NovelToon NovelToon
Dibuang Saat Hamil

Dibuang Saat Hamil

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / CEO / Single Mom
Popularitas:6.4k
Nilai: 5
Nama Author: Nona Jmn

Diana Veronika berniat memberi tahu kekasihnya tentang kehamilannya, berharap pria itu akan ikut bahagia.
Namun bukannya bertanggung jawab, Samuel justru meninggalkannya karena tak berani melawan orang tuanya dan memilih wanita dari perjodohan keluarga.
Hamil sendirian, Diana berusaha bangkit demi anaknya, hingga seorang CEO dingin perlahan hadir dalam hidupnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nona Jmn, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Semakin kehilangan

“Niel, ini yang lo minta.”

Dion langsung menyerahkan berkas berisi data wanita hamil yang diminta Niel.

“Jangan lupa tiket liburan gue dan bonus dua kali lipat.”

Wajah Dion tampak begitu puas.

Sebentar lagi, ia akan menikmati liburan tanpa gangguan pekerjaan.

“Hm.”

Niel hanya membalas dengan deheman.

Ia mulai fokus membaca data wanita yang terus menghantuinya.

“Diana Veronika... jadi namanya Diana...” lirihnya.

Ia kembali membaca detail demi detail tentang Diana.

“Castella Cake.”

Niel mengerutkan kening sesaat.

“Samuel Dirgantara?”

Ia kembali membaca berkas itu dengan saksama.

“Dasar pria brengsek!” geramnya saat menemukan beberapa fakta.

Tangannya mengepal erat.

“Lo udah menyia-nyiakan Diana. Jadi jangan salahkan gue kalau sekarang gue yang mengambil tempat lo.”

Niel beranjak dari kursinya.

Ia melangkah mendekati kaca transparan di ruang kerjanya, menatap Kota Velmora dari ketinggian.

“Dion.”

“Hm?”

“Buat pesanan sebanyak mungkin di Castella Cake, terutama Pavlovanya itu.”

“Untuk apa?” tanya Dion bingung.

Niel menatapnya malas.

“Bagikan ke karyawan,” jawabnya ketus.

“Ooo—”

Ucapan Dion langsung terputus saat Niel melemparkan bantal sofa ke arahnya.

“Sial, lo benar-benar bikin kesabaran gue habis, Dion.”

Niel terlihat kesal tak terkendali.

Ia menatap asisten pribadinya sekaligus sahabatnya itu dengan tajam.

Dion menangkap bantal itu dengan wajah polos.

“Lo kenapa sih, Niel? Natap gue begitu? Emang jawaban gue salah?”

Niel mengembuskan napas kasar.

“Dion, apa otak lo cuma isinya liburan, hah?”

Dengan polosnya Dion mengangguk.

Hal itu membuat Niel mengusap wajahnya dengan kasar.

Ia menarik napas pelan, merasa Dion benar-benar perlu diberi pemahaman.

“Gue pesan kue itu karena gue ingin ketemu Diana, dan tugas lo cari cara supaya gue bisa ketemu dengannya,” ucapnya tegas.

“Oh gitu... oke, gue paham,” ucap Dion yang akhirnya mengerti.

Niel menatapnya malas.

“Oke, serahkan semuanya pada Dion De Vries,” ucap Dion sambil menepuk dadanya dengan bangga.

Niel menyipitkan matanya tipis.

“Semoga kali ini otak lo benar-benar bekerja.”

Dion mendengus tidak terima.

“Eh, jangan meremehkan gue. Gue ini asisten pribadi paling berbakat yang pernah lo punya.”

“Lo satu-satunya asisten yang gue punya,” balas Niel datar.

Deg!

Dion langsung terdiam. “Anjir... nyakitin banget.”

Niel mengabaikannya dan kembali menatap berkas Diana yang masih ada di tangannya. Tatapannya berhenti pada alamat Castella Cake.

Dion yang sejak tadi memperhatikan ekspresi sahabatnya tiba-tiba tersenyum jahil. “Lo beneran serius ya sama Diana?”

Niel menutup berkas itu perlahan. “Aku serius ingin mengenalnya.”

Dion menaikkan alis. “Dan kalau ternyata dia masih mencintai mantannya?”

Rahang Niel langsung mengeras.

“Kalau pria itu benar-benar mencintainya...” ucap Niel dingin. “Dia tidak akan membiarkan Diana berjuang sendirian saat hamil.”

Dion terdiam sesaat.

Untuk pertama kalinya, ia melihat keseriusan di mata Niel.

“Wah...” gumam Dion pelan. “Lo benar-benar jatuh cinta.”

Niel mengambil jasnya lalu berjalan menuju pintu.

“Mau ke mana?” tanya Dion bingung.

Niel berhenti sejenak tanpa menoleh.

“Ke perusahaan.”

“Bukannya meeting masih dua jam lagi?”

Bibir Niel melengkung tipis.

“Aku ingin memastikan rencanaku berjalan hari ini.”

Dion membelalak. “Secepat itu?”

Niel akhirnya menoleh dengan tatapan tajam.

“Semakin cepat aku bertemu Diana...”

Ia menjeda sejenak.

“Semakin cepat pria brengsek bernama Samuel itu benar-benar kehilangan dia.”

°°••°°

Di kantor pusat Dirgantara Group, Samuel berdiri menatap pemandangan kota Westoria dari balik dinding kaca ruangan kerjanya.

Berkas bertumpuk di meja kerjanya, tetapi sama sekali ia abaikan.

Seharusnya hari ini ia masih cuti, tetapi pikirannya terus dipenuhi oleh istrinya yang ternyata seolah bukan pertama kali berhubungan badan.

Fakta itu membuat Samuel jijik, kesal, dan terus teringat setiap saat, padahal pernikahannya sudah berjalan lima bulan.

Namun, ia harus memendam semuanya.

Bisa-bisa orang tuanya marah dan mertuanya juga murka padanya.

Samuel merasa terjebak dalam kehidupan yang ia pilih sendiri.

Huh...

Samuel menghela napas kasar.

Kenapa hidupnya terasa penuh tekanan seperti ini?

Tak ada yang benar-benar mengerti dirinya kecuali Diana.

Perempuan itu...

Hanya Diana yang selalu bisa mengerti dirinya.

Samuel memejamkan mata, mengingat kembali kenangan bersama Diana.

Diana sering membuatkannya bekal.

Diana selalu perhatian.

Diana juga sering memberinya nasihat yang tulus.

Dan masih banyak lagi perlakuan Diana yang tak pernah bisa ia dapatkan dari Citra.

Selama lima bulan ini, pekerjaan Citra hanya belanja dan terus belanja.

Samuel bahkan belum pernah merasakan masakan istrinya sendiri.

Samuel berusaha mencintai Citra, tetapi rasanya begitu sulit.

Tok! Tok!

Lamunannya terhenti saat suara ketukan terdengar dari luar.

“Masuk,” ucapnya.

Pintu terbuka.

“Hai, Sayang.”

Citra menghampirinya dengan senyum manis.

Samuel hanya membalas dengan senyum tipis.

“Hai, tumben kamu ke sini. Ada apa?” tanyanya.

Citra tersenyum manis, lalu memeluk lengan Samuel dengan manja.

“Kamu sudah makan siang?”

Samuel menggeleng.

“Belum.”

“Kita makan siang bareng, yuk. Kebetulan aku sudah pesan makanan favoritmu.”

Samuel menghela napas pelan.

Lagi-lagi makanan pesan antar.

“Baiklah, kita makan di sini saja. Aku tidak bisa meninggalkan pekerjaan.”

Samuel menatap sekilas berkas di mejanya.

Citra mengangguk.

“Tidak apa-apa, di mana pun asal bareng kamu.”

Tak lama, pesanan Citra datang.

OB membawakan pesanan tersebut dan langsung menyajikannya di meja.

Samuel dan Citra pun makan siang bersama.

Mereka sesekali saling suap-suapan, meski Citra yang lebih sering melakukannya.

Setelah beberapa saat, makanan mereka telah habis.

“Duh, kenyangnya,” ucap Citra sambil mengusap perutnya.

Sementara itu, Samuel sudah kembali duduk di meja kerjanya sambil menatap berkas-berkas di hadapannya.

Citra memandang suaminya yang tampak serius.

“Kamu tambah ganteng deh kalau lagi kerja begini,” godanya.

Samuel hanya membalas dengan senyuman tipis.

Tak lama, ponsel Citra berdering.

Ia langsung menatap layar ponselnya.

Lalu ia beranjak menghampiri Samuel.

“Sayang, aku jalan sama temanku dulu ya ke mall,” pamitnya sambil mengecup bibir Samuel sekilas.

“Iya, hati-hati.”

Citra keluar dari gedung perusahaan suaminya, lalu masuk ke dalam mobilnya.

Ia menyalakan mesin mobil dan meninggalkan gedung tersebut.

Tak lama, mobil Citra berhenti di sebuah apartemen.

Bukan mall seperti alasan yang ia katakan pada suaminya.

Citra keluar dari mobil, lalu melangkah masuk ke dalam lift.

Ting!

Tak lama kemudian, lift berhenti di lantai lima.

Citra keluar dari lift, lalu berjalan menuju kamar bernomor 566.

Ting!

Hanya satu kali bel berbunyi.

Pintu pun terbuka.

Seorang laki-laki tersenyum melihat kedatangan Citra.

“Hai, Honey. Akhirnya kamu datang.”

1
Adriana Bora
sangat2 bagus
Prafti Handayani
Lanjut thor..Gass tross....
Nona Jmn: Besok ya kak😋😍
total 1 replies
Prafti Handayani
Thor di tunggu lanjutannya...
Nona Jmn: Besok ya kak😋😍
total 1 replies
Prafti Handayani
FIX istrimu Pelacur Samm...
Selamat menikmati kesengsaraanmu...
SELAMANYA!!!
Prafti Handayani
Calon suami dan Daddy buat Diana dan Debay.Mudah"an pria ini lebih berkuasa dri kel Samuel dan Citra.Biar Diana bs bls dendam.Dan calin Daddy bs melindungi Diana dan Debay slmnya.Niar debay nti gag bs diambil alih sm samuel dan keluarganya saat nti tau sam dan citra gag bs punya anak.
Mpusss...
Lia Rahmawati
katanya si Diana pergi jauh,tapi ko toko rotinya Deket sama toko rotinya yang punya si jahat?
Nona Jmn
Hai, kak. Akhirnya mampir di novel baruku😋😍
tia
jahat banget iren ,,makany toko u sepi
tia
semoga karma menghampir u Samuel sekuritas
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!