NovelToon NovelToon
Camelia

Camelia

Status: tamat
Genre:Kontras Takdir / Tamat
Popularitas:64.3k
Nilai: 5
Nama Author: noerazzura

Seorang gadis desa yang di jerumuskan oleh ayah tirinya sampai harus bekerja di rumah bordill. Camelia, 16 tahun benar-benar merasa muak bekerja di rumah bordill itu, dia merasa dia harus melakukan sesuatu untuk menyelamatkan pada gadis muda yang bekerja di sana karena paksaan seperti dirinya. Camelia ingin merubah aturan kehidupan di desa Muara itu. Dia tidak ingin lagi melihat ada wanita yang nasibnya sama dengannya. Dia ingin menutup semua rumah bordill di desa itu, bahkan di desa-desa yang lain. Meski tidak mudah, tapi Camelia tidak akan pernah menyerah sampai nafas terakhirnya untuk mengangkat derajat kaum wanita di desanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon noerazzura, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 16

Laila tersenyum pada Jelita dan berjanji akan mengatur supaya Jeky bisa bermalam dengan Jelita. Namun begitu Jelita pergi, senyum di wajah Laila itu langsung hilang.

Dia teringat ucapan Camelia beberapa waktu yang lalu, saat Laila bersikeras kalau Jelita itu memang gadis yang polos.

Flashback On

Setelah Jelita mengadu pada Laila karena Camelia tidak mau mengajarinya merias diri, Laila pun menegur Camelia di kamarnya beberapa hari yang lalu.

"Camelia, kenapa begitu pelit mengajari Jelita, bukannya kamu yang bilang padanya untuk belajar meracik minuman dariku dan belajar memijat dari Hani. Lalu kenapa kamu tidak mau mengajarinya merias diri?" tanya Laila.

Camelia yang saat itu sedang menata rambutnya, mencoba gaya rambut yang belum pernah dia coba sebelumnya hanya tersenyum dan menoleh sekilas ke arah Laila.

"Dia mengadu padamu? dia benar-benar tidak sepolos perkiraan mu kak" kata Camelia.

"Apa maksudmu bicara begitu, lihat dia. Dia masih muda, dia masih polos. Ajari dia Camelia, supaya dia bisa bertahan di sini!" kata Laila.

"Untuk apa mengajari orang yang sudah ahli kak?" tanya Camelia.

Laila tentu saja terkejut.

"Apa maksud mu?" tanya Laila.

"Kakak benar-benar menganggapnya polos, kurang dari 24 jam niatnya berubah, kakak tidak lihat bagaimana caranya menatap perhiasan yang ada di kamar ku? dia itu sangat ambisius"

"Kamu tidak mengatakan ini karena kamu itu padanya kan? dia masih muda, masih perawan..."

"Aku meragukan hal itu, jika dia memang masih perawan, tidak akan drama malam itu. Atau kita lihat saja, tetaplah dengan sikap Kakak yang seperti ini, lalu lihat beberapa hari ke depan, aku pikir dia akan melakukan hal yang tak terduga, jika ada kesempatan mungkin dia akan benar-benar menyingkirkan aku.."

"Jangan bicara seperti itu Camelia, dia tidak seperti itu" kata Laila menyela.

"Kita lihat saja nanti kak" kata Camelia yang begitu yakin Jelita tidak sepolos yang terlihat.

Flashback Off

Dan dari permintaan Jelita pada Laila itu sudah jelas. Kalau ucapan Camelia pada Laila waktu itu benar. Jelita tidak sepolos yang terlihat, dan dia sangat ambisius.

Malam harinya, tamu benar-benar di atur sedemikian rupa. Tapi Jeky sama sekali tidak mau di kamar Jelita, dia bahkan ingin membayar lebih untuk bisa tetap bersama Camelia.

Tentu saja Erma mempersilahkan Jeky ke kamar Camelia. Hal itu membuat Jelita sangat kesal. Tapi dia tidak bisa berbuat apapun. Camelia hanya melihat wajah kesal Jelita itu sambil tersenyum miring.

"Kak Laila.."

Baru saja Jelita akan mengadu pada Laila. Laila sudah menyela.

"Aku sudah katakan padamu, kalau yang kamu inginkan tuan Jeky. Itu mustahil!" kata Laila.

Jelita melihat Laila yang sudah mulai emosi. Dia tidak mau menambah emosi Laila. Maka Jelita pun minta maaf.

Tapi dia hanya minta maaf, hanya mengucapkannya dari mulutnya saja. Keesokan paginya, karena dia tidak punya tamu. Dia melakukan hal yang sama seperti kemarin. Dia mengambil uang Camelia dan meletakkan yang itu di kamar Laila.

Tanpa dia sadari, Camelia sudah tidak ada di kamarnya sejak jam empat. Dia sudah berada di kamar Laila.

Mereka bersembunyi di balik tirai, dimana Laila biasanya ganti pakaian.

Begitu Jelita pergi, Camelia keluar dari tirai itu dan mendekati kotak yang milik Laila.

"Ck.. ck.. nyamuk seperti ini, aku rasa aku harus menyingkirkannya sebelum memecah belah kita kak. Apa kamu setuju?" tanya Camelia.

Laila sedikit terkejut, dia benar-benar tidak menyangka kalau ternyata Jelita memang seperti yang di katakan oleh Camelia.

"Kamu sudah punya caranya?" tanya Laila.

"Sedang di kerjakan oleh anak buah Iwan yang datang malam ini" kata Camelia dengan senyum yang mengerikan, yang membuat orang yang melihatnya merinding melihat senyum wanita yang hanya mengenakan gaun malam sangat tipis itu.

Jelita sudah sangat percaya diri kalau dia sudah berhasil menjalankan rencananya mengadu domba Camelia dan Laila. Tapi tanpa dia sadari, ketika dia mengambil uang Camelia. Anak buah Iwan yang tadinya sudah pergi juga kembali dan mengambil yang yang mereka berikan pada para kembang. Dan meletakkan uang itu di kamar Jelita.

Jelita hari ini tidak punya tamu, karena Jeky memilih membayar lebih untuk pergi ke kamar Camelia. Mau bicara apa tentang semua uang yang ada di kamarnya.

Beberapa saat kemudian, terjadi keributan di beberapa kamar.

"Uangku hilang"

"Aku juga"

Hani juga keluar, dia juga menyerahkan uangnya pada Camelia supaya semuanya terkesan benar-benar nyata. Dia kan temannya Camelia, kalau uangnya tidak hilang juga, itu akan mencurigakan.

"Nyonya Erma, nyonya Tari" teriak Hani.

Jelita yang tadinya sedang membuka sarapan di dapur, juga langsung pergi ke aula utama.

"Ada apa ini?" tanya Erma yang baru akan memeriksa kotak yang.

"Uangku tidak ada, kotak uangku kosong. Padahal sebelum mandi, aku lihat kotak uangku masih ada isinya" kata Hani yang bahkan membawa kotak uangnya keluar.

Kembang lain yang uangnya juga hilang, masuk kamar mereka dan mengambil kotak uang mereka juga.

"Aku juga nyonya!"

"Aku juga!" kata kembang lain.

Erma cukup terkejut, ada lima orang termasuk Hani. Bagaimana ini bisa terjadi.

"Apa kalian tidak bohong? apa kalian tidak menyembunyikan uangnya?" tanya Tari.

"Periksa saja kamar kami" kata Hani kesal.

Camelia lantas keluar, dan berdiri dengan gayanya di depan pintu.

"Apa kamu juga akan percaya kalau malam ini aku hanya dapatkan 20 ribu?" tanya Camelia pada Erma.

"Apa katamu?" tanya Erma.

"Lihat sendiri, di kotak uangku hanya ada 20 ribu. Padahal tuan Jeky, semalam memberiku sangat banyak sebagai ganti kemarin aku tidak menjadi kembang dengan pendapatan paling tinggi" kata Camelia.

Erma pun masuk ke dalam.kamar Camelia. Dan hanya ada satu lembar 20 ribuan. Wajah Erma jadi cemas, dia pikir tidak mungkin Camelia hanya dapat segitu, mungkin ada pencuri. Erma langsung keluar dan meminta para pengawal menggeledah semua kamar.

Dan para pengawal menemukan kotak uang yang sangat penuh dengan uang, bahkan sampai berantakan dan tidak bisa di tutup.

Mata Erma melotot, itu dari kamar Jelita. Jelita sendiri langsung berlari ke arah pengawal itu.

"Tidak mungkin... aku tidak mengambil uang siapapun" kata Jelita.

Tari langsung menampar Jelita dengan keras sampai jatuh ke lantai.

Plakkkk

"Katakan semuanya pada nyonya Gandara" kata Tari.

"Tidak, aku pasti di jebak. Aku tidak mengambil uangnya" kata Jelita.

"Dasar pencuri!" teriak Hani yang memicu kembang lain juga meneriaki Jelita.

Erma sudah ketar-ketir, bagaimana semua terjadi seperti ini.

Apalagi Jelita yang langsung memeluk kaki Erma.

"Nyonya, aku tidak melakukannya. Aku di jebak" kata Jelita.

"Bukti sudah di depan mata, masih berkelit? jika kamu tidak di hukum dengan pantas, aku malah curiga dengan keadilan Nyonya Gandara" kata Camelia memprovokasii Erma.

***

Bersambung...

1
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒
up
kiran
kenapa tidak dilanjutkan ceritanya 😭😭
Asti •§͜¢•🦢🍒
Camelia 👍💪
Asti •§͜¢•🦢🍒
Camelia semoga selamat 🤲
Saliha
Suka banget sama cerita ini
Afika
Sangat menyukainya novel ini
Yulia
Suka benar lah sama novel ni
Rieke
Luar biasa
Marimar Perez
Suka banget
Muhamad Bardi
tidak bisa berkata apa apa kak thor aq terharu banget😭😭😭😭😭 sama perjuangannya camelia, akhirnya camelia bisa memuwujudkan impiannya🤧🤧🤧🤧
Asti •§͜¢•🦢🍒
rasakan
Asti •§͜¢•🦢🍒
sangat menarik 👍👍👍
Muhamad Bardi
udah cerain aja jie istri kaya gitu mah dia ga pantas jadi pendamping hidup kamu, semoga kedepannya kamu mendapatkan kebahagian🤲🤲
Muhamad Bardi
rasain kamu cokrodima riwayatmu telah berakhir, dan hukuman seumur hidup itu pantas kalian dapatkan..
semangaaat camelia aq yakin kamu pasti pemenangnya💪💪💪👍👍👍
Anonim
Jeky tdk dipeluk Camelia. Jeky juga berjasa lho Camelia. Kl tdk menikah kan tdk jd bisa kandidat.
Ninis
Suka sekali, sama Camelia dan Laila dan Hani juga dan Adjie juga
Nudu
Terus semangat berkarya nya, bagus kak
Wisyia
Kisah Camelia ini bagus, menginspirasi
Qiara
Bagus, kerja bagus kak
Jasmine
Ceritanya bagus
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!