NovelToon NovelToon
Velyn Love

Velyn Love

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintapertama / Perjodohan / Nikahmuda / Tamat
Popularitas:992.1k
Nilai: 4.9
Nama Author: Vanila Latte

"Tanda tangan surat ini!" ucapan tegas itu membuat Velyn yang baru saja keluar dari dalam kamar mandi tertegun sejenak saat Valdo memberikan padanya secari kertas.

Malam ini adalah malam pertamanya, gadis cantik yang kini masih terdiam itu meraih kertas yang disodorkan oleh sang suami padanya. Ia membaca dengan seksama surat tersebut. Matanya membulat sempurna, apa yang ia baca adalah sebuah surat perjanjian kontrak pernikahan.

Velyn tak menyangka, dimalam pertamanya ia akan mendapatkan kejutan sebesar ini. Rumah tangga yang seharusnya ia bina dan memulai dari awal, kini hanyalah seharga secarik kertas.


"Aku akan ceraikan kamu setelah pernikahan kita udah satu tahun" tambahnya membuat hati Velyn tambah hancur mendengarnya. Meskipun begitu Velyn masih terdiam, ia bahkan enggan mengatakan apapun. Kenapa jadi seperti ini? padahal sebelumnya Velyn dan Valdo tidak mempunyai masalah apapun. Mereka bahkan semakin dekat menjelang hari pernikahan. Tapi Velyn tak pernah menyangka, jika Valdo tidak pernah berubah selama ini.


"Kasih aku alasannya kak" ucap datar Velyn membuat Valdo mengacak rambutnya.


"Karena aku masih cinta sama mantan istri aku" Velyn mengangguk, ia tersenyum miring meskipun hatinya amat sakit mendengar penuturan dari Valdo yang terang-terangan itu.


"Oke, ada satu syarat lagi yang harus ditambah" kata Velyn tegas seraya mengembalikan kertas itu lagi pada Valdo yang kini tampak menatap datar gadis dihadapannya.


"Apa?"


"Aku mau, baik aku maupun kamu, jangan ada cinta diantara kita!" mata Valdo membulat mendengarnya. Entah mengapa hatinya merasa ngilu ketika Velyn mengatakannya. Bahkan ia merasa jika perkataannya tidak terlalu menyakitkan jika dibanding dengan perkataan Velyn barusan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Vanila Latte, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tak direstui

Jam menunjukkan pukul 06.30, masih terlalu awal untuk mengakhiri pagi. Gadis itu dengan santainya melangkah dan menengok beberapa orang yang berlalu lalang. Semakin lama, tempat tersebut semakin ramai, taman yang awalnya digunakan untuk olahraga pagi, ketika menginjak siang berganti menjadi tempat santai, maupun piknik kecil bersama keluarga.

Maklum, weekend adalah waktu yang tepat untuk menghabiskan sejenak rasa lelah setelah setiap hari bekerja, sekaligus berkumpul bersama keluarga tercinta.

"Mama" suara kecil itu mendadak membuat langkah Velyn terhenti. Sebuah jemari kecil menarik jaketnya, belum sempat gadis itu sampai disebuah stand minuman ia membalikkan tubuhnya dan menatap pria tampan kecil yang kini mendongak dan tersenyum kearahnya.

"Hay, nama kamu siapa?" kata Velyn yang kini mulai membungkuk untuk mendekatkan wajahnya kearah bocah yang kini masih enggan melepaskan jaket gadis itu.

"Nio, mama" ujarnya membuat Velyn menatap sekitar, gadis itu memperhatikan sekitarnya yang bahkan memang tidak ada yang memperhatikan bocah kecil itu. Bocah yang kira-kira berusia 2-3 tahunan, kini memanggilnya dengan sebutan mama. Dengan terpaksa Velyn menggendong bocah itu.

"Kamu mau es krim? mama kamu dimana? kamu sendiri ya?" pertanyaan itu tak digubris oleh bocah kecil itu yang tanpa sungkan mencium pipi Velyn, membuat gadis itu tertegun seraya menatap bocah tampan itu tak percaya.

"Sayang, kamu masih kecil genit ya?" ujar Velyn seraya mencubit pipinya. Sejujurnya gadis itu juga sangat menyukai anak-anak, seperti inilah mimpi Velyn nantinya, jika saja yang dipanggilnya mama adalah dirinya sungguhan pasti dia akan sangat beruntung. Membayangkan jika mempunyai buah hati dan punya suami yang bertanggungjawab, ia tak bisa memikirkan hal demikian.

Bocah kecil itu menunjuk beberapa snak yang tergantung di stand tersebut, namun Velyn menggeleng, ia lebih memilih untuk memberikan susu khusus untuk anak-anak agar bocah itu tidak sembarang jajan.

"Ini buat nio" ujar Velyn seraya memberikan susu kotak kusus untuk balita padanya.

"Mama" ujarnya lagi membuat Velyn menahan tawanya. Gadis itu kemudian berniat untuk kembali, mungkin saja kini Andra tengah menunggunya sedari tadi.

Namun ketika gadis itu membalikkan tubuhnya ia dikejutkan oleh tatapan dingin dari seorang pria yang kini segera meraih bocah kecil itu dari gendongannya.

Velyn hanya terdiam, rasa sesak di dadanya membuat gadis itu bungkam seribu bahasa. Bahkan pria itu kini membalikkan tubuhnya seraya bergumam pelan pada bocah kecil tadi yang sempat merengek memanggil Velyn dengan sebutan mama.

"Mama, nio mau mama" seru bocah itu yang masih terdengar jelas ditelinga Velyn.

Pria itu menghentikan langkahnya sejenak, ia merebut susu yang diberikan Velyn tadi dan membuangnya tepat ditempat sampah yang berada disisi kiri tubuhnya.

"Nino, lain kalau bertemu orang asing jangan mau menerima barang apapun! dia bukan mama kamu, dan kamu, lebih baik menjauh dari anak saya" ujar pria itu seraya pergi menjauh dari pandangan Velyn.

Velyn hanya mampu mematung, matanya hendak menitikkan air mata, namun ia harus menahannya. Walau bagaimanapun, itu hanyalah masa lalu, masa lalu yang kelam dan penuh dengan luka. Velyn mengusap wajahnya kasar, bahkan kini ia tak sadar air matanya menetes deras dipipinya.

***

Langkah Velyn kini dengan cepat memasuki rumahnya, tanpa ia sadari bahkan kedua orang tuanya menatap gadis itu dengan pandangan aneh karena tidak biasanya Velyn bersikap dingin dan buru-buru masuk kedalam kamarnya.

"Lyn sarapan dulu nak" teriak Malia yang tak mendapat respon sedikitpun dari gadis itu yang tiba-tiba menerobos melaluinya.

Velyn segera memasuki kamarnya, ia mengunci pintu itu dari dalam. Ia tak ingin orang lain tahu tentang kesedihannya saat ini. Velyn meraih buku yang berada di laci kamarnya, ia membuka buku itu dan terpampang gadis mungil serta teman kecil lelakinya yang duduk disampingnya.

"Kenapa kak? kenapa kamu berubah? aku salah apa sama kamu? hanya karena aku dulu gendut dan jelek, kamu sampai membuat kedua orang tua kita berjarak. Aku terima semua yang kamu lakukan ke aku kak, tapi apa yang kamu lakukan udah buat orang tua aku ikut sedih."

Isak Velyn yang kini melemparkan buku itu kesembarang tempat. Sejujurnya Velyn tak pernah menyimpan dendam pada pria itu, namun ia sendiri tak tau apa yang membuat kebencian Valdo membara padanya.

Velyn mulai menghapus jejak air matanya, ia mengingat kembali ketika Nino memanggilnya dengan sebutan mama, lalu tiba-tiba Valdo datang dan membuang susu pemberiannya dari tangan pria kecil itu.

Velyn kini beralih memeluk bonekanya, ia masih enggan untuk mengatakan sesuatu meskipun hatinya begitu sakit. Dingin menjalar ditubuhnya, beserta helaan nafas yang ia rasakan.

Setelah selesai mandi, gadis itu turun dari kamarnya, ia berinisiatif untuk sarapan

meskipun kenyataannya ia harus sendirian. Bagaimanapun sebagai anak yang baik, ia akan selalu menghargai sarapan yang dibuat oleh bundanya dengan penuh cinta.

Perlahan gadis itu membuka tudung saji yang berada diruang makan. Ia tersenyum melihat pemandangan nasi goreng kesukaannya yang kini terpampang masih hangat diatas meja. Velyn beralih duduk, belum sempat ia memakan nasi goreng itu, sebuah tangan menepuk pundaknya dari belakang.

"Eh, bunda" ujarnya seraya tersenyum dan melirik nasi goreng yang berada ditangannya.

"Makan nak, kamu belum sarapan kan?" pertanyaan itu membuat Velyn mengangguk. Malia beralih duduk, ia menatap putrinya menyantap sarapannya dengan lahapnya.

"Enak?" tanya Malia, disusul dengan senyuman dan anggukan Velyn ditengah-tengah kunyahannya. Malia menyentuh rambut putrinya dengan lembut, rambut hitam legam Velyn dari dulu sampai sekarang yang tidak pernah berubah.

"Bun, Velyn mau kasih tau sesuatu sama bunda" seru Velyn yang kini mulai menatap Malia dengan tatapan seriusnya. Namun berbeda dengan Malia yang kini seolah membuang muka dan hendak bangkit dari duduknya.

"Bun, kenapa bunda menghindar? apa ayah udah cerita ya soal yang tadi malam?" pertanyaan itu tak dapat dijawab oleh Malia, yang ada wanita itu malah bangkit membuat Velyn mengikuti bundanya. Jemari Velyn menyentuh lengan Malia, entah mengapa orang tuanya seperti menghindar dengan apa yang hendak Velyn utarakan.

"Bunda ingat kan dosen Velyn yang kemarin jemput Velyn itu? dia mau ngelamar Velyn bun" ucapan Velyn membuat sang bunda hanya terdiam, Malia kini beralih membalikkan tubuhnya untuk menatap putri tercintanya. Wanita itu menghela nafasnya dan mengerjapkan pandangannya kearah Velyn yang kini menatapnya dengan penuh harap.

"Maafin bunda Lyn, tapi bunda dan ayah nggak setuju" perkataan Malia membuat Velyn membelalakkan matanya tak percaya. Bahkan matanya kini mulai berkaca oleh penolakan bundanya yang begitu tiba-tiba.

"Kenapa? apa menurut bunda pak Andra bukan pria baik? aku liat bunda seneng dan suka kok sama dia? kenapa bunda dan ayah nggak setuju?" tak terasa air mata Velyn menetes. Hal apa lagi yang menghalangi tujuannya kali ini, rasanya ingin sekali Velyn membawa Andra untuk datang menemui orang tuanya.

"Lyn dengerin bunda dulu, bunda sayang sama kamu, tapi Andra bukan orang yang tepat untuk kamu Lyn."

"Tapi kenapa bun? Andra bukan orang yang miskin kok, dia laki-laki baik, keluarganya berpendidikan. Bun please! aku cinta sama Andra" kata Velyn yang kini mulai terisak.

"Lyn, maafin bunda, tapi bunda punya alasan tersendiri" kata Malia yang kini meninggalkan Velyn merenung dengan tangisannya yang mulai menjadi.

1
Moms Dava
pliiis...boncab kak
S Rangga
boncap dong thor
Ading Indri
kasian ya anaknya valdo karena ulah bapaknya dan ibunya..
LC
jdny dengan andra?bukan dengan valdo y...kasian anakny valdo...padahal.anakny udh sayang banget sama velyn...
Septy Abyyan Putra
siap menunggu
Yudha Rizki
akir nya up jga ampe pegel ngecek nya..semangat thooor
Vanila🍦: maaf beribu ribu maaf ya kak, karena vani sibuk banget jadi ibu baru 🤭
thank you udah setia nunggu 😍
total 1 replies
deassy75
makasih up nya Thor 🙏😘😘😘
Vanila🍦: sama-sama kakak
total 1 replies
Yudha Rizki
bahagia buat velin sm andra...mereka berhak bahagia bikin baper, ksian liat valdo kmarin pengen bngt paldo dpet karma skrang mlh kasian...
Qyuni
Happy banget Velyn udah up... Semangat ya othor ku 😘😘
Via🔥💰
aku mamoir thor..
Via🔥💰
semangat selalu thor..
Sri Yani
lanjut thor
Qyuni
Antonnya diracuni pikiran nya ma Valdo
Narsih Suherman
AKU PENGEN VELYN SEMBUH DARI PENYAKIT NY DAN NIKAH SAMA ANDRA...TITIK..!!! itu tuntutan aku Thor..😁😁
Tink87
baru aja ketemu udah merusak hub anaknya.. bego banget JD ortu Lom diselidiki udah maen hajar aja
Yudha Rizki
haduh nangis lgi ....buat bahagia thoor sembuhin ke penykit nya velin cma kmu yg bisa sembuhin penykit nya velin thoor..
DoFi Yuli
1
Sri Yani
iya thor tlg velen sama andra aja biar valdo stres 😂
Siska Handayani
Thor jd kan kebahagaiaan utk velyn dan Andra ya...tetap setia nunggu sampai end
Qyuni
Bahagianya Velyn ma Andra jadian
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!