NovelToon NovelToon
Asisten Tak Terduga

Asisten Tak Terduga

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Nikah Kontrak / Romansa
Popularitas:2.7k
Nilai: 5
Nama Author: Abil_

"Menjadi asisten pribadi seorang CEO paling dingin di ibu kota bukanlah rencana awal hidupku."

Bagi Kenzo, perfeksionisme adalah segalanya. Baginya, asisten bukan sekadar pembantu, tapi mesin yang harus bekerja 24/7 tanpa celah. Namun, kedatangan asisten barunya yang "tak terduga" mulai mengacaukan ritme hidupnya yang kaku.

Ia tidak menyangka bahwa di balik kopi yang selalu pas suhunya dan jadwal yang tertata rapi, asistennya menyimpan rahasia besar yang bisa menjungkirbalikkan dunia bisnisnya. Setiap babak baru dalam hubungan mereka hanyalah awal dari lapisan misteri dan percikan rasa yang lebih dalam.

Akankah hubungan profesional ini tetap pada jalurnya, atau justru terjebak dalam permainan perasaan yang tak berujung?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Abil_, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bayang-Bayang Masa Lalu

Ruang kerja Kenzo di apartemen itu terasa sangat dingin, bukan hanya karena AC yang disetel ke suhu terendah, tapi karena atmosfir yang diciptakan oleh pria di depan Nabila. Kenzo sedang menatap layar monitor besar yang menampilkan deretan data lama perusahaan sepuluh tahun yang lalu. Nama keluarga Nabila berkedip di sana, seolah-olah menjadi hantu yang menuntut penjelasan.

Nabila berdiri mematung di ambang pintu. "Kenzo... apa yang kau temukan?" suaranya hampir tidak terdengar.

Kenzo tidak menoleh. "Sepuluh tahun lalu, perusahaan ayahmu adalah vendor utama kami. Dan dalam satu malam, semua modal lenyap, meninggalkan Aditama Group dengan kerugian triliunan. Ayahmu menghilang, dan kau... kau berakhir menjadi asisten di sini." Kenzo akhirnya berbalik, tatapannya tajam seperti pisau. "Apakah ini semua rencana balas dendam, Nabila?"

"Bukan! Demi Tuhan, aku bahkan tidak tahu apa-apa soal bisnis Ayah," seru Nabila dengan air mata yang mulai mengenang. "Aku melamar ke sini murni karena aku butuh pekerjaan. Aku tidak tahu kalau perusahaan ini punya sejarah buruk dengan keluargaku!"

Kenzo melangkah mendekat, langkahnya pelan dan mengintimidasi. "Dunia ini tidak mengenal kebetulan, Nabila. Seseorang mengirimimu pesan ancaman karena mereka tahu siapa kau. Mereka ingin menggunakanku untuk menghancurkanmu, atau menggunakanku untuk menjatuhkanmu."

Kenzo berhenti tepat di depan Nabila. Ia mencengkeram kedua bahu Nabila, memaksanya untuk menatap mata kelam itu. "Tapi ada satu hal yang tidak mereka tahu. Aku tidak suka barang milikku disentuh oleh orang lain. Termasuk rahasiamu."

"Apa maksudmu?" Nabila terisak.

"Kau akan tetap di sini. Di bawah pengawasanku 24 jam. Mulai besok, kau bukan hanya asistenku di kantor, tapi kau adalah tunanganku secara resmi di depan publik," ucap Kenzo tanpa ragu.

Nabila terbelalak. "Tunangan? Tapi ini gila! Kau bilang ini cuma sandiwara buat ibumu!"

"Situasinya sudah berubah," potong Kenzo. "Dengan menjadikannya resmi, aku punya alasan hukum dan privasi untuk melindungimu dari siapa pun yang menerormu. Dan sebagai imbalannya, kau harus membantuku menemukan siapa yang mengendalikan pesan-pesan itu."

Malam itu, mereka tidak lagi tidur di kamar terpisah secara mental. Meskipun Nabila tetap di kamarnya, ia tahu Kenzo sedang berjaga di ruang tengah dengan tim keamanannya. Rasa takut Nabila mulai bercampur dengan sesuatu yang lain—sebuah ketergantungan yang berbahaya pada pria yang seharusnya ia hindari.

Keesokan harinya, sebuah acara amal mewah menjadi panggung pertama bagi sandiwara baru mereka. Kenzo muncul mengenakan tuxedo hitam yang sangat sempurna, sementara Nabila dibalut gaun malam berwarna merah marun yang membuat kulit putihnya tampak bersinar. Di depan gerombolan wartawan, Kenzo melingkarkan tangannya di pinggang Nabila secara posesif.

"Perkenalkan, ini Nabila. Calon istriku," ucap Kenzo dengan suara berat yang penuh otoritas.

Kilatan lampu kamera membutakan mata Nabila sebentar, tapi genggaman tangan Kenzo yang kuat di pinggangnya memberikan kekuatan yang aneh. Di tengah keramaian itu, Kenzo berbisik tepat di telinganya, "Tersenyumlah, Nabila. Dunia harus percaya bahwa kau adalah satu-satunya wanita yang bisa menaklukkanku."

Saat berdansa di bawah lampu kristal, Nabila merasakan detak jantung Kenzo yang stabil beradu dengan detak jantungnya yang liar. Untuk sesaat, ia lupa akan ancaman, lupa akan masa lalu ayahnya, dan lupa bahwa pria ini bisa menghancurkannya kapan saja.

Namun, di sudut ruangan, seorang pria dengan kacamata hitam memperhatikan mereka dengan senyum sinis. Ia memegang ponselnya dan mengirimkan satu pesan lagi ke nomor Nabila.

Nikmatilah pelukannya selagi bisa, Nabila. Karena saat kebenaran tentang kematian ayah Kenzo terungkap, tangan yang memelukmu itu akan menjadi tangan yang mencekikmu.'

Nabila merasakan tubuhnya kaku seketika. Ia menatap wajah Kenzo yang sedang menatapnya dengan pandangan lembut yang dibuat-buat. Sebuah pertanyaan besar menghantam kepalanya: Apakah ayah Kenzo meninggal karena ayahnya?

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!