Seorang pemuda yang bercerai dengan istrinya pergi ke desa untuk mengubah dirinya. Suatu hari saat pemuda itu membersihkan gudang belakang dia menemukan satu buku kuno yang berisi tentang jenis tanaman. Awaln perjalanan di mulai oleh pemuda itu dengan berbagai hal yang tidak disangka dia temukan hingga dia menemukan sang pujaan hatinya yang sesungguhnya. Jika ingin tahu ceritanya silakan baca jika ingin tahu?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Herwanti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
KBAD 16
Santo yang tahu kebenaran dari ibunya adalah seorang pewaris tunggal keluarga bangsawan pertama. Tapi karena saudara lain tidak suka dengan ibu Santo dia harus pergi. Di saat semua meninggalkan Ibunya dan terdampar bersama dengan ayahnya. “Tapi apa kecelakaan yang dialami oleh ibu saya ini murni kecelakaan atau memang dari pihak musuh,”ucap Santo.
“Jika dari informasi yang aku dapatkan di sini ibu karena kecelakaan karena disabutase oleh ibu tiri kamu,”kata Irfan yang membaca informasi yang baru.
“Apa?,”ucap Santo yang terkejut dengan apa yang dikatakan oleh Irfan. Santo mengambil dokumen yang mengatakan kalau ibu tirinya yang menyabotase kecelakaan itu. Tapi bagaimana bisa ibu tirinya melakukan semua itu.
“Aku tahu apa yang kamu pikirkan. Tapi kurasa kita harus mencari tahu semua dari awal,”kata Irfan. Santo hanya bisa menuruti keinginan dari Irfan. Tapi setelah dia mencari tahu semua di ruang bawah tanah. Terdengar pergerakkan yang datang menuju ruang bawah tanah.
“Ada apa dengan kamu Irfan?,”ucap Santo yang melihat ke arahnya.
“Tidak ada sebaiknya kita matikan lampu saja dulu,”ucap Irfan yang berjalan ke arah Santo dan menariknya. Santo yang tidak tahu kenapa dengan Irfan hanya bisa mengikuti saja hingga lampu mati. Irfan dan Santo yang bersembunyi terdengar langkah kaki yang menuju pintu masuk. Santo yang tidak tahu siapa yang datang hanya bisa diam sampai dimana lampu yang tadi sudah dimatikan menyala.
“Hai Dev,kenapa dengan kamu hanya diam saja,”ucap Taro.
“Apa kamu tidak merasa ada yang aneh dengan tempat kita ini,”ucap Dev yang indra insting perasanya agak peka dari beberapa orang yang lain. Jeli juga merasa ada yang sudah masuk ke dalam melihat sekitarnya. Tapi belum Jeli pergi berjalan Dev menyuruh dia untuk berhenti mencari. Hanya dengan satu gerakan saja semua anggota bersiap untuk menyergap pentusup.
Di sisi lain Irfan yang merasa kalau dirinya sudah ketahuan hanya bisa melihat sekitarnya. Tapi setelah mengamati dengan seksama kelima orang itu merasa ada yang aneh.”Hai Irfan bagaimana sekarang,”bisik Santo. Irfan melihat ke arah Santo dengan wajah tersenyumnya saja. Irfan yang tiba-tiba keluar dari tempat persembunyian begitu saja. Membuat Santo yang ada disampingnya binggung dan kelima orang itu hanya melihat saja.
Dimana mata Irfan dan Dev hanya memandang saja. Tapi disisi lain Santo yang tidak bisa bersembunyi lagi hanya bisa keluar dari tempat persembunyian.”Kenapa kalian keluar dari tempat itu apa kalian tidak takut dengan kami,”ucap Taro.
Irfan hanya tersenyum saja kepada mereka.”Kalian berdua bagaimana bisa ada disini?,”ucap Delo.
“Itu yang seharusnya aku tanyakan kepada kalian bisa ada di tokoku,”kata Irfan dengan santai dimana dia berjalan menuju tempat duduk. Santo hanya mengikuti dari belakang saja hingga Irfan duduk santai. Dev yang melihat sikap dari Irfan hanya bisa duduk didepannya.
“Jadi apa kamu akan diam saja?,”kata Dev.
“ Aku tidak diam hanya saja kalian ini bukan seharusnya melindungi orang yang ada dibelakangku ini,”kata Irfan dengan santai. Tapi wajah kelima tentara bayaran itu hanya diam dan memandang satau sama lain.
“Kenapa kita harus melindungi orang itu?,”ucap Jeli.
“Bukan kalian itu orang dari ibu dari anak ini ya. Karena tempat ini milik dari ibu anak ini yang sekarang aku pakai untuk membuka toko obat,”kata Irfan dengan posisi menunjuk ke Santo.
Dev melihat ke arah Santo yang merasa tidak asing. Dimana wajah itu sama dengan foto yang diberikan oleh majikan dia yang harus mereka lindungi. Tapi karena kelalaian mereka yang tidak bisa melindunginya harus mengalami nasib buruk.”Aku tidak akan menjelaskan semuanya kepada kalian,”kata Irfan.
Santo yang tidak tahu kenapa Irfan berkata seperti itu hanya bisa berbisik,”Kenapa kamu berkata seperti itu kepada mereka.” Irfan hanya bisa melihat ke arah Santo dengan wajah tidak bersalahnya.”Apa kamu bernama Santo?,”ucap Dev.
Santo melirik ke araH Dev dan menganggu saja. Semua orang yang melihat ke arah Santo. Dev yang sudah memastikan itu melihat ke araH Irfan. Tapi disaat mereka ingin membahas sesuatu yang penting terdengar suara pecahan kaca di lantai toko. Santo yang mendengar itu mengambil ponselnya dan menghubungkan kamera yang ada di ruangan atas dengan ponselnya. Tampak seorang ingin menghancurkan produk milik Irfan.
“Hai Irfan mau bagaimana sekarang, apa di biarkan saja?,”ucap Santo yang menunjukan hasil kameranya.
“Kamu lihat dulu orang dibelakang orang itu. Kamu pasti mengenalnya bukan,”ucap Irfan. Tapi disaat mereka berdua sedang melihat hasil kamera itu kelima orang itu dengan diam-diam mengintip.
“Kenapa kalian ada disini,”ucap Santo dengan santainya saat Dev ada disampingnya.
“Aku hanya ingin tahu apa yang ingin kalian lakukan dengan tikus itu,”ucap Dev.
“Jika kalian membutuhkan bantuan kami bisa membantu,”kata Delo. Irfan hanya diam saja hingga muncul Jaya yang menutup wajahnya. Santo melihatnya tidak percaya kalau Jaya dibalik orang yang datang itu.
“Kalau beginikan mudah untuk membawa dia ke sel,”ucap Irfan dengan mudahnya.
“Apa yang kamu ingin lakukan dengan mereka. Jika mereka tidak dihentikan semua barang yang kamu jual akan hilang.”kata Santo.
“Kata siapa hilang, aku bisa meminta uang kepada dia,”ucap Irfan.
“Kamu sangat licik ternyata. Diam-diam kamu mengamati tapi kamu membawa mala petaka bagi musuh kamu,”kata Dev. Irfan hanya bisa tersenyum setelah semua barang hancur dan mereka telah pergi. Tapi hasil video sudah dimiliki oleh Santo dan Irfan hanya menuggu waktu yang tepat saja.
“Bagaimana jika kita selesaikan sekarang saja urusan kita ini,”kata Irfan. Dev kembali duduk dan menuggu Irfan memberitahukan apa yang dia inginkan.
“Aku tahu kalua kalian sedang di incar oleh musuh kalian. Untuk keamanan saja kalian berlima bagaimana jika menjadi petugas keamanan di toko saya sambil melindungi tuan muda kalian ini,”kata Irfan.
“Tuan muda siapa yang kamu maksudkan Irfan,”kata Santo yang tidak sadarkan diri tentang identitas dirinya. Tapi mata melihat ke arah Santo, di saat itu juga dia baru sadar kalau tuan muda yang dimaksud adalah dirinya.
“Itu bagaimana bisa aku,”kata Santo yang masih mengela kalau dia bukan tuan muda.
“Aku tahu jika kamu tidak percaya, tapi ibu kamu identitasnya sudah terungkap. Apa kamu masih tidak ingin mengakuinya,”kata Irfan. Santo yang berpikir tentang apa yang dikatakan oleh Irfan ada benarnya juga.
“Maafkan kami tuan muda karena kami tidak bisa menjaga ibu anda,”ucap Dev. Keempat bawahan Dev juga menundukan kepalanya saja hingga semua terselesaikan. Tapi disisi lain setelah Jaya datang menghancurkan toko datang lagi orang yang tidak dikenal.
“Mereka kenapa bisa ada disini,”ucap Dev.
“Kalian mengenal orang ini,”kata Irfan yang mencari tahu. Apa lagi yang akan dihadapi oleh Irfan bersama dengan Santo hanya untuk mengetahui kakek dan neneknya Santo?.