NovelToon NovelToon
Pacar Psikopat

Pacar Psikopat

Status: tamat
Genre:Misteri / Tamat
Popularitas:1.2M
Nilai: 4.8
Nama Author: Hana Rubby

TAMAT

Rara bersembunyi sebisa mungkin agar tak terlihat oleh pria yang sudah dilihatnya sedang menghajar seorang wanita yang sudah terkapar berlumuran darah, membuatnya terpaksa harus bersembunyi agar tak menjadi korban berikutnya. Namun sayang persembunyian Rara pun diketahui oleh lelaki itu dan Rara pun menjerit ketakutan saat sebuah tangan mengcengkram bahunya dengan sangat kuat.

" Aaaa sakit, Aku minta maaf, aku tak sengaja melihatmu, aku hanya sedang lewat dan mendengar sebuah teriakan dari gadis itu. aku benar-benar tak bermaksud untuk ikut campur, aku hanya sedang lewat saja. Aku mohon ampuni aku, jangan sakiti aku, aku berjanji akan tutup mulut, aku tak akan menceritakan pada siapapun. Aku mohon lepaskan aku" Ucap Rara dengan tangis lirih. Rasa takut yang amat sangat, membuatnya pingsan dihadapan lelaki itu. Namun bukan meninggalkan Rara, lelaki tersebut malah menggendongnya ala bridal, membawanya menuju kediaman seorang Pria Psychopath.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hana Rubby, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Mau kah kau menikah dengan ku?

Bulan sudah menampakkan sinarnya, menandakan kesunyian malam seolah meminta siapapun untuk menuju tempat peristirahatan, Meraih mimpi dalam tidur mereka. Namun tidak untuk Rara, Ia masih terjaga memandangi deru ombak yang sudah tak begitu terlihat jelas, namun terdengar nyata.

Rara berdiri di balkon, memegang erat pagar besi yang membatasinya agar tak terjatuh dan untuk menjaga keseimbangan nya untuk merasakan semburan angin yang dibawa oleh ombak laut, dengan memejamkan matanya ia merasakan betapa lembutnya angin menerpa tubuh nya, membuat Rambut nya terbang tak beraturan. Benar-benar membuat tenang siapapun yang merasakannya.

Tiba-tiba sebuah tangan melingkar di pinggang lalu mendarat erat di perut Rara, Rara yang sudah mengetahui sentuhan itu hanya dapat tersenyum seolah membiarkan tangan itu terus memeluknya.

10 Menit dirasa cukup merasakan pelukan hangat seorang Daffa, Rara pun memegang tangan nya lalu membelai Pipi halus Daffa.

" Kakak belum tidur. " Tanya Rara

" Kamu sendiri kenapa belum tidur. " Tanya balik Daffa. Rara pun membalikkan tubuh nya yang menghadap ke Daffa.

" karena tadi siang aku tidur, Jadi belum ngantuk. Kakak sendiri kenapa belum tidur. " Tanya Rara kembali.

" Tadinya aku sangat mengantuk. " Ucap Daffa lalu membalikkan kembali tubuh Rara untuk menghadap ke depan agar ia bisa memeluk Rara dari belakang.

" Tapi saat melihat mu berdiri disini, rasa ngantuk ku jadi hilang. " Lanjut Daffa.

" Kamu tau Ra, aku tak bisa berhenti memikirkan mu. " Bisik nya.

" Otak dan hati ku dipenuhi semua tentang mu, bahkan aku selalu berharap kamu ada di samping ku setiap kali ku terbangun di pagi hari dan aku sungguh-sungguh ingin mewujudkan itu. " Ucap Daffa. Rara hanya terdiam dan tersenyum mendengar ucapan Daffa pria yang sudah mengisi hari-hari nya.

" Apakah kau mau menikah dengan ku. " Tanya Daffa yang membuat Rara terkejut bukan main lalu tertunduk tersipu malu.

" Kenapa kamu diam saja, Apa kamu tidak ingin menikah dengan ku. " Tanya Daffa lalu membalikkan Rara untuk menatap wajahnya.

Namun Rara tak mampu menatapnya, Ia terlalu bingung harus menjawab apa. Satu sisi apakah ini tidak terlalu cepat untuk mengambil keputusan tapi sisi lain Rara juga sangat menginginkan hidup selama nya bersama Daffa.

" Kamu tidak perlu memberikan jawaban saat ini juga, aku tau ini mungkin terlalu cepat, tapi aku harap kamu benar-benar mau menerima ku. " Ucap Daffa.

" Tidak kak, Aku Mau. " Ucap Rara

" Aku mau menikah mu dengan mu. " Ucapnya lagi.

" Apa kau yakin. " Tanya Daffa memastikan.

" hmm... " Jawab Rara sambil menganggukan Kepala nya. Daffa pun tersenyum lalu mencium pipi kanan dan kiri Rara, Memeluknya Erat seolah berterima kasih kepada Tuhan karena sudah mempertemukan nya dengan seorang wanita seperti Rara.

Daffa menatap serius Rara dan berkata

" Aku akan segera meminta izin pada Bunda untuk melamar mu." Janji Daffa.

Wajah Rara memerah, Ia membayangkan apakah Tante Tiara akan menyukainya atau tidak.

" Ada apa." Tanya Daffa

" Aku takut Tante Tiara tidak merestui hubungan ku bersama mu. " Sahutnya.

Daffa menggeleng. " Tidak, Bunda pasti akan merestui hubungan kita. " Jawab Daffa meyakinkan.

" Sudah malam, sebaiknya kita tidur. Besok kita harus pulang pagi untuk menghindari kemacetan di siang hari." Ucap Daffa yang di anggukan Rara.

" Apa kamu mau tidur bersama ku. " goda Daffa. reflek membuat Rara mencubit perut nya.

" Aww... sakit sayang. " Desis Daffa membuat Rara menggigit bibir bawahnya karena Daffa memanggilnya dengan Sayang.

" Dasar Gombal. " ucapnya lalu berlari ke kamar meninggalkan Daffa.

Rara tidur satu Ranjang bersama Rani, seketika ia membayangkan kedatangan Tante tiara dan Daffa saat datang melamar. Membayangkan saja sudah membuat hati dan jantung nya berdegup sangat kencang, bagaimana saat hari itu tiba.

Rara menutup wajah nya dengan Bantal lalu berteriak kegirangan, kaki nya pun ikut berayun-ayun menghantam tempat tidur. Sontak membuat Rani terbangun. Ia pikir gempa bumi.

" Ya Allah gempa bumi Ra." Kaget Rani. Membuat Rara tertawa melihatnya begitu panik.

" Maaf Ran maaf, aku bermimpi tadi sedang mengayuh perahu bebek bersama Kak Daffa di sebuah danau, ternyata kaki ku ikutan bergerak, seolah sedang mengayuh perahu bebeknya sangat kencang." Bohong Rara dan dia hanya mampu menahan tawanya.

" Dasar kamu, Bikin kaget aja, aku kira tadi gempa bumi tau. " Desis Rani kesal.

Mereka pun kembali tertidur.

****************

Pagi pun menjelang dan sudah saatnya mereka menyudahi liburan mereka. Ferdy sudah menyuruh supirnya untuk membawakan mobil untuk nya, yang membiarkan Rara bersama Daffa.

" Lo Bawa Fer, kapan nyampe nya. " Tanya Daffa yang sudah siap untuk berangkat.

" Iya, gue minta supir gue bawain mobil kesini. Ini aja baru nyampe. " Jawab Ferdy

" Ran, kamu sama Rizky ikut aku aja. Jangan gangguin mereka yang lagi kasmaran. " Ucap Ferdy

" Oke Bos. " Sahut Rani dan Rizky bersama.

" Yaah sepi dong nanti di mobil. " Ucap Rara seolah gak mau pisah sama Rani.

" Kan ada Aku, nanti kita bisa ngobrol-ngobrol. " Sahut Daffa. Tapi tetep saja Rara ingin bisa semobil dengan Rani.

Mereke semua memasuki mobil dan melajukan mobilnya beriringan. saat tiba di pertengahan Jalan ternyata jalan sudah sangat macet, Ternyata dugaan mereka salah.

" Yaah kejebak macet deh, aku kira kalo pulang pagi gak akan kena macet, ternyata orang-orang berpikir sama dengan kita. " Ucap Daffa. Rara hanya diam dan asik memainkan Handphone nya.

" Chatting sama siapa, serius banget. " Tanya Daffa.

" Sama Rani." Jawabnya singkat seolah mengabaikan Daffa yang kesal dibuatnya lalu Daffa pun mengambil handphone Rara.

" Kak Daffa balikin handphone aku, Aku kan lagi chatting sama Rani kak. " Pinta Rara manja.

" Kamu aja baru pisah sama dia beberapa menit yang lalu, dan sekarang sudah kembali menghubunginya." Daffa kesal.

" Memangnya seberapa penting dia dibanding aku. " tanya Daffa yang membuat Rara bingung memilih dan hanya mampu berdiam dan menjawab.

" Pokoknya saat sama aku, kamu gak boleh main handphone. " ucap Daffa mengancam.

Rara menghembuskan nafas nya seolah pasrah dengan ancaman yang diberikan Daffa.

" Sekarang matikan Handphone mu lalu simpan didalam tas." Titah Daffa. Rara pun menurut karena takut membuat Daffa semakin marah padanya.

" Maafkan Aku, aku hanya tidak suka kau mengabaikan ku. " Ucap Daffa meraih tangan Rara lalu mencium punggung dan telapak tangannya berulang kali. membuat tersipu malu.

" Apa kau masih marah padaku. " Tanya Daffa dan jawaban Rara hanya menggelengkan kepalanya.

" Boleh aku tidur, aku sangat mengantuk sekali. semalam aku tidak bisa tidur. " Pinta Rara

" Iya sayang, tidurlah, jika sudah sampai aku akan membangunkan mu. " Jawab Daffa yang kembali mencium tangan Rara.

Tak butuh waktu lama, Rara pun sudah tertidur pulas, sangat menggemaskan sekali melihat wajah lugu Rara yang sedang tertidur pulas. Daffa pun tersenyum lalu membelai puncak kepala Rara, agar membuatnya nyaman dan terlelap dalam tidurnya.

1
Knox Arcadia
memang kesian daffa tp bagiku lebih baik rara lupakan daffa dan mencintai samuel demi nyawa daffa dan org tersayang dia. Lagian samuel gak buruk amat dia jadi kejam pun karna rara tak setia dengannya
Knox Arcadia
aku harap samuel buat rara tergila gila dengan firinya dan kau buat rara jadi psikopat kepada sesiapa yg benci samuel
Qaisaa Nazarudin
Udah malas bacanya...🙄🙄🙄 Alurnya gak sesuai denga Ekspektasi aku..
Qaisaa Nazarudin
LHO KOK SAMUEL😱😱😱😳😳😳 KU PIKIR DAFFA..🤦🤦🤦
Qaisaa Nazarudin
Rara harus bisa bicara,Karena inilah saat nya kalo Rara ingin terlepas dr Sam..
Qaisaa Nazarudin
Fhuuhh lega aku,Berikan dia hukuman seumur hidup,biar tau rasa dia..
Qaisaa Nazarudin
Alhamdulillah Ternyata Ferdy juga ada,Gimana ceritanya mereka bisa ada di sini? Terus Samuel kemana?
Qaisaa Nazarudin
Alhamdulillah kalo beneran itu Daffa lega aku..
Qaisaa Nazarudin
Benar2 Gila si Samuel,Aku Benci Samuel..Dasar Egois..😡😡😡
Qaisaa Nazarudin
Lho kok gitu sih,Tapi aku kebih suka kalo Rara bersama Daffa,Samuel kenapa sih suka banget merebut kebahagiaan Daffa,Lagian Tiara kok diam aja sih..ckk
Qaisaa Nazarudin
Sama lacar sendiri tapi g ada romantis2 nya..
Yurika23
hayoloh Rara...keliatan juga kan...
Yurika23
seru juga...
Otih Nuraeni
Lumayan
Otih Nuraeni
kayanya seru ini Thor
Devi amalia Elfaoji
bagus sekali
Lyana Gunawan
wehh dah bucin nii si ara
Lyana Gunawan
jiwa jomblo ku meronta"
Lyana Gunawan
aduhhhh jd pingin
Lyana Gunawan
aku yakin Daffa suka sama ara waktu di liat di panti deh soalnya kan mama nya temenan sama ibu angkat nya ara
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!