Menikah tanpa dasar cinta, akankah bertahan lama ?
Kalaupun berjuang hanya seorang diri, mungkinkah akan bahagia ?
Fira menerima perjodohannya dengan Bara. Namun setelah menikah, Bara memberikan Fira beberapa lembar kertas perjanjian pernikahan mereka. Bara berkuasa atas segala peraturan yang dibuatnya.
"Kenapa kau melakukan semua ini hah?" tanya Fira, gemetar penuh emosi dan tak menyangka.
"Karena aku, tidak pernah menginginkan kehadiranmu!" seru Bara, menyentak Fira.
Bagaimanakah kelanjutan kisah antara Bara dan Fira ?
Apakah pernikahan mereka akan berlangsung lama atau Fira menyerah begitu saja ?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Delia Septiani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Pernikahan ( Part 2 )
Sementara itu di kediaman keluarga Alex. Fira masih bersiap di kamar nya, ia sedang di rias oleh seorang MUA yang lumayan ternama di kota itu. Sementara anggota keluarga yang lainnya sudah bersiap menunggu sang calon mempelai pria datang.
Hiasan dekorasi yang bernuansa putih gold menghiasi seluruh ruangan. Makanan dan minuman sudah berjajar rapih di atas meja parasmanan. Kursi-kursi dari kayu berwarna putih yang berbalut kain dan pita sudah tertata begitu rapih.
Alex berdiri di dekat jendela, matanya terus menatap ke arah foto yang terpajang di dekat tempat tidurnya, ia melihat foto dirinya dan istrinya.
“Sayang... anak gadis kita hari ini akan menikah.” ucapnya pelan, sambil terus menatap kearah foto istrinya.
Perlahan ia merasakan ada sesuatu yang membuat hatinya begitu sesak, buliran air mata menetes di ujung pelupuk matanya. Ia segera menyeka air matanya dan senyuman getir.
“Ayah...” panggil Bima yang mengetuk di pintu di luar kamarnya.
Alex berjalan, membuka pintu kamarnya.
“Ada apa Bim?”
“Keluarga dari pengantin pria sudah sampai Yah.”
Alex dan Bima segera menuju ke depan menyambut kedatangan mereka. Dan tanpa berlama-lama akad pun segera di mulai.
“Saya terima nikah dan kawinnya Fira Alexander dengan mas kawin perhiasan berlian di bayar kontan.”
“Bagaimana para hadirin?” tanya Pak penghulu.
“Sah.” ucap Wali.
“Alhamdulillah Sah” ucap pak penghulu.
Dan di iringi suara “Sah.” dan tepuk tangan dari tamu yang hadir disana.
Suara ijab kobul itu terdengar begitu jelas di telinga Fira. Fira yang masih ada di kamar nya kini ia di jemput oleh Tante Moly dan Bima untuk segera turun menghampiri suaminya.
Fira pun berjalan di gandeng oleh Moly dan Bima, Ia begitu sangat cantik mengenakan gaun pengantin elegant berwarna putih, dengan balutan hijab dan mahkota kecil yang menghiasi kepalanya, serta makeup nya yang bikin pangling, membuat orang terpana melihat kecantikan dan keanggunannya.
Perlahan ia turuni anak tangga dengan sangat hati-hati, dan dilihatnya Bara yang sudah duduk di kursi bersama Ayah dan penghulu.
Fira di gandeng Bima dan Moly untuk duduk di sebelah Bara. Ia mendudukan tubuh nya tanpa melihat ke arah Bara sekalipun.
“Cantik sekali istirnya Kak Bara” ucap Lily yang tak henti terus menatap kearah Fira.
“Sekarang kalian sudah sah menjadi suami istri, silahkan Nona cium tangan suami Nona.” ucap Pak penghulu.
Fira pun menganggukan kepalanya, ia memutar sedikit badannya menghadap Bara, diraihnya tangan Bara dan dicium nya perlahan. Ini adalah pertama kalinya ia mencium tangan lelaki selain tangan Ayah atau paman nya. Dan tentunya hal itu membuat Fira merasakan hawa panas dingin karena grogi.
“Dan sekarang silahkan Tuan cium kening Istri tuan.” perintah Pak penghulu.
Bara perlahan mendekatkan dirinya dengan Fira, dipegang kedua pundak Fira dan perlahan bibir bara menyentuh kening Fira yang begitu lembut, dikecuplah kening Fira secara perlahan.
“Nah sekarang silahkan pakaikan cincin pernikahannya.”
Bara meraih kotak cincin yang ada di atas meja penghulu, dan di ambilnya satu cincin, kemudian ia meraih tangan kanan Fira dan memakaikannya di jari manis Fira. Begitupun dengan Fira ia memakaikan cincin satunya lagi di jari Bara.
Selesai acara pemasangan cincin kini mereka berdiri di pelaminan. Para tamu undangan dan kerabat, satu persatu memberikan mereka ucapan dan do’a, tentunya ikut foto bersama pengantin juga.
Tak terasa waktu sudah sore, para tamu undangan dan kerabat sudah pulang, dan kini giliran keluarga Hito yang pulang.
“Bar... jaga istrimu baik-baik, ingat perlakukan dia layak nya seorang istri.” ucap Hito sambil memeluk Bara. Bara hanya mengangguk.
Hito dan Wina berpamitan kepada Alex dan Fira.
“Selamat ya sayang, semoga keluarga kalian sakinnah mawaddah warohmah, besok giliran kamu yang menginap di rumah Mama ya.” ucap Wina kepada Fira, sambil memeluk. Fira hanya mengangguk tersenyum dan membalas pelukan Mertua nya itu.
Wina, Hito dan Lisa segera menaiki mobil yang di supiri oleh Mang Dadang, dan mereka segera pulang menuju rumahnya.
Sementara itu setelah acara ini selesai, Fira segera naik menuju kamar nya, rasanya ia ingin segera mandi, membersihkan tubuhnya dengan berendam air hangat di bathup.
Sedangkan Bara ia masih duduk di ruang tengah bersama Alex, ia berbincang-bincang dengan mertuanya.
Meskipun Bara sudah lama mengenal Alex, tapi rasa canggung itu tetap ada, apalagi sekarang status nya sudah berganti, yaitu menjadi suami dari Fira anak nya Alex.
Bara izin pamit kepada Alex untuk naik ke kamar Fira. Karna ia juga ingin segera beristirahat, membaringkan tubuh nya di atas ranjang, namun ia kebingungan karna di atas ada dua kamar, ia mengetuk ke salah satu pintu kamar. Dan dari bawah Bima datang menghampiri.
“Kak Bara mau ke kamar Kak Fira ya?” tanya Bima. Bara menganggukan kepalanya.
“Itu kamar ku Kak, kalo kamar Kak Fira yang ini.” tunjuk Bima ke arah pintu kamar Fira.
“Baiklah, terimakasih.”
Bara masuk ke dalam kamar Fira, dan ia tutup pintunya. Pandangan matanya kini berjalan mengelilingi setiap sudut kamar itu. Dilihatnya banyak buku-buku dan beberapa hiasan kecil di dalam lemari kaca.
Ia segera melepas sepatunya, dan mulai merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur. Di dengarnya suara keran air dari kamar mandi.
“Lama sekali dia.” gumam nya, karena dari tadi Fira belum juga keluar.
Sepuluh menit berlalu, Fira sudah selesai membersihkan dirinya, ia merasa tubuh nya sekarang lebih segar dan nyaman. Ia segera keluar dari kamar mandi menggunakan handuk kimono, dan rambut nya yang basah ia biarkan terurai begitu saja.
Baru tiga langkah ia keluar dari pintu kamar mandinya, Fira terkejut karena tiba-tiba ia melihat ada Bara di dalam kamar nya. Ia denga segera memutar badannya dan kembali lagi masuk ke dalam kamar mandi dan menutup kamar mandinya dengan sedikit terbuka.
“Hey kenapa kau ada di kamarku?” teriak Fira dari balik pintu kamar mandinya.
“Keluarlah, sekarang giliranku mandi.” seru Bara, yang masih duduk di atas ranjang.
“Kau keluar dari kamarku dulu, aku mau mengambil baju.”
“Kau yang harusnya keluar dari kamar mandi!”
“Cepatlah keluar dari kamarku!”
Fira kemudian mengintip sedikit di balik pintu, memastikan Bara sudah keluar dari kamarnya. Namun yang ada Fira semakin kaget karna Bara tiba tiba ada di hadapannya di depan pintu kamar mandi.
Dan ketika Fira ingin menutup pintu kamar mandi, Bara terlebih dahulu menahannya.
“Cepatlah keluar, atau mungkin kau ingin di dalam bersamaku!” ucap Bara.
Fira yang mendengar seakan ketakutan ia segera keluar dari kamar mandi dan menuju ke lemari untuk mengambil pakaiannya.
Bara pun segera masuk ke dalam kamar mandi dan menutup pintunya.
Kini Fira sudah selesai memakai pakainnya, meskipun terburu-buru karena takut kalau Bara tiba-tiba keluar dari kamar mandi.
Ia duduk di depan meja riasnya, dan segera mengeringkan rambutnya yang masih basah menggunakan hairdrayer. Setelah itu ia mengaplikasikan sedikit makeup tipis di wajah nya. Dan ia segera memakai kerudung phasminanya.
Ketika ia berbalik badan, Bara sudah berdiri di luar kamar mandi dengan handuk yang di lilitkan di pusarnya, sehingga badan nya yang kekar dan guratan kotak di bagian perutnya kini terlihat jelas dimata Fira.
Fira segera menundukan pandangannya dan berjalan menuju pintu tanpa melihat ke arah Bara.
“Hey... kau mau kemana?” suara Bara terdengar begitu lantang, hingga menghentikan langkah kaki Fira.
“Aku akan turun kebawah menyiapkan makan malam.” ucap Fira yang masih menunduk membelakangi, karna tak berani melihat Bara.
“Bisa kau ambilkan baju ku?” pinta Bara.
“Dimana?”
“Di dalam bagasi mobilku, ada tas kecil.”
“Baiklah.”
Fira segera keluar dari kamar nya, ia berjalan keluar menuju mobil bara, dan ia membuka bagasi mobil bara dan dilihatnya, sebuah tas kecil yang dimaksud oleh Bara.
Ia segera mengambilnya dan kembali ke atas menghampiri Bara.
Tok, tok tok, Fira mengetuk pintu terlebih dahulu.
“Masuk!” Teriak Bara yang ada di dalam kamar.
Fira membuka pintunya dan dilihatnya Bara yang masih mengenakan handuk, duduk di sisi ranjang.
“Ini pakaian mu.” Fira menyodorkan tas kecil itu kepada Bara, dan Bara segera meraihnya.
Fira hendak keluar dari kamar nya, namun lagi-lagi Bara menghentikan langkahnya.
“Tunggu aku, kita kebawah bersama.” ucap Bara.
“Baiklah.” Ucap Fira yang membelakangi Bara.
Setelah selesai memakai pakaiannya, Bara meminta Fira untuk mengeringkan rambutnya menggunakan handuk kecil. Fira pun mengiyakannya.
“Kau duduklah di bawah.” perintah Fira.
Bara pun duduk di bawah, sedangkan Fira ia duduk di atas ranjang, ia perlahan mengeringkan rambut Bara dengan handuk.
Ketika dirasa sudah agak kering, Fira mangambil sisir yang ada di sampingnya, kemudian mulai menyisir rambut Bara. Bara hanya duduk diam, membiarkan Fira menyisir rambutnya.
“Ya Allah.. ini pertama kalinya aku menyisir rambut lelaki, dan lelaki ini adalah suamiku.” ucap nya dalam hati, tiba-tiba bibir imut itu melengkung mengartikan senyuman.
Ia perlahan menyentuh rambut Bara yang terlihat hitam pekat, dan ia menikmati wangi dari aroma shampo yang Bara pakai.
“Sudah selesai, ayo kita kebawah.” ucap Fira yang beranjak dari duduk nya dan ia berjalan menuju meja rias untuk menyimpan handuk dan sisir nya.
Bara dan Fira keluar dari kamar mereka dan turun menemui Alex dan Bima yang sedang ada di ruang Tv, sementara itu disana juga masih ada beberapa orang, tukang bersih-bersih yang sedang mencopot dekorasi dan kursi-kursi yang masih ada di ruang tengah.
Mereka duduk menonton televisi, sambil berbincang-bincang. Dan Fira ia pamit ke dapur untuk membantu Tante Moly menyiapkan makan malam nanti.
.
.
.
.
.
follow ig author @dela_delia25