NovelToon NovelToon
Menikahi Kakak Pacarku

Menikahi Kakak Pacarku

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / CEO / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:5.5k
Nilai: 5
Nama Author: tayanlee

Salam dari author untuk pembaca 😊✨🙏

Putri Adelia yang biasa di panggil adel, usianya kini menginjak 24 tahun. Dia menjalani kisah cinta yang romantis dan begitu membuat iri orang-orang.

Kisah cintanya dengan devan alvano begitu indah dan tampak sempurna di mata siapa pun yang melihatnya.

Devan adalah sosok pria yang hampir tidak memiliki celah—tampan, mapan, dan selalu bersikap lembut pada Adel. Di hadapannya, Devan seperti pria yang hanya hidup untuk mencintai satu wanita.

Tapi tiba-tiba semuanya runtuh ayah adel memutuskan untuk menjodohkan nya dengan kakak Devan, yaitu Lucas yang usianya sudah 36 tahun terpaut jauh dari usia adel.

HEHEH SEMOGA SUKA YA SAMA NOVEL AKU 🙏😁✨

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon tayanlee, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 16.

Adel membeku.

Pertanyaan itu terasa seperti menarik napasnya keluar secara paksa.

Adel menatap mata Devan, tangannya mengepal di sisi tubuhnya, antara ingin dan takut akan konsekuensinya.

" Devan... " suaranya lirih hampir pecah.

Devan tidak mundur, tatapannya tetap terkunci pada Adel.

" jawab aku " pinta Devan.

Adel tidak langsung menjawabnya sejenak, Ia menutup matanya mencoba untuk mengumpulkan keberanian yang tersisa, lalu perlahan Ia membuka matanya kembali menatap Devan.

" Aku... " suara tertahan, tercekat di tenggorokan nya, dan nafasnya bergetar.

" Aku... tidak benar-benar berhenti mencintaimu " bisik Adel, suaranya gemetar menahan tangis yang hampir pecah.

Kalimat itu jatuh pelan, namun dampaknya terlalu besar.

Devan terpaku, matanya langsung melembut, harapan yang tadinya mati kini hidup kembali setelah Adel menjawabnya.

" Aku... aku senang, setidaknya kamu masih mencintai ku " ucap Devan, Ia mengangkat kedua tangannya, menyentuh pipi Adel, sambil menatapnya dengan lembut dan penuh cinta.

perlahan-lahan wajah Devan semakin dekat, hingga Adel merasa sesak dan jantung berdetak kencang, Ia tahu betul apa Devan inginkan, jantung nya berdetak kencang bukan karena cinta melainkan karena takut adanya seseorang yang mendengar atau melihat mereka.

Adel mendorong dada Devan pelan, Ia memalingkan wajahnya ke arah samping.

" Devan " bisik Adel.

Devan berhenti, hatinya terasa sakit melihat Adel dengan jelas menolaknya.

" Jangan salah paham... perasaan itu ada tapi bukan berati aku bisa kembali " ucap Adel dengan suara gemetar.

Devan tertawa kecil hambar tanpa humor, terdengar pahit.

" Istri kakakku "

" apa aku harus memanggil mu kakak ipar mulai sekarang " tanya Devan.

Adel menundukkan kepalanya.

" Semuanya sejak awal sudah salah " lanjut Devan suaranya rendah.

" jika saja waktu itu kamu... "

" Itu sudah keputusan ku Dev, dan aku tidak bb isa memilih " potong Adel.

Hening kembali jatuh, kini kembali berat, Devan menatapnya lama, dan perlahan menurunkan tangannya dari pipi Adel, melangkah mundur memberi jarak antara dirinya dan Adel.

" Aku tidak bisa pura-pura tidak mencintaimu, dan aku tidak bisa melihat pacarku berdiri di samping kakakku " ucap Devan lirih.

" Andai saja kamu menggenggam tangan ku waktu itu, mungkin saja kita sudah bahagia dan membuat keluarga kita sendiri "

" keluarga yang di dasari oleh cinta, mungkin akan lebih berwarna " ucap Devan.

" Cinta tidak bisa berkutik jika lawannya saja adalah kekuasaan dan restu orang tua "

" aku mungkin mencintaimu tapi raga ku sudah di ikat oleh seseorang "

" aku tidak bisa terus menjalankan persaan ini seperti waktu itu!!...kita juga harus mengubur perasaan yang kita miliki ini dalam-dalam agar tidak menjadi sesuatu yang buruk di masa depan" pinta Adel.

Devan terdiam, kata-kata Adel seperti Pali yang menghantam pelan namun tapi pasti, Devan menatap Adel lama mencoba mencari celah, mencari kemungkinan bahwa semua ini masih bisa berubah.

Namun yang Devan lihat justru, ketaguhan dan perpisahan.

" kamu memintaku untuk mengubur perasaan ini? " tanya Devan lirih.

" Kami bicara seolah itu hal yang mudah " lanjut nya.

" Aku tidak bilang ini mudah... aku juga merasakan nya " jawab Adel pelan, sambil menggelengkan kepalanya pelan.

" Tidak... kamu tidak merasakannya seperti aku, kalau kamu merasakan hal yang sama... kamu tidak akan berbicara seperti itu " balasnya.

Ucapan itu membuat Adel terdiam, Devan tidak sepenuhnya salah dia hanya mengatakan apa yang dia ingin katakan.

Adel menundukkan kepalanya, mencoba menahan air mata yang hampir jatuh, matanya mulai kabur karena air mata.

" Aku... aku mengambil keputusan ini Dev, demi kamu " ucap Adel pelan.

" bukan karena aku mencintaimu... tapi karena aku tahu... kalau aku memilihmu semuanya akan hancur "

" biarkan hancur " potong Devan cepat.

Adel segera mengangkat wajahnya, menatap mata Devan.

" tidak semua hal bisa di selamatkan!!... kada kita juga berhak memilih kebahagiaan kita " lanjut Devan.

Adel menggelengkan kepalanya pelan.

" Lalu apa, mengorbankan semuanya?... keluarga, nama baik keluarga kita, ?.... apakah kita bisa bahagia di atas kehancuran keluarga? " tanya Adel.

Devan terdiam, untuk pertama kalinya dia tidak mempunyai jawabannya.

" Jadi ini akhirnya? " ucap Devan pelan, dengan suara lirih dan putus asa.

Adel menatapnya, dengan mata merah, namun tidak lagi goyah, Ia tahu jika hubungan ini harus segera berakhir.

Di pertemukan dengan manis dan di akhiri dengan pahit, Adel terpaksa memilih untuk mengakhiri nya demi kebaikan masa depan dan pria yang dia pernah cintai.

" iya " satu kata itu menjadi akhir dari segalanya.

Devan terdiam, Ia tersenyum tipis... tapi senyum itu penuh kepahitan.

" aku tidak bisa menerimanya " ucap Devan.

" aku... aku tidak benar-benar rela mengakhiri semua ini, semua tentang kita " lanjut Devan.

" Tapi kamu harus...aku anggap semua ini tidak lagi ada, tolong hormati keputusan ku " ucap Adel, Ia berjalan memunggungi Devan, Ia tak mau berlama-lama takut ada seseorang yang memergoki nya.

" Adel " panggilnya pelan dengan suara berat.

Adel berhenti di ambang pintu dapur, Ia tidak menoleh kebelakang.

" Sampai kapanpun aku akan mencintaimu...aku tidak bisa benar-benar mengubur perasaan ini, "

" apa yang kamu minta, aku tidak sanggup menerimanya " ucap Devan.

Adel memejamkan matanya sesaat, kalimat itu menahan kakinya tanpa benar-benar menyentuh nya, jemarinya menggenggam erat ujung gaunnya, seolah itu satu-satunya cara agar Ia tetap berdiri tegak.

" kalau begitu,... belajarlah Dev, " suaranya pelan, bergetar namun berusaha untuk tegas.

" Belajar untuk melepaskan... seperti aku yang berusaha mencobanya sekarang " lanjut adel, ucapan itu terasa tajam, tapi justru paling jujur.

Perlahan Adel membuka matanya, menatap lurus ke depan.

" tidak semua perasaan harus di miliki... kadang cukup di simpan dan lepaskan pelan-pelan " tambahnya lirih.

Devan terdiam, rahangnya mengeras, tangannya mengepal karena amarah dan rasa tidak terima.

terdengar suara langkah kaki dari luar dapur, Adel tahu waktu mereka sudah habis.

Adel melangkah pergi meningalkan Devan dan rasa sakit dari kisah cinta mereka.

\~~~~

Adel mencoba tersenyum tipis, Ia juga mengangkat wajahnya agar air mata yang menggenang tidak jatuh begitu saja.

Ia menarik nafas panjang, mencoba menahan sesak yang masih tertinggal di dadanya, lalu merapikan ekpresi seolah tidak terjadi apa-apa.

Setelah itu, Ia melangkah menuju ruang depan, dengan sikap seperti biasa Adel keluar, ke halaman depan.

Adel bisa melihat Lucas sudah ada di depan mobil yang akan mengantarkan mereka ke tempat tujuan.

Adel berjalan menghampiri Lucas, matanya masih memerah dan perih.

" Pa-pa mana " tanya Adel memecahkan suasana.

" Sepertinya dia kurang enak badan, jadi tidak bisa mengantar kita " jawab Lucas, Ia membukakan pintu mobil untuk Adel.

Adel mengangguk pelan, Ia pun masuk ke dalam mobil, pintu tertutup dari luar dan Lucas segera menyusul Adel masuk kw dalam mobil, mereka duduk berdampingan.

1
KIM TAMIE
Sosor dia Lucas........sosor Adel .
Lu doyan ma perempuan kaga sih 🙄🙄🙄🙄
a elaaaaaaah lu lambat banget jadi cwo.
Readers kecewa nih 😒😒😒
Estella🍂: sabar" baru sebulan main sosor aje😭😭
total 1 replies
Reni Anjarwani
lanjut lanjut makin seru thor
Reni Anjarwani
lanjut thor doubel up
Sals
lanjutt kak, bikin adel sadar dan suka ke lucas
KIM TAMIE
Lucas : gilaaaaaaaa...jadi begini bentukan bini gue, sexi parah woy 🤩🤩

Reader : elu nyesel khan Cas, yg begitu lu anggurin.
Udeh buruan lu tubruk deh...udah halal juga khan
lov_e: 🤣🤣🤣🤣🤣
total 1 replies
Reni Anjarwani
lanjut thor semanggat doubel up thor , sepertinya lucas itu suka adel tp demi sebuah sesuatu yg akan dicapai jadi dia ambai pd adel
KIM TAMIE
Lucaskah yg datang ???
Reni Anjarwani
suka bgt sama jln ceritanya
Reni Anjarwani
lanjut thor semanggat doubel up
Reni Anjarwani
lanjut thor doubel up
Reni Anjarwani
lanjut thor semanggat doubel up thor
Reni Anjarwani
bagus bgt jln ceritanya doubel up trs thor
Reni Anjarwani
lanjut thor semanggat doubel up trs thor
KIM TAMIE
Aelaaaah Lucas..... dedeg gue ma elu 🙄🙄🙄.
Lu gimana sih Lucaaaaaasss, masa iya lu diem aja dibilang laki ga normal.
Harusnya tuh lu tunjukin ke Adel...kasih paham ke Adel, kl lu laki tulen
Estella🍂: 🤣🤣🤣🤣😭
total 1 replies
Reni Anjarwani
doubel up trs thor
Reni Anjarwani
semanggat doubel up
KIM TAMIE
daaaaan apakah yg akan terjadi selanjutnya ?????
Hanya Othorlah pemegang kendali atas segalanya
Estella🍂: 🤣🤣🤣🤣🤣
total 1 replies
Reni Anjarwani
lanjut thor doubel up
Reni Anjarwani
bagus adel hempaskan pelakor
KIM TAMIE
good Adel 👍🏻👍🏻
Tunjukkan kl kamu ga terpengaruh ocehan Karina, biar Karina tidak memandangmu remeh.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!