NovelToon NovelToon
Hancur

Hancur

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Teen
Popularitas:643.7k
Nilai: 4.9
Nama Author: I'm Blue

Sebenarnya apa salahku sehingga mereka sangat membenciku, bahkan dia tega memperkosa ku dan terus membuatku menderita.

Aku ingin ingin bertanya pada mereka, tapi aku sama sekali tidak punya keberanian. Apakah hidupku akan terus begini. Lalu, bagaimana dengan janin yang ada di kandunganku.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon I'm Blue, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

16. Menghindari Nilam.

Pagi ini aku terbangun karena ada telepon dari seseorang. Aku langsung mengangkat telepon itu, tidak mau orang yang ada di seberang menunggu lama.

"Hallo," Kataku pelan, menunggu respon dari seberang sana."

"Aya ini aku Nilam, Kamu kemana sih beberapa kali aku telpon gak ada." Beberapa hari ini aku memang tidak mengangkat telepon dari siapapun.

"Maaf ya Nilam, aku gak sibuk beberapa hari ini" Aku sibuk untuk menyembuhkan luka yang di berikan Xavier lebih tepatnya.

"Gak papa Aya, aku kira kamu sakit tau. Aku khawatir tidak biasanya kamu tidak mengangkat telepon dariku." Aku dapat membayangkan jika di seberang sana, Nilam sedang memasang wajah cemberut. Sahabatku itu memang sangat peduli padaku, tapi aku terus berbohong padanya.

"Aku gak sakit. Kamu kan tau sendiri jika daya tahan tubuh aku kuat." Aku juga kuat terus di sakiti oleh orang terdekat ku, orang yang ku sebut keluarga, tapi nyatanya orang yang terus menyakiti ku dan tidak peduli padaku.

"Hehehehe iya, bagaiman kalau aku ke rumahmu saja." Aku langsung panik,bagaimana ini. Aku tidak mungkin mengizinkan Nilam untuk datang ke rumahku.

"Maaf Nilam sepertinya tidak bisa, kak Xavier menyuruhku untuk pergi nanti."

"Yah! Padahal aku kangen sekali padamu," Kata Nilam sangat kecewa.

"Lain kali saja, ya Nilam."

"Yasudah kalau begitu, apa boleh buat."

"Maaf. Nilam aku harus menutup teleponnya."

"Ya sudah, kalau begitu. Bu Aya."

"By Nilam."

Setelah menutup telepon dari Nilam aku kembali berbaring kekasur ku. Aku melanjutkan buku yabg ku baca semalam, aku sangat penasaran tulisan siapa yang ada di buku itu, tapi seberapa keras pun aku berfikir. Aku tidak menemukan jawabannya.

Xavier tidak pulang kerumah beberapa hari ini. Tugas berat untuk Bu Lela dan Ribi juga masih berlaku, aku kasian pada mereka, tapi tidak bisa membantu. Aku hanya bisa berbaring di kasur beberapa hari ini.

Aku melihat pintu kamarku ada yang membuka. Dia adalah Xavier, laki-laki itu m membawa buah-buahan. Dia melempar buah itu padaku.

"Dari Arinda. Dia nitipin buah ini buat lo," Katanya ketus.

"Makasih kak."

"Dia ngajak lo pergi, sore ini." Aku tidak mungkin pergi, kepala masih sakit dan tidak kuat jika harus berdiri lama.

"A-aku tidak bisa pergi kak." Xavier terlihat sangat puas mendengar jawabanku. Dia tersenyum dan mengambil handphone-nya.

"Bilang sendiri sama dia. Ingat jangan mengatakan yang enggak-enggak!" Peringatnya tegas.

Aku mengambil handphone berlogo apel dari tangan Xavier. Lalu menempelkannya ke telinga sebelah kira. Bunyi deringan tiga kali terdengar jelas.

"Hallo sayang, ada apa. Kamu kangen ya?" Nada manja di seberang sana terdengar di telingaku.

"Maaf kak. Ini Aya, Aya mau bilang, kalau Aya gak bisa bareng kakak sore ini."

"Wah Aya. Kenapa? Kamu ada masalah," Kata Arinda semangat, lalu di bagian akhir tidak.

"Gak kak. Cuman Aya mau istirahat aja. Aya ingin melanjutkan membaca buku."

"Yah, ayolah Aya. Membaca buku bisa di lanjutkan besok." Rayu Arinda padaku. Aku tetap tidak akan pergi.

"Maaf kak, mungkin lain kali saja."

Aku cepat-cepat mengakhiri pembicaraan dengan Arinda. Aku tidak tega mendengar suaranya yang kecewa.

"Bagus! Lo gak boleh pergi tanpa seizin gw. Kalau lo nekat, lihat saja hukumnya yang akan lo terima, dan tentunya orang tersayang lo." Ancam Xavier sungguh-sungguh padaku.

"Kak bisakah, kurangi pekerjaan Bu Lela dan Ribi," Kataku takut-takut. Dia tersenyum dan mengangguk. Aku bernafas lega, akhirnya mereka tidak akan terluka lagi.

"Selama lo menjadi anak yang baik. Orang di sekitarmu aman." Jamin Xavier padaku.

"Iya kak. Aku akan menurut."

Xavier sangat tidak suka aku hilang dari pandanganya, tapi dia juga sering menyakitiku saat berada di pandangannya. Aku tidak tau harus berlaku apa saat di dekatnya?

"Lo kenal Andika?"

"Kenal kak, dia sepupu nilam."

Jauh-jauh darinya, kalau bisa lo juga jauh-jauh dari Nilam," Kata Xavier sebelum pergi.

Nilam adalah sahabatku satu-satunya, walaupun saat ini aku menghindarinya, tapi tidak mungkin aku menjauhinya.

Semasa sekolah hanya Nilam yang mau berteman denganku. Orang lain tidak mau, Nilam memang bukan yang pintar. Nilam juga bukan orang yang populer, Nilam hanya murid biasa yang sangat baik.

***********

Xavier menepati janjinya, tugas Bu Lela dan Ribi sudah kembali ke semula. Aku senang sekali, melihat mereka tidak lagi kesulitan, hanya saja sepertinya Emma, Hesti, dan Rahma tidak senang.

Dengan berakhirnya tugas berat Bu Lela dan Ribi. Mereka harus kembali mengerjakan tugasnya. Bahkan aku mendapatkan aura permusuhan dari mereka.

Aku hanya mengabaikan mereka, bukankah mereka datang ke sini untuk bekerja. Aku

tidak salah untuk ini.

"Kesel deh sama mereka. Jadi sinis liat kita," Kata Ribi. Gadis manis itu lalu duduk di sofa sebelah. Aku hanya meneruskan membaca buku.

Di ruang baca rumah ini, banyak sekali buku. Bukunya juga beragam. Mulai dari jurnal, buku, bisnis, buku pelajaran, novel dan komik. Aku jarang bisa masuk ke ruangan ini. Ayah selalu berada di sini jika di rumah. Ruangan ini adalah favoritnya.

Bunda juga suka membaca dan di tularkan padaku dan ayah. Dulu bunda lebih senang saat ayah, membawa buku dari pada makanan.

Aktifitas bunda dulu hanya membaca dan merawat ku. Ayah tidak mengizinkan bunda untuk mengerjakan pekerjaan rumah sama sekali. Bunda sangat di manja oleh ayah.

"Sudahlah biarkan saja."

"Tapi kak, kelakuan mereka seperti yang punya rumah. Padahal mereka hanya pembantu saja."

"Jangan begitu. Kalau mereka mendengar Tanti mereka sakitut hati."

"Biarin aja lah."

Aku menutup buku dan memandang Ribi. Dia kesal sekali. Mungkin mengajaknya makan, bisa mengurangi rasa kesalnya.

"Ribi ayo kita makan puding. Sepertinya bu Lela membuat puding tadi." Ribi dengan semangat dan mengganguk.

Rasanya kenyang sekali setelah memakan puding coklat yang di buat oleh Bu Lela. Bu Lela sempat mengomel karena kami memakan puding dingin banyak sekali. Ribi juga sudah dalam mood yang baik.

Aku melihat Xavier masuk ke dapur, Xavier memandangku dengan aneh. Dia duduk di sebelahku.

Ribi langsung menunduk tidak berani memandang Xavier, Aku memberi isyarat untuk pergi.

"Tuan saya pamit dulu." Setelah mengatakan itu Ribi langsung pergi. Bu Lela yang ingin masuk ke dapur juga tidak jadi masuk.

"Ayahmu akan pulang sebentar lagi," katanya pelan.

Xavier mengeluarkan penat sejenis salep dari kentong nya dan memberikannya padaku.

"Agar lukamu tidak berbekas." Aku menyentuh luka di keningku yang sudah mengering.

"Terima kasih......." lirihku.

"Ingat, jangan katakan apapun."

Aku mengganguk, lagi pula walaupun aku mengatakannya pada ayahku dia tidak akan peduli. Apa yang kamu takutkan Xavier? Dia akan membelamu terus.

1
Zi-Ha
bodo kali tu cewek..
ngapain juga masih disitu...😡😡
Tatu Nadia
apa mungkin Aya hamil..hmm..
Tatu Nadia
kejam banget thor
Userr_Erorr
aneh ,, bilangnnyaxavier gk prnh bwa doi" sblumnya kermhnya,, tpi aya tau doi" xavier sblumnya,, n aya juga kn gk prnh kaluar rmh
Sri Suwarni
ini trlalu sadis cerita ny trustrang aja aku ngga suka cerita yg begini maaf
Sumarni Aurellia
kk kpn d lanjutin ceritanya🥺
Sumarni Aurellia
kk kpn d lanjut ceritanya🤔😔
wong_oseng
ini hiatus kah ?
Ira Wati
lanjut
wong_oseng
novel ini apakah sdh hiatus ya....
Tramitra Wisadi
hmmmm
warnita meridiana
lanjut thot
Nining Rahayu
kalo bacanya di loncat2 ga bakal faham ini mah...😁😁😁
Rina Tyas
Thor bukannya Aya panggilnya bunda, k' mama
Rina Tyas
suka thor
Rina Tyas
lanjut kakak
Rina Tyas
semangat ya thor
Rina Tyas
iya kak AQ suka critanya
Suyati Lihawa
kapan lanjutnya thor kok lama sekali ditunggu ya tks
Emma_ku
melotot kn loh..
hahahah
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!