NovelToon NovelToon
Gadis Tulalit Jadi Pengantin Pengganti MR. AROGAN

Gadis Tulalit Jadi Pengantin Pengganti MR. AROGAN

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikahmuda / Pengganti / Identitas Tersembunyi / Crazy Rich/Konglomerat / Pengasuh
Popularitas:30.1k
Nilai: 5
Nama Author: Mom Ilaa

Demi mengejar cinta masa kecilnya, Raynara rela meninggalkan statusnya sebagai putri mafia Meksiko. Ia menyamar menjadi babysitter sederhana di Jakarta dan bersekolah di tempat yang sama dengan sang pujaan hati.

Namun, dunianya seolah hancur mengetahui Deva telah dijodohkan dengan sahabatnya sendiri.

Sebuah insiden di hari pernikahan memaksa Rayna maju sebagai pengantin pengganti. Mimpi yang jadi nyata? Tidak. Bagi Deva, Rayna hanyalah gadis ambisius yang haus harta.

"​Tugas kamu itu urus Chira, bukan urus hidupku. Jangan mentang-mentang kita satu sekolah dan sekarang kamu pakai cincin ini, kamu bisa atur aku. Di sekolah kita asing, di rumah kamu cuma pengganti yang mencuri posisi orang lain."

Di antara dinginnya sikap Deva dan tuntutan perjodohan di Meksiko, sanggupkah Rayna bertahan? Ataukah ia akan kembali menjadi ratu mafia yang tak punya hati?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mom Ilaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Sedih

Sepeninggal Rayna dan yang lain, suasana kamar rawat menjadi tenang. Tak lama kemudian, pintu terbuka. Alexa masuk dengan wajah cemas. Meski sudah ibu-ibu, ia tetap terlihat modis dengan blouse simpel dan celana jeans yang rapi.

"Di mana Rayna?" tanya Alexa, matanya menyisir ruangan mencari sang menantu.

"Baru saja keluar cari makan sama Cecilia dan Isabella," jawab Asha. Si sulung yang tampak gelisah, ia memakai jaket almamater sekolahnya yang tersampir di bahu. Ia melirik jam tangan digitalnya berkali-kali. "Mom, Asha pergi duluan ya? Ada urusan mendesak di klub seni sekolah yang tak bisa ditinggal. Aku ketua panitianya."

"Aku juga harus pergi, Mom," sela Byan setelah mematikan layar ponselnya. Byan yang lebih tua dari Cloe dan Deva tampil santai dengan hoodie oversize. "Dad minta aku ke perusahaan sekarang juga. Katanya mau diajak liat-liat simulasi teknis di sana. Lumayan buat nambah jam magang."

Alexa mengangguk mengerti. "Ya sudah, hati-hati kalian. Biar Mommy di sini ditemani Cloe."

Kini hanya tersisa Cloe dan Alexa yang duduk berjaga. Cloe duduk bersandar dengan tangan bersedekap, mengenakan kaus polo gelap yang membuatnya tampak kaku. Pandangannya lurus ke depan, seolah sedang menghitung setiap detik yang terbuang.

Tak lama, Deva mulai melenguh. Matanya mengerjap perlahan, jemarinya bergerak gelisah di atas sprei. Wajahnya yang biasa terlihat bandel di sekolah, kini pucat pasi dengan rambut yang berantakan.

"Rayna..." gumam Deva parau. Ia mencari sosok yang terakhir kali ia rasakan aromanya. "Rayna mana? Dia di sini tadi, kan? Aku nggak mimpi, kan?"

"Dia sudah pergi, Dev," jawab Cloe datar. Suaranya yang mulai berat khas remaja laki-laki terdengar sangat menusuk. Ia menatap adiknya itu dengan tatapan datar.

Wajah Deva langsung pias. Ia berusaha bangkit duduk meski kepalanya terasa berputar hebat. "Pergi? Ke mana? Dia balik ke Meksiko? Enggak... aku harus susul dia sekarang!" Deva meringis saat tangannya yang terinfus tertarik paksa.

"Tenang dulu, Deva!" seru Alexa menahan bahu putranya. "Rayna masih di Jakarta. Dia nggak kemana-mana."

Deva bernapas lega. "Lalu di mana dia sekarang, Mom? Aku mau ketemu. Aku harus ngomong."

"Kalau kau menemui dia sekarang, apa kau tahu apa yang akan kau katakan padanya?” ucap Cloe dengan nada sinis yang sangat khas remaja yang sedang jengkel.

Pertanyaan itu membuat Deva terdiam. Ia menatap kosong pada selang infus. "Minta maaf, kan? Aku bakal minta maaf atas semua kebodohanku," ucapnya pelan, hampir menyerupai bisikan.

Alexa tersenyum tipis, mengusap rambut Deva yang masih bau obat rumah sakit. "Maaf saja nggak cukup, Nak."

"Lalu... aku harus gimana?" tanya Deva, suaranya bergetar. "Aku nggak mau kehilangan dia lagi."

"Buktikan, Deva," tutur Alexa tegas. "Buktikan kalau kamu tulus, bukan cuma karena takut dihukum atau rasa bersalah."

Deva terbungkam. Kata-kata ibunya meresap jauh ke dalam hati, membuatnya tersadar bahwa masalah ini nggak segampang bolos jam pelajaran. Ia kembali ragu, takut Rayna benar-benar sudah ilfeel padanya.

Alexa mengusap tangan Deva. "Sekarang, fokuslah pada kesehatanmu dulu."

Namun, Cloe menyela dengan nada dingin. "Tapi kau jangan terlalu santai. Waktu yang diberikan Rayden hanya seminggu."

Mata Deva membelalak. "Seminggu? Kenapa singkat sekali?"

"Itu kesepakatannya," tambah Cloe singkat.

Deva terdiam sejenak, mencoba menenangkan debar jantungnya. "Seminggu... itu masih cukup lama. Aku masih punya waktu," gumamnya meyakinkan diri sendiri. Ia pun memejamkan mata, membayangkan saat ia bangun nanti, Rayna akan duduk di sampingnya dengan senyum hangat.

Namun, kenyataannya justru menyakitkan.

Tiga hari sudah berlalu. Pintu kamar itu tetap membisu. Rayna tak pernah menunjukkan batang hidungnya. Pintu yang ia tatap setiap jam tak kunjung menampakkan sosok gadis itu. Rayna benar-benar menutup akses.

Deva meremas dadanya yang terasa nyeri. Di tengah kesunyian kamar rumah sakit, ia akhirnya tersadar sepenuhnya. Rasa sakit ini... rasa sesak yang tak berujung ini... inilah yang dipendam Rayna sendirian karena perbuatannya. Ternyata, seminggu tidaklah lama jika orang yang kita tuju sudah terlanjur menutup pintu hatinya rapat-rapat.

Setelah pulih total dan pulang ke rumah, Deva mencari-cari keberadaan Rayna, tapi istrinya itu tak terlihat di mana pun.

“Percuma mencarinya, dia tidak ada di sini, dia di rumah Harris,” sahut Nicholas, ayahnya, yang berdiri tegap dengan kemeja rumahannya namun tetap memancarkan aura otoritas.

“Jika kau ingin dia benar-benar kembali ke rumah ini, pergi ke sana minta maaf,” lanjutnya memberi solusi.

Deva diam. Gemuruh di dadanya semakin menjadi-jadi. Ia mendadak takut berhadapan dengan Rayden—kakak Rayna yang punya tatapan mematikan itu.

“Tenanglah, Dev. Aku akan ikut denganmu,” ucap Byan menyadari kegelisahan adiknya.

Hari itu, Deva datang ke rumah Harris. Ia tampil lebih rapi dengan kemeja putih bersih yang disetrika licin, membawa buket bunga lili dan mawar yang sangat indah. Saat pintu terbuka, jantungnya serasa mau copot. Ia berhadapan dengan Rayna yang tampak sangat cantik namun dingin dalam balutan terusan santai berwarna biru langit. Rambutnya terurai bebas, menambah kesan anggun sekaligus tak terjangkau.

“Ra-Ray, aku—”

Belum sempat kalimatnya selesai, Rayna malah melewatinya begitu saja seolah Deva hanya patung pajangan. Ia menuju ke arah Byan.

“Kak Byan, kenapa tidak bilang dulu kalau mau ke sini?” ucap Rayna dengan senyum indah yang hanya diberikan pada Byan.

Deva terguncang hebat. Nyaris buket di tangannya terlepas. Keberadaannya seolah hanya angin lalu. Ia hanya bisa menunduk sedih dengan nafas tercekat. Detik kemudian, ia menoleh ke samping dan mendapati si kecil Chira yang berdiri sambil berkacak pinggang dengan gaun mungilnya yang lucu.

“Om Galak! Napa bawa bunga saja? Halusnya bawain maltabak bial bisa dimakan lame-lame tahu. Kalo mau Onty Layna baikan sama Om itu halus mikilin pelutnya juga.”

Deva yang sedang galau berat malah ditagih makanan. Namun yang membuatnya benar-benar membeku adalah sosok Rayden yang kini berdiri di ambang pintu. Rayden memakai kaus hitam yang kontras dengan kulitnya yang pucat, tangannya bersedekap di dada, dan matanya menatap Deva sinis—bagaikan hakim yang siap menjatuhkan vonis mati.

______

Bersambung…………..

Mohon dukungannya, like, komen, vote supaya author semangat nulisnya. Terima kasih.

1
Heni Mulyani
lanjut
Lisa Halik
makasih thor...rajin2 ya
tia
semangat thor ,, dn sukses karya nya.
Annabelle
mmm...deva romantis banget ..
tia
lanjut thor ,,belom lengkap kalo gk ada cedal
Mom Ilaa: di bab barunya nanti kak😆
total 1 replies
Gita ayu Puspitasari
lucu🤣
Lisa Halik
mmmmm
AltaeAT
lanjut thor
Heni Mulyani
lanjut
Riana
🤭
Lisa Halik
sudah bagi gift thir...lagi2 updatenya...makin seru/penasaran sebab kalendra bakal turun ke jarkarta indonesia
Mom Ilaa: siap-siap Dev disidang ayah mertua 🤭, trima kasih dukungannya ♥️
total 1 replies
ovi eliani
bagus rayna kasih pelqjarqn tuh Deva
Virenneluplup
nih bocah, kirain napa tadi
Heni Mulyani
lanjut
Jj^
terimakasih Thor 🤗
semangat update trs ya sampai tamat💪🤗
Nurjannah Rajja
Kurkas rusak mana dingin, panas malah....😁
Nurjannah Rajja
Salah duga😁
Adinda
lanjut thor sampai 5bab lagi😄
Lisa Halik
sudah beri gift thor...lagi thor di lanjut updatenya......biar deva galau&betul2 nyesal atas perbuatannya
Lisa Halik
makasih updatenya thor...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!