NovelToon NovelToon
Aku Menolak Menjadi Pemeran Figuran

Aku Menolak Menjadi Pemeran Figuran

Status: tamat
Genre:Time Travel / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Mengubah Takdir / Transmigrasi ke Dalam Novel / Tamat
Popularitas:264.2k
Nilai: 4.9
Nama Author: @hartati_tati

Naya wanita cantik yang berumur 27 tahun mendapati dirinya terbangun didunia novel sebagai pemeran tambah yang berakhir tragis. Naya merasuk kedalam tubuh Reka remaja cantik yang berusia 18 tahun. Reka memiliki keluarga yang sangat amat menyayanginya, mereka rela melakukan apapun demi kebahagiaan Reka. Meskipun memiki keluarga yang sangat amat mencintainya sayangnya kisah percintaan Reka tidak berjalan dengan baik. Tunangannya Gazef lebih memilih pemeran utama wanita dan meninggalkan Reka. Reka yang merupakan pemeran tambahan akhirnya menjadi batu pijak untuk kebehagian Gazef dan Rosa, Reka harus mati demi kebahagiaan pemeran utama dalam novel.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon @hartati_tati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 16

Di siang hari yang cerah, sinar matahari menyinari halaman sekolah dengan hangat. Angin sepoi-sepoi berhembus, membawa aroma segar dedaunan yang baru saja disapu. Suasana di sekolah itu penuh dengan semangat dan kegembiraan, terutama di kelas Rekayang sedang mengadakan pelajaran olahraga.

Para siswa bergegas menuju lapangan, beberapa di antaranya sudah mulai berlari-lari kecil untuk pemanasan. Rekadan Felly, yang selalu bersama, berjalan menuju kamar mandi untuk berganti seragam olahraga. Mereka tertawa dan berbicara dengan riang, menikmati momen kebersamaan mereka.

Kamar mandi sekolah tampak sibuk, penuh dengan siswa lain yang juga sedang berganti pakaian. Rekadan Felly memilih bilik di pojok, menjaga privasi mereka. Sambil mengganti pakaian, mereka terus mengobrol, bercanda tentang hal-hal kecil yang terjadi di kelas dan kehidupan sehari-hari.

Setelah berganti pakaian, mereka berjalan keluar dari kamar mandi, siap untuk menghadapi tantangan di lapangan.

Di tengah teriknya matahari siang, suasana di lapangan sekolah semakin semarak. Murid-murid kelas Rekaberkumpul dengan antusias, menunggu instruksi dari guru olahraga mereka. Tak lama kemudian, guru olahraga datang dengan senyumannya yang lebar dan penuh semangat.

"Baiklah, anak-anak," kata guru olahraga dengan suara yang lantang. "Hari ini kita akan mengadakan permainan Galah Asin, atau yang juga dikenal sebagai Gobak Sodor."

Murid-murid bersorak riang, beberapa dari mereka saling berbisik dengan penuh antusiasme. Guru olahraga melanjutkan,

"Sebelum kita mulai, saya akan menjelaskan tata cara permainannya."

"Permainan ini dibagi menjadi dua tim. Tim pertama akan menjadi penjaga garis, sementara tim kedua akan mencoba melewati garis-garis yang dijaga oleh tim pertama. Tujuan tim kedua adalah melewati semua garis dari depan ke belakang dan kembali lagi tanpa tertangkap oleh penjaga."

Guru melangkah ke tengah lapangan yang sudah diberi garis-garis kapur. "Setiap penjaga harus berdiri di garisnya sendiri dan hanya boleh bergerak di sepanjang garis tersebut. Tim penyerang harus berusaha mencari celah dan waktu yang tepat untuk melewati penjaga. Jika seorang penyerang tertangkap, maka mereka harus keluar dari permainan, dan giliran tim berikutnya untuk mencoba."

Murid-murid mendengarkan dengan penuh perhatian, beberapa di antara mereka mengangguk-angguk mengerti. Guru olahraga melanjutkan, "Permainan ini menguji kecepatan, ketangkasan, dan strategi kalian. Jadi, pastikan untuk bekerja sama dengan tim kalian dan tetap fokus."

Setelah penjelasan selesai, guru olahraga membagi murid-murid menjadi dua tim. Rekadan Felly, yang berada di tim penyerang, saling bertukar pandang dengan semangat yang menggebu-gebu.

"Dengar, anak-anak," seru guru olahraga, "ingat untuk bermain dengan sportif dan jaga keselamatan kalian. Siap?"

"Siap!" jawab murid-murid serentak, dengan semangat yang membara, mereka bersiap untuk memulai permainan Galah Asin yang penuh tantangan ini.

Permainan Galah Asin dimulai dengan penuh semangat. Dua tim sudah siap di lapangan: Tim Reka yang terdiri dari Reka, Felly, Kinara, dan beberapa teman lainnya, dan Tim Garuda yang terdiri dari Adrian, Leo, dan rekan-rekan mereka.

Guru olahraga meniup peluit tanda permainan dimulai. Tim Reka menjadi tim penyerang pertama, sementara Tim Garuda bersiap menjaga garis-garis pertahanan mereka.

Reka, yang menjadi penyerang utama, memimpin timnya dengan penuh keyakinan. Dia memindai lapangan, mencari celah di antara penjaga garis Tim Garuda. Dengan gerakan cepat dan lincah, Reka memutuskan untuk bergerak maju.

Reka mengambil langkah cepat, matanya fokus pada Adrian yang menjaga garis pertama. Dengan kecepatan yang mengejutkan, dia berlari menuju garis tersebut. Adrian mencoba menghadangnya, tetapi Reka melakukan gerakan mengelak yang cekatan, melewatinya dengan mulus.

Sorakan terdengar dari teman-temannya, memberikan semangat tambahan bagi Reka. Kini dia berhadapan dengan Leo di garis kedua. Leo mencoba merentangkan tangan untuk menangkap Reka, namun Reka dengan gesit melakukan gerakan zigzag, membuat Leo kebingungan. Dalam sekejap, Reka berhasil melewati garis kedua.

Reka dan Felly mengikuti di belakangnya, berusaha memanfaatkan momentum yang diciptakan oleh Reka. Mereka juga berhasil melewati garis-garis pertama dan kedua dengan baik, berkat kerja sama dan strategi yang matang.

Reka kini berada di garis ketiga, yang dijaga oleh Hanso. Hanso terkenal sebagai penjaga yang tangguh dan tidak mudah dilewati. Reka mengambil napas dalam-dalam, lalu melangkah maju dengan hati-hati. Dia memperhatikan gerakan Hanso, mencari celah sekecil apa pun.

Dengan gerakan tiba-tiba, Reka melesat ke kiri, membuat Hanso bergerak mengikuti. Namun, itu hanya tipuan. Dengan cepat, Reka beralih ke kanan dan melompati garis dengan sempurna, meninggalkan Hanso yang terkejut dan tidak siap.

Reka sekarang berada di garis terakhir, yang paling sulit, dijaga oleh Reno. Reno berdiri dengan penuh kewaspadaan, matanya mengawasi setiap gerakan Reka. Reka tahu ini adalah momen penentu, dan dia tidak bisa melakukan kesalahan.

Dengan kecepatan yang luar biasa, Reka berlari lurus menuju Reno. Reno mencoba menangkapnya, namun Reka melakukan lompatan besar, melewati garis terakhir dengan elegan. Sorakan dan tepuk tangan menggema di lapangan saat Reka berhasil mencapai titik akhir.

Kini, Reka dan timnya harus kembali ke garis awal tanpa tertangkap. Mereka bekerja sama dengan baik, memanfaatkan kebingungan dan kelelahan Tim Garuda. Reka memimpin dengan cerdik, memberikan isyarat kepada teman-temannya kapan harus bergerak dan kapan harus berhenti.

Dengan kerjasama yang luar biasa dan strategi yang matang, Reka dan timnya berhasil kembali ke garis awal tanpa tertangkap. Guru olahraga meniup peluit, menandakan bahwa Tim Reka berhasil menyelesaikan putaran pertama dengan sempurna.

"Hebat sekali, Reka!" seru Felly, sambil tersenyum lebar.

"Kita harus tetap fokus. Putaran berikutnya akan lebih menantang," kata Reka tersenyum, merasa puas dengan pencapaian timnya.

Setelah putaran pertama yang penuh semangat, tim Reka bersiap menghadapi putaran kedua dengan kepercayaan diri yang semakin tinggi. Tim Garuda, yang kini menjadi penyerang, bertekad untuk membalas kekalahan mereka. Guru olahraga meniup peluit, menandakan dimulainya putaran kedua.

Andrian, yang memimpin serangan Tim Garuda, melangkah maju dengan hati-hati. Namun, Tim Reka sudah siap. Mereka berdiri di posisi masing-masing, menjaga garis-garis pertahanan dengan waspada.

Reka berada di garis pertama, matanya terfokus pada setiap gerakan Andrian. Saat Andrian mencoba menerobos, Reka dengan cepat menutup celah, memaksa Andrian untuk mundur. Sorakan dari Tim Reka terdengar menggema, memberikan semangat tambahan bagi Reka dan rekan-rekannya.

Leo, yang kini mencoba peruntungannya, berusaha mencari celah di garis pertahanan yang dijaga oleh Felly. Felly berdiri dengan tenang, matanya mengawasi setiap gerakan Leo. Saat Leo mencoba melewati, Felly dengan cekatan menghentikannya, membuat Leo terpaksa mundur kembali.

Setiap kali Tim Garuda mencoba menyerang, Tim Reka berhasil menahan mereka. Kinara, yang menjaga garis ketiga, dengan lincah menghalau setiap upaya yang dilakukan oleh Hanso. Reno, yang berada di garis terakhir, juga tidak bisa melewati Reka yang menjaga dengan penuh kewaspadaan.

Waktu terus berjalan, dan Tim Garuda semakin tertekan. Setiap upaya mereka untuk menyerang dihentikan oleh pertahanan kokoh Tim Reka. Andrian mencoba satu upaya terakhir, berlari secepat mungkin menuju garis terakhir. Namun, Reka dengan kecepatan dan kelincahannya, berhasil menghadangnya tepat waktu.

Guru olahraga meniup peluit panjang, menandakan berakhirnya putaran kedua. Sorakan kemenangan dari Tim Reka terdengar menggema di seluruh lapangan. Mereka berhasil mempertahankan garis mereka dan memenangkan putaran kedua.

"Yah, kita menang lagi!" teriak Felly dengan semangat, melompat kegirangan.

"Kerja bagus, semuanya!" kata Kinara, tersenyum lebar.

"Kita berhasil karena kerja sama yang hebat. Ini kemenangan kita semua," kata Reka.

Tim Reka saling memberi selamat, merayakan kemenangan mereka dengan tawa dan kegembiraan. Permainan Galah Asin hari itu menjadi kenangan indah bagi mereka. Sementara itu, Tim Garuda mengakui kekalahan mereka dengan sportivitas.

Sementara itu ditempat lainn, tepatnya di tengah lapangan bola basket, di bawah teriknya matahari siang, Kael berdiri dengan bola basket di tangannya, bersiap untuk melakukan lemparan. Namun, pandangannya tertuju pada sisi lain lapangan, di mana permainan Galah Asin sedang berlangsung. Matanya terpaku pada sosok Reka, yang tertawa bahagia bersama Felly setelah memenangkan putaran kedua.

Kael merasa detak jantungnya semakin cepat saat melihat Reka. Ada sesuatu yang memikat dalam cara Reka tersenyum, dalam tawa riangnya yang tulus. Kael hampir bisa merasakan kegembiraan yang terpancar dari Reka, seolah-olah kebahagiaannya menular.

Felly mengatakan sesuatu yang membuat Reka tertawa lebih keras. Kael melihat bagaimana mata Reka bersinar cerah, bibirnya melengkung dalam senyum lebar yang menawan. Kael merasa dadanya menghangat, terpesona oleh kebahagiaan murni yang terpancar dari gadis itu.

Kael menghela napas pelan, mencoba untuk fokus kembali pada permainan basket yang sedang berlangsung. Namun, pikirannya terus kembali ke Reka. Bagaimana bisa seseorang memiliki pengaruh sebesar itu pada dirinya hanya dengan sebuah senyuman?

"Kael, ayo, fokus! Lempar bolanya!" Peluit pelatih basket membuyarkan lamunannya.

Kael tersentak, kembali ke realitas. Dengan cepat, dia melakukan lemparan bola, berusaha sekuat tenaga untuk memusatkan pikirannya pada permainan. Bola melayang di udara dan masuk ke dalam keranjang dengan sempurna, disambut tepuk tangan dari rekan-rekannya.

Namun, meskipun tubuhnya berada di lapangan basket, pikirannya terus terbang ke tempat lain, ke tawa Reka yang bergema di telinganya. Kael menyadari bahwa hari itu, di tengah keriuhan lapangan olahraga, hatinya telah tertawan oleh kebahagiaan sederhana yang ia saksikan dari kejauhan.

1
Musa Johnathan
ceritanya bgus
Verawati Khaira
oh rupanya kalau Reka melakukan hal yang lari dari alurnya maka si penulisnya akan menarik ulang lagi ka masa sebelumnya gitu
Verawati Khaira
aku jadi bingung dengan alurnya. di bab sebelumnya Rosa sudah diberi pelajaran dengan merusak wajahnya jadi ini kok ?
Syawaliyatul Fitri: kn ceritanya balik lgi ke awal
total 1 replies
echa purin
/Good/
Jade Meamoure
bingung aq ma ceritamu Thor d bab sebelumnya Gasef dah patah tulang trus Rosa dah hancur muka, apa Reka hanya berhalusinasi ya entahlah
Desi deshiny
kenapa berhanti thor...padahal aku suka karya mu ..karya mu unik gk umum..🤭
Desi deshiny
kakak" nya Reka kan punya kuasa .ketika mereka tau kalo adik nya dlm bahaya .kenaoa gk lsg bunuh Rossa atau membayar balik dgn harga tinggi kepada mafia yg akan mencelakai Reka....terlalu santai
Desi deshiny
kan reka udah minta di batalin pertunangan nya...jadi gk perlu di siksa lg..gk tega juga liat rosa muka nya hancur krn air keras..sementara ayah nya orang miskin..dan gazef kenapa mesti di pukulin..kasian kalo sampe cacat.....padahal memaafkam akan lebih tenang ke hati...ya mau gimana lg cerita ini udah di tulis...terserah kak author aja deh..🫶
Quen: bedah lah ka,kalau ga diginiin si reka yang bakalan mati sesuai alurnya,dan apa yang mereka dapetin sekarang pantes ko ,selama ini si reka asli yang di sakitin eh sekali di bales malah di sebut Kasian lupa kah si reka yang korban dan bakalan di bunuh sama tuh pasangan selingkuh,ya jadi gapapa kalau buat mereka luka dikit untung ga langsung di bunuh tuh dua pasangan menjijikan
total 1 replies
Sripuan
Luar biasa
Marvina
Mirip alur cerita drakor Extraordinary you, pemeran pembantu berusaha mengubah alur cerita komik
Figuran
byee, gw GK suka konflik /Smile/
Figuran
gw mulai ifil?
Risma Tantina
Terlalu membingungkan
Uun Kurniasih
terlalu sadis Thor...
Aisarah Silma
Luar biasa
my+ng
/Good//Good//Good/
anyelin stephania
kok gak lanjut. padahal lagi seru seru nya /Sob//Sob/
kr_ka
heh reka, lo gimana sihhhhhhh, kok tiba" jd lemah gini, greget gua sama lo rekaaaa/Angry/
Yura-Chan!
pede gilak😤
Yura-Chan!
bener kok.. kamu sangat benar...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!