NovelToon NovelToon
Aku Bukan Simpanan, Tapi Istri Yang Disembunyikan

Aku Bukan Simpanan, Tapi Istri Yang Disembunyikan

Status: tamat
Genre:Penyesalan Suami / Pernikahan rahasia / Pelakor jahat / Selingkuh / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / CEO / Tamat
Popularitas:276.5k
Nilai: 5
Nama Author: Erchapram

"Bukankah itu suaminya Bu Daisy Elmira ya?" Bisik-bisik sebagian orang yang ada di Sekolahan TK di Kampung Pinus Buntu.

Bola mata indah itu berkaca-kaca, ketika sosok pria yang menikahinya 3 tahun lalu ada di layar televisi sedang mengadakan resepsi pernikahan super mewah dengan seorang aktris bernama Sasha Abigail.

Adnan Baskara pria tampan berusia 30 tahun itu hanya menikahi Daisy secara siri dengan alasan pernikahan mereka tidak mendapatkan restu.

"Jadi, ini alasan kepergianmu 3 bulan lalu yang hingga kini menjadi susah untuk aku hubungi? Kamu pergi bukan untuk meyakinkan keluargamu tentang hubungan pernikahan kita, tapi justru kamu menikah lagi."

"Apa aku yang terlalu bodoh? Atau sebenarnya kamu seorang pemain? Yang pasti, aku tidak butuh suami pengkhianat bermulut racun sepertimu. Jika dia pilihanmu, maka kamu harus melepaskanku di hadapan banyak orang supaya istri keduamu tahu jika dia hanya seorang PELAKOR!"

UPDATE SETIAP HARI.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Erchapram, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Penolakan Keluarga Agastya

"Dengar Shireen, Papa dan Mama tidak mungkin untuk kembali bersama. Karena kami berdua sudah bercerai, bukan pasangan suami istri lagi. Tolong Shireen mengerti." Pinta Agastya.

"Kenapa? Apa karena Papa sudah punya wanita lain? Selingkuhan Papa?" Tanya Shireen berani, entah dapat dari mana kalimat seperti itu untuk anak usia 10 tahun.

"Apa Mama kamu yang mengajarimu? Kamu tahu, ucapanmu tadi buruk. Tidak pantas diucapkan anak seusiamu." Agastya ingin marah tapi bukan kepada anaknya, melainkan mantan Istrinya.

"Tapi benar kan? Jangan salahkan Mama terus Pa." Jawab Shireen.

"Masuklah, kalian tidur dulu. Karena nanti malam kita menginap di rumah Opa Agus." Ucap Agastya.

Tak perlu menunggu tanggapan anaknya, Agastya berlalu menuju ke kamarnya. Di dalam kamar Agastya langsung menghubungi Dania karena rasanya sebentar berpisah sudah rindu membelenggu jiwa.

Tut

Tut

Tut

"Halo... Kenapa lama mengangkat teleponnya?" Tanya Agastya.

"Oh... Aku baru selesai mandi." Jawab Dania tapi membiarkan ponselnya menghadap ke atas langit-langit.

"Kenapa tidak kamu pegang ponselnya?" Tanya Agastya lagi dengan kesal.

"Aku sedang ganti baju Hubby, nanti saja ya kalau selesai. Memangnya ada apa sih?" Dania tetap melanjutkan kegiatannya sedangkan Agastya kesal karena tidak bisa melihat pemandangan yang traveling di otaknya.

"Aku mau lihat Dania." Teriak Agastya, justru membuat Dania marah.

Klik

"Dasar duda tua mesum." Ucap Dania mematikan sepihak teleponnya. Sedangkan Agastya sudah ngamuk-ngamuk.

Malam harinya, Agastya membawa dua anaknya ke rumah orang tuanya. Shireen Wijaya berumur 10 tahun dan Agra Wijaya usianya 5 tahun tanpa didampingi seorang pengasuh.

"Kita akan makan malam di rumah Opa Oma, jangan ribut!"

Agastya memang terkenal keras dalam mendidik anak-anaknya sejak dulu. Berbeda dengan Sherly yang justru sering memanjakan, sehingga anak-anaknya sekarang lebih sering membantah Agastya.

Sepanjang perjalanan, Shireen dan Agra hanya duduk diam tanpa bicara. Karena memang sedinging itu Agastya, sejak perceraian 5 tahun lalu. Beruntung pengadilan memberikan hak asuhnya.

Tiba di halaman mansion mewah milih keluarga Wijaya, Agastya langsung meminta anak-anaknya keluar dari mobil sendiri tanpa dibukakan pintu.

"Jangan manja, ayo masuk rumah." Ucapnya sambil berjalan mendahului mereka.

Saat tiba makan malam, suasana masih terus dingin karena tidak ada yang berani memulai pembicaraan.

"Selesai makan, kalian masuk kamar."

Ucap Agastya dan dituruti oleh anak-anaknya yang sama sekali tidak punya keberanian membantah Agastya.

Setelah anak-anak masuk kamar, Agastya mengajak kedua orang tuanya untuk bicara di ruang keluarga.

"Aku akan menikah." Ucap Agastya.

"Kamu mau rujuk dengan Sherly? Itu bagus karena anak-anak kalian butuh orang tua lengkap."

Suara Mama Agastya yang bernama Maura tanpa tahu jika anaknya menatap dingin dan mengepalkan tangan.

"Tapi, aku tidak akan kembali dengan perempuan tukang selingkuh sepertinya. Mama kenapa masih menutup mata, bahkan sekarang Sasha mengikuti jejaknya. Keluarga Abigail tidak ada yang benar, mereka semua punya gen tukang selingkuh." Ucap Agastya mencibir.

"Sherly selingkuh karena kamu kurang perhatian padanya yang saat itu hamil besar." Ucap Nyonya Maura.

"Jadi Mama tetap menyalahkan aku? Sebenarnya apa yang dijanjikan Sherly terhadap Mama? Bahkan anak-anak berani menuduh aku yang selingkuh. Meminta aku rujuk dengan Mamanya. Sudah pasti kalian yang mencuci otak anak-anakku." Ucap Agastya.

"Apa salahnya kami menurunkan sedikit egomu demi perkembangan anak-anak. Papa setuju jika kamu kembali dengan Sherly." Ucap Tuan Agus.

"Apa Papa dan Mama juga setuju jika Maureen rujuk dengan mantan suaminya?" Tembak balik Agastya.

"Tentu saja TIDAK! Maureen terlalu berharga untuk lelaki sampah itu." Ucap Nyonya Maura dengan sengit.

"Jika Rafael Zubin kalian benci, kenapa Sherly Abigail kalian terima. Memaafkan kesalahan terbesarnya yang menjijikkan. Katakan ada perjanjian apa antara keluarga Wijaya dengan keluarga Abigail?"

"Dan asal kalian tahu, aku tidak perlu lagi tunduk dengan semua perintah kalian soal jodohku. Karena aku bisa mencari Istri untuk diriku sendiri." Tegas Agastya.

"Tapi Nak, kamu harus melihat bibit bebet dan bobot calon Istrimu apakah sepadan dengan kita. Mama tidak mau anak kamu diasuh Ibu tiri yang mungkin hanya menginginkan harta kekayaanmu saja." Ucap Nyonya Maura mempengaruhi Agastya.

"Benar, itu semua harta milikku. Bukan warisan dari keluarga Wijaya. Jadi terserah aku mau bagaimana."

"Mama lupa, bibit bebet, bobot yang menjadi patokan standar pasangan. Justru bobrok semua." Ucap Agastya.

"Dan cukup aku masuk dalam lubang kebusukan yang Mama ciptakan. Jangan pernah mengganggu hidupku lagi. Dan satu, jangan buang uang pemberianku untuk membayar orang menyelidikiku. Karena jika iti terjadi, aku akan stop beri kalian uang."

"Kamu tega bicara seperti itu, hormati kami sebagai orang tuamu." Ucap Nyonya Maura, sedangkan Tuan Agus hanya diam menunduk malu. Karena memang sejak keputusannya yang mempercayai orang lain daripada anak sendiri yang membawanya pada kebangkrutan. Beruntung kecerdasan Agastya bisa membuat mereka masih menikmati hidup enak hingga sekarang tanpa kerja keras.

"Intinya, jangan mengurusi hidupku lagi. Dan aku peringatkan untuk Mama berhenti meracuni pikiran anak-anakku. Karena sampai aku mati pun, aku tidak sudi kembali dengan seorang wanita yang rela membuka selang kangan demi sebuah jabatan. Itu sangat menjijikkan, apalagi aku melihat sendiri bagaimana liarnya Sherly di atas tubuh pria lain."

"Mama, berhenti berhubungan dengan gank sosialita yang tidak berguna itu. Karena mulai malam ini, akan aku batasi limit kartu kalian. Hiduplah apa adanya dengan uang pemberianku dengan penuh rasa syukur. Jauhi keluarga Abigail, terutama Sherly jika dia terus membujuk Mama untuk mempengaruhi anak-anak supaya aku dan dia kembali bersama."

"Hanya malam ini, anak-anak akan menginap di rumah ini. Karena besok dan seterusnya, aku akan mengawasi pertemuan anak-anak. Shireen sudah mulai kurang ajar, jadi aku perlu mendisiplinkan dia. Kalau terpaksa, akan aku kirim ke Sekolah Asrama atau Pondok Pesantren jika dia susah diatur. Untuk Agra, dia masih polos..."

"Dan jika ketahuan Mama juga meracuni pikirannya, maka detik itu juga aku melarang Mama menemuinya. Terserah kalian mau bicara apa, keputusanku tidak bisa diganggu gugat. Mengenai aku yang akan menikah, sudah aku rencanakan dengan matang. Setuju atau tidak kalian, aku sama sekali tidak akan peduli." Ucap tegas Agastya kemudian pergi.

Tujuan Agastya adalah rumah Dania, karena entah apa sebabnya Agastya selalu merasa damai saat bersamanya. Terlalu cepat jika disimpulkan dia mencintai wanita yang dibawa oleh Adiknya waktu itu, tapi memang ada getaran aneh setiap bersamanya.

"Dania, bolehkah aku meminta hakku sebagai seorang suami?" Tanya Agastya padahal dia tahu Istrinya tidur.

1
Titien Prawiro
Sebelum sama Adnan Sasa juga sdh sering tidur bersama lelaki lain hamil anak Adnan. apes kamu Adnan dapat sisa
Ds Phone
dapat kembar lelaki
Ds Phone
tak payah tidur lah meraka tu
Ds Phone
belum habis cakap dah potong mana ada sah
Ds Phone
lebih berat huluman nya
Ds Phone
akhir nya kena tankap juga manusia 2 tak guna tu
Ds Phone
nasib selamat terumkap juga isi hati nya
Ds Phone
dah kena colik ke
Ds Phone
dia sebenar nya jahat
Ds Phone
siapa orang tu
Ds Phone
rezaki dia bolih dapat anak
Ds Phone
apa kau akan berjaya
Ds Phone
marah menatu di hina
Ds Phone
meraka dah tahu niat buruk perumpuan gatal tu
Ds Phone
betul ke hanya menuji
Ds Phone
dah mula hasut cucu nya dari ibu nya
Ds Phone
kena sebiji meraka ambik tu
Ds Phone
dia suka lsh tu
Ds Phone
jadi kan anak jadi tahan nya
Ds Phone
kalah matan kalau dengan dia
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!