NovelToon NovelToon
Kembalinya Nona Yang Ternoda

Kembalinya Nona Yang Ternoda

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Action / Misteri
Popularitas:740.6k
Nilai: 5
Nama Author: baby Fy

Rania, gadis yatim piatu yang hidup bersama neneknya. Kesulitan ekonomi membuatnya terpaksa tidak melanjutkan kuliah dan membantu neneknya bekerja di rumah majikannya di kota. Kasih sayang sang majikan dengan menganggap Rania seperti cucunya bahkan membiayai kuliahnya, membuat seisi rumah perlahan membencinya. Hingga pada puncaknya ketika Tuan Haryo sang majikan terbaring sakit tak berdaya, sejak itulah penderitaan Rania dimulai. Nasib baik tak melulu berpihak pada Rania, bahkan sang kekasih yang selama ini selalu mendukungnya pun meninggalkan Rania saat hamil.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon baby Fy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

15&16. "Awal Dari Sebuah Akhir"

“Aku pergi, terimakasih untuk semua.” Ucap Rania, lalu setelahnya ia pergi meninggalkan rumah itu dengan terisak pilu.

-

Lampu terang koridor rumah sakit seakan menambah rasa panik mereka setiap melihat pintu yang tak kunjung terbuka. Farah terus mengatupkan kedua tangannya juga menundukkan kepalanya, dengan khidmat ia berdoa untuk keselamatan Haryo.

Rama melihat istrinya yang tertunduk itu, ia ragu untuk berdoa, dulu saat anak bungsunya diculik tanpa mengenal waktu ia terus menerus berdoa namun yang ditemukan hanyalah pakaian yang berlumuran darah milik putri bungsunya itu, semua orang sudah menganggap anak itu mati.

Keisha berjalan mondar-mandir ada rasa aneh yang menyelimuti hatinya, seolah perasaan kehilangan begitu mendominasi.

Sesaat setelah Farah datang bersama Marni yang sesegukan, Keisha tahu Farah telah mengusir Rania, namun bukan senang yang dirasakannya melainkan rasa sedih. Saat memikirkan kebingungan itu Keisha melihat pintu ruangan Haryo terbuka.

Semua orang tak terkecuali Marni yang tadi duduk lemas di lantai pun segera menghampiri dokter, mereka berharap mendengar hasil baik.

“Bagaimana, dok?” Farah sedikit sulit mengontrol nada bicaranya agar tenang.

“Masih bisa diselamatkan, namun kondisinya sangat lemah. Kondisinya akan terus kita pantau.” Rama memejamkan mata mendengarnya, Keisha melihat hal itu mencoba menenangkan sang ayah dengan mengelus pundaknya.

Farah mengikuti sang dokter ke ruangannya, sedangkan Marni mengintip di celah pintu untuk mengetahui kondisi orang yang sampai sekarang terus singgah di hatinya.

-

“Pernikahan mereka akan diadakan setelah wisuda, terlebih kondisi ayah tidak memungkinkan sekarang ini.” Seluruh mata memandang Farah, mereka mengangguk mengiyakan perkataannya barusan.

Beberapa hari setelah Haryo berhasil di selamatkan dan kini tengah berada di rumah sakit untuk pemulihan, Farah mengundang Inggrit dan Amar untuk makan malam sekaligus membicarakan terkait perjodohan kedua anak mereka yakni Vano dan Keisha.

“Aku harap ditundanya perjodohan ini tidak berpengaruh pada kerja sama kita.” Amar mengingatkan Rama dan Farah terkait perjanjian mereka tempo lalu.

Beberapa minggu lalu, tepatnya saat Rania masih berada di tengah mereka dan sedang menjalin hubungan dengan Vano. Saat itu perusahaan Amar sedang bermasalah, Rama sebagai sahabatnya datang untuk menolong, namun Farah dan Keisha yang melihat ada kesempatan pun ikut campur dalam upaya pertolongan Rama.

Mereka memberikan penawaran, yakni tak hanya pinjaman dan suntikan dana namun juga kerjasama yang begitu menguntungkan bagi Amar. Akan tetapi syarat yang harus di penuhi Amar adalah perjodohan Vano dengan Keisha.

Amar sempat ragu, terlebih Vano menolak dengan tegas. Hendak ia ingin menolak tawaran tersebut sebelum akhirnya Inggrit berhasil meyakinkan Vano untuk bersama Keisha.

Dan jadilah sekarang ini mereka berkumpul guna membahasnya. Keisha terlihat antusias, ia berkali-kali melirik ke arah Vano, lain halnya dengan Vano yang tidak selera dengan makanan di depannya.

Pikirannya terus berkelana mengingat Rania, ia begitu bahagia mendengar kehamilan kekasihnya itu, namun karena hal itu ia menjadi lebih khawatir kalau sampai inggrit tahu.

Vano teringat akan ancaman Inggrit kala itu.

Flashback

“Aku tidak mau! Aku sudah memiliki seseorang yang aku sayangi, Pah. Jadi jangan paksa aku!” Vano berdiri meninggalkan kedua orang tuanya.

“Vano!!” Inggrit memanggil Vano yang dinilainya kurang sopan meninggalkan makan malam begitu saja.

“Sudahlah, Mah. Kalau memang tidak mau tak apa.” Amar berusaha menenangkan Inggrit.

“Tidak bisa! Puluhan tahun perusahaan itu berdiri, kita harus mempertahankan nya, Pah!” Amar memeluk istrinya yang sudah mulai terisak itu.

Vano mengehela napas kasar, pintu kamarnya bahkan hampir rusak karena bantingan keras oleh Vano tadi. Ia tak mengira kedua orang tuanya seolah menjualnya demi perusahaan.

Vano sangat ingin keluar dari rumah, terlebih saat ini ia sedang merintis usahanya sendiri meskipun masih kecil.

Vano membayangkan alangkah bahagianya ia kelak hidup bersama Rania hingga rambut mereka memutih. Perlahan amarah Vano hilang, wajahnya tersenyum mengingat hal yang ia lakukan bersama Rania beberapa hari yang lalu.

Akan sangat menyenangkan jika hal itu membuahkan hasil. Memikirkan Rania membuat Vano ingin menghubunginya, namun sebelum itu terjadi pintu kamarnya terbuka lebar menampilkan Inggrit.

“Kamu harus terima perjodohan ini!” Vano memutar kedua matanya.

“Dengar, Vano! Mama tidak main-main. Kalau kamu menolak perjodohan ini maka jangan salahkan Mama jika nanti ******* murahan kamu akan berurusan dengan mama!” Vano segera menatap tajam Inggrit.

“Maksud Mama apa? Jangan bawa-bawa Rania. Vano tidak akan membiarkan hal buruk terjadi sama dia.” Inggrit tersenyum sinis ke arah Vano.

“Buka vidio yang mama kirim ke kamu. Kalau sampai kamu tidak menjauhi dia, maka vidio itu akan mama sebarkan luas. Dan satu lagi Vano, kamu itu penerus perusahaan, jangan berpikir perusahaan yang sedang kamu rintis sekarang adalah satu-satunya tanggung jawab kamu!” Vano mengangkat salah satu alisnya dan segera mengecek ponsel dan melihat vidio yang dikirim mamanya.

“Kamu tidak akan pernah bisa melindungi apa yang kamu punya tanpa kekuatan, dan sekarang kita sedang membutuhkan kekuatan itu, Vano! Turuti apa kata mama, atau ******* kamu akan mama singkirkan seperti halnya perusahaan kamu itu.” Vano segera menegakan badannya, Inggrit menatap dingin Vano setelahnya ia pergi.

“Jadi karena Mama perusahaan aku mengalami kemunduran?" Gumam Vano tak percaya dengan apa yang ia dengar tadi.

Tak lama setelahnya Vano kembali melihat ponselnya dan alangkah terkejutnya ia melihat vidio dirinya dan Rania sedang bercumbu mesra melepas segalanya. Vano merasa kecolongan, ia telah kalah.

Semalaman Vano berpikir cara agar Rania tetap aman, akhirnya Vano menerima apa yang di mau oleh Iggrit yakni menjauhi Rania dan menerima perjodohan dengan Keisha. Hingga datanglah hari dimana Rania ingin bertemu.

Rupanya selain Vano, Inggrit juga datang ke restoran saat itu meskipun Vano sengaja memilih tempat agar percakapannya tidak di dengar Inggrit akan tetapi tetap saja gerak geriknya masih bisa dipantau dari jauh oleh Inggrit.

Alhasil saat itu Inggrit hanya mengetahui bahwa hubungan mereka telah berakhir tanpa tahu bahwa Rania tengah mengandung cucunya.

Flashback off

“Van! Vano! Kamu melamun apa?” Vano tersadar dari lamunannya, segera ia tatap Keisha yang tadi memanggilnya.

“Iya, kenapa?” Tanya Vano.

“Kamu engga papa kan kalau semisal pernikahan kita ditunda dulu?” Tanya Keisha mengulang pertanyaan nya tadi.

“Oh, iya.” Vano hanya mengangguk setuju.

Pikirannya kembali berkelana pada Rania yang sekarang tak ia ketahui keberadaannya.

Keisha melihat Vano yang tak begitu antusias bahkan cenderung terpaksa, ia merasa apa yang dilakukannya salah namun ia kembali meyakinkan bahwa perjuangannya tak bisa dikatakan remeh.

Rasa bersalah sedikit menyelimutinya. Farah menenangkan Keisha lewat tatapan matanya.

-

Keisha meliuk liukan badannya di lantai dansa, kepalanya begitu pusing mengingat perasaannya akhir-akhir ini. Dirinya sudah mabuk berat, bahkan sekarang mulutnya sudah meracu tak jelas.

Badannya menegang merasakan sentuhan asing di perutnya, dilirik nya tajam siapa pemilik tangan yang dengan berani menyentuhnya.

Netranya bertemu dengan tubuh tegap seseorang, matanya menyipit merasa mengenali wajah pria yang kini sudah memeluknya.

“Kamu-” Keisha ragu memanggil nama pria tersebut, pandangannya mengabur bahkan kini badan ya sudah terangkat dan berada di gendongan pria tadi.

“Waktunya pembalasan, sayang.” Ujar peria tadi setelah berhasil membawa tubuh tak sadar kan diri Keisha keluar dari lantai dansa.

-

Keisha terbangun merasakan sinar matahari yang begitu menggoda kelopak matanya untuk terbuka. Ia merasa asing dengan kamar yang ditempatinya, Keisha mencoba mengingat namun mabuk berat membuatnya lupa akan apa yang terjadi semalam.

Keisha menatap sekitar dan ia tak menemukan apapun kecuali tubuh telanjang nya sendiri yang terbungkus selimut.

Keisha terkejut bukan main, ia segera mendudukkan dirinya. Selangkangannya begitu nyeri, disingkapnya selimut yang menutupinya, Keisha menghela napas melihat bercak darah di seprai.

“Sialan!” Umpatan itu keluar begitu saja tanpa mengurangi pening dan rasa kesal Keisha. Dengan tertatih ia berjalan menuju kamar mandi.

“Bahkan aku tidak diberi kompensasi, untung hotelnya bagus. Ya ampun apa hotel ini sudah dibayar? Ah brengsek! Aku benci ini!” Keisha merasa kecewa dengan dirinya sendiri, meskipun terkenal liar namun ia memegang teguh ajaran dimana suaminya adalah orang yang harus menyentuhnya pertama kali.

Keisha tak mengambil pusing, ia memilih untuk berendam dan melemaskan otot ototnya yang tegang, mungkin setelah ini ia akan minta rekaman cctv hotel.

-

2 hari berlalu Keisha tak pernah menemukan siapa orang yang telah menidurinya kala itu, sekarang ia bahkan tengah disibukan oleh pesta pernikahannya yang tinggal menghitung hari.

Sebenarnya Keisha merasa janggal karena pihak hotel terkesan menutupi orang tersebut.

Keisha merasa bersalah pada Vano, ia takut melihat respon Vano jika mengetahui kalau ia sudah tidak perawan.

Namun mengingat Vano pernah melakukan hal itu dengan Rania, Keisha menjadi kesal. Tak beberapa lama senyuman licik terukir di bibir Keisha, ia menemukan ide untuk permasalahannya ini.

-

Vano mencari-cari keberadaan Keisha, ia tak habis pikir dengan calon istrinya itu. Pernikahan mereka akan diadakan beberapa hari lagi namun Keisha malah menggelar party hingga mabuk berat di diskotik seperti ini.

Vano baru saja pulang dari kantor dan mendapati telepon dari salah satu teman Keisha yang menyuruhnya untuk menjemput Keisha karena calon istrinya sedang mabuk berat.

“Vano!” Vano melihat seseorang yang tadi memanggilnya kini tengah melambaikan tangan dan di sampingnya ada Keisha yang tak sadarkan diri.

Menghela napas kasar, Vano menghampiri mereka dan hendak membawa Keisha pulang.

Namun sebelum itu dirinya ditahan dan diajak bergabung dengan mereka. Vano merasa tak enak pun mengikuti mereka, ia akhirnya meminum satu dua teguk.

Merasa kepalanya semakin pusing Vano hendak pamit, namun baru beberapa langkah ia akan menuju Keisha yang tak sadarkan diri penglihatannya menggelap.

-

Hikss. Hiks..

Vano mengerjap mendengar rintihan di sampingnya, dilihatnya Keisha yang kini terbalut selimut hingga menutupi dada.

Vano tersadar akan pemandangan di depannya, ia mengutuk jiwa kelakiannya. Pada akhirnya hal ini terjadi lagi, Vano merasa bersalah pada Keisha dan juga Rania.

Vano mencoba menenangkan Keisha, namun diurungkan karena perasaan bersalah pada Rania lebih mendominasi, dengan cepat ia memakai pakaiannya dan berjalan ke kamar mandi.

Keisha melihat hal itu tersenyum puas, segera ia ketikan pesan pada teman-temannya dan berterimakasih atas bantuan mereka tadi malam.

Dengan cepat ia berjalan ke kamar mandi untuk bergabung dengan Vano, yah meskipun harus siap menerima resiko penolakan.

Namun Keisha tak ingin menyerah begitu saja, ia yakin Vano pasti akan menerimanya walau karena sebatas rasa bersalah.

-

Hari pernikahan pun tiba, seluruh orang sibuk mondar-mandir melayani tamu. Inggrit dan Farah tampak bahagia melihat kedua anak mereka sebentar lagi dipersatukan oleh ikatan pernikahan. Lain hal nya dengan Vano yang kini menatap sendu foto Rania.

“Maafkan aku.” Vano kembali menitikan air matanya. Pencariannya tak menemukan hasil, Rania seolah hilang ditelan bumi.

Keisha melihat hal itu, tangannya terkepal erat ia akan berusaha mengenyahkan Rania dari pikiran Vano, ia bahkan berusaha menyingkirkan Rania beserta bayinya.

Keisha tak memberitahu siapapun bahwa tak lama setelah Rania pergi dari rumah ia menyuruh sekumpulan orang untuk mencelakai wanita itu. Kabar yang ia terima terakhir kali adalah para orang suruhannya itu berhasil membuang tubuh Rania ke laut.

“Keisha.” Keisha terkejut mendapati tepukan di bahunya, ditengok nya kesamping rupanya orang yang tadi menepuknya adalah Farah.

“Ada apa, Ma?” Tanya Keisha.

“Sayang, kita ke rumah sakit sekarang! Kakek sudah siuman dan ingin bertemu dengan kita semua.” Keisha terkejut bukan main, dalam hati ia senang namun perasaannya tidak enak.

“Kenapa engga setelah acara selesai saja?” Tanya Keisha heran.

“Sepertinya ini hal yang penting, perasaan mama tidak enak. Kamu juga merasakan itu kan?” Keisha mengangguk, lalu setelahnya mereka sekeluarga pun bergegas ke rumah sakit di susul oleh keluarga Vano.

-

Sesampainya di rumah sakit, Rama sekeluarga segera menemui Haryo. Keluarga Vano pun juga ikut menjenguk namun mereka memilih untuk memberikan ruang bagi keluarga Rama.

“Ayah, bagaimana keadaan Ayah?” Tanya Farah mengambil tangan Haryo dan mendekapnya, Haryo menggeleng, dengan terbata ia mengatakan suatu hal.

“Ran-rania.” Mereka tak habis pikir mendengar nama yang dipanggil oleh Haryo.

“Dia sudah pergi! Kita sudah mengusirnya.” Kali ini Rama yang bersuara, Haryo tak kuasa membendung tangisnya.

“Mar-marni, tolong Ce-cerita-kan.” Haryo memanggil Marni yang sedari tadi menangis untuk mendekat dan menceritakan rahasia yang selama ini disimpan dengan rapat.

Lalu mengalir lah cerita Marni, seperti apa yang telah di cerita kan nya pada Rania tempo lalu. Haryo sesekali mengangguk untuk meyakinkan Rama sekeluarga yang terkejut dan tak percaya oleh apa yang mereka dengar.

“Ja-jadi selama ini. Ya Tuhan!” Farah menangis tersedu, begitupun Keisha yang kehilangan keseimbangannya, beruntung Vano dengan sigap menompangnya.

“Aku tidak menyangka. Ayah begitu tega melakukan hal ini!” Haryo menangis mendengar bentakan Rama.

“Ma-?aaf.” Kalimat terakhir Haryo terucap begitu lirih dan penuh penyesalan, bersamaan dengan hembusan napas terakhir Haryo, tangis seluruh keluarga Rama pecah seketika. Vano yang memegang tubuh Keisha agar tidak jatuh pun ikut menangis dalam diam.

“Pernikahan ini harus dibatalkan, aku harus menikahi Rania. Ia tengah mengandung anak ku.” Vano dengan tegas mengatakannya, kini giliran keluarga Vano yang terkejut bahkan Amar dengan cepat menarik tubuh Vano dan memukulnya.

Keisha yang tak sigap pun terjatuh karenanya, Farah membantu Keisha berdiri.

“Cukup! Vano harus tetap menikah denganku.” Keisha mencoba berdiri dengan tubuh yang gemetar.

“Keisha! Jangan egois!” Vano membentak Keisha.

“Egois katamu?! Aku juga tengah hamil anakmu!!” Mata Vano membulat tak percaya, Keisha merasa pandangannya buram sesuatu mengalir di kakinya.

“Kesiha! I-itu darah!” Inggrit menutup mulutnya panik melihat Keisha pendarahan. Sedangkan Keisha tak sadarkan diri.

1
Besse murniati
udah sm.kevin aja
Arina Sabrina
almost towards the end, habiskan
Nicky Nick
lieur... mumet thor
martina melati
astaga... bener2 hbs manis dbuang deh
martina melati
gk ada pasang cctv y thor??
martina melati
janji hanya lewat bukan dlm lubuk hati
Iyah Chomel
Rania sama Kevin saja thoor x Sudi aku klu sama vano
Lyana: jangan merusak alur novel orang nyonya... sudah ratusan novel kayak gini yg gw baca dan yah bisa ditebak bakal nikah sama orang lain... tp ikuti saja alur yg dibuat penulisnya dan jangan nyampah
total 1 replies
Karate Cat 🐈
bagus cemplungin aja itu nini lampir.. ntar daku tambah piranha ke itu kolam biar mampose sekalian. heran, udah bau tanah masih aja otaknya berkerak.
Karate Cat 🐈
kayaknya pak dosen yg nolong rania deh
Linee Alice
Lanjut thor sudah 2022😭
Sitinuro Saputri
udah ngk up lagi ya thor
Desti Nurfitayani
Ayo thor lanjut kan
Mugiyanti
lanjut thor
✨✿[Oliv_¥]✿✨
Semangat Ya Up Nyaa Semangat Ya Up Nyaa
Rate Menunggu Mu
Siti Nuro
ini masih lanjut ngk ya ?
Wawansetiawan
lanjut kax cerita ny sangat menarik.
Maya Lindawati
lanjut
Aze_reen"
vano2 lo tuh ga cinta sm rania tapi opsesi... makan tuh jalang lo sampai puass...
ga sudi pake banget klw rania balik sm vano yg najisin....
yuhhh.. sudah bekasan gitu... menjijikan..
Asna Deli
lebih baik rania kembali sma vano dripada kelvin..karna kelvi cucu sidimas..dimas kan yg udah menhancurkan keluaga rania..sikevin jga dh menghancurkn hidup sikesya..
Asna Deli
oh brarti sikevin cucu nya sidimas itu..itu nmanya dosen cabul..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!