Pernikahan yang terjadi karena kesepakatan membuat hubungan itu harus di rahasiakan.
Namun seiring berjalannya waktu kabar pernikahan itu akhirnya pun banyak yang mengetahui.
Hidup bersama tanpa cinta hanya akan menyakiti hati satu sama lainnya.
Bagaimanakah kelanjutan rumah tangga mereka?
Akankah cinta bisa tumbuh diantara keduanya?
Atau malah harus berpisah?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Alfin Maghfiroh, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 16
"Au.... Sakit" Wulan langsung meringis kesakitan
"Jangan sok jual mahal. Aku sudah mengeluarkan banyak uang untuk mu, jadi diam lah!" Bisik Abi tepat di belakang telinga Wulan
"Tapi saya tidak pernah memintanya, tuan" kata Wulan
"Ya, kau memang tidak memintanya tapi kau harus menerimanya"
"Tuan, apa kau tidak sadar? Pernikahan ini tidak sah tuan. Aku masih punya wali"
"Siapa, paman mu yang mata duitan itu?"
Wulan melirik dan dari ujung ekor matanya ia bisa melihat tatapan mata elang Abi. Abi lalu mendorong Wulan hingga ia jatuh ke kasur.
Abi lalu memperlihatkan bukti bahwa paman Wulan sudah sah mewakilkan dirinya sebagai wali Wulan kepada wali hakim, dan ini memang di perbolehkan.
Wulan tidak menyangka kalau Abi sudah merencanakan pernikahan ini dengan begitu detail. Bahkan Abi pun juga telah mengirimkan sejumlah uang pada pamannya Wulan sebagai bentuk persetujuan.
Jumlahnya pun tak main main, paman Wulan meminta uang sebanyak 200 juta. Uang segitu tidak ada apa-apanya bagi Abi namun itu sangat amat banyak bagi kalangan menengah.
Ini sama saja Wulan sudah di jual oleh pamannya sendiri. Tak ada lagi yang bisa ia lakukan, Wulan hanya diam dan kembali menangis.
_____
Hari pertama menjadi istri dari seorang Abimana dan tinggal di rumah mewah bak istana, Wulan tidak keluar sama sekali dari kamarnya. Wulan masih menangisi takdirnya yang entah mengapa bisa begini.
"Sekarang aku harus apa? Bagiamana aku akan menjalani kehidupan ku kedepannya? Takdir macam apa yang sedang Tuhan siapkan untuk ku?"
Hanya menangis yang bisa ia lakukan, tidak ada tempat untuk berbagi cerita tidak ada keluarga yang peduli padanya. Di usia 18 tahun yang seharusnya masih menikmati indahnya masa remaja kini harus menjadi istri dari bosnya.
Sore hari jam 03.20 Abi pulang dari kantornya. Ia membersihkan dirinya lalu berganti pakaian. Abi penasaran apa yang sedang di lakukan wanita yang saat ini sudah menjadi istri nya itu.
Saat pergi ke kamar Wulan pintunya sudah sedikit terbuka, Abi langsung masuk ke dalam dan di sana tidak ada Wulan. Abi menyeringai, senyum liciknya seakan sedang berbicara.
"Gadis bodoh! Dia pikir dia bisa bermain-main dengan ku"
Abi mengambil hp nya dan menghubungi seseorang, tak banyak kata yang Abi ucapkan ia lalu mematikan hp nya.
Jam 8 malam Rendy dan pengawal yang lainnya datang ke rumah Abi dengan membawa Wulan. Rendy menemukan Wulan yang hendak menaiki bus untuk pergi ke luar kota.
Abi yang sedang duduk di sofa dengan secangkir kopi di depannya menatap sinis pada Wulan. Ia lalu memberi isyarat pada Rendy dan yang lain untuk pergi. Hanya ada Wulan saja di depannya saat ini.
"Apa yang tuan inginkan dari saya, katakan tuan?" Tanya Wulan
Abi meletakkan secangkir kopi di tangannya lalu berdiri dan mulai melangkah mendekat "Kau pikir aku menikahi mu karena cuma-cuma?"
Wulan menunduk matanya melihat ke lantai sambil meremas jemarinya. Jujur saja Wulan sangat takut karena saat ini posisi Abi yang begitu dekat dengan nya, bahkan deru nafas Abi mengenai rambut bagian atasnya.
Perlahan Wulan melangkah mundur menjauh namun Abi menangkap lengannya dan menariknya kembali mendekat.
"Jangan pernah coba coba untuk kabur lagi dari rumah ini, karena itu percuma. Ke ujung dunia pun kau bersembunyi aku akan tetap menemukan mu" ucap Abi lalu menghempaskan Wulan begitu saja.
"Buatkan makan malam untuk ku" titah Abi
Dengan wajah kesalnya Wulan melangkah menuju dapur. "Kalo cuma mau jadiin aku pembantu kenapa harus menikahi ku? Aku mau kok bekerja jadi ART di rumah ini, ga perlu di nikahin" gerutu Wulan sambil membuka kulkas mencari bahan masakan
Matanya terbelanga melihat isi kulkas besar yang penuh dengan berbagai macam bahan makanan lengkap dengan aneka minuman.
"Astaga, se lengkap ini? Kek di supermarket aja nih isi kulkas" kata Wulan terkagum
Wulan akhirnya memasak udang balado dan sup iga. Setelah selesai menyajikan di meja makan Wulan lalu memanggil Abi untuk makan.
Toktoktok....
"Makan malam sudah siap, tuan" ucapnya dari balik pintu kamar Abi
Ini adalah kali kedua Wulan membuatkan makanan untuk nya setelah mie instan kemarin. Malam ini Abi benar-benar lahap, rasa makanannya benar-benar nikmat hingga membuat Abi kalap saat memakannya.
_____
Pagi yang cerah kembali menyapa, cahaya mentari yang kekuningan begitu indah saat di pandang. Meski sedikit menyilaukan bagi mata yang baru terbangun dari tidur.
Wulan saat ini sudah rapi dengan seragam kerjanya, rambutnya yang di kepang membuat dirinya terlihat semakin cantik bak noni Belanda.
Sebelum berangkat kerja Wulan sudah menyiapkan sarapan terlebih dahulu.
"Dari pada dia nanti ngomel ngomel, mending aku siapin sarapan sebelum di minta" gerutu Wulan sambil mengoles roti dengan selai coklat.
Roti selai panggang dan segelas susu sudah Wulan siapkan di atas meja makan. Ia lalu kembali ke kamarnya untuk mengambil tas lalu berangkat kerja.
Saat membuka pintu utama Wulan berpapasan dengan Abi. Abi yang tampak cool dengan baju olahraga dan celana pendek, juga di lengkapi earphone di telinga nya. Selama ini Wulan hanya melihat Abi dengan setelan jas saja di badannya, ia pangling melihat lekuk tubuh Abi yang terlihat jelas di balik bajunya yang basah terkena keringat.
"Tu tuan, saya pikir tuan masih tidur" kata Wulan
Abi melepas earphone di telinganya dan memerhatikan Wulan dari atas hingga ke bawah "Mau kemana kamu"
"Mau kerja, tuan" jawab Wulan
"Udah tau pake seragam gini masih di tanya. Di pikirnya aku mau pengajian apa?" Gerutu Wulan dalam hatinya
"Hari ini kamu ga boleh kemana mana, tetap di rumah" kata Abi sambil melangkah masuk
"Tapi, tuan____" Abi mengangkat tangannya mengisyaratkan Wulan untuk diam.
"Entah apa lagi yang akan dia perintahkan pada ku" Wulan akhirnya kembali masuk mengekor di belakang Abi.
BERSAMBUNG
🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️
Kak author selalu di nanti UP karyanya 👍