NovelToon NovelToon
He Is Abrisam (S1-S2)

He Is Abrisam (S1-S2)

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Tamat
Popularitas:2M
Nilai: 4.8
Nama Author: tinkeerz

(season 2)

Adira dan Abrisam terpaksa menjalankan hubungan jarak jauh karena impian dan cita-cita masing-masing. Namun, tidak semua orang bisa menjalankan itu termasuk mereka. Awalnya semua berjalan dengan lancar hingga suatu ketika ada saja masalah yang menguji cinta keduanya.

Kepercayaan mereka pun diuji, saling menyalahkan dan jarang kumunikasi. Apa mereka masih bisa mempertahankan hubungan yang sudah dirakit bertahun-tahun ini?


(season 1)

Adira Verbena, gadis kelas 12 SMA yang hanya ingin ketenangan dalam hidupnya. Ia ingin melewati masa sekolah dengan tidak terlibat masalah satu pun.

Jadi siswi teladan sepanjang sekolah adalah impian besarnya. Namun, tidak semulus itu. Nampaknya sejak mengenal Abrisam Pradipta impiannya itu harus hancur.

Banyak masalah yang datang melibatkan mereka berdua. Dira berusaha menghindarinya, tapi takdir seperti ingin menyatukan mereka.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon tinkeerz, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bagian 16

“Aaaaaa!” Adira berteriak sambil mer*emas rambutnya. Seketika ia menjadi pusat perhatian pengunjung kafe.

“Jangan teriak-teriak Dira! Nanti dikira gue sama Yara bawa orang gila ke dalam kafe,” ucap Violet

Adira memajukan bibirnya sudah seperti bebek. Matanya bergerak melihat sekitar. Orang-orang melihat ke arahnya. Kemudian ia menghela napas.

“Abis gue pusing. Kenapa harus gue pula yang dapat tugas begitu? Gue itu ‘kan nggak mau terlalu dekat sama Sam, tapi kayaknya guru-guru demen bener masangin gue sama itu cowok.”

“Udah garis hidup lo kali,” balas Yara, mengaduk minumannya.

Adira berdecak sebal, “andai ada pintu doraemon. Gue mau balik dimasa-masa nggak kenal Sam dan gue nggak akan masuk SMA Nusa Bangsa.”

“Halu lo ketinggian Adira Verbena!” sambar Violet.

“Udah sih terima aja nasib lo itu. Siapa tahu lo bisa dapat tambahan nilai. Bayangin nilai lo paling tinggi di kelas. Bisa rangking satu,” ujar Yara.

“Iya kalau berhasil. Lo tahu 'kan hukumannya tadi kata Pak Yuhdi kalau gue gagal?” Yara mengangguk sambil menyeruput minuman, “gue itu nggak yakin bisa merubah Sam. Dia ‘kan terkenal badungnya.”

“Eh kalian di sini juga?”

Mendengar suara itu ketiga siswi yang sedang berbincang ini mendongak dan menatap ke orang yang menyapa mereka.

“Afraz!” seru Adira, “duduk Fraz!” Adira memberikan satu kursi kosong yang masih tersisa.

“Mau ngopi-ngopi juga, Fraz?” tanya Yara berbasa-basi.

Afraz melepas ransel yang ada di punggungnya, “Iya, tapi nggak sengaja malah ketemu kalian. Lagi ngomongin apa? Dari tadi gue liat lagi ngobrol serius.”

Adira malah diam dengan tangan mengaduk americano ice-nya.

“Itu Dira ditugasin sama Pak Yuhdi buat ngerubah sikap Abrisam,” jelas Yara.

“Apa?” Afraz menoleh ke Adira, “Sam yang buat masalah tadi siang?”

Adira mengangguk, “iya dia, siapa lagi?”

“Lo mau minum apa?” tanya Violet.

Afraz menoleh ke gadis itu, “nggak usah ntar gue pesan sendiri.”

“Nggak apa-apa, sekalian gue mau nambah.” Violet bersiap akan berdiri.

“Hot latte aja. Terima kasih.” Afraz tersenyum dan Violet mengangguk, lalu melangkah pergi.

“Terus bagaimana? Lo terima, Dir?” lanjut cowok itu bertanya lagi.

Adira mengangguk, “iya, Pak Yuhdi itu nggak bisa dibantah. Gue harus bagaimana?”

Afraz yang ditatap Adira dengan sendu. Turut merasakan prihatin pada gadis itu.

“Ya... kalau kata gue lo jalanin aja dulu. Iya ‘kan Fraz? Nanti hasilnya bagaimana pasrah aja.”

Cowok yang senang dengan olahraga berenang itu mengangguk ragu. Dalam hati ia juga tak rela melepas Adira untuk terus berdekatan dengan Abrisam.

“Gue akan membantu lo. Kalau ada apa-apa bilang sama gue.” Afraz menggenggam sebelah tangan Dira yang ada di meja.

Adira mematung melihat tangannya yang disentuh lembut oleh lelaki itu.

“Ekhem!” Violet yang baru kembali membawa pesanan berdeham.

Afraz menjauhkan tangannya dari atas punggung tangan Adira.

Abrisam meletakkan nampan yang ia bawa dari dapur ke meja. Di ruang tengah itu ada kedua sahabatnya yang sedang bermain playstation.

“Diminum woi!” ujar Sam duduk di atas sofa.

Manha yang lesehan di lantai dengan Emran, menengok dan meraih gelas.

“Ini nggak ada cemilannya?” tanya Manha.

“Kebiasaan lo, dikasih hati minta ginjal,” omel Emran menoleh sekilas pada Manha.

“Ini cemilannya,” timpal Siska yang datang membawa kue bolu. Ibu satu anak itu meletakkan sepiring kue ke atas meja.

Manha langsung mengambil dan memakannya.

“Terima kasih Tante yang cantik. Sam itu beruntung punya ibu seperti Tante.”

Mendengar pujian yang Manha lontarkan Siska terkekeh kecil.

“Kamu bisa aja. Terima kasih kembali.” Senyum Siska, “Tante permisi ke belakang lagi.”

Dengan mulut penuh Manha mengangguk.

“Gimana sama Adira yang harus ngerubah lo, Sam?” Abrisam yang mendengar pertanyaan Emran menghentikan pergerakan tangannya yang akan meminum es jeruk.

“Nggak gimana-mana. ‘kan dia yang ditugasin.” Setelah menjawab barulah cowok itu mendeguk minumannya.

“Lo akan berubah?”

Sam mengedikkan bahunya dan meletakkan gelas kembali, “belum tahu. Apa juga yang harus diubah? Gue nyaman jadi diri gue yang sekarang.”

“Karena lo nakal,” celetuk Manha.

“Ngaca! Lo bagaimana?” seru Sam.

“Gue udah ngaca dan gue cakep.” Manha senyum-senyum sambil memegang-megang jambul yang ada di depan kepalanya.

"Najis!" celetuk Sam memperhatikan temannya itu.

“Huh!” Sorak Emran.

Manha dihujami bantal oleh Emran. Cowok petakilan itu hanya bergeser menjauh dari Emran sambil tertawa.

“Main sama gue sini!” Sam berpindah tempat dan mengambil stik playstation yang tergeletak di atas ambal.

1
'Nchie
duh Sam manis banget sih kalo sama Adira...itu bokapmu kesurupan kali ya ngotot mau kawin lagi🤣🤣
'Nchie
kalo mama Winda masih terima pak Tomi ..aku kecewa deh sama mama...pak Tomi itu doyan kawin ..ntar kalo udah bosen pasti gitu lagi
'Nchie
jadi pengen nabok pak Tomi...itu istri udah 2 juga hadeuh
'Nchie
mama kan baru kenal sama pak Tomi jadi blm tau karakter pak Tomi seperti apa.. tanya istri nya juga dong atau tanya sama Sam...karena anak2 yg akan terluka
'Nchie
ah ini mah dasar pak Tomi doyan kawin 😤😤
'Nchie
nanti kamu nyesel loh sam
'Nchie
nanti kamu sendiri Dira ..hatimu udah suka sama Sam ..tapi kamu g nyadar
Trusthi Widhi
mood booster banget baca ini💝
Trusthi Widhi
tulisannya asyik untuk d baca❤️
👻Yusuf🦖
menarik
Adila Senja Zakeisha
Gak jelas banget nih orang tua.
yg salah dia kenapa anaknya yg kena dampak nya. siapa suru Uda tua masih jatuh cinta
pas di tipu marah".
Bundha Acha
udah thorrr,....si dira kan dapat pesangon tuh,....dah lah buat buka usaha rumah makan kecik kecilan
Naylatul Maufiroh
siiiiip
Amiek Susena
dira mah gak mau jujur, sebel aku
Amiek Susena
terimakasih otw season 2
Amiek Susena
suka banget thor jika ada seasen 2
Amiek Susena
winda mah gitu dia juga salah .. ngapainmain teriama saja ajakan tomi nikah , bukannya diselidiki dulu siapa tomi ... eehmalah sekarang anaknya yg dikorbanin karena dia kecewa gak jadi nikah sama tomi
Amiek Susena
thor di epusode ini aku berlinangan airmata duuuh nyesek banget
Amiek Susena
dasar tomi sibuaya darat sebel banget ....
Amiek Susena
jangan pisahin sam sama dira yaaa
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!