NovelToon NovelToon
Isteri Pemberontak :" Aku Tidak Butuh Cinta."

Isteri Pemberontak :" Aku Tidak Butuh Cinta."

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Nikah Kontrak / Diam-Diam Cinta
Popularitas:10.7k
Nilai: 5
Nama Author: Rosma mossely

Mungkin ada typo di dalamnya,mohon bantu dikoreksi ya Kakak-kaka.🙏😊


Menjalani sebuah pernikahan kontrak??

Jane Alexander sama sekali tidak cemas.Apa itu suami dingin? Keluarga dan Ipar iblis?

Dengan satu kali lambaian tangan,semua menyingkir.

Jane Alexander yang tengah memenangkan pertengkaran, : " Persetan dengan keluarga mu...beri aku uang."

Semua orang, : "...."

Cerita ini menggambarkan cinta dan benci antara Jane Alexander dan Carlos Benjamin.Bagaimana keseruannya...?

Ikuti terus ya.

Like,vote,dan comment.
😘

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rosma mossely, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

30.Upacara peringatan.

Tiga hari berlalu,tibalah saatnya hari peringatan kematian Morgan Benjamin.

Suasana dikediaman Benjamin terasa sangat khidmat.Sangat berbeda dari hari biasanya.

Sejak pagi, para pelayan sudah sibuk hilir mudik kesana-kemari.Pak Will mengarahkan mereka agar bekerja dengan baik dan tidak menimbulkan kegaduhan yang tidak penting.

Setiap tahun,upacara peringatan ini selalu menjadi moment yang menegangkan bagi seluruh anggota keluarga Benjamin.

Pukul sembilan tepat,semua orang telah berkumpul diaula khusus yang dibangun oleh keluarga Benjamin, sebagai tempat untuk melakukan upacara peringatan kematian bagi setiap anggota keluarga yang sudah tiada.

Bahkan Robert juga hadir di upacara peringatan tersebut.Dan berdiri di barisan paling depan,setelah Pemimpin Doa.Kemudian disusul oleh Natalia dan para tetua,serta Carlos dan Jane.Sisanya adalah para kerabat dekat serta para pelayan setia,dan juga Camelia.

Semua orang mengenakan pakaian berwarna hitam.

"Mulai upacaranya." Suara Robert terdengar sangat serak.

Mengikuti ucapannya,seorang Pemimpin Doa segera memulai membacakan doa-doanya,yang diikuti oleh semua orang.

Jane dapat melihat bahwa suasana hati orang-orang disekitarnya tampak berat,seolah-olah ini bukan upacara peringatan,melainkan upacara pemakaman.

Jane yang baru pertama kali mengikuti upacara peringatan semeriah ini,tentu saja merasa sangat bosan.Didesa, setiap kali hari kematian sang nenek tiba.Jane hanya akan mendatangi makamnya,lalu meletakkan seikat bunga liar disana.Berbincang sebentar,dan kemudian pergi.Dia belum pernah mengikuti upacara yang rumit seperti ini.

Dia mulai melirik ke kiri dan ke kanan,melihat wajah siapa yang paling mendung serta yang paling ceria.Lalu tatapannya berhenti kewajah Carlos.Karena hari ini adalah hari upacara peringatan kematian,tidak ada yang diizinkan untuk berdandan.Bahkan para pria,termasuk Carlos.Sehingga rambutnya yang biasanya disisir rapi kebelakang,kini dibiarkan jatuh menutupi keningnya.Yang membuat Carlos tampak jauh lebih muda dari biasanya.

Mata Jane dengan kurang ajarnya menyusuri setiap jengkal wajah Carlos.Kulitnya yang berwarna tan sehat dan cerah,janggut yang dicukur secara teratur dan rapi.Belum lagi bibirnya yang bervolume penuh dan berwarna merah muda sehat.

"Tuhan benar-benar tidak adil.Wajah yang tampan ini bahkan tidak terlihat pori-porinya sama sekali.Sangat berbeda dengan wanita.Kami bahkan harus melakukan perawatan ekstra demi tampil cantik.Huh!" Jane mengomel didalam hatinya.

Matanya berlama-lama dibibir Carlos.

Ck.

"Mungkin akan sangat menyenangkan jika digigit." Gumam Jane tanpa sadar.Kemudian dia kembali mengangkat pandangannya bermaksud untuk menatap wajah Carlos secara keseluruhan sekali lagi,tiba-tiba mata hijau tuanya melebar tidak percaya.Sebab, matanya bertabrakan dengan mata hitam dalam Carlos,yang juga tengah menatapnya.

"K-kau..." Ucapan Jane terhenti ketika Carlos dengan sengaja menundukan wajahnya agar lebih dekat dengan Jane.

"Apa yang menyenangkan untuk digigit itu,Nona Jane...?" Bisik Carlos dengan penuh godaan.

Jane sama sekali tidak tahu harus menjawab bagaimana.Baru kali ini dia ketahuan membicarakan orang lain.Dan rasanya sangat memalukan.

Melihat wajah Jane yang memerah karena malu membuat Carlos merasa puas.

Dia semakin menggoda Jane.

"Membicarakan fisik orang yang berada tepat disebelahnya,Nona Jane,saya baru pertama kali mengetahuinya.Apakah ini tren baru?" Bisiknya lagi.

Jane sangat berharap bisa menemukan lubang yang besar,lalu menenggelamkan dirinya kesana.Lagipula,dia hanya berkomentar ringan,haruskah Carlos mempermalukannya begini?

Jane sangat kesal sekaligus malu.

"Tutup mulut mu dan lihat kedepan." Ucap Jane dengan ketus.

Carlos terkekeh kecil,yang membuat Jane sontak menoleh kearahnya.

"Jangan menatap ku seperti itu.Aku belum siap digigit oleh mu." Kata Carlos dengan senyum mengejek.

"Tidak tahu malu." Umpat Jane.

Keduanya segera terlibat perang mulut kecil,yang menarik perhatian orang-orang dibelakang mereka.Terutama Camelia.

Nafasnya sudah memburu sejak tadi.Dalam pandangannya,Jane tampaknya menggoda Carlos dan Carlos terbuai akan godaan tersebut.

"Jalang sialan itu..." Makinya didalam hati.

Tanpa membuat yang lain sadar akan kehadiran dirinya,Camelia diam-diam mundur dari aula tersebut.Dia berjalan menuju taman belakang,yang kebetulan terhubung dalam satu lorong dengan aula peringatan.Setelah sampai disana,Camelia melihat kesekeliling,memastikan tidak ada orang yang melihatnya.

Setelah dirasa aman,Camelia mengirim pesan kepada pelayan yang khusus dipersiapkan oleh Carlos untuk melayaninya.

Tidak lama setelah mengirim pesan,seorang pelayan muda dan paruh baya datang mendekatinya.

"Ada apa Nona? Kenapa Anda berdiri disini bukan didalam?" Tanya Lea,wanita paruh baya yang melayani Camelia,dibawah perintah Carlos.

Melihat kekhawatiran diwajah Lea,Camelia merasa puas didalam hatinya.Dari banyak pelayan yang pernah berinteraksi dengannya,hanya Lea dan keponakannya Lyn,yang berhasil ditaklukkan olehnya.Camelia berhasil membuktikan bahwa dia adalah wanita spesial bagi Carlos.Camelia juga tidak pelit.Dia sangat memahami keserakahan dimata Lea dan Lyn,sehingga dia kerap memberikan hadiah-hadiah mahal kepada mereka berdua.Dan dengan begitu,mereka berdua bersedia menjadi sapi dan kuda bagi Camelia.

"Huh, hanya saja aku merasa sangat tersisih sekarang ini.Carlos...aku tidak tahu apa yang dikatakan oleh Nyonya Muda kepadanya.Tiba-tiba saja,Carlos marah kepada ku.Bahkan sampai mengucilkan ku diupacara peringatan kematian Paman Morgan.Huh..." Camelia berkata dengan sedih.

Wajahnya yang cantik tampak sendu.

Lea segera mengerti apa yang harus dilakukan saat ini.Jam tangan mahal yang diberikan oleh Camelia pekan lalu,masih tergeletak rapi didalam kotaknya.Jadi,sudah saatnya dia membalas kebaikan sang nona.

"Lalu..apa yang harus saya lakukan,Nona?" Tanya Lea langsung.

Dia sudah sangat memahami karakter Camelia,sama seperti Camelia memahaminya.Jadi tidak perlu ada basa-basi diantara mereka.

Dan seperti biasanya,Camelia akan menjawab dengan penuh ambigu.

"Huh, apalagi yang bisa kita lakukan? Aku hanya akan diam menerima kemarahan ini.Lagipula,Nyonya Muda tetaplah isteri Carlos,tidak peduli bagaimana kebenarannya.Hanya saja...huh, asalkan upacara peringatan ini berjalan dengan lancar maka itu cukup.Dengan begitu,Nyonya Muda akan dipandang baik oleh keluarga ini."

Lea segera mengerti apa yang dimaksud oleh Camelia.

"Jangan risau,Nona.Saya yang akan mengaturnya." Kata Lea dengan yakin.

Senyum tipis muncul dibibir Camelia.

"Bibi Lea, Bibi yang paling mengerti aku." Rengeknya dengan manja.Camelia bahkan tidak segan menggoyang-goyangkan lengan Lea.

Tingkahnya ini persis seperti seorang putri manja.

....

Upacara telah selesai dilakukan,dan para keluarga dipersilahkan duduk di aula,karena akan ada jamuan sederhana.

Jane seperti sebelumnya,masih duduk disebelah Carlos.

Kakinya sudah bergerak-gerak sejak tadi karena bosan,namun tidak ada anggota keluarga yang diperbolehkan untuk meninggalkan ruang perjamuan ini,hingga sore.

Sudah bisa dibayangkan betapa bosannya Jane saat ini.

"Tenanglah, atau Kakek akan menegur mu." Bisik Carlos tepat ditelinganya.Nafasnya yang hangat menggelitik ditelinga Jane.

Tepat saat Jane hendak menjawab,sebuah suara lembut dan dalam tiba-tiba terdengar.

1
elief
akhirnya terbongkar juga ... semoga secepatnya carlos bucin sama jane😄
elief
lanjut thor, lagi seru itu hehehe
Rosma mossely
Di usahakan ya kak.🙏
elief
lanjut thor, crazy up hehe
EvhaLynn
Cerita Nya Bagus Thor😉😊
ana
lanjut thor
Rosma mossely: Terimaksih kak.🙏
total 1 replies
elief
Luar Biasa ceritanya thor, suka sekali dengan alur ceritanya, semangat terus ya thor💪💪💪
Rosma mossely: 🤭🤭🤭😭🙏
Terimakasih ya kak.
jadi malu
total 1 replies
elief
lanjut thor
Rosma mossely: Tolong kasih ratingnya kak.🤭
Biar saya tahu kekurangan saya..😁😁🙏
total 1 replies
Noveni Lawasti Munte
kalo sampe Jane gampang luluh sama Carlos awas ja tak siram muka Jane pake kopi susu😤
Rosma mossely: Serem amet buk.🙏
🤣🤣🤣🤣
total 1 replies
ren_iren
suka karakter flowy, galak2 tp perhatian...
Herli Yani
masih kurang badas cewe nya thorr
Rosma mossely: Terimakasih kak, atas dukungan dan saran.
Saya akan terus meningkatkan karakter Jane,agar sesuai dengan ekspetasi para pembaca.Tapi...kita buat dia kuat dan bangkit secara bertahap ya.
Dukung dan ikuti terus kelanjutan ceritanya Kak.😁🤭🙏
total 1 replies
Noveni Lawasti Munte
si mawar ditamatin dlu Thor....Jane jngan gampang baper dong telan ja semua mentah2 jgan pake hati
Rosma mossely: Lagi otw say...🤭🙏

Karakter Jane nya secara bertahap tumbuhnya ya.😁
Terimakasih buat semua masukannya.
Dukung terus ya...🙏
total 1 replies
Herli Yani
buat kuat dong thor cewe nya masa lemah bnget gregetan jdi ya aku pengen tak tapol bapak nya
Rosma mossely: Siap boss ku.!!
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!