Tidak wanita yang ingin menjadi perusak rumah tangga wanita lain, begitu pun dengan Rachma yang terjebak dalam pernikahan kakak tirinya sendiri di malam pertama pernikahan kakaknya.
" kak, ini tidak seperti yang kakak lihat, Rachma di jebak dan Rachma ngga tau kenapa mas Dewa bisa berada di kamar Rachma " ucap Rachma pada Airin kakaknya.
" ternyata kamu sama saja dengan ibu mu yang hanya bisa menjadi perusak rumah tangga orang lain " ucap Bu Cika.
Sebenarnya apa yang terjadi pada Rachma dan suami dari Airin kakak tirinya Rachma, dan bagaimana nasib Rachma setelah malam itu ??
Pantengin terus ya cerita Rachma, Airin dan laki laki yang masih bersembunyi di pikirkan author tentunya.
Jadikan cerita ini sebagai bagian favorit kalian agar bisa tau update terbaru cerita ini
Happy Reading 😘😘😘
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon R-kha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bimbang
Rachma yang baru saja terbangun langsung mengecek handphone nya tapi tidak ada pesan dari Dewa yang ada pesan dari nomor asing yang tidak Rachma tau.
" nomor siapa ini ?" tanya Rachma pada dirinya sendiri tapi karena rasa penasaran Rachma tetap membuka pesan yang di kirim pada handphone nya.
' ibu tidak tau dimana kamu tapi asal kamu tau jika Dewa kini sudah membuka hati untuk anak saya Airin jadi jangan terlalu berharap Dewa akan kembali padamu ' pesan yang baru saja di baca Rachma di sertai Poto Dewa yang sedang merangkul Airin menuju kamarnya.
' Jadi jika kamu tidak ingin berakhir seperti ibumu itu, maka pergilah yang jauh dari kehidupan Dewa dan Airin " pesan kedua yang baru saja di baca Rachma yang kini sudah berurai air mata.
" jadi karena ini kamu tak memberi kabar pada ku mas, kamu kembali mengingkari ucapanmu yang tidak akan menyentuh kak Airin " ucap rachma sambil menghapus air mata yang tanpa rasa malu sudah mengalir di pipinya.
Sejak membaca pesan dari nomor tidak di kenal tapi Rachma yakin jika itu nomor ibu tirinya, keadaan Rachma jadi tidak baik baik saja, di tambah ucapan Bu Laras yang terus saja memojokkannya membuat Rachma kehilangan kesabaran nya dan malah terbawa emosi di hadapan Bu Laras.
" Rachma maafkan ibunya Dewa ya " ucap pak firma yang melihat jika Rachma sedang tidak baik baik saja hingga mudah terpancing ucapan istrinya.
" yah.. Kenapa harus minta maaf ? Harusnya dia yang minta maaf sama ibu karena sudah tidak sopan pada ibu " ucap Bu Laras yang melihat suaminya yang mudah merasa bersalah pada Rachma.
" ibu benar, kenapa harus minta maaf !"
" harusnya Rachma yang minta maaf sudah merusak ketenangan keluarga ibu dan juga keluarga baru mas Dewa "
" dan seperti apa yang ibu inginkan maka Rachma akan pamit dari sini agar semuanya bisa hidup bahagia dan tenang seperti seharusnya " ucap Rachma yang langsung bangkit dari duduknya setelah mengatakan itu semua.
Bu Laras dan pak firma terdiam saat mendengar apa yang di ucapkan Rachma dan kini mereka yakin jika ada memantik kenapa sikap Rachma jadi seperti ini.
" tunggu ! Sebenarnya apa yang terjadi ?" tanya Bu Laras yang membuat Rachma menghentikan langkahnya lalu kembali berbalik meski masih di posisi nya.
Rachma mencoba tersenyum agar Bu Laras yakin jika dirinya baik baik saja.
" Rachma hanya ingin mengembalikan semuanya pada tempatnya " ucap Rachma sambil tersenyum ke arah ayah dan ibu Dewa tapi tidak dengan pak firma yang tau jika Rachma sedang menyembunyikan sesuatu sama seperti ibunya Rachma yang selalu terlihat baik baik saja meski sebenarnya tidak.
"berhenti " ucap pak firma yang langsung angkat bicara setidaknya jika memang Rachma pergi harus ada alasan yang jelas hingga mereka bisa menjelaskan pada Dewa jika Dewa pulang nanti.
" kamu sangat mirip dengan ibu kamu yang selalu berkata baik baik saja meski hatinya tidak baik baik saja " ucap pak firma yang harus mengesampingkan rasa cemburu istrinya agar Rachma bisa lebih tenang.
" lalu Rachma harus apa ?" sambil melihat ke arah kedua mertuanya.
" Rachma hanya tidak ingin semakin terluka, karena tidak enak menjadi yang kedua " ucap Rachma yang malah membuat Bu Laras tersenyum dan itu terlihat jelas di mata Rachma.
" dan Rachma memilih mundur dan pamit dari kehidupan kalian semua " ucap Rachma yang langsung berlari menuju kamar Dewa.
" apa kamu yakin dengan yang kamu putuskan ? Dan bagaimana jika Dewa mencari mu ?" tanya pak firma.
" Rachma yakin jika mas Dewa tidak akan mencari Rachma " ucap Rachma kembali melanjutkan langkahnya.
Bu Laras dan pak Firma semakin tidak mengerti dengan perubahan sikap yang di tunjukan Rachma dan kini mereka yakin jika ada yang tidak beres yang membuat Rachma mengambil keputusan dalam keadaan marah.
" ayah yakin jika ada yang sudah menghasut Rachma dan berpikir Dewa akan meninggalkan dirinya " ucap pak firma yang masih di dengar oleh Bu Laras.
" apa ibu harus menghentikannya ?" tanya Bu Laras pada suaminya tapi diamnya pak firma menjawab apa yang harus di lakukan oleh dirinya.
Untuk pertama kalinya Bu Laras iba terhadap Rachma yang terlihat tertekan tapi tidak bisa menceritakan pada siapapun, dan di sini lah Bu Laras tepatnya di depan kamar Rachma.
" boleh ibu masuk ?" tanya Bu Laras sebelum masuk ke kamar putranya yang kini menjadi kamar Rachma, tapi Rachma hanya mengangguk sambil terus berkemas merapihkan kembali pakaiannya.
" katakan apa yang sebenarnya terjadi sama ibu " ucap Bu Laras sambil memegang pundak Rachma yang langsung membuat pertahanan Rachma luruh dan air mata yang berusaha iya tahan kini meluncur dengan deras.
Bu Laras langsung memeluk Rachma setelah membalikan tubuh Rachma agar menghadap padanya.
" maaf jika ibu masih belum bisa bersikap baik padamu, tapi setidak kita bisa memulai semuanya dari awal lagi dan kamu bisa menganggap ibu sebagai ibumu " ucap Bu Laras sambil mengusap usap punggung Rachma.
Sedangkan di rumah Airin seperti yang di ucapkan Dewa tadi pagi, kini Airin sudah terlihat segar dan siap mendengar apa yang ingin di sampaikan Dewa.
" mas.. Katanya mau mengatakan sesuatu ?" tanya Airin yang berharap Dewa mau memulai hubungan mereka dan akan menjalani pernikahan seperti orang orang.
Dewa menarik nafas begitu dalam berusaha mengumpulkan keberanian dan meyakinkan dirinya jika apa yang iya putuskan memang yang terbaik untuk semuanya.
" Airin.. Mas minta maaf jika apa yang nanti akan mas sampaikan akan membuat kamu sakit hati atau bahkan kamu akan membenci mas nanti " ucap Dewa membuka pembicaraan.
" katakan yang jelas mas, jangan membuat Airin bingung dengan kata kata mas " ucap Airin yang mulai merasa tak tenang.
" mas sudah bertemu dengan Rachma dan mas "
" STOP " teriak Airin sambil menutupi kedua telinganya karena tak ingin mendengar apa yang akan di ucapkan Dewa.
Dewa yang sudah bisa menebak reaksi yang akan di berikan Airin pun memegang kedua tangan Airin yang sudah menutupi telinganya dan Dewa pun berhasil menggenggam tangan Airin yang iya letakan di kedua paha Airin.
" mas sudah menikahi Rachma " mendengar apa yang di ucapkan Dewa suaminya membuat Airin tak bisa menahan air mata nya meski tanpa suara tangisan yang memilukan.
" mas cinta sama Rachma "
" mas hanya ingin bisa hidup bahagia dengan wanita yang mas cintai " ucap Dewa sambil menghapus air mata yang masih mengalir deras di pipi Airin istrinya yang saat ini sedang terluka karena apa yang di sampaikan olehnya sendiri.
" lalu apa arti Airin di hati mas ? Apa Airin tidak punya tempat di hati mas ? Apa salah jika Airin juga ingin memiliki laki laki yang Airin cintai ? Katakan mas ?
✍️✍️✍️ nah kan ? Kalo udah kaya gini gimana dong ?🤔🤔 apa yang akan Dewa jawab dan apa yang akan Dewa putuskan ? Dan bagaimana dengan Rachma ? Apa Rachma masih akan tetap pergi dari kehidupan Dewa dan Airin ?🤔🤔
Pantengin terus ya ceritanya biar R-kha lebih semangat lagi update nya
Jangan lupa like dan tinggalkan jejak biar R-kha lebih semangat lagi update nya
Love you moreee 😘😘😘
cari kehidupan yg tenang.
aku pun mengalami nya.
kl rachma kluarga tiri
pdhl aku kluarga kandung.
hanya menjaga kewarasan diri😊
salam kenal thor..😊
singgah achhh...😉
moga syukak karya2 mu thor...
smngattt dlm berkaryaa...✊✊✊