NovelToon NovelToon
Dinikahi Supir Sendiri

Dinikahi Supir Sendiri

Status: tamat
Genre:Percintaan Konglomerat / Cinta Seiring Waktu / Romansa / Tamat
Popularitas:258.7k
Nilai: 5
Nama Author: Tri Haryani

Memiliki wajah tampan tak membuat Briana memperlakukannya dengan baik karena William hanyalah seorang sopir.

Namun apa jadinya bila seorang sopir itu menikahi Briana karena kesalah pahaman?

Dan seiring berjalannya waktu jati diri William akhirnya terbongkar. Ternyata ia adalah seorang pengusaha sukses.

"Aku bahkan lebih kaya dari orang tuamu." William Horrison.

"Maafkan aku. Aku mencintaimu." Briana Alesya Darwin.

Namun kata cinta yang Briana ucapkan bersamaan dengan kembalinya wanita di masa lalu William.

Siapakah yang akan William pilih, wanita di masa lalunya yang selama ini ia nantikan kedatangannya atau kah Briana istri yang selalu merendahkannya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tri Haryani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB. 16 Menikah

"Saya terima nikah dan kawinnya Briana Alesya Darwin binti Reyhan Anggara dengan mas kawin seratus ribu rupiah dibayar tunai." William mengucapkan ijab qobul dengan satu kali tarikan nafas.

'SAH!' ucap serentak semua orang yang hadir di sana.

Kini William dan Briana sudah resmi menjadi suami dan istri. William menyematkan cincin emas pada jari manis Briana kemudian mengecup kening wanita itu sesuai dengan arahan penghulu setelah Briana menyaliminya.

Tidak ada senyuman dari kedua orang yang baru saja menikah itu, baik William maupun Briana sama-sama tidak ada yang tersenyum karena keduanya tidak ada yang menginginkan pernikahan itu.

"Foto dulu sayang," titah Larissa pada Briana dan juga Willam.

"Mommy apaan sih. Aku tidak menginginkan pernikahan ini. Aku tidak mau difoto," tolak Briana.

"Eitss, tidak bisa. Kamu dan Liam harus tetap berfoto," ucap Larissa memaksa.

Briana dengan cepat menggelengkan kepala.

"Aku tidak mau," tolaknya lagi.

Larissa beralih menatap William yang ada di sebelah Briana.

"Liam bujuk istrimu untuk berfoto," titah Larissa.

William mengangguk, kemudian meminta Briana agar mau berfoto dengannya, tapi wanita itu tetap menolaknya.

William tak kehabisan cara, ia tidak ingin mengecewakan Larissa yang ingin memiliki foto pernikahan dirinya dan juga Briana.

"Kalau tidak mau berfoto, nanti malam kamu aku tiduri," bisik William mengancam Briana.

Briana mendelikkan matanya.

"Jangan coba-coba kamu meniduriku," sergah Briana.

"Makanya ayo kita foto," ucap William.

"Baiklah," ucap Briana mengalah.

"Nah, begitu dong. Ayo cepat bangun, kalian fotonya disana saja." Larissa menunjuk pada dinding berwarna cream diruang keluarga yang ada dirumah itu.

William bangkit lebih dulu dari duduknya kemudian mengulurkan tangannya pada Briana berniat hendak menggandeng wanita itu.

"Saya bisa sendiri." Briana menepis tangan William.

Wanita itu berjalan lebih dulu menuju tempat yang ditunjuk Larissa. Larissa mengikuti Briana berjalan kearah tempat yang tadi ia tunjuk.

Bahu William ditepuk oleh Reyhan yang juga memperhatikan kepergian Briana dan juga Larissa.

"Semangat," ucap Reyhan ambigu.

Entah apa maksud kata 'semangat' itu, William tidak mengerti tapi ia tetap menganggukkan kepalanya. William menyusul kedua wanita beda usia itu bersama Reyhan yang akan ikut foto bersama anak dan menantunya.

"Senyum dong," titah Larissa pada pengantin baru yang hendak diambil fotonya.

Briana dan William dengan paksa menarik sudut bibir mereka agar bisa tersenyum.

Cekrek.

Larissa berhasil mengambil beberapa foto pernikahan Briana dan juga William. Baru setelahnya ia dan Reyhan juga ikut berfoto dengan sepasang pengantin baru tersebut.

"Sudah kan, Mom?" tanya Briana melepas sanggul di kepalanya.

"Yahh, kenapa dilepas?" tanya Larissa.

"Risih," jawab Briana kemudian kembali ketempat dimana tadi ia menikah dengan William.

"Saya dan Liam sudah menikah, Pak. Jadi ... jangan cegah saya untuk pulang kerumah," ucap Briana pada Pak RT disana.

"Tentu Mbak, saya tidak akan mencegah anda dan Mas-nya untuk pulang. Lain kali jangan suka berbuat mesum disembarang tempat ya," ucap Pak RT memberi nasehat pada Briana.

Briana tak menyahuti ucapan Pak RT. Wanita itu melengos begitu saja keluar dari rumah itu.

"Terima kasih atas nasehatnya, Pak. Maaf saya sudah membuat masalah diwilayah anda," ucap William yang tadi mendengar nasehat Pak RT.

"Semoga pernikahan kalian langgeng hingga maut memisahkan," ucap Pak RT mendoakan.

"Terima kasih Pak," ucap William kemudian pamit pada pemilik rumah itu.

Larissa dan Reyhan juga ikut pamit pada Pak RT untuk segera pulang bersama anak dan menantunya.

*

*

"Apa yang sebenarnya terjadi sampai kalian dinikahkan seperti itu?" tanya Reyhan setelah mereka tiba di rumah dan kini duduk bersama diruang keluarga.

"Kami dikira berbuat mesum di dalam mobil, Pak," jawab William.

"Memangnya apa yang kalian lakukan di dalam mobil, sampai dikira berbuat mesum dan dinikahkan?" tanya Reyhan yang sangat penasaran dengan cerita mereka.

"Kami tidak melakukan apa-apa, Pak. Saya menghentikan mobil di sana itu karena mobil Nona Briana mogok, bukan karena kami berbuat mesum," jelas William.

Reyhan menganggukkan kepalanya percaya pada apa yang baru saja William jelaskan. Ia dan istri juga cukup menyukai William, jadi tidak masalah bagi mereka bila Briana dinikahi sopirnya sendiri.

Briana menanggapi perkataan William dengan sinis. Ia masih teringat pada saat dirinya bangun tidur didalam mobil, semua kancing kemeja yang ia kenakan terbuka serta roknya yang tersingkap pasti saat itu William sudah menjamah tubuhnya, pikir Briana.

"Briana, Liam," panggil Reyhan pada anak dan menantunya yang duduk dihadapannya

"Heem," "Iya Pak," sahut Briana dan William bersamaan.

"Daddy harap kalian bisa menerima pernikahan kalian, tak perduli bagaimana kisah awal kalian menikah yang jelas kalian sekarang sudah menjadi suami dan istri," ucap Reyhan.

"Aku tidak menginginkan pernikahan ini, Daddy. Aku ingin William menalakku," ucap Briana yang tentu saja membuat William langsung menoleh kearahnya.

"Tidak bisa Bri. Pernikahan itu bukan main-main, jadi kamu tidak bisa seenaknya meminta Liam untuk menalakmu. Pernikahan kalian akan dilegalkan setelah Liam pulang kampung dan mengurus KTP-nya," ucap Reyhan.

Briana memberenggut. Ia tidak mau pernikahannya dilegalkan, ia ingin pernikahannya itu dibatalkan.

Liam disana bingung hendak berbuat apa. Dirinya pergi dari rumah menghindari tuntutan pernikahan dari kedua orang tuanya, tapi sekarang ia justru menikah dengan Briana.

'Mamah dan Papah pasti menertawakanku bila tahu aku menikah disaat aku menghindari tuntutan pernikahan dari mereka,' batin William.

"Bagaimana Liam, kamu setuju kan bila pernikahan kalian akan dilegalkan?" tanya Reyhan pada William yang sedang bingung.

Di sisi lain Ia juga tidak menginginkan pernikahan itu, tapi ia sudah terlanjur menikah dengan Briana dan kedua orang tua Briana juga sangat berharap banyak pada pernikahannya itu.

"Setuju Pak," jawab William yang justru membuat Briana semakin membencinya.

Mendengar William menyetujuinya, Reyhan dan Larissa bernafas lega. Kedua orang tua itu berharap bila setelah menikah, sikap Briana akan berubah menjadi lebih baik.

Briana bangkit dari duduknya dan segera berlari menaiki anak tangga untuk menuju kamarnya.

"Susul Briana, Liam. Bujuk dia agar bisa menerima pernikahan kalian," titah Reyhan.

"Baik Pak," ucap William menurut, lalu bangkit dari duduknya.

William mengejar Briana yang sudah tiba di lantai 2, kemudian menghadangkan kakinya dipintu yang hendak Briana tutup.

"Minggir!" titah Briana.

"Kita harus bicara Nona," ucap William.

"Tidak ada yang perlu kita bicarakan lagi. Kamu pergi dari sini atau kakimu aku jepit?" tanya Briana.

William tak mengherani pertanyaan Briana, ia mendorong daun pintu tersebut kemudian masuk ke dalam kamar Briana.

"Apa yang kamu lakukan? Pergi sana, pergi!" Briana mendorong tubuh William untuk keluar dari dalam kamarnya.

1
gemar membaca
salah sendiri ortu Sabrina tdk dari awal ngasih kabar ke wiliam, tapi malah terus menyalahkan dia atas kecelakaan yang terjadi.
Sri Siyamsih
satu lg pendukungmu Liam, Brian
Sri Siyamsih
jika kmu tau bri siapa ayahmu sesungguhnya dulu kt" kamu akan berfikir swribu kl bilang miskin pd Liam yg notabene jls" keturunan orkay
Sri Siyamsih
kyknya jln dr kantor k rmh briana nglewati perkampungan yg disiplin alias ketat peraturan
Sri Siyamsih
ada y seorang ceo tp nggk ad etika spt itu, percuma pendidikn tinggi, kaya lg. sungguh d sayangkn, kasihan ortunya pdhal org baik, terllu sombong dn angkuh
Sri Siyamsih
ujung"nya tar liam yg turun tangan bantuin
Ririn Nursisminingsih
mkanya jg sombong kmu briana
Ririn Nursisminingsih
jg sombong bri yg kmu hina itu ceo...hargailah orang lain
Safa Almira
,bagusnya
Citra Kamila
aku mampir thor
Wahyuningsih 🇮🇩🇵🇸
ini daerah kampung mana sih?? klo jakarta kyknya gk mungkin deh warga nya begitu..🤭
Wahyuningsih 🇮🇩🇵🇸
briana ngukutin sifat emaknya wktu blm nikah
Mba Wie
Luar biasa
Devys
kenapa ada sad boy🥲🥲
Devys
cuma 5 aja 🤣🤣
Devys
saran buat unsur kendaraan 🤣🤣
🍒WINA🍒
briana jd wanita tdk ada kelam2nya sangat bar2 banget kesel william tdk perlu pake acara mencakar wajahnya,,,ayah reyhan nasehati putrinya hrs bs menghargai orglain....
🍒WINA🍒
wkwkwk🤣🤣🤣william kena cakaran lagi wajahnya yg tampan dan mama irene sudah menduga anknya jd supir pribadi briana.....
🍒WINA🍒
kucing bar2 sangat angkuh dan arogan dan kemanapun pergi wiliam akan sll mengawal/menyupiri gadis bar2 itu....
🍒WINA🍒
ya iyalah kena wong anknya sendiri william yg kabuuuur dr rmh tdk Mau dijodihkan,,,,
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!