Di wilayah Provinsi Langit Hijau, Klan Long adalah salah satu kekuatan terbesar yang menjunjung tinggi bakat di atas segalanya. Long Yue, pemuda berusia lima belas tahun dari keluarga cabang, dianggap tidak memiliki bakat sama sekali dalam tiga jalur kekuatan utama klan—kultivasi, alkimia, maupun pembentukan formasi. Ia hidup dalam keterasingan, penghinaan, dan diasingkan oleh seluruh anggota klan bahkan keluarganya sendiri karena dianggap beban yang tidak berguna. Saat kepala klan mengusulkannya untuk dibuang di pertemuan tahunan, Long Yue dengan berani mengumumkan kepergiannya secara sukarela dan bersumpah akan kembali sebagai sosok terhebat yang pernah ada.
apa yang akan terjadi selanjutnya.?
dan akankah Long Yue berhasil membuktikan kepada klan nya.?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nur Hali, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 27:Teknik Pedang Langit Berapi
Teriak Jing Xu sekeras tenaganya.
Ia melesat maju secepat kilat, membelah udara. Cahaya pedang yang besar, panjang, dan panas itu menyambar ke arah Gu Wu yang sedang kewalahan menahan gelombang energinya sendiri. Gu Wu terkejut bukan main, berusaha menangkis dengan kedua tangannya yang dilapisi energi tebal, tapi sudah terlambat.
Sretttt!!
Cahaya pedang itu memotong langsung melewati pertahanan energinya, menebas bahu kanan hingga ke pinggang kiri. Gu Wu berteriak kesakitan yang mengerikan, tubuhnya terlempar jatuh ke tanah dengan luka parah yang terbakar dan melebar, darah mengalir deras. Ia berguling-guling di tanah kesakitan, tidak berdaya sama sekali.
Kini, kedua tetua andalan Klan Ular Hijau sudah jatuh!
Hanya tinggal Gu Chang sendiri!
Gu Chang berdiri kaku di tempatnya, keringat dingin membasahi seluruh tubuhnya. Ia menatap Long Yue dan Jing Xu dengan tatapan ketakutan yang belum pernah ia rasakan seumur hidupnya. Apa yang ia lihat ini nyata? Dua pemuda muda yang satu Pembentukan Energi Tingkat 7 dan satu Tingkat 5, mampu mengalahkan dua ahli Penyatuan Energi Tingkat 2? Bahkan dia sendiri, yang hanya Penyatuan Energi Tingkat 1, rasanya seperti melihat dua raksasa yang tidak bisa dijamah.
"Kau... kalian... makhluk apa kalian ini?" suara Gu Chang bergetar hebat, kipas di tangannya jatuh ke tanah. Rasa percaya dirinya, arogansinya, dan rencana penaklukannya hancur lebur dalam sekejap mata.
Long Yue perlahan berjalan mendekat, api ungu di sekujur tubuhnya perlahan meredup, tapi tekanan kekuatannya justru semakin berat dan menekan hati. Jing Xu berjalan di sampingnya, pedang berapinya masih berkilau, napasnya sedikit terengah tapi tatapannya tajam dan penuh kemenangan.
"Kau bilang tadi kami hanya semut?" ucap Long Yue dingin, suaranya menggema ke seluruh halaman yang hening. "Kau bilang kami tidak ada harapan? Kau bilang akan menghancurkan Keluarga Jing hari ini?"
Setiap langkah Long Yue membuat Gu Chang mundur selangkah, sampai punggungnya menyentuh dinding. Ia tidak berani melawan, rasa takut maut telah menguasai seluruh jiwanya. Ia sadar, kalau pemuda ini mau, ia bisa mati di tempat itu juga dalam sekejap.
"Maafkan aku! Maafkan aku!" seru Gu Chang akhirnya, berlutut di tanah, menunduk dalam-dalam. "Aku salah! Aku yang sombong! Ampuni nyawaku! Aku berjanji Klan Ular Hijau tidak akan pernah mengganggu wilayah Keluarga Jing selamanya! Kami akan menyerahkan ganti rugi apa pun yang kalian minta! Jangan bunuh aku!"
Pemandangan itu membuat seluruh anggota Keluarga Jing bersorak kegirangan. Kepala Keluarga Jing, Jing Zhan, dan para tetua saling pandang dengan mata berkaca-kaca penuh haru dan tak percaya. Kemenangan yang tidak terduga ini... dari posisi hampir musnah, berbalik menjadi kemenangan mutlak hanya berkat kehadiran dua pemuda ini.
Long Yue berhenti melangkah, menatap dingin Gu Chang yang gemetar di tanah. Ia tidak berniat membunuh semuanya. Itu akan menimbulkan dendam abadi dan perang habis-habisan yang tidak perlu. Namun, ia harus memberi pelajaran yang cukup mendalam agar mereka tidak berani lagi.
"Pergilah," ucap Long Yue tegas. "Bawa sisa pasukanmu dan kedua tetua yang terluka itu. Kumpulkan seluruh kekayaan, bahan, dan inti energi yang kalian miliki. Dalam tiga hari, serahkan semuanya di perbatasan wilayah. Itu adalah ganti rugi atas gangguan dan penghinaan kalian hari ini. Jika ada satu pun yang tertinggal, atau jika aku mendengar kalian berniat jahat lagi... aku akan datang sendiri ke kediaman Klan Ular Hijau. Dan saat itu, tidak ada ampun lagi."
"Baik! Baik! Akan kami lakukan! Terima kasih atas belas kasihan Tuan!" seru Gu Chang lega luar biasa. Ia buru-buru bangkit, memberi isyarat pada pasukannya yang ketakutan. Mereka segera menggendong kedua tetua mereka yang terluka parah, lalu lari terbirit-birit keluar dari kediaman Keluarga Jing, keluar dari Kota Jing, secepat mungkin seolah dikejar setan.
Saat musuh benar-benar pergi dan suasana menjadi tenang kembali, Jing Zhan berjalan mendekati Long Yue dan Jing Xu dengan langkah gemetar. Wajahnya yang penuh kekhawatiran kini berganti menjadi kebanggaan dan rasa hormat yang mendalam. Ia berlutut perlahan di depan Long Yue.
"Terima kasih... Terima kasih banyak, Tuan Long Yue. Kau telah menyelamatkan seluruh Keluarga Jing, menyelamatkan ribuan nyawa kami. Tanpa kau, hari ini nama Keluarga Jing akan hilang dari dunia ini. Mulai hari ini, nyawa dan seluruh kekayaan Keluarga Jing adalah milikmu. Kau adalah penyelamat kami, tamu terhormat tertinggi kami selamanya."
Long Yue segera mengangkat tubuh Jing Zhan, wajahnya ramah kembali. "Kepala keluarga Jing, jangan lakukan itu. Aku dan Jing Xu adalah sahabat seperjalanan. Apa yang aku lakukan ini bukan hanya untuk Keluarga Jing, tapi juga untuk sahabatku sendiri. Ini sudah sepantasnya."
Jing Xu yang berdiri di sampingnya tersenyum lebar, hatinya penuh kebahagiaan dan kebanggaan. Ia menatap ayahnya, lalu menatap kerabat dan anggota keluarga yang semuanya menatapnya dengan pandangan hormat dan kagum — bahkan kakak-kakaknya yang dulu sering meremehkannya pun kini menunduk malu dan hormat.
"Ayah, para tetua, saudara-saudaraku," ucap Jing Xu lantang. "Dulu kalian mungkin menganggapku anak bungsu yang lemah dan tidak berguna. Tapi hari ini, aku membuktikan bahwa aku juga bisa menjadi pelindung keluarga. Dan semua ini berkat bimbingan dan persahabatan Kak Long Yue. Bersama dia, aku tahu masa depan kita semua akan jauh lebih cerah dan kuat."
Sorak sorai gemuruh kembali bergema di seluruh kediaman. Kemenangan yang tidak terduga ini bukan hanya menyelamatkan keluarga, tapi juga mengangkat derajat Jing Xu menjadi sosok pahlawan yang dihormati semua orang.
Malam itu, Keluarga Jing mengadakan pesta besar selama tiga hari tiga malam untuk merayakan kemenangan dan kebebasan mereka. Seluruh kota bersorak gembira. Long Yue dan Jing Xu menjadi pusat perhatian, sosok legendaris yang namanya mulai dikenal luas di seluruh wilayah selatan.
Namun, di tengah kemeriahan itu, Long Yue tahu dengan jelas: kejadian hari ini hanyalah permulaan. Namanya mulai terdengar, kekuatan besar mulai memperhatikan mereka, dan rencana perjalanan mereka ke wilayah tengah semakin dekat. Kekuatan yang baru saja mereka dapatkan, dan kemenangan ini, hanyalah batu loncatan menuju panggung yang jauh lebih besar, lebih berbahaya, dan lebih menakjubkan lagi.