NovelToon NovelToon
Istri Yang Kau Anggap Bodoh

Istri Yang Kau Anggap Bodoh

Status: tamat
Genre:Penyesalan Suami / CEO / Pelakor / Tamat
Popularitas:47.4k
Nilai: 5
Nama Author: Yehppee

Raden Kirana Wijaya percaya bahwa pernikahannya adalah pilihan yang tepat.

Bukan karena cinta yang membara, melainkan karena kecocokan yang sempurna.
~

Status, latar belakang, dan masa depan yang terjamin.

Ia menikah dengan Adhikara Pradipta Mahendra, seorang pria yang tampak sempurna di mata semua orang.

Hingga suatu hari, masa lalu itu kembali.

Wanita yang pernah ia cintai...
wanita yang dulu ia lepaskan demi nama besar keluarganya...
kini kembali hadir, dan perlahan mengambil tempat yang seharusnya menjadi milik seorang istri.

Rana tahu.

Rana melihat.

Ia menyadari.

Bahkan lebih awal dari yang dibayangkan siapapun.

Lantas, apa yang akan Rana lakukan? Apakah ia lebih memilih bercerai dan rela kehilangan suami atau justru bertahan demi dua buah hatinya?

Ikuti terus tentang Rana disini, jangan lupa juga follow akun tiktok di Yehppee_26

Selamat membaca
please komen, subscribe, vote, dan like🫶

°°°°°

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yehppee, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pucuk 14

Malam itu sunyi, hanya sesekali terdengar deburan ombak.

Lampu kamar hanya menyisakan cahaya temaram kekuningan. Di sisi ranjang, Dipta terlelap dengan napas teratur- tenang, seolah dunia tak pernah benar-benar mengusiknya. Rana duduk bersandar, memandang wajah suaminya dalam diam. Garis rahangnya tegas, alisnya sedikit berkerut bahkan dalam tidur. Sosok yang dulu terasa begitu jauh...kini ada dihadapannya, begitu dekat.

Dan tanpa diminta, ingatannya perlahan mundur.

Kembali pada masa ketika semuanya tidak serumit ini.

~

Raden Kirana Wijaya baru saja lulus dari Universitas Gadjah Mada sebagai lulusan terbaik dari jurusan bisnis. Hari itu, senyum tak pernah lepas dari wajahnya. Ia berdiri anggun dalam balutan kebaya modern berwarna lembut, menerima ucapan selamat dari banyak orang.

Namun pertemuan itu, yang mengubah hidupnya- terjadi beberapa hari setelahnya.

Sebuah acara kelulusan pascasarjana diadakan oleh sepupu Dipta. Keluarga besar hadir, termasuk keluarga Rana dan keluarga Mahendra. Sejak lama, kedua keluarga memang sudah saling mengenal, sama-sama berasal dari garis priyayi yang menjunjung tinggi nilai, tata krama, dan kehormatan nama keluarga.

Saat itu, Rana berdiri di sisi ibunya, tersenyum sopan pada setiap tamu yang datang.

"Rana," panggil ayahnya pelan, "kemari sebentar."

Di sanalah, untuk pertama kalinya, ia di perkenalkan pada seorang pria.

Adhikara Pradipta Mahendra.

Pria itu berdiri tegak dengan aura tenang dan berwibawa. Mengenakan setelan formal yang rapi, tatapannya tajam namun tidak kasar. Ia tidak banyak bicara, hanya mengangguk hormat ketika diperkenankan.

"Ini Rana, putri kami," ujar ayah Rana dengan nada penuh kebanggaan.

"Adhikara Pradipta Mahendra," sahut pria itu singkat, suaranya rendah dan mantap.

Rana hanya tersenyum, menundukkan kepala sedikit. Tidak ada percakapan panjang. Tidak ada tawa. Hanya perkenalan sederhana- yang saat itu terasa biasa saja.

Namun ternyata, tidak bagi kedua keluarga.

~

Satu bulan kemudian.

Rumah besar keluarga Wijaya di penuhi suasana sakral. Hari itu bukan sekadar kunjungan biasa.

Keluarga Mahendra datang...untuk melamar.

Rana duduk di dalam kamar, mengenakan kebaya halus dengan riasan sederhana. Tangannya dingin, namun hatinya justru anehnya tenang. Tidak ada rasa ragu yang mengguncang, tidak pula kegelisahan yang berlebihan.

Ia tahu siapa pria itu.

Ia tahu latar belakangnya.

Ia tahu, dari sisi bebet, bobot, dan bibit- semuanya dianggap sempurna oleh keluarga mereka.

Dan yang paling penting... Adhikara Pradipta Mahendra adalah pria pertama yang benar-benar datang dengan niat.

Selama hidupnya, Rana tidak pernah membuka hati untuk hubungan serius dengan siapa pun. Ia terlalu menjaga dirinya, terlalu menghormati nilai yang diajarkan keluarganya.

Maka ketika lamaran itu datang, ia tidak melihatnya sebagai keterpaksaan.

Melainkan pilihan.

Sebuah keputusan yang ia ambil dengan sadar. Saat ibunya bertanya pelan, "Kirana...kamu yakin?"

Rana hanya mengangguk lembut, namun pasti.

"Iya, Bu."

Pernikahan mereka berlangsung sebagaimana adat keluarga priyayi.

Megah, tertata, penuh makna.

Setiap prosesi dijalani dengan khidmat- dari siraman hingga panggih- semuanya seolah menjadi saksi bahwa dua keluarga besar tengah menyatukan garis mereka dalam satu ikatan.

Rana masih ingat bagaimana Dipta berdiri di hadapannya saat prosesi pernikahan itu berjalan, dengan suara mantap mengucapkan janji yang mengikat mereka seumur hidup.

Tidak ada cinta yang menggebu saat itu.

Namun ada rasa hormat. Ada keyakinan. Dan ada harapan...bahwa semuanya akan tumbuh seiring waktu. Hingga pada akhirnya mereka di karuniai putra pertama yang diberi nama Alaric Putra Mahendra, lalu kurang lebih dua tahun kemudian seorang putri Masayu Anastasia Mahendra lahir melengkapi keluarga mereka.

Rana kembali ke masa kini.

Tatapannya masih tertuju pada suaminya yang tertidur. Waktu telah berjalan jauh sejak hari itu. Banyak hal berubah. Banyak luka yang yang datang tanpa di undang.

Salah satunya adalah, sebuah pesan singkat yang baru saja tak sengaja terbaca dari ponsel milik suaminya.

Dari Laras.

{ Maaf aku mengganggu. Terima kasih sudah melakukan semuanya untuk dan Raka. Kamu memang tidak pernah berubah}

Rana menelan ludahnya, mengalihkan pandangannya kembali kepada suaminya. Perlahan, Rana mengulurkan tangan, merapikan sedikit rambut Dipta yang jatuh di keningnya.

"Aku yang memilihmu..." bisiknya sangat pelan, hampir tak terdengar.

Dan malam kembali tenggelam dalam diam.

...****************...

Bersambung...

1
Ririn Nursisminingsih
kereen rena👍👍
Ririn Nursisminingsih
syukurin Dipta terus aja bahagiain mntan kmu itu
Ririn Nursisminingsih
dipta kmu mulai main hati rena jg mudah percaya ini juga sang mntan ganggu aja
Sayekti 0519
baguss dan nyata sakitnya
Memyr 67
𝗆𝖺𝗌𝗂𝗁 𝖻𝖾𝗋𝗁𝖺𝗋𝖺𝗉 𝗌𝖺𝗆𝖺 𝗂𝗌𝗍𝗋𝗂 𝗍𝖺𝗉𝗂 𝗆𝖾𝗆𝗂𝗄𝗂𝗋𝗄𝖺𝗇 𝖼𝖺𝗅𝗈𝗇 𝗃𝖺𝗇𝖽𝖺. 𝗇𝗀𝗀𝖺𝗄 𝖻𝖾𝗇𝖾𝗋 𝗇𝗂 𝗌𝗎𝖺𝗆𝗂
Memyr 67
𝗌𝗎𝖺𝗆𝗂 𝖻𝗈𝖽𝗈𝗁. 𝖽𝗂𝗄𝗂𝗋𝖺 𝖺𝗄𝖺𝗇 𝗆𝖾𝗇𝖽𝖺𝗉𝖺𝗍𝗄𝖺𝗇 𝗐𝖺𝗇𝗂𝗍𝖺 𝗒𝗀 𝗅𝖾𝖻𝗂𝗁 𝖾𝗇𝖺𝗄 𝗆𝖺𝗌𝖺𝗄𝖺𝗇𝗇𝗒𝖺 𝖽𝖺𝗋𝗂 𝗆𝖺𝗌𝖺𝗄𝖺𝗇 𝗂𝗌𝗍𝗋𝗂𝗇𝗒𝖺? 𝗅𝖾𝖻𝗂𝗁 𝗋𝖺𝗃𝗂𝗇 𝗆𝖾𝗆𝖻𝗎𝖺𝗍 𝗌𝗎𝖺𝗌𝖺𝗇𝖺 𝗋𝗎𝗆𝖺𝗁 𝗍𝖾𝗋𝗅𝗂𝗁𝖺𝗍 𝗇𝗒𝖺𝗆𝖺𝗇 𝖽𝗂𝖻𝖺𝗇𝖽𝗂𝗇𝗀 𝗂𝗌𝗍𝗋𝗂𝗇𝗒𝖺? 𝖽𝖺𝗌𝖺𝗋 𝗈𝗍𝖺𝗄 𝖽𝗂 𝖻𝗈𝗄𝗈𝗇𝗀
Nha_A
IRT apa thoor? Ibu Rumah Tangga? kirain kalo pembantu itu ART, Asisten Rumah Tangga
🍀 YEHPPEE 🍀: typo kayak nya hehe makasih koreksinya
total 1 replies
Heni Setiyaningsih
/Heart/
🍀 YEHPPEE 🍀: makasih
total 1 replies
Gemuruh riuh
akhirnya happy ending 😍
Gemuruh riuh
pelakor pelakor😄
Gemuruh riuh
idih si najis
Gemuruh riuh
Laras laras🤣
Gemuruh riuh
bab ini dikit banget
Gemuruh riuh
untung belum sempat hujat Mas Dipta 😭
Ma Em
Akhirnya Rana bahagia dgn Dipta setelah melalui banyak cobaan yg menimpa rumah tangganya , dan Laras serta Bram menuai hasil yg dia tanam sekarang Laras dan Bram dapat hukum penjara karena sdh menyebarkan fitnah dan melakukan kecurangan , yg berbuat baik berakhir dgn kebahagiaan dan yg selalu berbuat jahat seperti Laras dan Bram berakhir dihotel prodeo.
Ma Em
Rana langsung saja terima permintaan maaf Dipta hrs biar saja dulu agar Dipta benar2 menyesal dan tdk akan mengulang lagi .
Ma Em
Dipta tdk cinta sama Laras tapi dia bilang menyesal dan mau menebusnya pada Laras dan bilang pada Laras bahwa Dipta tdk mencintai Rana .
Gemuruh riuh
hadeuh, aku jdi penasaran
mama
tau km dipta,buka mata mu lebar2 klu km itu jdi brebgsek semenjak laras muncul.. klu rana yg deket sm arsen aj km lngsung emosi.. to klu km jln dan dekat sm laras okee2 aj gituuuu. enk bner km mau menang sendiri.suami macam dipta buang aj lah kering sampah kelaamaa n km rana..jgn hanya demi ank2 sakit hati trs.. ank2 klu dijlsn pelan ngerti lah
Ma Em
Rana tdk usah dipertahankan lagi Dipta untuk apa pertahankan kamu hanya untuk disakiti .
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!