NovelToon NovelToon
Tabib Kecil Kesayangan Raja Pengasingan

Tabib Kecil Kesayangan Raja Pengasingan

Status: tamat
Genre:Fantasi Timur / Cinta Seiring Waktu / Romansa / Reinkarnasi / Dokter Genius / Mengubah Takdir / Tamat
Popularitas:655k
Nilai: 5
Nama Author: `AzizahNur`

Di dunia modern, Chen Lian Hua adalah seorang medikus lapangan militer yang terkenal cepat, tegas, dan jarang sekali gagal menyelamatkan nyawa. Saat menjalankan misi kemanusiaan di daerah konflik bersenjata, ia terjebak di tengah baku tembak ketika berusaha menyelamatkan anak-anak dari reruntuhan. Meski tertembak dan kehilangan banyak darah, dia tetap melindungi pasiennya sampai detik terakhir. Saat nyawanya meredup, ia hanya berharap satu hal

"Seandainya aku punya waktu lebih banyak… aku akan menyelamatkan lebih banyak orang."

Ketika membuka mata, ia sudah berada di tubuh seorang putri bangsawan di kekaisaran kuno, seorang perempuan yang baru saja menjadi pusat skandal besar. Tunangannya berselingkuh dengan tunangan orang lain, dan demi menjaga kehormatan keluarga bangsawan serta meredam gosip yang memalukan kekaisaran, ia dipaksa menikah dengan Raja yang diasingkan, putra kaisar yang selama ini dipandang rendah oleh keluarganya sendiri.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon `AzizahNur`, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 16 : Ketidaktahuan yang Aneh

Pintu berderit pelan saat Ya Ting masuk, membawa sepasang jubah putih di tangannya. Pandangannya langsung tertuju pada Lian Hua yang tergeletak di lantai.

“Permaisuri, apa yang terjadi? Bukankah lukanya seharusnya tidak terasa sakit?” tanyanya panik, segera berlutut.

Lian Hua mengangkat kepala, menggeleng lemah, lalu perlahan bangkit. Ia masih mampu berdiri, namun rahangnya mengeras saat nyeri di punggungnya menusuk. Ia sama sekali tidak mengerti cara kerja Serbuk Seribu Racun yang tadi diberikan.

“Air hangatnya sudah siap,” ujar Ya Ting hati-hati. “Apakah Permaisuri ingin saya membantu?”

“Aku bisa sendiri,” jawab Lian Hua singkat. “Hanya… siapkan saja kain panjang. Rebus, keringkan, lalu bawakan setelah aku selesai mandi.”

Ya Ting sempat mengerutkan kening, ingin bertanya, namun menahan diri. Ia hanya mengangguk.

“Bisa tunjukkan jalan ke pemandian?” tambah Lian Hua.

Pertanyaan itu membuat Ya Ting sedikit ragu. Biasanya, Lian Hua tidak pernah meminta diantar, ia hafal betul setiap sudut kediaman ini, dan jarang mau dilayani kecuali di depan umum.

Namun, tanpa berkomentar, Ya Ting berbalik dan berjalan di depan.

Beberapa langkah dalam keheningan, rasa ingin tahunya tak tertahan. “Apakah Permaisuri lupa letaknya?”

Lian Hua menoleh sekilas, nada suaranya datar. “Aku memang tidak tahu. Karena itu, tunjukkan jalannya.”

Ya Ting tertegun. Tidak tahu? Untuk seorang Permaisuri Lian Hua, itu terasa mustahil. Namun ia hanya mengangguk lagi, menuntun dengan langkah tenang.

Di belakangnya, Lian Hua menatap hampa. Sekilas, dingin merambat di matanya. Dagunya terangkat sedikit, wajahnya berubah tegas, seolah tidak sedang kesakitan. Tapi saat mencapai pertigaan menuju pemandian, semuanya lenyap. Lesu kembali menyelimuti wajahnya, langkahnya kembali goyah.

Ya Ting membuka pintu kayu berat itu. Aroma uap panas menyambut mereka. Lian Hua melangkah masuk tanpa menoleh, meninggalkan pertanyaan yang mengendap di benak Ya Ting.

Ruangan itu dihiasi patung-patung naga di beberapa sudut, sementara obor-obor yang menyala di dinding memantulkan cahaya ke permukaan air, menciptakan bayangan bergerak di dinding dan langit-langit batu. Keseluruhan tempat itu tampak megah, seperti milik bangsawan.

Lian Hua menyapu pandangannya ke sekeliling. Ia mulai paham di mana ia berada, dan kesimpulan itu semakin jelas di pikirannya.

“Mandilah dengan tenang. Aku akan kembali membawa kain yang kau minta,” kata Ya Ting lembut sebelum meninggalkannya.

Setelah pintu pemandian tertutup, Lian Hua berdiri seorang diri di tengah ruangan itu. Ia melepas semua pakaiannya, menaruhnya rapi di pembatas batu, lalu melangkah masuk ke air. Suhu panasnya langsung merayap ke kulit kakinya, membuatnya memejamkan mata sejenak.

Ia berjalan perlahan ke tengah kolam hingga airnya mencapai pinggang. Namun, begitu air menyentuh luka di kaki dan tangannya, ia meringis. Saat air itu mengenai punggungnya, rasa perih yang menyengat membuatnya hampir meloncat keluar dari kolam.

Menggertakkan gigi, ia beringsut kembali ke pinggir. Dari tumpukan pakaiannya, ia mengambil sebuah botol kecil dari tanah liat yang diukir indah, tersembunyi di antara lipatan kain. Ia membuka tutupnya, lalu menuangkan isinya perlahan ke punggungnya.

Cairan kental berwarna putih kekuningan mengalir menuruni punggungnya, menyebar hingga menutupi seluruh luka yang menganga. Lian Hua menggigit bibirnya, kedua tangannya mencengkeram pembatas batu untuk menahan rasa perih yang membakar kulitnya.

Setelah obat itu habis, ia tetap bersandar di pinggir kolam, wajahnya dibenamkan di kedua tangan yang terlipat. Nafasnya berat, matanya terpejam.

“Beruntung sekali… aku menemukan tumbuhan thyme itu,” gumamnya, membiarkan suara air menjadi satu-satunya yang mengisi ruangan.

1
Amiera Syaqilla
heylo author👑
Ayu Rahayu
/Drool//Drool/
manira zhang
udah ketebak klo yg nyusul itu si xin yi yg kegatelan sama laki orang😒
Yono Yongq
manthaaafff
Murni Murniati
ini mgkn ada yg membuat dia hilang keinginan hdp
Aisyah Suyuti
good
Murni Murniati
berarti memangbkn dia jht, tp dfitnah org lain, seolah olah dia yg jht
Murni Murniati
mgkn emg perbuatan dua org itu
Murni Murniati
mgkn krn itu dia disiksa yi chen ini, krn dia tak suka sm dia, n mgkn krn perjodohan, yi chen berpisah sm xin yi, jd dia menyiksa lian hua
Murni Murniati
napa tak ada ingatan sedikit pun, jd greget deh
Murni Murniati
kenapa tak ada ingatan sedikit pun, mgkn dia tak jht tp mgkn ada org yg memfitnah dia, ini tak ada ingatan sm sekali
Murni Murniati
apa tak ada ingatan sm sekali
tudehun
/Ok/
Rikko Nur Bakti
masih bingung ...
sakura
...
Kevandra
💞DARRA💞💖
endingnya bagus tapi saat eksekusi kaisar dan yg lainnya kurang detail,misal kaisar dibuat nyesel mengetahui kenyataan yi chen benar2 anak kandungnya,selir agung menerima siksaan cambuk setiap harinya jadi gak langsung mati.karna terlalu mudah untuk mereka klo cuma langsung mati,sedang penderitaan yo chen n permaisuri dah puluhan tahun.
💞DARRA💞💖
sama istri sendiri kejam,kasar,sama xin yi halus,penuh perhatian.
saat istri bicara kebenaran n kelakuannya dia gak terima, dah lah terserah authornya tokohnya bodoh atau apa
Risna Udi
keren ceritanya. semangat terus dan sehat selalu thor
tinie
guru bermesraan di depan murid🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!