Emily tidak menyangka jika hidupnya akan berubah seratus persen ketika ia memutuskan untuk mau di nikahi seorang perjaka kaya raya bernama Kendrick Enderson.
Ia merasa bahagia bisa di terima dengan baik oleh Kendrick. Meskipun ia pernah gagal dalan membina rumah tangga sebelumnya.
Tak lama ia menikah, Emily direpotkan dengan sikap positif sang suami yang selalu cemburu buta padanya.
Apakah Emily bahagia dengan pernikahan keduanya kali ini?
Ataukah dia akan kembali gagal seperti di pernikahan pertamanya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Watilaras, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kebahagiaan Jasmine
Ketika Emily membuka pintu. Saat itu pula Jasmine terbangun dari tidurnya. Jasmine kemudian nampak menggeliat, merenggangkan otot-ototnya yang terasa kaku setelah ia tidur beberapa jam yang lalu.
"Ma." panggil Jasmine, sambil tersenyum. Ia senang karena ternyata sang mama masih ada bersamanya di apartemen.
"Hai sayang, bagaimana keadaanmu? Apakah kau sudah baikan." Emily kemudian berjalan mendekati sang putri sambil mengecek suhu badan Jasmine.
"Suhu badan mu sudah normal. Sepertinya kamu sudah tidak lagi demam. Mama masakan sup makaroni untukmu. Selagi masih hangat, ayo kita ke luar. Untuk menikmati sup makaroni yang Mama buatkan untuk mu." ucap Emily, yang memberi tau jika ia memasakkan sup kesukaannya.
"Aku mau Ma." Emily kemudian membantu Jasmine untuk bangkit dari tempat tidur.
"Sudah lama aku tidak menikmati sub makaroni buatan Mama."
Begitu Emily membukakan pintu kamar. Mata Jasmine langsung menangkap sosok seseorang yang sangat ia sayangi yaitu Ashraf tengah berada di ruang tamu.
"Ayah. Ada ayah." panggil Jasmine, ia pun kemudian tersenyum dan langsung berjalan lebih cepat untuk bisa mendekati ayahnya.
Ashraf kemudian langsung membuka kedua tangannya untuk menyambut sang putri.
"Bagaimana keadaanmu sayang. Apa kamu sudah baikan. Badanmu juga sudah tidak demam lagi." ucap Ashraf sambil meletakkan telapak tangannya ke kening sang putri.
"Aku sudah sembuh Ayah."
Ayah dan anak itu kemudian terlibat percakapan hangat.
Emily memilih untuk langsung menuju ke dapur untuk membawakan semangkok sup untuk putrinya.
Dari dapur, sekilas Emily memperhatikan interaksi antara Ashraf dan Jasmine. Mereka memang punya kedekatan khusus.
"Bisakah Ayah menginap untuk malam ini. Aku ingin ayah di sini please." Jasmine nampak memohon agar sang ayah untuk bisa menginap.
Ketika Jasmine memintanya untuk menginap. Ashraf kemudian melayangkan pandangannya ke arah Emily.
"Ayah tidak bisa menginap di sini sayang. Ini kan bukan ke rumah Ayah. Jika kamu menginginkan Ayah untuk menginap. Kamu harus minta izin dulu sama mamamu. Karena boleh atau tidaknya Ayah menginap di sini. Itu tergantung izin dari Mama."
"Ya, aku tahu. Kalau kalian sudah berpisah." ucap Jasmine, memasang expresi wajah sedih.
Tidak ingin membahas masalah itu. Emily berpura-pura tidak mendengarnya. Ia kemudian memangil Jasmine untuk menuju meja makan.
"Sayang, sup nya sudah siap."
Jasmine kemudian berjalan menuju meja makan. Dan ia pun mengajak ayahnya.
"Ayah, suapin aku makan ya." pinta Jasmine.
"Tentu." Dengan disuapi oleh Ashraf, Jasmine nampak lahap menghabiskan satu mangkok sub buatan Emily.
Emily yang juga ada di sana sejenak ikut meleburkan diri untuk bisa bersama dengan Jasmine.
Agar sang putri tetap bisa merasakan kebahagiaan dan juga gembira. Karena kedua orang tuanya berada di sisinya kala itu.
"Emily, bolehkah aku minta makanan. Aku jadi merasa lapar." ucap Ashraf, dan ia memang sengaja minta makan.
Emily kemudian mengambil satu piring kosong untuk Ashraf dan juga mengambilkan satu mangkuk sup untuk mantan suaminya itu.
"Terima kasih Emily."
"Sama sama." jawab Emily singkat sambil mengulas senyum tipis.
Ketika Emily sedang duduk menemani Jasmine makan siang. Kebetulan saat itu Kendrick menghubunginya. Dan melakukan panggilan video call.
"Mama tinggal dulu ya sayang. Mama ada panggilan masuk." ucap Emily.
"Iya Ma."
Emily kemudian berjalan menuju balkon apartemennya untuk menjawab panggilan video call Kendrik.
Ashraf tau, jika Emily sedang menerima panggilan video call dari suaminya Kendrick.
Ada sekelumit l rasa sakit di hati Ashraf jika melihat sang istri dekat dengan pria lain. Karena bayangan mempunyai keluarga yang sempurna sampai saat ini masih terlintas dalam benak Ashraf bersama dengan Emily.
Seandainya waktu bisa berputar. Ashraf ingin benar-benar memeluk keluarganya kembali. Tapi mungkin saat ini semuanya sudah terlambat. Karena sang mantan istri sudah menikah lagi dengan pria lain.
Tidak ingin dirinya terlalu memperhatikan Emily yang akan membuatnya sakit hati. Ashraf kemudian mengakrabkan kembali dirinya dengan Jasmine. Mengajak berbicara sang putri dan mengunakan kesempatan dan waktu kali ini untuk bersama dengan seseorang yang penting baginya.
"Apa sekarang ayah sudah tidak bersama wanita itu lagi?" tanya Jasmine.
"Tidak sayang. Ayah sekarang sendirian. Ayah sedang tidak bersama siapa-siapa. Ayah sekarang hanya punya kamu. Kamu adalah semangat ayah."
"Ayah sekarang sedang mengumpulkan tabungan untuk bisa membeli rumah baru walau sederhana. Jika ayah punya rumah. Jasmine sewaktu-waktu bisa menginap di rumah ayah. Dan juga bisa tinggal sama Ayah. Jasmine mau kan!"
"Tentu saja ayah, Jasmine mau." Jasmine nampak sangat bahagia dan gembira karena saking jarangnya ia bertemu dengan Ashraf.
Meskipun jarang bertemu. Namun Ashraf selalu menjaga komunikasi dengan baik bersama putrinya. Dengan melakukan panggilan setiap harinya.
br ank satu sdh mulai berubh bagaimana klu dpt ank dr suami br dan jasmine msh kekeh blm mau serumh dgn mu emely mkn lambt laun bs2 ank mu dkt lg dgn asrafh dan km nnt menyesal emely
.walaupun ken sdh anggp jasmine ank nya sndri walau bkn ayah kandung nya.skrg emely dilema antara.milh nemani ank dan nemani suami.dampak dr cerai korban ny ank..secara gk lngs jasmine blm siap menerima ayah br dln hdp nya krn dia pikr ayah nya ttp asrafh begitu jg dgn amanda dia jg gk pernh anggap klu amanda ibu smabung nya sblm asrahf dan amanda cerai..
wajar Ken seperti itu Emely dia kan baru merasaakan surga Dunia, dari itu kau harus bisa membuat suami mu benar benar butuh kamu.