lentera dan Alengka, 2 gadis yang sengaja pindah sekolah karena satu alasan dan itu adalah untuk balas dendam. Ditengah tengah balas dendam mereka, 2 gadis itu malah harus berhadapan dengan 2 cowok iblis yang seharusnya tidak mereka dekati. Lentera yang didekati oleh Alfarez tetap menjaga jarak tapi itu tidak bertahan lama setelah rencana balas dendam nya lentera memilih pergi saat harapan nya untuk memiliki keluarga bahagia dan dicintai dengan tulus tidak dirinya dapatkan. Akankah lentera akan berakhir dengan alfarez? lalu apakah lentera akan tetap pergi?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon nona min02, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab 16
Rencana balas dendam lentera sudah berjalan 80 persen tinggal sedikit lagi 5 orang itu akan tersingkirkan untuk selama lamanya dalam sekejap dari bumi.
terlihat sekarang lentera sedang berada dikamarnya dengan komputer yang menyala dan memperlihatkan angka2 yang memusingkan bagi orang yang tidak memahaminya. Seringaian terbit dari bibir lentera saat mendapatkan apa yang dirinya inginkan .
"gimana, udah lho dapatin"tanya Alengka disambungan telpon melihat seringaian lentera karena dari tadi mereka melakukan vidio call.
"udah gue kirim liat aja dikomputer lho"cepat2 Alengka menghidupkan komputer nya.
"anjay! ternyata lebih wow"celetuk Alengka.
"tapi menjijikkan goblok"kesal lentera melihat keantuisan Alengka dan begitu fokus menonton sesuatu yang dirinya kirim.
"eh Gal nelpon nih"ucap Alengka.
Lentera menyuruh Alengka untuk menggabungkan nya .begitu sambungan telpon hal pertama yang Gal tanyakan adalah rencana besok apa karena tidak ingin ketinggalan hal seru dalam balas dendam mereka.
"lho liat aja besok"Alengka dan Gal langsung paham arti dari tatapan dan nada bicara lentera .
"ngomong2 kedepannya kita akan terus gini kan sahabatan selama2 nya"ucapan santai Gal membuat 2 gadis yang sedang fokus itu melihat kearah hp mereka .
"tiba2 banget lho ngomong gitu"bingung Alengka dan sedikit penasaran kenapa Gal berbicara seperti itu
"gak gue ngerasa kita bakal berpisah"kata Gal.
"selamanya kita bakal bersama walau nanti kita punya kehidupan masing2 "ujar lentera rileks .
'sorry' batin seseorang.
"ngobrol santai dulu gimana udah lama nih kita gak gini"saran Gal dan disetujui kedua gadis itu
malam itu menjadi saksi kenangan dulu yang sempat dikubur kembali dibuka dan akan disimpan dengan rapi dimemori ingatan masing2 dendam harapan kehidupan mereka untuk kedepannya lebih cerah dan bahagia lagi .
keesokannya sesuatu yang menggemparkan terjadi kepada siswi lucyferyl high school. Banyak vidio yang beredar tentang kelakuan tak senonoh dari siswi tersebut dan beberapa kasus bullying yang dilakukan baik di LHS atau terhadap siswa sekolah lain.
Luzy cerana cova , satu nama yang sedang menjadi perbincangan warganet. Berbagai komentar luzy dapatkan dari cacian ,makian ,hinaan bahkan banyak komentar yang ingin menyewakan dirinya juga . Malu! tentu saja, luzy benar-benar malu saat kedok nya terbongkar.
Zora melihat luzy terpojokkan mengusulkan untuk menyuruh gadis itu pulang saja dulu daripada diamuk para siswa . Tanpa memikirkan apapun luzy meninggalkan sekolah dengan bantuan dari teman-teman nya dan begitu tiba dirumah amukan dari kedua orang tuanya yang pertama didapatkan oleh luzy.
Luzy melupakan satu fakta kalau kedua orang tuanya sangat menjaga nama baik dan haus kefamousan dan sekarang mereka sedang menanggung berbagai hujatan yang ditujukan terhadap keluarga cova yang pasti dirinya tidak akan lepas dari kemarahan mana papanya.
"APA YANG KAU LAKUKAN LUZY!!!" teriak papa luzy yang sangat marah dengan kelakuan putrinya itu,putri yang selama ini dirinya banggakan terhadap orang2.
"A-aku...." luzy tidak bisa menjawab karena sekarang dirinya sudah dijambak oleh sang mama.
Luzy hanya bisa pasrah menghadapi kemarahan mama papanya tanpa bisa melawan . sudah tidak terhitung berapa pukulan yang dirinya dapatkan dan sekarang tubuhnya sudah tidak baik2 saja.
disekolah, 3 orang yang sekarang sedang berada ditaman tersenyum puas melihat salah satu musuh menderita tinggal 4 lagi tapi salat satu target tidak disiksa secara fisik melainkan secara batin. Biar target tersebut merasakan seperti yang dirasakan oleh korban bully selama ini. Sadis, tidak punya hati ,mereka bertiga tidak peduli karena mereka 5 sudah berani membuat sahabat mereka menderita selama 2 tahun dan setelah kehilangan sang sahabat ,wanita yang mereka panggil bunda harus menderita depresi berat dan untuk satu ini yang paling dendam adalah Gal karena cowok itu sudah tidak memiliki orang tua dari kecil dan paman bibinya lah yang merawat dirinya yaitu orang tua dari sahabat sekaligus sepupunya jadi bisa dirinya bayangkan bibinya yang dirinya panggil bunda harus kehilangan putra semata wayangnya.
"untuk selanjutnya yang satu lagi"setelah itu ketiganya saling menatap.
"2 cowok itu akan gue pancing lewat wanita malam" seringaian terbit dibibir ketiganya.
"oh ya cowok yang satu lagi biar gue yang urus "senyum miring jelas tercetak dibibir tebal Gal.
"gue tunggu apa yang lho lakuin" lentera tahu apa yang dipikirkan oleh Gal.
"yuk pergi takut ada yang curiga"setelah itu ketiganya pergi berpencar dengan Gal kearah kanan dan 2 gadis itu kekiri .
Garren dari tadi terus mencari Alengka dan begitu melihat dari kejauhan 2 gadis yang sedang bercanda langsung menghampiri dan menarik salah satu dari gadis tersebut .
"gue pinjam"ucap Garren lalu menyeret paksa Alengka yang terus memberontak minta dilepaskan.
"semoga berbaikan biar ada yang jagain lho ketika gue pergi dan lho gak kesepian "gumam lentera lalu kembali melanjutkan langkah kakinya.
Dipertengahan jalannya lentera tidak sengaja melihat seseorang yang dirinya kenali. lentera berniat untuk mengusili orang nya tapi melihat dia tidak sendiri lentera mengernyitkan dahinya apalagi melihat cowok yang bersama Alfarez tidak berasal dari sekolah LHS terlihat dari seragamnya.
"Alfarez sama siapa ya"gumam lentera penasaran dan mulai mendekat tapi langkahnya terhenti saat mendengar sesuatu.
tanpa sadar air mata lentera mengalir begitu saja dan cepat2 dirinya hapus dengan kasar menggunakan kedua tangannya.
"semua sama, gue terlalu berharap dan sekarang harapan gue kembali dipatahkan oleh kenyataan"senyum miris lentera mengingat hidup dirinya kembali dipermainkan dan sekarang oleh orang yang membuat dirinya kembali membuka hati.
"keputusan gue udah bulat setelah semua selesai gue akan pergi sejauh jauhnya. Tunggu gue ala"setelah itu lentera pergi tanpa disadari oleh orang yang dirinya intip.
Kedatangan dan kepergian lentera benar benar tidak disadari oleh Alfarez yang biasanya sangat peka dengan keadaan yang terlalu serius membahas sesuatu dengan kenalan lamanya.
"bodoh! setelah nanti lho baru sadar Alfarez dan saat itu penyesalan lho terlambat"gumam seseorang yang tersenyum sinis lalu ikut pergi tapi dirinya tidak tahu apa yang digumamkan oleh lentera .