenti namun ia sempat melihat siapa nama kontak yang tampil di layar.

"Ada apa, Pak Yandi?" tanya Diaz yang memutuskan menelepon balik. Firasatnya mengatakan jika asisten kepercayaan ayahnya itu sudah mengetahui video Leony.

"Mas, saya dapat kabar dari Tyson, bodyguard di apartemen. Ayahanda Mas Diaz tiba-tiba ngamuk tidak jelas. Banting barang-barang. Beliau minta bodyguard jangan mengganggunya. Ini saya otewe apartemen, Mas."

"Ada masalah apa sebelumnya, Pak? Ayah tidak mungkin ngamuk tanpa sebab." Diaz terpaksa harus berakting cemas.

"Semalam saya menemani Pak Hilman di karaoke sampai jam sebelas. Tidak ada masalah, Mas. Malah terlihat senang karena udah hiburan. Beliau pulang ke apartemen ditemani dua bodyguard. Saya pulang ke rumah. Baru tadi setengah jam yang lalu dapat kabar dari si Tyson. Mas Diaz mau ikut ke apartemen?"

"Aku lagi ada kerjaan. Handle sama Pak Yandi aja dulu. Aku nunggu update aja."

"Baik, Mas. Saya tutup teleponnya."

Diaz mengembuskan napas kasar. Masih saja tak berubah cara sang ayah melepas stres. Ia tahu dari sejak lama tanpa memberitahukan pada Ibu. Tujuannya demi menjaga perasaan sang ibu. Tetapi entahlah. Ibu Suri adalah perempuan cerdik yang diam-diam menghanyutkan. Diam-diam menyusun strategi. Mungkin saja sudah tahu tetapi memilih tenang.

Hanya satu jam dirinya kembali larut dalam pekerjaan. Dering ponsel memecah sunyi dengan nama 'Pak Yandi' tampil di layar.

"Gimana, Pak?"

"Halo, Mas. Pak Hilman meminta Mas Diaz datang ke apartemen."

"Jadi Ayah kenapa?"

"Nanti ceritanya di sini, Mas. Itu permintaan Bapak. Yang pasti Bapak udah bisa ditenangkan. Mas Diaz bisa datang, kan?"

***

Diaz mengusap wajah usai berdoa di penghujung salat Zuhur. Sebenarnya malas menemui sang ayah, akan tetapi kehadirannya sangat ditunggu. Terbukti dengan chat dari Yandi yang mengingatkan jika kedatangannya sangat ditunggu.

"Abey, makan dulu ya. Aku udah siapin." Tya menghampiri Diaz yang sedang menyisir rambut di depan cermin. Setengah jam yang lalu tiba di rumah, langsung disambut curhat sang suami tentang Ayah Hilman.

"Makan yang ada dulu." Diaz mengikis jarak dengan menempelkan bibir. Tidak cukup sekadar melumat bibir sang istri setelah mendapat balasan yang membuat icibos menggeliat, ia memperdalam ciuman sampai Tya menepuk bahunya karena kehabisan napas.

"Kapan bisa?" Diaz menempelkan keningnya ke kening Tya. Kepalanya mumet karena terus-menerus bercumbu tidak sampai tuntas.

"Empat hari lagi."

Diaz menarik keningnya lalu memasang wajah memberengut dan berkata sewot. "Kemarin katanya dua hari lagi."

Tya mengulum senyum. "Maksud aku paling cepat dua hari lagi, paling lama empat hari lagi. Udah yuk, aku temenin makan. Cup cup cup. Orang sabar anunya besar."

"Emang besar, kan? Kan udah lihat dan rasakan."

"Astaghfirullah! Kiri mulu pikirannya."

Tya menggandeng tangan laki-laki yang masih merajuk itu sejak keluar kamar sampai ke ruang makan. Hanya duduk untuk menemani makan karena perutnya masih kenyang usai makan bertiga di cafe dengan Husain sang mantan sopir pribadi Ibu Suri.

"Gimana bisa ketemu Pak Husain, Yang?" Diaz mulai menyantap potongan bistik sapi dipadu dengan nasi hangat. Ia tidak sempat bertanya pada ibunya yang buru-buru ke kamar karena akan ada tamu.

"Ibu yang lihat lebih dulu Pak Husain lagi main skateboard sama anak-anak muda. Ih keren. Pak Husain paling tua sendiri tapi lincah."

"Sekarang tinggal di mana katanya?"

"Yang aku dengar, sejak resign pulang ke Pekanbaru. Kerja di perusahaan sawit. Terus baru empat hari ada di Jakarta karena nemenin bos."

Diaz mendengarkan sambil melanjutkan makan dengan cepat. Ia janji tiba di apartemen sang ayah pukul setengah dua.

"Kata Ibu sih emang Pak Husain waktu dulu masih muda jago main skateboard. Tapi kesempatannya jadi atlet PON harus kandas karena cedera engkel. Ditabrak motor saat lagi berjalan kaki pulang sekolah. Kayak disengaja tapi tidak ada bukti. Dulu belum ada CCTV. Abey tahu juga cerita itu?"

"Tahu. Ibu dulu pernah cerita waktu awal-awal rekrut Pak Husain jadi sopir."

Tya manggut-manggut. Diaz sudah selesai makan. Hanya jeda tak sampai 10 menit, suaminya itu pamit. Tya menemani langkah Diaz yang meninggalkan ruang makan.

"Mau ke mana Diaz?" tanya Ibu Suri yang baru saja keluar kamar dengan pakaian yang sudah berganti.

"Ke tempat Ayah dulu, Bu. Ada telepon dari Pak Yandi katanya ditunggu sama Ayah di apartemennya. Nggak bilang mau apa. Nanti dikasih tahunya kalau aku datang."

"Oh." Suri sama sekali tidak tertarik untuk mengorek keterangan. Sudah tak mau berurusan lagi. "Hati-hati nyetirnya, Nak."

1
Rosyani Rini
pak Husein CEO kah dia
Rosyani Rini
wahhh curiga 🤣🤣🤣
Rosyani Rini
malah di pancing kata nya jangan dulu..
Ni'matul Jannah
Terimakasih up nya teh Nia..
Sehat selalu 🤲🏻
Ni'matul Jannah
Eee..ternyata..pak Husein ceo yang menyamar.
Pak Husein kan..yg sebenarnya punya pekerbunan sawit itu?
Koi rela menunggu ibu suri sampai segitunya pak?
cerita dong pak..🤭😄
Ni'matul Jannah
Waahh..ibu suri tampil paripurna.
Ada something sama pak Husein ini pasti, semoga segera bersatu ya..ibu suri dan pak Husein😁
Nur aprilia adiah
duh si ibu lagi puber kedua tuh mas..ya ampun Diaz bucin Banget deh..
Nur aprilia adiah
mungkin pak Husein CEO yg tersembunyi 😄
Mujib
/Good//Good//Good//Good//Good//Good//Good//Good//Good//Good/
Mujib
/Pray//Pray//Pray//Pray//Pray//Pray//Pray//Pray//Pray//Pray/
Mujib
/Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose/
Mujib
/Wilt//Wilt//Wilt//Wilt//Wilt//Wilt//Wilt//Wilt//Wilt//Wilt/
Mujib
/Sun//Sun//Sun//Sun//Sun//Sun//Sun//Sun//Sun//Sun/
Mujib
/Heart//Heart//Heart//Heart//Heart//Heart//Heart//Heart//Heart//Heart//Heart/
Mujib
/Drool//Drool//Drool//Drool//Drool//Drool//Drool//Drool//Drool//Drool/
Mujib
/Angry//Angry//Angry//Angry//Angry//Angry//Angry//Angry//Angry//Angry/
Mujib
/CoolGuy//CoolGuy//CoolGuy//CoolGuy//CoolGuy//CoolGuy//CoolGuy//CoolGuy//CoolGuy//CoolGuy/
Mujib
/Casual//Casual//Casual//Casual//Casual//Casual//Casual//Casual//Casual//Casual//Casual/
Mujib
/Frown//Frown//Frown//Frown//Frown//Frown//Frown//Frown//Frown//Frown/
Mujib
/Smile//Smile//Smile//Smile//Smile//Smile//Smile//Smile//Smile//Smile/
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!