NovelToon NovelToon
Jeratan Cinta Suami Kejam

Jeratan Cinta Suami Kejam

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Cinta Seiring Waktu / Penyesalan Suami
Popularitas:955
Nilai: 5
Nama Author: Siti Fatimah

"Ini apa maksudnya? Bisa jelaskan padaku ...aku mohon!"

"Hari ini akan diadakan acara pernikahanmu sayang dan Tuan 💙 lah yang akan membeli sekaligus bersedia meminangmu menjadi Istrinya. Bersiaplah! Ini demi kebaikan kamu."

Bagai diterpa badai di siang bolong. Alih-alih mendapatkan kesempatan untuk bahagia, ia malah dijerumuskan dalam lembah jurang yang sangat dalam oleh Papa kandungnya sendiri, tak percaya dan mengharapkan semua ini hanyalah mimpi namun nyatanya yang terjadi sungguhlah nyata.

"Usap air mata kamu! Kamu lupa tinggal menghitung menit ijab kabul akan segera dilaksanakan, jadi berhentilah menangis!" perintah Papanya tanpa memikirkan kehancuran sang Putri.

"Kenapa Papa setega ini sama Cantika? Kenapa Papa tidak membiarkan Cantika untuk mati daripada harus menikah dengan pria itu, dia pria yang sama sekali tidak Cantika kenal. Bahkan pria itu sudah memiliki istri! Kenapa Papa membiarkan semua ini terjadi, kenapa Pa?" tegas Cantika dengan menangis semakin menjadi.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Siti Fatimah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 16 [ Kecurigaan Adrian]

"Selamat, pagi sayang... Kamu sudah bangun."

Suara Monika yang sengaja dilembutkan, diatas ranjang sang Suami bangkit dari ranjang.

"Yang... Ini apa yang terjadi? Apa aku habis mabuk? Kenapa aku pula telanjang seperti ini?"

"Iya, tadi malam kamu mabuk berat."

"Kamu... Kenapa sepagi ini habis keramas?"

Monika tersipu malu, ia mendekati suaminya memeluknya dari belakang, Ia dengan manja membisikkan sesuatu ke telinga sang Suami.

"Apa kamu sudah lupa dengan kejadian tadi malam? Kamulah penyebab kenapa aku sepagi ini keramas. Kamu nakal,"goda Monika dengan mencolek dagu sang Suami.

Richard terbelalak, bayang-bayang yang ia ingat memang tadi malam ada suara d3sahan manis yang membangkitkan semangat dan gairahnya namun... Suara itu jelas bukanlah suara Monika sang Istri.

"Kenapa... Kamu sepertinya sedikit terkejut?" Monika mencoba mencari tahu apakah Suaminya tau yang sebenarnya.

"Tidak! Aku tidak terkejut kok, aku hanya merasa menyesal kenapa harus melakukan hubungan itu disaat kesadaranku tak sepenuhnya pulih."

"Tidak apa-apa aku memahami kok, ya sudah kamu cepat mandilah aku akan turun."

Keluarnya Monika dari kamar ini Richard menyambar handuk dan melilitkan setengah badan, ia melangkah masuk ke kamar mandi.

"Bagus... Adrian sama sekali tak ingat kejadian tadi malam kalau Cantika lah Wanita yang ia puaskan." Ia tersenyum menyeringai tatapannya begitu sangat licik, penuh ambisi.

Dikamar, Cantika menghadap cermin, ia memandangi wajah cantiknya sambil menyisir rambut basah akibat keramas, ia pula melihat bekas cupang yang terdapat pada leher tak banyak, tapi cukup memberikan bukti tanda cinta atas hubungan yang terjadi semalam.

"Tadi malam Lelaki itu melakukannya dengan sangat bringas... Bahkan aku akui kewalahan menghadapinya... Apa dia bisa seperkasa itu karena dalam bayang-bayang nya ia mengira aku adalah Istri pertamanya? Apa ingatannya hanya akan selalu ingat Kak Monika... Sedangkan aku..."

Cantika menghentikan ucapannya, ia tak sanggup mengingat apapun yang terjadi semalam biarpun kejadian itu begitu sangat nyata dalam ingatannya...

Ingin ia mengingatkannya tapi ia sadar Wanita seperti dia tidaklah pantas belum lagi Cantika tau seberapa besar cintanya sang Suami terhadap Istri pertama.

Tok

Tok

Lirikan Cantika menyambar arah pintu, ia bangkit dan membukanya dan Monika lah yang datang.

"Bolehkah aku masuk?" Cantika mengangguk, Monika membalasnya dengan senyuman, ia lalu memasuki kamar bermotif pink itu.

"Kak... Tadi malam apa Tuan Adrian menaruh kecurigaan?"tanya Cantika ragu-ragu, Monika memegang pundak Cantika, ia menenangkannya.

"Tenanglah semua aman, dia tidak tau kalau Wanita tadi malam itu kamu... Ia taunya itu aku... Jadi janganlah cemas kamu aman."

Cantika memainkan jemarinya masih ada rasa gelisah yang menyelimuti pikirannya.

"Kenapa? Apa yang kamu takutkan?"

"Tidak, Kak. Aku baik-baik saja kok."

"Ya sudah aku keluar dulu takutnya Adrian memikirkan hal lain."

Di satu sisi seusai Adrian mandi, ia keluar dari sana namun entah mengapa lirikan matanya menyambar arah ranjang yang masih berantakan.

"Malam itu sebenarnya siapa? Aku jelas ingat suara Monika itu seperti apa... Manjanya dia juga seperti apa... Aku jelas masih sangat ingat... Tapi jujur suara tadi malam itu sungguh bukanlah suara Monika, tapi siapa?"

Pikirannya semakin berkecamuk, tangannya langsung menyingkap selimut besar itu dan yang terjadi....

"Apa!"

Mata Adrian terbelalak, ia melotot sehabis melihat sesuatu yang tidak pernah ia duga.

"Darah? Bagaimana bisa ada darah keper4wanan disini? Jangan-jangan."

Adrian menangkap cepat kegelisahannnya pikirannya langsung menangkap satu nama yaitu Cantika...

"Apakah mungkin Wanita itu dia?"hardik Adrian dengan raut wajah ke ingin tahuannya.

Bersambung

1
Siti Fatimah
Maaf, bab 14 masih belum lulus review dari semalam
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!