NovelToon NovelToon
Hati Seluas Samudra

Hati Seluas Samudra

Status: tamat
Genre:Keluarga & Kasih Sayang / Teman lama bertemu kembali / Romansa / Cinta Murni / Peran wanita dan peran pria sama-sama hebat / Tamat
Popularitas:52.3k
Nilai: 5
Nama Author: 𝙼𝚎𝚗𝚝𝚊𝚛𝚒𝚂𝚎𝚗𝚓𝚊

cerita yang mengisahkan tentang suami yang harus bersandiwara dan berakting demi menjalankan sebuah misi. sehingga menimbulkan kesalahpahaman, antara dirinya dan sang istri.
lalu apa yang terjadi dengan mereka?mampukah mereka mempertahankan rumah tangganya ditengah belenggu masalalunya yang datang tanpa diundang, dan tanpa bisa dihindarinya?
Bagaimana kisah mereka selanjutnya?

penasaran???
mari kita ikuti kisahnya yuk...cekidot

Tolong baca per bab ya guys,
jangan lompat bab
karena dukungan kalian sangat berarti buat author

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon 𝙼𝚎𝚗𝚝𝚊𝚛𝚒𝚂𝚎𝚗𝚓𝚊, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 16

Melibatkan Rissa

Selamat membaca⬇️

***

Andre dan Ringgo masih berdiri mematung, di depan pintu kamar. Meraka melayangkan protesnya. Manakala menyaksikan sahabatnya, berbuat sesuatu yang membuat mata mereka ternoda.

"Woi..woi... woi...sabar Bro. Ada kita di sini nih. Gue ngerti kalian sudah lama berpuasa. Tapi ada hal yang lebih penting dari itu" ucap Ringgo.

Rissa segera melepaskan diri dari dekapan Barra, begitu mendapat teguran dari sahabatnya.

"Apa sih ganggu orang aja. Tidak bisa lihat orang lagi senang apa? Lagian ngapain sih pagi-pagi sudah ke sini?" Barra mendengus kesal. Dia jadi tidak bisa leluasa melampiaskan kerinduan, yang telah lama dipendamnya.

"Eh, gue ke sini juga bini loe kali yang nyuruh," sanggah Andre.

"Emang bener, Sayang?" tanya Barra pada sang istri.

"Iya Mas. Soalnya aku panik. Mau bawa ke rumah sakit, tapi aku gak kuat bawa kamu ke mobil. Ya udah akhirnya nelpon si Andre, minta dia panggil dokter ke sini." ungkap Rissa. Sedang Barra, pria itu mengangguk.

"Bagaimana keadaanmu, Mas? Apa yang kamu rasakan, kenapa bisa pingsan?" cecar Rissa sembari menempelkan punggung tangannya pada kening. Lalu menangkup kembali wajah suaminya.

"Aku hanya merasa lemas dan gemetaran. Kemaren aku ketiduran di makam ayah dan ibu. Ditambah lagi seharian kemaren aku gak sempat makan. Mungkin itu yang membuat aku sampai pingsan." ungkap Barra

"Trus sekarang, apa sudah merasa lebih baik?" tanya Rissa khawatir.

"Tidak apa-apa. Tapi tadi aku sudah makan bubur disuapi sama Vino. Sekarang aku sudah merasa sehat kembali." ungkap Barra sembari tersenyum. Hatinya menghangat, melihat sang istri masih perhatian padanya.

"Syukurlah kalau begitu. Ya udah, kamu mandi ya. Aku siapin dulu airnya," ucap Rissa.

"Iya sayang, makasih ya," jawab Barra lalu mencuri kecupan di bibir sang istri. Rissa yang tak menduga mendapat serangan seperti itu sontak terkejut. Wajahnya bersemu merah karena malu. Lalu dengan segera dirinya bergegas ke kamar mandi.

"Terus Bar, terus. Mentang mentang sudah berbaikan, gas pol aja terus!" sindir Andre.

"Ups sorry, sengaja." Barra berkelakar.

"Emang loe ya Bar, sahabat nggak ada akhlaq loe. Nggak menghargai kita yang jomblo ini," sahut Andre

"Kita...? Loe aja kali " Ringgo tidak terima. Pasalnya dia sudah memiliki kekasih.

"Lagian kenapa loe tidak jadian aja sama Jena sih Ndre? Aku rasa kalian cocok," cetus Barra

Rissa yang baru keluar dari kamar mandi pun, ikut menyambung ucapan suaminya.

"Iya. Coba aja buka hati loe buat Jena, Ndre. Kalian udah lama saling mengenal satu sama lain. Siapa tahu jodoh." sambung Rissa.

"Gue sama Jenayra? Yang bener aja. Nggak deh terimakasih. Mending cari yang lain." ujar Andre ketus.

"Heleh, lagak loe. Yang jelas bukan loe yang nggak mau sama dia. Tapi Jena yang ogah sama loe," ejek Rissa.

"Sudah sudah. Berdebat melulu tidak ada habisnya. Kita masih ada urusan yang lebih penting. Daripada mengurus jodoh yang masih belum jelas hilalnya." Ringgo berkomentar.

"Airnya sudah siap, Mas. Mandi dulu gih," ujar Rissa mengalihkan pembicaraan. Lantas mengambil pakaian ganti untuk Barra suaminya

"Ya udah gue mandi dulu bentar. Kalian tunggu di bawah," ucap Barra. Lalu turun dari tempat tidur dan bergegas ke kamar mandi.

"Oke, kita tunggu loe di bawahi. Jangan lama lama mandinya. Gue masih banyak urusan," titah Ringgo. Dia melangkahkan kakinya meninggalkan kamar pasutri itu menuju lantai bawah. Andre mengekor di belakangnya.

"Ris, loe nggak mau bikin minum atau sarapan gitu, buat kita?" celetuk Andre.

"Bilang aja loe laper," tukas Ringgo.

"Eh Go, ya jelaslah gue laper. Pagi subuh gue udah diteleponin orang. Suruh cepat-cepat datang ke rumahnya. Mana sempat sarapan," ketus Andre.

"Iya iya, gue bikinin minum dulu. Tapi sarapannya nanti. Gue kan harus masak dulu," sahut Rissa

"Ya udah gak pake lama!" titah Andre

"Ye, emang loe siapa. Rumah-rumah gue. Sok ngatur loe," kesal Rissa.

"Yaelah, gitu aja ngambek. Gue heran deh sama Barra. Kok bisa ya dia tahan sama loe Ris?" Pertanyaan bernada ejekan itu Andre lontarkan. Sehingga membuat wanita satu-satunya di rumah itu meradang

"Maksud loe apa nih. Ngajak ribut loe ya? Gue itu masih kesal ya sama loe! Sini, kembalikan duit gue. Sebagai teman yang baik, harusnya loe itu menengahi. Bukannya malah menyiram api dengan bensin!" ketus Rissa. Lalu beranjak ke dapur untuk membuat minuman. Tidak mau berlama-lama dengan mereka yang kadang otaknya rada-rada konslet.

"Eh, maksud loe apa Ris. Gue nggak paham nih!" seru Andre ketika dilihatnya Rissa telah menjauh.

Barra datang bergabung sesaat kemudian. Dirinya tampak lebih segar setelah mandi. "Ada hal penting apa yang mau kalian bicarakan?" tanya Barra lalu mendudukkan dirinya di sebelah Ringgo.

"Lebih baik jangan di sini deh Bar, ngobrolnya. Biar lebih leluasa." ucap Ringgo.

"Oh ya udah. Keruang kerja gue aja," sahut Barra. Namun dirinya sendiri tidak langsung menuju ruang kerjanya. Melainkan ke dapur menjumpai sang istri. Sementara Andre dan Ringgo langsung ke sana.

"Sayang, apa minumannya sudah siap?" tanya Barra yang langsung memeluk sang istri dari belakang.

"Dikit lagi, Mas. Belum mendidih airnya," sahut Rissa.

"Sayang, maafin aku ya. Sudah banyak ngecewain kamu. Sungguh aku mohon, jangan lanjutin gugatannya ya. Aku gak mau berpisah denganmu. Hanya kamu dan Vino yang aku punya di dunia ini. Entah apa jadinya nanti, jika aku tanpa kamu," ucap Barra seraya mengeratkan pelukannya.

"Astaga... Malah pacaran. Lagian masih banyak lah waktu buat kalian Bar. Nanti juga bisa kan?" ujar Ringgo ketus. Entah dari kapan dia sudah berada di dapur.

Dirinya kesal minuman yang ditunggunya belum juga datang. Makanya dia memutuskan untuk menyusul. Tapi dia malah menyaksikan kedua sahabatnya, tengah asyik berpelukan.

"Sorry Go, gue juga punya urusan sendiri," sanggah Barra.

"Tapi kan itu bisa nanti Bar. Kali ini urusan kita jauh lebih penting," protes Ringgo.

Sedangkan Rissa segera membuatkan kopi untuk kedua sahabatnya, dan teh manis untuk suaminya.

"Bikin gini aja lama bener." Ringgo menggerutu.

  Barra memilih diam dan berlalu dari dapur. Tangannya memegang minuman untuk dirinya sendiri. sementara Ringgo kedua tangannya membawa minuman untuknya dan Andre.

Di dalam ruangan Andre tampak sibuk dengan laptopnya. Tangan kanannya memegang mouse dan mengarah ke sana kemari dengan lincah.

"Ada hal penting apa, cepat katakan!" desak Barra.

"Tuan Kuncoro, ayah Anita mencoba bunuh diri. Sekarang dirawat di rumah sakit. Gue yakin ini adalah cara untuk mengalihkan isu. Kemaren kita sudah menemukan titik keberadaan Riko suami Anita. Dan tim kita di sana sudah melakukan pengintaian. Nah sekarang kita rubah rencana. Kita akan melibatkan Rissa dalam misi kali ini, untuk mendampingi Anita. Aku yakin Rissa bisa menjalankan tugasnya dengan baik," terang Andre

"No, tidak bisa. Gue baru aaja berbaikan sama dia. Loe sudah menyuruh gue bertaruh dengan masalah. Melibatkan Rissa lagi, gue nggak mau," ucap Barra menyela perkataan Andre.

"Gue berharap setelah bangun dari pingsan, loe tidak berubah jadi lelaki pengecut. Yang meninggalkan pekerjaan begitu saja. Sedikit lagi Bar. Ini masalahnya rumit. Karena sebenarnya skandal ini melibatkan banyak orang. Loe pasti tida lupa itu kan? Jadi kumohon tuntaskan dulu pekerjaanmu. Masih banyak PR kita. Gue mohon loe ngerti." Ringgo berkata dengan serius.

"Gue rasa Rissa mau. Karena gue yakin, dia tidak akan membiarkan loe, kembali mendekat pada Anita. Dengan Rissa yang ambil alih tugas ini, loe bisa fokus pada bagian loe," jelas Andre

"Apa nih kok nama gue di sebut?" tanya Rissa yang tiba-tiba nongol dari balik pintu.

"Sayang, kita lagi membahas rencana untuk melibatkan kamu dalam misi kali ini. Dan tugas kamu adalah menggantikan aku mendekati Anita. Apa kamu bersedia?" tanya Barra

 Rissa terdiam seketika. Keheningan terjadi di dalam ruangan tersebut. Dan semua mata tertuju padanya.

Apakah Rissa akan setuju atau tidak ya???

Ikuti terus ya...stay tune

...----------------...

Tolong dibaca per bab ya guys, jangan sampai lompat bab.

Hargailah author yang sudah berfikir keras untuk merangkai kata agar menjadi kalimat yang enak dibaca.

Jika suka dengan cerita ini jangan lupa...

Like

Komentar

Vote

Terimakasih atas dukungannya

🙏🙏🙏😍😍😍

1
Patrick Khan
aku suka😍🤩
Enda büë čáh gûâñtëñg
Luar biasa
🌞𝓜𝓮𝓷𝓽𝓪𝓻𝓲𝓢𝓮𝓷𝓳𝓪🌞: terimakasih sudah mampir 🙏😍
total 1 replies
zian .
knpa gk aprt ajh kn brkas d tmpti nit"aprt sndri bara api yng beli kn..trus tntng aprt ny gmna
zian .
sx x pngin komen pdhl gk mo komen soalny dh tamat bru bca 🤗🤗
🌞𝓜𝓮𝓷𝓽𝓪𝓻𝓲𝓢𝓮𝓷𝓳𝓪🌞: gpp, silakan komen gak dilarang kok
total 1 replies
zian .
shabat lucknut emng si jen"🤣🤣🤣🤣 yp ak skaa..brhasil mgerjain si bara api🤣🤣
zian .
Luar biasa
🌞𝓜𝓮𝓷𝓽𝓪𝓻𝓲𝓢𝓮𝓷𝓳𝓪🌞: terimakasih bintang nya beb
😍😍😍
total 1 replies
Amelia
oooo.... padahal dia egk gerti 🤭🤭🤭
🌞𝓜𝓮𝓷𝓽𝓪𝓻𝓲𝓢𝓮𝓷𝓳𝓪🌞: 𝚊𝚗𝚐𝚐𝚊𝚙 𝚊𝚓𝚊 𝚗𝚐𝚎𝚛𝚝𝚒
total 1 replies
Amelia
wkwkwk.....🤭🤭
🌞𝓜𝓮𝓷𝓽𝓪𝓻𝓲𝓢𝓮𝓷𝓳𝓪🌞: 🤔🤔🤔🤔🤔🤔🤔
total 1 replies
Amelia
ikut aja risa kasian tuh muka... entar nangis dia
🌞𝓜𝓮𝓷𝓽𝓪𝓻𝓲𝓢𝓮𝓷𝓳𝓪🌞: /Grin//Grin//Grin//CoolGuy/
total 1 replies
Amelia
🤭🤭🤭🤭🤭🤭🤭😅😅😅 betul itu..
🌞𝓜𝓮𝓷𝓽𝓪𝓻𝓲𝓢𝓮𝓷𝓳𝓪🌞: 𝚝𝚎𝚖𝚊𝚗 𝚝𝚊𝚔 𝚊𝚔𝚑𝚕𝚊𝚚 𝚖𝚎𝚛𝚎𝚔𝚊
total 1 replies
Amelia
hadeh....... siapa suami, siapa istri nya..
🌞𝓜𝓮𝓷𝓽𝓪𝓻𝓲𝓢𝓮𝓷𝓳𝓪🌞: 𝚋𝚎𝚐𝚒𝚝𝚞 𝚕𝚊𝚑 𝚔𝚕𝚘 𝚜𝚞𝚊𝚖𝚒 𝚕𝚎𝚋𝚒𝚑 𝚔𝚊𝚕𝚎𝚖 𝚍𝚛 𝚒𝚜𝚝𝚛𝚒 /Facepalm/
total 1 replies
Amelia
hahahaha.... waduh bara kebalik tuh ...
🌞𝓜𝓮𝓷𝓽𝓪𝓻𝓲𝓢𝓮𝓷𝓳𝓪🌞: 𝙱𝚊𝚛𝚛𝚊 𝚑𝚊𝚝𝚒𝚗𝚢𝚊 𝚕𝚎𝚋𝚒𝚑 𝚕𝚎𝚖𝚋𝚞𝚝
total 1 replies
Amelia
kasih kesempatan dong kasian.....😭😭😭
🌞𝓜𝓮𝓷𝓽𝓪𝓻𝓲𝓢𝓮𝓷𝓳𝓪🌞: 𝚐𝚊𝚛𝚊 𝚐𝚊𝚛𝚊 𝙹𝚎𝚗𝚊 𝚗𝚐𝚎𝚛𝚓𝚊𝚒𝚗 𝚘𝚛𝚊𝚗𝚐
total 1 replies
Amelia
waduh 🤭🤭🤭🤭
🌞𝓜𝓮𝓷𝓽𝓪𝓻𝓲𝓢𝓮𝓷𝓳𝓪🌞: 𝚗𝚊𝚛𝚜𝚒𝚜 𝚅𝚒𝚗𝚘
total 1 replies
Amelia
selama masi gugatan msh bs di patahkan kok....ayo semangat go go....
🌞𝓜𝓮𝓷𝓽𝓪𝓻𝓲𝓢𝓮𝓷𝓳𝓪🌞: 𝚒𝚢𝚊 𝙱𝚊𝚛𝚛𝚊 𝚞𝚍𝚊𝚑 𝚔𝚎𝚝𝚊𝚔𝚞𝚝𝚊𝚗
total 1 replies
Amelia
aduh bikin ngiri...
🌞𝓜𝓮𝓷𝓽𝓪𝓻𝓲𝓢𝓮𝓷𝓳𝓪🌞: 𝚓𝚊𝚗𝚐𝚊𝚗...𝚝𝚒𝚏𝚊𝚔 𝚒𝚖𝚋𝚊𝚗𝚐, 𝚗𝚐𝚊𝚗𝚊𝚗 𝚊𝚓𝚊 /Facepalm//Facepalm//Facepalm/
total 1 replies
Amelia
cie cie bucin nya...tp egk apa" lah malah senang aku
🌞𝓜𝓮𝓷𝓽𝓪𝓻𝓲𝓢𝓮𝓷𝓳𝓪🌞: 𝚊𝚔𝚞 𝚓𝚞𝚐𝚊 𝚜𝚎𝚗𝚎𝚗𝚐 😍
total 1 replies
Amelia
betul itu...
Amelia
Kamu terlalu baik... apa nanti tidak di manfaat kan..
🌞𝓜𝓮𝓷𝓽𝓪𝓻𝓲𝓢𝓮𝓷𝓳𝓪🌞: 𝚝𝚒𝚍𝚊𝚔 𝚔𝚊𝚔
total 1 replies
Atha Diyuta
5🐠🐠🐠🐠🐠1🌹
🌞𝓜𝓮𝓷𝓽𝓪𝓻𝓲𝓢𝓮𝓷𝓳𝓪🌞: 𝚝𝚎𝚛𝚒𝚖𝚊𝚔𝚊𝚜𝚒𝚑 𝚋𝚎𝚋 😍😘😘😍
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!