NovelToon NovelToon
Mentari

Mentari

Status: tamat
Genre:Keluarga & Kasih Sayang / CEO / Penyesalan Suami / Diam-Diam Cinta / Romansa / Tamat
Popularitas:344.1k
Nilai: 4.5
Nama Author: rahma qolayuby

Maafkan aku sayang! maaf sudah membuatmu menderita!

......


Kenapa harus aku?

Pertanyaan itu muncul di benak Mentari!
Kenapa harus dirinya mempunyai takdir yang sangat menyedihkan. Bukankah banyak miliaran orang dia atas bumi ini kenapa harus Mentari.

Nama yang indah, namun tak sehangat perjalanan hidupnya. Lahir tanpa kedua orang tua membuat Mentari tumbuh jadi sosok pendiam.

Kesakitan Mentari tak cukup di sana, kesedihannya semakin ternganga ketika ia harus di benci oleh orang yang Mentari sayang, tanpa sebab.

Apa salahku?

Pertanyaan itu selalu muncul namun tak ada satupun yang bisa menjawabnya!

So, ikutin terus ceritanya 😉😉😉

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon rahma qolayuby, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 16 Tiba-tiba sesak!

Hari di mana pertemuan dengan perusahaan Damaresh Bosch terjadi. Sendari tadi Mentari nampak gelisah membuat Stephen merasa heran karena tak biasanya Mentari bersikap seperti ini.

Pertemuan kali ini memang Mentari membawa Stephen karena Stephen yang lebih faham dari pada Adelia.

"Non, apa nona sakit?"

Tanya Stephen khawatir akan kesehatan Mentari.

"Lanjut saja!"

Jawab singkat Mentari berusaha menenangkan hatinya. Mentari berharap yang ia temui bukan Richard melainkan Richo. Tapi, seingat Mentari Richo belum bekerja di perusahaan itulah yang membuat Mentari was-was.

"Oh iya nona, perusahaan M.R grup sudah memutuskan jika bos mereka bersedia menemui nona bahkan jadwalnya sudah di tentukan!"

Deg ...

Hati Mentari bukannya lega malah semakin tak karuan. Bahkan keringat dingin mulai keluar.

Stephen tak pernah melihat Mentari bersikap seperti itu seolah ada ketakutan dan kecemasan namun entah apa.

Bahkan ketika mobil sudah sampai di tempat pertemuan Mentari tak kunjung keluar membuat Stephen harus menunggu.

Berkali-kali Mentari membuang nafas kasar mencoba mengatur nafasnya yang tak teratur bahkan dadanya berdebar tak karuan.

Melihat sikap Mentari seperti ada sesuatu yang terjadi di antara Mentari dan Richard namun apa.

Bahkan Mentari yang dingin dan kaku kini nampak berbeda.

"Nona!"

Stephen mencoba membuyarkan lamunan Mentari dengan cara mengetuk pintu kaca mobil.

Huh ...

Mentari membuang nafas berat ia keluar mencoba baik-baik saja.

"Ayo!"

Mentari berjalan duluan membuat Stephen benar-benar bingung melihat sikap Mentari namun Stephen tak berani bertanya lagi.

Stephen mengikuti Mentari masuk di mana kedatangan mereka di sambut hangat oleh penjaga.

"Silahkan nona, tuan sudah menunggu dari tadi!"

Ucap penjaga membukakan pintu membuat Mentari langsung masuk di ikuti Stephen.

Mentari menundukkan kepala semenjak masuk bahkan ia tak berani mengangkat wajahnya.

Sikap yang tak biasa Mentari lakukan bahkan Mentari tak pernah menundukkan pandangannya pada partner kerjanya.

"Selamat siang tuan!"

Sapa Stephen menjabat tangan seseorang yang berdiri tak jauh dari Mentari.

Mentari masih enggan mengangkat kepalanya hingga terdengar suara.

"Apa kamu tak mau menyapa Uncle?"

Deg ..

Tubuh Mentari menegang mendengar suara yang sangat ia hapal. Dengan pelan Mentari mengangkat kepalanya memastikan.

Seulas senyum menyambut Mentari dengan tangan yang di rentangkan.

"Uncle!"

Gagap Mentari tak menyangka jika yang datang adalah uncle Davit, Mentari pikir Richard yang akan datang sebagai perwakilan perusahaan Damaresh Bosch.

Sungguh Mentari benar-benar lega dengan semuanya bahkan kini Mentari bisa bernafas dengan normal.

Stephen hanya diam saja karena tak tahu jika Mentari dan rekan kerjanya sedekat ini. Bahkan sikap Mentari tak seperti tadi membuat Stephen benar-benar penasaran apa yang sebenarnya Mentari khawatir kan.

Lamunan Stephen buyar ketika Davit memulai rapatnya bahkan kali ini Mentari angkat bicara tak biasanya. Sungguh perubahan Mentari sangat cepat bahkan Mentari juga menanggapi semuanya.

"Saya suka, sepertinya Q.B grup akan semakin pesat di tangan anda!"

Sanjung Davit sangat suka dengan kinerja Mentari apalagi di dampingi asisten yang tak kalah cerdasnya.

Mentari sedikit menyunggingkan senyum membuat Stephen benar-benar aneh. Entah sedekat apa Stephen tak tahu tapi dari cara Mentari menatap seperti nya hubungan mereka begitu dekat.

Pembahasan tentang perusahaan sudah selesai bahkan mereka memerlukan waktu satu jam setengah karena banyak yang mereka bahas.

.

.

Sudah rapat Davit mengajak Mentari sedikit bersantai tentu Stephen juga ikut dalam perbincangan.

Walau Stephen tahu antara kerja sama ini namun dulu yang datang bulan Davit tapi orang yang jauh lebih muda seperti perusahaan Damaresh Bosch juga telah banyak berubah.

"Oh iya nak, apa kamu sudah bertemu Richard?"

Deg ...

Tubuh Mentari seketika menegang mendapat pertanyaan seperti itu.

"Anak itu sudah lama di sini satu bulan setelah kamu pindah ke sini! Uncle sulit sekali menghubunginya?!"

Jelas Davit membuat Mentari meremas ujung dress nya.

Sungguh kenyataan yang membuat Mentari sulit menjelaskannya.

Tiba-tiba Mentari teringat akan sosok yang sempat ia lihat di jalan.

"Nak?"

"I-iya uncle!"

Gugup Mentari ketika Davit memegang lengannya.

"Kamu sakit nak, jika sakit kamu istirahat saja jangan sungkan ini villa uncle dulu uncle sempat tinggal di sini bersama mommy Shofi!"

"Tidak uncle, terimakasih!"

"Ya sudah, kamu belum jawab pertanyaan uncle?"

"Maaf uncle tadi Mentari tak memerhatikan!"

Sesal Mentari merasa bersalah karena kurang fokus.

"Apa kamu sudah bertemu Richard?"

"Tidak uncle, bahkan Mentari tak tahu!"

"Anak itu benar-benar!"

Geram Davit bahkan sampai saya ini nomornya tak bisa di hubungi awas saja jika melakukan kesalahan Davit tak akan memaafkan bahkan akan menghukum putranya jika sampai hal itu terjadi.

"Maaf uncle, seperti nya Mentari harus kembali masih ada beberapa pekerjaan yang harus Mentari kerjaan?"

"Baik nak, nanti sisanya asisten uncle yang akan mengantarkan berkasnya!"

"Baik uncle!"

Mentari bukan tak mau lama-lama berbincang namun Mentari takut tiba-tiba Richard datang dan Mentari belum siap akan hal itu.

Cukup tatapan itu terakhir melihatnya Mentari tak mau melihat lagi.

Di sepanjang jalan Mentari nampak termenung bahkan wajahnya semakin dingin. Bahkan Stephen tak berani bersua sedikitpun melihat Mentari yang seperti itu.

Bukan Stephen lancang namun takut Mentari kenapa-kenapa. Jika sesuatu terjadi pada Mentari tentu Stephen sangat merasa bersalah apalagi Farhan menitipkan Mentari padanya.

"Stephen, jangan biarkan siapapun masuk ke ruangan saya?"

"Baik nona!"

Mentari langsung masuk ke ruangannya lalu menguncinya dari dalam. Mentari masih belum percaya jika Richard sudah lama berada di Indonesia. Jadi waktu itu yang Mentari lihat benar.

Ada urusan apa Richard di Indonesia bahkan sudah selama itu. Bahkan Shofi dan Fatih tak memberi tahunya. Pasti ada yang salah tak mungkin kedua orang tua angkatnya tak memberi tahu ia.

Mentari terus berpikir keras dengan semuanya namun tak satupun mendapat jawaban.

Tak mungkin Richard hanya berlibur selama ini, sialnya kenapa tadi Mentari tak bertanya pada Davit.

Nasi sudah menjadi bubur dan tak bisa di ulang lagi kini Mentari hanya bisa bertanya-tanya mencoba tetap mencari jawaban.

Jika Richard di Indonesia bagaimana dengan keadaan di Jerman sedang Mentari tahu jika Alana sangat dekat dengan Richard.

Mentari memijit pangkal hidungnya yang terasa pening. Sungguh hatinya tak bisa di katakan baik-baik saja.

Mentari memejamkan kedua matanya mengingat sesuatu.

Sosok laki-laki memakai Hoodie dengan kamera di tangannya. Tak mungkin Mentari salah mengenalinya. Mentari yakin apa yang ia lihat itu benar.

Tapi sedang apa, dan apa yang Richard lakukan apa memata-matai nya tapi itu tak mungkin. Richard sangat membenci Mentari buat apa Richard membuang waktunya me-mata-i dia yang tak penting.

Tes ...

Setetes air mata mengalir membasahi wajah Mentari. Entah kenapa Mentari dan ada apa, tak ada yang tahu apa yang terjadi pada Mentari.

Luka apa dan penderitaan apa!

Sesuatu berkaitan tentang Richard entah kenapa membuat dada Mentari sesak. Bahkan Mentari sulit mengendalikan kesesakan itu.

Bersambung ...

Jangan lupa, Like, Hadiah komen dan Vote Terimakasih ...

1
Evi
aq gemes thoor,, terkadang aq berfikir biar aja mentari menyusul mama papanya biar dia tdk merasakan sakit lagi,, biar Richard hidup dlm penyesalan puas aq
Rahma Qolayuby: Maunya gitu kak. Tapi, Terkadang, jalan cerita tak sesuai ekspektasi kak🥰
total 1 replies
Mbah Darmo
tranfusi hanya berlaku untuk benda cair. kalau organ tubuh namanya Transplantasi
Mbah Darmo
ralat : uang kompensasi
Rika Mulyanti
Biasa
Rika Mulyanti
Kecewa
Ike Kartika
shukurin biar tau rasa richard.gmn rs di tolak mentah2 di caci di maki..smoga mentari gk gampg luluh untk memaaf kan s richard..biar richard menderita dgn penyeselan nya..
Altafun Nisa
alur ceritanya gmana sih, tdi d bab awal d suruh panggil nenek, tpi kan ini anak adiknya, yg benar gmana sih bikin pembaca bingung dgn alur cerita nya
Rahma Qolayuby: Queen memang Tante nya Mentari, tapi dari kecil Mentari sudah menjadi anak angkat Fatih. itulah kenapa Queen lebih suka di panggil nenek. KK bacanya yang fokus ya supaya gak bingung
total 1 replies
Sri Darmayanti
Richard Adellia
Sri Darmayanti
teka teki Richard


deuhhhh
Ike Kartika
maaf thor bukan lilir tp lirih.kl lilir bhs sunda tuh bangun dr tidur.ada bnyk kosa kata yg kurang pas.mohon dikoreksi.dr cerita sdh bagus..
Rahma Qolayuby: terimakasih atas sarannya kak, kalau ada waktu nanti di revisi🙏
total 1 replies
Ahmad sodik
/Smile//Smile/
Efilia Delmi
suka dngn fisual richarnya
Rahma Qolayuby: terimakasih kakak, baru kakak nih yang bilang begitu🤭😂
total 1 replies
Empi Hungkul
bener emang jahat tuh kakak kau
Empi Hungkul
ribet banget dah ah cerita nya, bikin kesel apa sh alasan nya si ric kaya gitu
Empi Hungkul
ya elah gereget banget ama si richard bikin pusing aja jangan terus bkin mentari terluka dong
Wahyu Musticha
Luar biasa
Atmita Gajiwi
/Smile//Proud//Kiss/
Laila Fadhillah
seru bgt ceritanya ka,,
Rahma Qolayuby: Alhamdulillah, terimakasih kak kalau suka🤭
total 1 replies
Andriyati
memang,, kamu sama richo buang kerok dari masalah ini,,
Andriyati
truss salahnya mentari di mana,, rasanya Alana dan Richard sama bodoh nya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!