NovelToon NovelToon
Sincere Love My Husband

Sincere Love My Husband

Status: tamat
Genre:Pernikahan Kilat / Dijodohkan Orang Tua / CEO / Nikah Kontrak / Tamat
Popularitas:128.5k
Nilai: 5
Nama Author: Lina Handayani

"Jangan harap, aku akan tunduk kepada siapapun! Apalagi seorang wanita sepertimu!" Alaska Dirgantara.

"Sekeras apapun hatimu menolakku. Aku tidak peduli! Akan aku pastikan, hati sekeras batu itu luluh dengan caraku!" ucap Arumi Nadya Karima.

Alaska Dirgantara, merupakan pewaris tunggal Dirgantara. Pria keras dan kasar yang terpaksa harus menerima perjodohan, dengan wanita pilihan Papa Farhan---ayah kandungnya, sebagai syarat untuk mendapatkan aset keluarganya.

***
Terbangun dari koma selama tiga bulan, Arumi Nadya Karima dikagetkan dengan status barunya yang tiba-tiba sudah menjadi istri dari pria kejam. Bahkan, ia tidak mengenalinya sama sekali. Dan lebih parahnya lagi, ia hanya dijadikan alat untuk mempermudah jalannya, mendapatkan aset Dirgantara dari ayah mertuanya.

Akankah Arumi mampu menjalini hari-harinya, setelah berganti status sebagai seorang istri dari pria keras dan kejam? Atau memilih pergi dari suaminya? Yuk ikuti kisah selanjutnya!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lina Handayani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 16 : Dibuat Kelelahan Seharian

..."Sebenci apa seseorang terhadapmu, tetaplah menjadi baik tanpa membalas perlakuannya. Jika ia sudah capek, maka dia pun akan sadar bahwa kebencian itu hanyalah nafsu belaka yang tidak menghasilkan apa-apa."...

...~~~...

Di ruangan yang penuh debu, nampak lah seorang gadis cantik berhijab sedang berusaha membersihkan kamar kotor yang tidak layak ditinggali. Entah kenapa Alaska menempatkannya di kamar sudah lusuh seperti itu. Padahal rumah itu baru, ada pembantu juga yang setiap seminggu sekali membersihkannya, terkecuali kamar pejok itu.

"Ehuuk! Eehuukk! Berdebu sekali kamar ini. Banyak serangga juga, kamar ini kayak sudah lama tidak dipakai padahal rumahnya baru," tutur Arumi sesekali batuk karena ulah debu yang begitu banyak.

Dari luar nampaknya pelayan memperhatikan istri majikannya dengan iba. Rasanya ia juga tidak tega melihat Arumi kelelahan seperti itu, apalagi baru sampai di rumah barunya.

"Den Alaska apa tidak ada kasiannya sama Non Arumi? Ia baru sembuh harus beres-beres begitu. Apa aku coba bantu ya?" gumam Bibi Retno yang bertugas membersihkan rumah Alaska selama tiga bulan ini.

Rumah baru Arumi memang sudah dibuat sebelum Alaska menikahi Arumi. Alaska sengaja menggerakan cukup banyak orang untuk merancang dan membuat rumah sesuai dengan keinginannya. Tentu saja selama rumah itu dibuat, Alaska memantaunya sampai selesai.

Niat untuk dirinya nanti supaya tidak lagi serumah dengan Papa Farhan. Namun, nyatanya ia berikan untuk Arumi sebagai mahar. Itu pun tanpa berbicara terlebih dulu kepada Papa Farhan dan Mama Rina.

Perlahan Bibi Retno masuk ke dalam kamar Arumi dan ingin membantunya. Tiba-tiba saja Alaska mengagetkannya dari belakang.

"Bi, mau apa masuk ke dalam kamar dia?" tanya Alaska penuh selidik.

"Eemmm ... a--anu itu Den. Bibi mau bantuin Non Arumi, kasian kayaknya kecapean itu banyak yang harus dibersihkan," ucap Bibi Retno sedikit menunduk, karena tatapan tajam dari Alaska cukup menakutkan untuk dilihat.

"Jangan pernah bantu dia Bi! Biarkan dia kerjakan semuanya sendiri. Sekali saja Bibi ketahuan membantu Arumi, aku akan pecat Bibi!" tegas Alaska dengan penuh penekanan.

"Jangan Den! Mohon maafkan Bibi, jangan pecat Bibi dari sini. Bibi sangat membutuhkan pekerjaan ini," mohon Bibi Retno dengan menangkup kedua tangannya.

Alaska terseyum puas melihat itu. "Bagus, kembalilah dan kerjakan pekerjaan lain! Ingat, jangan membantunya!" tegasnya kembali membuat Bibi Retno mengangguk.

Arumi yang baru saja menyelesaikan pekerjaannya membersikan kamar berdebu itu, tiba-tiba saja mendengar suara riuh di depan kamarnya. Seketika saja ia keluar untuk memastikan apa yang terjadi.

"Mas ada apa ini? Kenapa Mas bentak Bibi?" tanya Arumi di ambang pintu dengan peluh yang masih bercucuran.

Alaska mendongak ke arah suara dan ternyata ia melihat istrinya dengan keadaan yang tidak baik-baik saja, berbeda dengan saat pertama membawanya masuk ke dalam rumah. Terlihat Arumi sangat kecapekan dengan peluh yang bercucuran di pelipisnya, ditambah lap yang dipegang di salah satu tangannya.

Seketika saja Alaska terseyum melihat penampilan Arumi. "Diam! Kamu jangan ikut campur urusan kami! Kembalilah dan siapakan makanan untukku nanti malam!" ucapnya yang kini dengan wajah datar dan menakutkan.

"Tapi Mas, aku baru beras. Mau istirahat dulu sekalian bersih-bersih. Nanti sebentar lagi ya?" lirih Arumi berharap Alaska memberikannya keringanan. Namun, di luar dugaan, Alaska malah membuatnya semakin capek.

"Enggak ada tapi-tapian! Kamu harus menyelesaikan semuanya dengan cepat! Jika kamu terlambat, maka akan aku berikan hukuman," balas Alaska sembari melenggang pergi meninggalkan Arumi.

"Huff! Capek banget, Mas Alaska enggak ada henti-hentinya membuat aku bekerja," gumam Arumi yang terdengar oleh Bibi Retno.

"Yang sabar ya Non Arumi, Den Alaska emang seperti itu. Akan tetapi, jangan khawatir pasti suatu saat ia akan berubah," ucap Bibi Retno menyemangati Arumi.

"Iya Bi, aaamiin. Ayo Bi kita ke dapur," ajak Arumi yang kini mulai mengumpulkan tenaganya kembali.

"Tapi Non kan baru saja beres bersihin kamar, istirahat saja dulu, biar Bibi yang masak. Jangan khawatir, nanti Bibi bilang sama Den Alaska yang masak itu Non Arumi," ucap Bibi Retno tidak tega melihat kondisi majikannya.

"Enggak Bi, Arumi enggak bisa istirahat sebelum menjalankan apa yang Mas Alaska minta. Bibi tenang saja ya? Aku masih kuat kok, lagian masih banyak waktu nanti." Arumi berusaha menguatkan dirinya sendiri dengan tidak memperlihatkan kesedihannya kepada Bibi Retno.

"Ya sudah kalau itu emang maunya Non Arumi, Bibi tidak masalah, tetapi Bibi bantu ya?" ucap Bibi Retno karena sejatinya ia juga tidak tega melihat Arumi diperlakukan seperti itu oleh majikannya sendiri.

"Emm ... iya Bi." Arumi mengangguk dan berharap Alaska tidak menghukumnya nanti.

Kemudian Arumi juga Bibi Retno berjalan beriringan ke dalam dapur. Sesekali mereka berbincang dan tertawa untuk menghilangkan rasa lelah yang dirasakan Arumi.

...****************...

Tidak terasa waktu begitu cepat, kini Arumi sudah menyiapkan makanan di atas meja makan yang cukup besar. Masakan yang di buatnya cukup banyak karena Alaska yang memintanya, membuatnya kelelahan dan baru selesai waktu adzan magrib.

Arumi baru bisa membersihkan diri dan menjalankan kewajibannya sampai isya dia di kamar yang telah ia bersihkan tadi. Namun, kini sekarang ia sedang berada di depan meja makan, menata masakannya untuk makan malam.

Tidak lama dari itu, Alaska keluar dari dalam kamar dan menghampiri Arumi yang sedang menyiapkan makan malamnya. Ditatapnya Arumi dari kejauhan sampai wajah itu pun semakin dekat semakin nyata terlihat cantik, walupun telah dibuat kelelahan seharian ini.

"Mas mau makan dengan apa? Nasinya segini cukup kan?" tanya Arumi disela lamunan Alaska yang tidak sadar terus memperhatikan wajah cantik Arumi.

"Ehem, ya aku mau makan semua yang kamu masak," ucap Alaska yang kembali bersikap santai supaya tidak menimbulkan kecurigaan dari sang istri.

Arumi hanya menurut dengan memberikan lauk pauk yang Alaska minta, walupun sebenarnya ia sangat heran karena suaminya meminta semua hidangannya untuk disantap malam ini.

"Sudah Mas. Silahkan disantap makanannya," ucap Arumi yang kini duduk di samping Alaska.

Seketika Alaska menetap isi piringnya setelah tersadar dari lamunannya yang kerap menetap wajah Arumi.

"Heh! Apaan-apaan kamu ini! Kamu mau beri aku makan kuli? Sengaja hah ingin membuat aku gendut? Sialan kamu ini!" umpat Alaska kaget menatap isi piring di hadapannya.

"Maaf Mas, bukanya Mas Alaska sendiri yang meminta semua hidangan di sini disimpan di piring Mas?" kata Arumi dengan sangat polosnya, walupun ia juga sangat takut sewaktu Alaska marah.

"Hah kapan aku minta seperti itu?" tanya Alaska dengan nada tinggi, seakan tidak menyadari apa yang dikatakannya beberapa menit yang lalu.

"Tadi Mas, baru saja Mas bilang sama Arumi apa saja. Jadi, Arumi taruh semua lauk lauknya ke piring Mas itu," balas Arumi yang hanya menunduk ketakutan.

1
ayu cantik
suka
Lina Handayani: terimakasih banyak kak 😊
total 1 replies
Anonim
Cwe bodo amat ga bisa bela dri apa
Lina Handayani: Kan itu tindakan kilat kak. Jadi, belum paham dengan sikap suaminya yang tiba-tiba berubah. 🙂
total 1 replies
Abd Kadir Taha
boleh abang nanya neng?adakah obat penyembuh luka patah hati neng!
Lina Handayani: Boleh dong, ada kok bang. Cuman obatnya perlu waktu jangka panjang. Harus ekstra sabar. 😅
total 1 replies
Abd Kadir Taha
iya neng abang doa'in,semoga lancar sampai hari H. jangan lupa abang di undang😁
Lina Handayani: Aamiin. Makasih katanya Ibrahim, Bang. Pastinya dong, kan pake undangan khusus buat Abang, tar dikasih bunga biar cepat dapat jodohnya. 😅
total 1 replies
Abd Kadir Taha
kaya'nya alaska junior akan segera lounching ni!
Lina Handayani: Betul tuh, Bang. Tar menambah kebahagiaan mereka.
total 1 replies
Abd Kadir Taha
semangat.. up lagi😁
Lina Handayani: Oke siap, Bang. Itu udah mau lolos review, ditunggu ya. 😊
total 1 replies
Abd Kadir Taha
selamat atas pernikahannya yang di ulang,semoga samawa.
Lina Handayani: iya belum ada, gak tau kapan adanya. Iya bang, enggak papa kok. Aku juga kan malah sama itu.
total 13 replies
Abd Kadir Taha
semoga nggak ada huru hara lagi di keluarga ini!
Lina Handayani: Aaamiin. Sudah pasti dong, Bang. Waktunya bahagia untuk mereka datang.
total 1 replies
Abd Kadir Taha
mengatasi perkara cinta itu jangan pakai kekerasan, ntar abang yang sakit karena cinta! cukup di pendam saja,dan pasti abang akan melupakan arumi.
Lina Handayani: Iya betul, Bang. Percuma juga ya pake kekerasan, pada akhirnya tetep menyesal dan enggak mendapatkan cintanya juga.
total 1 replies
Abd Kadir Taha
ibrahim kerasukan cinta dan terhipnotis oleh kecantikan arumi/Joyful/
Lina Handayani: Wih bener banget si Abang, sampai Ibrahim enggak mau berpaling ya? Padahal banyak yang cantik. 😅
total 1 replies
Abd Kadir Taha
sebegitu besarnya cintamu kepada arumi bang! sampai" melakukan apa pun demi mendapatkan arumi kembali.
Lina Handayani: Iya bener Bang, makanya jangan terlalu mencintai orang yang udah jadi milik orang lain. Ikhlas itu lebih baik, daripada melakukan hal yang salah. 🙂
total 1 replies
holipah
cinta memang buta 🤣🤣 Ibrahim oon
Lina Handayani: Waduh, kakak. Kasian dong Ibrahim dibilang oon. 🤣🤣🤣😂
total 1 replies
holipah
othor jngan lma2 y
Lina Handayani: Oke siap, Kak. Ditunggu besok pagi ya, sambil berdoa, hehe 🙂.
total 1 replies
sutiasih kasih
mkanya jgn mudah tertipu dgn sikap yg trlihat mmbanggakn... ank panutan...
krna blm tentu yg trlihat smpurna di luar.... jaminan baik jga hatinya....
bukankah slm ini alaska sll trlihat buruk di mata mu pak farhan... dan mnurutmu ibrahim adalah anak yg terbaik... tpi trnyata hatinya pnuh kbusukan...
Lina Handayani: Iya, nah itu harus dihindari ya kan, kak. 😔
total 3 replies
holipah
secuil banget
Lina Handayani: Tenang kak, ada satu bab lagi oke. Ditunggu ya!
total 1 replies
Abd Kadir Taha
di tunggu jandanya bang/Sneer/
Lina Handayani: Waduh, si Abang bisa aja. Belum bisa janda Bang, kalau enggak pisah dulu. 😄
total 1 replies
holipah
aku 😁😁
Lina Handayani: Hore ada yang udah gak sabar menunggu, jadi semangat deh. 😃😊
total 1 replies
sutiasih kasih
rumah tangga klo bnyak org yg ikut campur tangan.... bukannya smakin cpt terselesaikan.... tpi justru bikin makin ruwet ke mana2...
apa lgi klo lbh percaya dgn hasutan org lain... tnpa mncari tau kbenarannya.... lbh lgi ada yg memang mnginginkn perpecahan.... udah pasti bakal kelar/CoolGuy//CoolGuy/
Lina Handayani: Iya benar kak, tapi cepat berakhirnya nanti. Lagi dibuat gereget dulu ni, hehe. 😅
total 1 replies
holipah
ini nih Arumi salah sendiri g mau terbuka sama suami nya sendiri
Lina Handayani: Iya, salah ni Arumi. Makanya harus percaya ya. 🙂
total 1 replies
sutiasih kasih
salahmu sndiri g tegas.... msih aja biarin ulet bulu berkeliaran jdi hama pengganggu....
dlu aja km bgitu kejam dgn arumi.... knapa dgn jalang.... km lembek/Casual//Casual/
Lina Handayani: Betul itu kak, giliran sama Arumi aja ya marah" kasar ya? sama pacar sendiri baru lembut. Giliran nah ditinggal nangis". 😬
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!