Jam misterius muncul di dunia dan siapapun yang memakainya akan memiliki kekuatan super!
Zione Gutawan, seorang anak kecil biasa yang memungut jam tangan lusuh di sebuah jalan kecil pedesaan, menemukan bahwa ia bisa menciptakan petir di tangannya setelah ia tak sengaja tersambar petir dan berhasil bertahan hidup.
Dengan jam tangan yang disebut Watch, ia berlatih panjang menuju pertempuran panjang yang melibatkan para manusia terpilih dengan para Monster aneh dari celah dimensi.
Ikuti perjalanannya menjadi manusia terkuat di seluruh dunia!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Slitherio, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
16. Kekuatan Nine Guard dan Nine Elements VII
Zione terlempar dan ia berguling di atas tanah, seragamnya pun akhirnya robek. Ia bangkit kemudian melepas seragamnya dan membuangnya. Ia berjalan perlahan dan duduk di bawah pohon kemudian menatap ke depannya.
Entah siapa yang memulai pertempuran itu, namun yang pasti desanya sudah hancur dan tak ada lagi penduduk desa yang tersisa. Apalagi setelah ledakan besar itu yang hembusan anginnya sampai melempar Zione, jelas kalau yang bertarung tadi adalah orang-orang yang amat kuat.
Dan satu lagi, ayahnya terlibat dalam pertempuran itu...
Kenapa ayahnya tidak memberitahu Zione kalau ia adalah Watcher? Terlebih sepertinya ayahnya adalah Watcher yang amat kuat dan berpengaruh di dunia?
Zione menggelengkan kepalanya, dan suara ledakan diikuti oleh hembusan angin yang lebih kencang muncul, hampir melempar Zione yang masih duduk, namun karena ia duduk di bawah pohon, ia masih bisa bertahan dengan menempel di batang pohonnya.
"Entah bagaimana caraku bisa tetap bertahan hidup untuk sekarang?" gumam Zione. Ia berdiri dan menatap sekitarnya.
Ia sudah berada amat jauh dari desanya sementara suasana berubah menjadi amat kacau, ledakan terjadi dimana-mana dan suasana amat gelap seperti malam, kemudian berubah menjadi panas dan gelap lagi, diikuti oleh suara ledakan yang tak ada hentinya, insting anak kecilnya masih ada dan menyuruhnya untuk kabur, menghindari pertikaian yang masih terjadi.
Aku harus bertemu dengan ayah, batin Zione. Ia pun berjalan kembali ke desanya dengan perlahan, tenaganya belum pulih sepenuhnya akibat bertarung tadi pagi. Namun tujuannya masih tetap satu!
Bertemu dengan ayahnya!
"Zione, ikut ayah ke Peacemaker."
Bahkan belum ada satu detik ia menyadari seseorang datang, seseorang yang ia cari muncul di depannya dan menariknya...
***
Blue King mengedarkan pandangannya, sekelilingnya amat hancur dan tak ada satupun bangunan maupun manusia yang tersisa. Bahkan pasukan Watcher yang dibawa Stone Palm dan Shadow Master ikut menghilang dan hancur menjadi kepingan yang sulit untuk ditatap terlalu lama.
Ia melihat Stone Palm yang tersungkur di hadapannya dan mungkin ia tak sadarkan diri. Purgatory sudah menghilang tepat setelah Stone Palm menghajarnya sampai terpental jauh.
"Tersisa Shadow Master saja yang tidak ada..." tubuh Blue King terasa sakit, untuk pertama kalinya Nine Elements berbenturan dengan Nine Guard dan hasilnya amat mengerikan.
Kekuatannya masih terlalu kecil untuk melewati tembok yang bernama Purgatory, atau bahkan ia masih terlalu lemah jika dibandingkan dengan tiga besar Nine Elements...
"Oh ya, setelah kuingat lagi, bukankah wajah Purgatory mirip seperti kakek Sam?" gumam Blue King.
Blue King menggelengkan kepalanya dan ia berjalan sambil meningkatkan segala inderanya, ia masih ingat dengan satu pertemuan saat ia melawan Purgatory.
Ya, anaknya yang bernama Zione Gutawan. Ia masih jelas mengingatnya, saat menatap Zione yang tubuhnya diselimuti petir, dan aura yang dipancarkannya barusan setara dengan aura yang dipancarkan Flame Emperor.
Entah ia berhalusinasi atau kelelahan, ia jelas sedikit gemetar saat melihatnya...
"Mungkin aku harus mencarinya..." Blue King bergerak cepat dan dalam sepersekian detik kurang, ia menemukan anaknya yang sedang duduk.
"Zio-..." Blue King ingin berteriak, namun ia langsung ditendang dan ia terlempar lagi.
Blue King masih bisa mengendalikan tubuhnya dan berdiri, kemudian ia melihat Purgatory yang sedang melepas pakaiannya dan menarik pedang apinya lagi.
"Aku tidak akan tenang sampai aku membunuhmu..." Purgatory terlihat menyeramkan dan aura yang dikeluarkan bahkan menumbangkan satu pohon di dekat sana.
"Blue King!" suara seruan terdengar dan punggungnya terasa ditempel seseorang, "Kau jaga belakangku!"
Blue King melirik sedikit ke belakangnya, terlihat Shadow Master yang memegang pedang tipisnya dan napasnya terlihat kacau.
"Heheh, jadi kalian ingin dua lawan dua? Oke, kuladeni...' terlihat sosok wanita dengan mata ungu menyala berjalan dan pedangnya terlihat menyala berwarna ungu, "Padahal tadi aku akan serius..."
Blue King dan Shadow Master saling lirik kemudian mengangguk bersamaan. Setelahnya, kurang dari sepersekian detik, keduanya melesat dan menghampiri masing-masing lawannya, Blue King dengan Purgatory dan Shadow Master dengan wanita bermata ungu yang baru datang itu.
Pertarungan terjadi lagi, dan bahkan lebih dahsyat lagi dari sebelumnya. Mereka saling melemparkan skill mematikan dan menyebabkan ledakan di mana-mana, hingga perlahan keduanya mulai menghancurkan desa lain yang ada di dekat sana.
Blue King mengangkat pedangnya, memanggil petir-petir dari langit yang menyebabkan sinar matahari tertutupi oleh awan gelap dan suasana yang seharusnya terang karena siang malah berubah menjadi gelap gulita seperti malam.
Petir-petir menyambar turun dengan ganasnya, hingga tanah hancur dan banyak pohon yang gosong akibat tersambar petir.
Shadow Master menebaskan pedangnya dengan cepat, sementara Dancer menghindari semua tebasan yang dilancarkan Shadow Master dan saat ada celah sedikit, ia mengalirkan banyak Time Energy ke pedangnya hingga cahaya terang menyelimuti pedang lurusnya dan ia langsung menusukkan pedangnya sambil berteriak keras,
"Puncture!"
Shadow Master mengangkat pedangnya, mengubahnya menjadi dua belati kemudian melesat maju mendekati Dancer yang celahnya masih terbuka setelah melancarkan skill yang amat mematikan itu.
Efek dari tusukan itu membuat lubang besar di belakang Shadow Master, memisahkan Blue King dan Purgatory kemudian memaksa keduanya untuk menjauh.
Dancer selanjutnya mengangkat pedangnya dan mulai mengayunkannya dengan cepat serta indah, namun semakin lama keduanya beradu pedang, Shadow Master perlahan memahami dasar dari semua gerakan indah milik Dancer...
Dengan pengetahuan tentang bagaimana Dancer bertarung, Shadow Master menyusun taktik sederhana untuk melawan Dancer...
"Crit!"
Shadow Master menusukkan dua belatinya, namun Dancer bisa menghindar dan melancarkan tebasan cepat yang arah serangannya bisa dibaca oleh Shadow Master, kemudian Shadow Master melancarkan tebasan beruntun dengan dua belatinya.
Purgatory tidak membiarkan Blue King menarik napas sejenak, ia langsung mengangkat pedangnya dan menghampiri Blue King kemudian melancarkan tebasan beruntun.
Dengan refleknya yang hebat serta didukung oleh elemennya yang memungkinkannya untuk bergerak lebih cepat dari Watcher pada umumnya, Blue King bisa menarik napas cepat, mengisi paru-parunya dengan udara dan menghembuskannya cepat lalu mengangkat pedangnya dan menahan tebasan Purgatory.
Purgatory mengalirkan lebih banyak Time Energy dan langsung menusukkan pedangnya ke dada Blue King, namun Blue King bisa menghindarinya dan melancarkan serangan balasan yang mengarah ke leher Purgatory.
Efek dari tusukan Purgatory tidak bisa diremehkan begitu saja, tepat setelah Blue King menghindar dan tusukannya terhenti, sisa tenaganya langsung menciptakan hembusan angin yang langsung melubangi apapun yang ada di hadapannya.
Purgatory berbalik dan mengangkat tangannya seperti memegang pistol kemudian menembakkan puluhan hingga ratusan peluru api yang melesat dengan kecepatan tinggi ke arah Blue King.
Dan untuk kesekian kalinya, Blue King terkena serangan telak Purgatory dan ia langsung melompat menjauh, ia tak ingin jatuh untuk saat ini.
"Blue King, Shadow Master, Stone Palm, apa kalian disana?" suara terdengar di alat komunikasi yang dipakai Shadow Master, dan suaranya sangat familiar di telinganya.
"Aku bisa melihat kalian jadi tunggulah kami untuk membantu!"
Blue King memang tidak memakai alat komunikasi, namun ia memiliki satu kelebihan, yaitu mendengar dan melancarkan komunikasi jarak jauh tanpa memakai alat sedikitpun. Sebab itulah, Blue King selalu pergi tanpa alat komunikasi.
"Hei, sepertinya teman kalian sudah datang..." Purgatory menghela napasnya sambil menurunkan pedangnya, "Yah, sepertinya aku harus mengeluarkan lebih banyak kekuatanku..."
Aura yang dikeluarkan Purgatory makin besar dan menakutkan, hingga akhirnya api menyelimuti tubuhnya, "Nah, siap untuk ronde ketiga?"